Love God, Love Others, Love Earth

Tak bisa dipungkiri, sampah menjadi salah satu masalah utama di negara-negara berkembang di dunia, apalagi Indonesia. Ehem, lebih tepatnya lagi, Jakarta dan kota-kota di Pulau Jawa serta beberapa kota besar di luar Pulau Jawa. Kenapa gue bisa bilang gini? Karena, yah, lihatlah kota-kota di Sumatera atau Kalimantan yang tetap dapat menjaga kebersihan kota dan sungainya. Karena penduduk mereka belum sebanyak di Pulau Jawa kah? Atau mungkin pengaruh suku penghuninya? Gue juga nggak tahu, jadi mending gue nggak usah kasih kesimpulan apa-apa daripada dihujat massa sedunia akhirat 😀

Sebagai seorang travelblogger, jujur aja gue sedih dan iri kalau melihat betapa bersih dan tertatanya kota-kota di negara tetangga. Nggak usah jauh-jauh deh, Singapura dan Malaysia udah cukup banget jadi perbandingan. Gue udah pernah mengunjungi kedua negara itu, terkagum-kagum dengan kebersihan kotanya — terutama Singapura. Sementara Negara-negara ASEAN yang lain, bahkan yang notabene belum semaju Indonesia seperti Vietnam atau Kamboja, bisa lebih menjaga kebersihan kotanya lho. Kenapa ini bisa terjadi? KENAPAAA?!!! *ngomong sama pohon pisang* *krik*

Penang Road, Singapura, yang bersih dan hijau

Bener, pemerintah memang sangat berperan dalam permasalahan sampah yang bagai tak berujung ini *bukan judul lagu* Terkadang gue agak maklum melihat jalanan atau satu area publik yang agak kotor, karena memang gue nggak melihat satu biji tempat sampah pun di situ. Atau sungai yang menjadi pelampiasan sampah rumah tangga, karena pemerintah yang kurang memperhatikan warganya tersebut — misalnya dengan membangun rumah susun dan mengalokasikan warga bantaran kali tersebut ke rumah susun, seperti yang sudah dilakukan oleh Jokowi, sang Gubernur Jakarta yang sukses membawa gebrakan (udah iyain aja, terbukti kok)

Tapi tapi tapi, bukan berarti kita hanya bisa diem aja. Kita juga bisa melakukan sesuatu — bahkan melakukan banyak hal untuk mengatasi masalah sampah ini, seperti yang juga WWF Indonesia paparkan dalam website-nya. Nah, dari seabrek cara itu, ada dua cara simpel yang jadi favorit gue. Gue nggak akan minta lo buat nguras kali kok, gue juga bakal nggak mau #pffft. Dua hal mudah itu adalah: buang sampah pada tempatnya — dan — gunakan transportasi umum.

Kita mulai dari yang pertama ya, anak-anak. Gue yakin kalimat “Buanglah sampah pada tempatnya” ini udah sekian ribu kali kamu baca atau denger, tapi kenapa kok kayaknya susah banget buat melakukan hal yang paling mendasar dari usaha menjaga lingkungan ini? Apa sih susahnya jalan kaki beberapa meter untuk membuang sampah dan semua beban hidupmu ke tong sampah? Apalagi, gue lihat, beberapa kota besar sudah menggalakkan program ini dengan memperbanyak jumlah tempat sampah. Kalau pun nggak ada tempat sampah yang bisa kalian temukan, coba dikantongi atau disimpan dulu di dalam saku atau tas. Belajar bertanggungjawab sama sampah sendiri ya 🙂

Sudut kota Bandung yang bersih di Jl. Asia-Afrika. Pemerintah kota Bandung, dipimpin Ridwan Kamil, sedang dalam usahanya mengubah wajah Bandung.

Selain melakukan pemerataan jumlah tempat sampah, gue berharap pemerintah semakin menggalakkan program ini dengan menerapkan denda bagi mereka yang membuang sampah sembarangan. Mungkin bisa dimulai dengan beberapa kawasan, seperti kawasan bisnis dan kawasan publik atau wisata. Selain itu, bikin program “Simpan Kantong Plastikmu” juga oke tuh. Kantong plastik itu bisa kita gunakan lagi untuk berbelanja. Yuk, segenap jajaran Indomaret, Alfamart, Seven Eleven, dan minimarket lainnya dukung program ini dengan memberikan diskon bagi konsumen yang berbelanja dengan membawa kantong plastik sendiri *brb ngomong ke manajer* *ternyata sendirinya adalah karyawan perusahaan ritel*

Yang kedua adalah menggunakan transportasi umum. Karena sampai gue SMA keluarga gue nggak punya kendaraan bermotor, terus pas udah punya motor eh guenya malah merantau ke kota orang sampai sekarang, menggunakan transportasi umum udah menjadi hal yang sangat biasa buat gue. Nah, gue mengajak temen-temen semua untuk menggunakan transportasi umum. Selama tujuan kita bisa dijangkau dengan transportasi umum dan kita juga nggak lagi terburu-buru, itulah saatnya kita menggunakan transportasi umum!

Naik angkot atau bus itu seru kok. Kita tinggal duduk anteng dan bisa menikmati pemandangan di sepanjang jalan. Kita juga bisa bersosialisasi dengan penumpang yang lain loh. Siapa tahu ada cewek atau cowok kece yang duduk di samping kita, bisa diajak berbasa-basi busuk sambil menunggu angkot sampai ke tujuan. Atau kebalikannya, saat kita tiba-tiba diajak ngobrol oleh ibu-ibu atau kakek-kakek yang kayaknya butuh temen ngobrol. Ada kebahagiaan saat gue bisa memberikan secuil kebahagiaan buat orang lain dengan menjadi pendengar yang baik.

Dengan menggunakan transportasi umum, kita turut berkontribusi dalam mengurangi emisi gas karbondioksida yang dihasilkan dari asap kendaraan. Katakanlah satu kendaraan pribadi (mobil ataupun sepeda motor) digunakan oleh 2 orang, dengan 1 angkot yang dapat memuat hingga 13 orang. Berarti, satu angkot dapat mengurangi hingga 6 kendaraan pribadi. Bayangkan jika ada jutaan pengguna kendaraan pribadi yang melakukan hal itu. Itu baru satu angkot dengan kapasitas maksimal 13 orang, sementara bus dapat mengangkut puluhan penumpang sekaligus.

Oh iya, kalau tempat tujuan kamu itu nggak jauh-jauh amat, hanya sekitar 1 kilometer, lebih baik jalan kaki aja deh. Gue juga udah biasa dengan yang namanya jalan kaki, entah karena tempat yang gue tuju itu deket atau — yes, untuk penghematan! Nah, dapat dua manfaat sekaligus ‘kan? Mengurangi polusi dapet, mengurangi pengeluaran juga dapet. Gue emang cerdas ya *gagal fokus* Pakai sepeda juga bagus lho, apalagi sekarang udah banyak bermunculan komunitas sepeda dengan menggalakkan program bike to work atau bike to campus. Harusnya bike to date sekalian ya. Satu lagi manfaat dengan berjalan kaki atau bersepeda adalah untuk kesehatan tubuh kita sendiri. Kamu yang selalu menyalahkan rutinitas sehingga nggak sempet berolahraga, coba bikin gimana caranya rutinitas itu dapat kamu gunakan untuk berolahraga. Entah dengan jalan kaki atau bersepeda ke kantor, ke tempat belanja, ke tempat makan, dan tempat-tempat lainnya.

Gue sebagai blogger di sini cuma bisa mengajak temen-temen melalui tulisan ini. Gue yakin bahwa words have power — tulisan memiliki kuasa! Jadi, gue pun mengajak temen-temen blogger dan penulis untuk menyelipkan pesan-pesan tentang menjaga lingkungan dalam tulisan-tulisan kita. Buat kamu yang suka nulis dan masih belum punya blog, hellooo? Ke mana ajaaa, Non? Ini udah tahun 2014. Udah nggak jaman nulis di selembar kertas yang hanya kamu simpan di dalam laci lembabmu. Saatnya lo nulis di blog dan make impacts! Banyak blog provider yang bisa kamu pakai: blogspot, wordpress, atau platform buatan negara kita sendiri — blogdetik. We, bloggers, have power.

Yuk lebih peduli lagi dengan lingkungan, jaga kebersihan kota atau tempat tinggal kita dengan membuang sampah pada tempatnya dan menggunakan transportasi umum. Kalau kamu mau mencintai lingkungan, itu berarti kamu juga mencintai sesama. Kamu nggak mau mereka kebanjiran karena kamu membuang sampah di kali, nggak mau mereka risih dengan sampahmu yang menodai area publik. Dan jika kamu mengasihi sesama, itu berarti kamu juga mengasihi Tuhan-mu yang telah menciptakan mereka. Jadi, love God, love others, love earth. Salam Indonesia Bersih 😀

*Yuk share hal simpel apa lagi yang biasa kamu lakukan agar #IngatLingkungan 🙂

6 thoughts on “Love God, Love Others, Love Earth

  1. Saya sering lho bike to date, hahaha. 😀

    Tentang masalah kebersihan dan kedisiplinan di negara kita, menurut saya itu berpulang pada budaya kita sendiri lho. Banyak diantara kita yang terlalu diburu oleh nafsu duniawi dan alhasil mengabaikan lingkungan sekitar. Mungkin, karena hidup di Indonesia itu enak, jadinya banyak yang kebablasan menjadi tidak teratur.

  2. Setuju dan mendukung banget!!! Semangat terus yaa, karena untuk memiliki budaya bersih dan buang sampah di tempat sampah itu emang perlu dilakukan, sejak bayi sampe kakek-kakek, dan mengubahnya perlu waktu puluhan tahun sampe berabad kali..

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s