Wah, Jajaran Mal dan Kondotel Dibangun di Jogja

Berawal dari temen kantor gue (sama-sama orang Jogja, dan sama-sama pulang kampung juga saat Paskah lalu) yang memberitahu gue kalau ada mal baru bernama Jogja City Mall (JCM) di kawasan Jl. Magelang. Penasaran, gue lalu googling untuk mencari fotonya, yang ternyata membuat gue menemukan sebuah artikel berjudul Sederet Mall Baru Siap Berdiri, Yogyakarta Dalam Masalah di Kompasiana. Maka dari itu, gue memantapkan hati untuk membuat tulisan ini (dikata bikin surat cinta apa) yang merupakan respon atas artikel tersebut. Maklum, suka nulis, bikin komentar aja harus dibuat dalam satu artikel sendiri #pffft

Jogja City Mall (JCM), Jl. Magelang km 6 (samping TVRI)

Jogja City Mall (JCM), Jl. Magelang km 6 (samping TVRI)

Dari sejak gue kecil dan unyu-unyu (sekarang juga masih unyu sih), gue udah memprediksi bahwa kelak Jogja akan tumbuh menjadi sebuah kota kosmopolitan dengan sentuhan-sentuhan urban mewarnai kehidupan kotanya. Hal itu karena posisi Jogja sebagai kota pelajar, yang menarik minat mahasiswa-mahasiswa dari seantero negeri untuk melanjutkan studi sarjananya di Jogja — terutama mahasiswa dari kawasan metropolitan Jabotabek dan Bandung. Mereka tidak datang sendirian, tapi datang bersama koper-koper besar kayak mau jadi TKI 4 tahun setumpuk gaya hidup dan ekspektasi mereka terhadap kota yang akan mereka huni itu.

Namanya anak muda, hiburan menjadi sebuah kebutuhan khusus yang harus dipenuhi. Café-café mulai dibangun bukan hanya di kawasan mahasiswa (Babarsari, Jl. Kaliurang, dsb) namun juga mulai merambah kawasan lainnya. Sebuah jalan raya di dekat rumah gue, Jl. HOS Cokroaminoto, sekarang sudah memiliki sederet café dan tempat makan — padahal sebelumnya nyaris tanpa kesibukan berarti. Tak cukup dengan Malioboro Mal, Ramai Dept. Store, atau Galeria, dibangun pula Saphir Square dan Ambarrukmo Plaza (Amplaz) yang menjadi mal terbesar di kawasan Jateng – DIY.

Berita akan dibangunnya proyek kondotel Mataram City di kawasan utara Jogja (sekitar Monjali kalau nggak salah) udah gue denger dari beberapa waktu lalu. Sementara Malioboro City (dengan Jogja Town Square / JTOS di dalamnya), yang akan menempati lahan kosong di Jl. Laksda Adi Sutjipto di kawasan timur Jogja, gue ketahui dari baliho besarnya yang menarik perhatian saat gue sedang dalam perjalanan menuju Candi Prambanan beberapa bulan lalu. Dari sebuah artikel di Kompasiana, gue pun akhirnya tahu Sahid Jogja Lifestyle City akan dibangun di daerah Babarsari yang juga merupakan kawasan timur Jogja.

Ditanya setuju atau tidak dengan proyek tersebut, jujur gue sih nggak ada masalah. Proyek-proyek tersebut dibangun di kawasan yang memang memiliki potensi pasar yang bagus, yaitu di kawasan utara dan timur Jogja yang merupakan kawasan bisnis dan akademis. Secara administratif, lokasinya sudah berada di luar wilayah administrative kotamdya Yogyakarta dan terletak jauh dari kawasan heritage (keraton, benteng, Malioboro, Tugu). Keberadaan kondotel-kondotel tersebut bertujuan untuk memfasilitasi warga Yogyakarta yang membutuhkan fasilitas hiburan urban dan hunian berkelas. Coba deh lihat bioskop XXI atau 21 di Jogja yang masing-masing hanya sebiji itu. Ngantrinya udah kayak ngantri raskin, nonton malem beli tiketnya dari pagi-pagi #pffft

Jogja akan menjadi sebuah kota yang semakin lengkap! Seperti halnya Bangkok. Nggak cuma punya tempat-tempat wisata budaya budaya, seni, edukasi, dan belanja, Jogja juga akan memiliki objek-objek wisata gaya hidup. Bagi sebagian orang, berkunjung ke sebuah tempat modern yang tidak ada di kota asalnya bisa menjadi salah satu itinerary liburannya lho, misalnya mereka yang berasal dari kota-kota kecil di Jawa atau kota-kota di luar Jawa. Jujur deh, kalian yang pernah traveling ke Singapura atau Bangkok, juga menyempatkan diri mengunjungi mal-malnya, ‘kan? Hehehe.

Kalau sudah begini, wilayah metropolitan Jogja akan terbagi menjadi dua kawasan: kawasan utara dan timur yang menjadi kawasan modern, kawasan barat dan selatan yang menjadi kawasan kota tua. Kawasan barat-selatan ini akan tetap bertahan dengan bangunan-bangunan tuanya, kebersahajaannya, dan ritme hidupnya yang lambat. Seperti Buda dan Pest di Budapest, Hongaria. Atau Fusi dan Pudong di Shanghai, Cina. Jadi, menurut gue, kawasan modern tersebut tidak akan mengganggu kawasan wisata utama Jogja di daerah barat dan selatan. Kawasan utara dan timur mungkin akan mengalami kepadatan lalu lintas sehari-hari, tapi kalau sampai kemacetan terjadi di daerah barat dan selatan? Menurut gue itu bukan karena dibangunnya kondotel-kondotel tadi, tapi memang jumlah penduduk dan pemilik kendaraan bermotor di Jogja yang semakin bertambah. Macet saat long-weekend? Itu jumlah wisatawan yang membludak!

Dibangunnya kondotel-kondotel dan mal tersebut juga memberikan dampak positif dengan memberikan lapangan pekerjaan bagi warga lokal, atau menjadi pangsa pasar bagi para pebisnis di Jogja. Selain itu juga akan “merangsang” perkembangan demi perkembangan di Jogja, misalnya di bidang transportasi. Harapan gue sih, Jogja akan memiliki moda transportasi yang lebih baik, dengan armada Transjogja yang lebih memadai (sehingga frekuensi kedatangan meningkat) dan rute serta jam beroperasi yang ditambah. Masak kota wisata, kota pelajar, tapi bus kotanya cuma beroperasi sampai jam 9 malem? Datengnya suka lama lagi #pffft. Paling nggak sampai jam 11 atau 12 malem lah.

Yang gue khawatirkan cuma satu sih: rusaknya tata kota Jogja. Daerah resapan air berkurang, dan Jogja akan menjadi metropolitan baru di Indonesia yang berlangganan banjir. Jadi, gue harap kepada para pengembang dan pemerintah daerah, agar tetap bertanggungjawab dengan alam yang mereka korbankan untuk membangun “istana” mereka.

Buat temen-temen Jogja, gue harap jangan buru-buru emosi dengan proyek pembangunan mal dan kondotel tersebut. Bisa dilihat dulu dampak positif dan negatifnya. Perubahan memang sulit diterima, karena setiap orang sudah terlena dengan zona nyamannya masing-masing. Belum tentu juga proyek kondotel tersebut berhasil, karena mungkin akan ada resistensi dari masyarakat lokal Jogja. Gue sih ingin Jogja terus berkembang, namun tanpa mengorbankan warisan seni dan budayanya. Gue juga mengetahui rencana proyek monorel Jogja-Borobudur, dan gue pun mendukung itu karena memang wisatawan dan warga membutuhkan moda transportasi yang cepat dan nyaman. Kita doakan aja yang terbaik buat Jogja 😀

 

*Tulisan ini dibuat bukan untuk berdebat, tapi sekedar berbagi pendapat. Monggo bagi pendapat temen-temen di kolom Komentar*

sumber gambar JCM, Jogja Sahid, dan Hartono Lifestyle Mal: skyscrapercity.com

6 thoughts on “Wah, Jajaran Mal dan Kondotel Dibangun di Jogja

  1. Mbok sekali-kali bikin mall itu di Wonosari atau Wates, biar keramaiannya menyebar. Tapi jangan deng, ntar suasana Jogja yang nyaman bisa hilang.

    Gimana ya? Orang-orang khususnya pelajar berdatangan ke Jogja karena suasana kota yang masih damai, aman, tentram, nyaman, kental dengan tradisi dan budaya yang jauh berbeda dari kota-kota besar lain di Indonesia. Tapi kalau mereka masih membawa kenyamanan kota besar ke Jogja ya ujung-ujungnya bakal seperti ini.

    Mau ga mau, untuk mempertahankan Jogja seperti dahulu kala, gaya hidup mereka yang tinggal di Jogja harus diubah. Termasuk saya dan njenengan, hehehe.

    • Wah, cukuplah mal di kota Jogja. Lagipula Wonosari sama Wates belum butuh mal. Ada Indomaret aja juga udah wah wkwkwk.

      Kalau aku sih pinter2 menata kota aja. Gimana caranya supaya keotentikan Jogja tidak terganggu.

  2. orang jakarta tuh ga ada puas puasnya… lihat tuh bandung, udah jadi super hedonisme dan pembangunan terlalu pesat.. Jangan jadikan Jogja rusak kekhasannya karena orang” jakarta

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s