Cirebon, Historis, Indonesia, Jawa Barat, Travel, Wisata

Nggak Cuma Jogja, Cirebon Juga Punya Taman Sari!

Sekitar bulan Maret sampai April 2014, gue sempat tinggal di Cirebon setelah menerima hasil mutasi penempatan kerja dari sebuah perusahaan retail terkemuka. Tapi jangan kira, mentang-mentang udah 2 bulan di sana gue lantas udah mampir ke semua obyek wisatanya. Kenyataan membuktikan, gue nggak pernah ke Gua Sunyaragi dan Batik Trusmi selama 2 bulan tinggal di Cirebon itu.

(((gubrak)))

Makanya, karena kebetulan gue punya voucher 1 malam menginap di seluruh Hotel Cordela, dan kebetulan ada Hotel Cordela di Cirebon, gue nggak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Baca ulasannya di: Hotel Cordela Cirebon, Rekomendasi Bintang 2 di Kota Udang

Dibandingkan ke Cordela Medan (berat diongkos), Bali (juga berat diongkos), Jakarta (bosen), atau bahkan Puncak (susah akses transportasi umum), gue lebih minat sama Cirebon. Kota kecil di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah yang menarik, sarat potensi wisata yang apik. Cirebon juga dapat dicapai dalam waktu hanya 3 jam dari Bandung. Berangkat pagi-pagi, pulang malem-malem, cukmey bet dah jadwal kereta api Ciremai ini.

 

Sekilas Tentang Gua Sunyaragi

Sama kayak Jogja, kampung halaman gue, Cirebon rupanya juga punya sebuah taman sari. Nama lengkapnya: Taman Sari Gua Sunyaragi. Lokasinya memang agak jauh dari pusat kota di Jalan Brigjen Darsono, tapi sejauh-jauhnya daerah pinggiran di Cirebon paling juga cuma setengah jam perjalanan kok. Tiket masuknya Rp 15.000,00 belum termasuk pemandu, buka sampai jam 17:30.

Gua Sunyaragi menjadi tempat wisata terakhir yang kami kunjungi di Cirebon bulan Oktober 2017 lalu, tapi justru di sinilah kami paling banyak berswafoto nyahahaha. Berbeda dengan Taman Sari di Jogja, Gua Sunyaragi ini tersusun dari batu-batu karang yang menyerupai gua atau candi. Batu-batu itu lalu direkatkan dengan pasir, kapur, dan putih telur. Keren banget yekan?!

 

Sejarah Gua Sunyaragi

Komplek taman sari Gua Sunyaragi dibangun secara bertahap pada 1536, 1703, dan terakhir pada tahun 1800 oleh Pangeran Arya Carbon Kararangen (cicit Sunan Gunung Jati) dibantu 3 arsitek muslim Tionghoa: Sam Po Kong (Laksamana Cheng Ho / Zheng He), Sam Cay Kong, dan Liem Toa Jin. Nah, ternyata etnis Tionghoa itu udah melebur dengan kehidupan sosial nusantara sejak dulu kala, travelearners. Jadi jangan lagi ada yang bilang Tionghoa itu bukan pribumi ya.

Ada banyak mitos yang beredar tentang Gua Sunyaragi ini. Salah satu yang paling populer adalah mitos 2 buah ruangan di Gua Argajumut yang dipercaya menghubungkan Gua Sunyaragi dengan Mekkah dan Tiongkok. Entah bener atau enggak, tapi kalaupun bener, capek juga jalannya broh! Hahaha.

gua argajumut di taman sari sunyaragi, cirebon
bebatuan menyerupai gajah di gua sunyaragi cirebon

Selain itu, ada juga 2 mitos kontradiktif — enteng jodoh dan sulit jodoh. Hee? Ada patung di dalam komplek Gua Sunyaragi, tepatnya di Gua Peteng, bernama patung Perawan Sunti yang kalau dipegang dipercaya akan membuat susah jodoh. Sebaliknya, Gua Kelanggengan — as the name suggests — dipercaya mampu membawa jodoh.

 

Mengenal Gua Sunyaragi Lebih Dekat

Luas seluruh komplek Taman Sari Gua Sunyaragi diperkirakan sekitar 1.5 hektar. Ada 10 gua di dalam komplek ini, yaitu Gua Pengawal, Gua Simanyang, Gua Langse, Gue Peteng, Gua Padang Ati, Gue Argajumut, Gua Pandai Kemasan, Gua Kelanggengan, Gua Lawa, dan Gua Pawon. Lalu, sama seperti Taman Sari di Yogyakarta, Gua Sunyaragi juga punya semacam amfiteater kecil yang terletak nggak jauh dari pintu masuk.

mini amfiteater di taman sari gua sunyaragi cirebon

Sama seperti Taman Sari Jogja juga, Gua Sunyaragi juga sebetulnya punya kolam, namun saat ini kolamnya udah nggak ada. Sultan Sepuh Cirebon sendiri memang ingin mengembalikan fungsi Gua Sunyaragi sebagai sebuah water castle. Wihhh, pasti jadi makin keren nih kalau fungsi taman sari dikembalikan pada Gua Sunyaragi seperti dulu kala.

 

Puas di Gua Sunyaragi? Yuk Belanja di Batik Trusmi!

Trusmi adalah sebuah sentra batik paling populer yang ada di kota Cirebon. Lokasinya juga agak jauh dari pusat kota, tapi masih berada di dalam wilayah kotanya kok. Kami mengunjungi Sentra Batik Trusmi pada hari Minggu siang sebelum beranjak ke Gua Sunyaragi. Kenapa harus ke Batik Trusmi? Karena buat cari oleh-oleh, shay! Motif Batik Cirebon itu beda sama motif batik di Jogja atau Solo. Batik Cirebon khas dengan warna-warna yang lebih cerah dan berani. Salah satu motif khas Batik Cirebon yang paling terkenal adalah motif Mega Mendung.

selamat datang di batik trusmi cirebon

Selain Batik Trusmi-nya sendiri, di kiri kanannya juga berderet toko-toko batik lainnya yang lebih kecil. Ibarat di Jogja, Batik Trusmi ini kayak Mirota Batik yang dikelilingi toko-toko batik lainnya di Jalan Malioboro, misalnya ada Batik Kenza, Salma, Rasheda, dan lain-lainnya.

Ada macam-macam jenis batik yang dijual di Batik Trusmi Cirebon. Dari atasan, bawahan, sampai kain batik yang bisa dimodifikasi sendiri. Dari batik tulis sampai batik cetak yang murah. Buat bapak-bapak, ibu-ibu, remaja masa kini, sampai anak-anak ada semua. Ada kemeja, kebaya, kaos, sampai celana batik juga ada. Motifnya juga nggak cuma motif cirebonan kok, tapi juga motif batik dari daerah yang lain.

Selain batik, Batik Trusmi juga menjual komoditi oleh-oleh lainnya kayak wayang kayu dan aneka makanan kemasan khas. Nggak cuma penganan Cirebon, bakpia sama pia juga banyak di Batik Trusmi Cirebon, hahaha.

Tempatnya luaaasss, ada AC, dan ada kain-kain batik yang melayang di langit-langit. Ada beberapa spot foto menarik, seperti misalnya di tepi jalan rayanya, di atas papan nama Batik Trusmi, di atas lantai koridor luarnya yang dilapisi keramik bermotif batik, dan di depan pintu masuk utama. Selain itu, di sudut ruangan, ada pertunjukkan musik tradisional juga dari sekelompok anak muda. Meriah!

Baca juga: Keraton Kasepuhan, Akhir Heritage Trail

SURROUNDED BY BATIK Sentra Batik Trusmi adalah salah satu tujuan wisata di Cirebon, Jawa Barat. Di sinilah, toko-toko batik berjajar di kedua sisi jalan, dengan Batik Trusmi (BT) sebagai toko terbesar. Berbeda dengan batik Jawa Tengah, batik Cirebon lebih "berani" menggunakan warna-warna cerah dan bentuk-bentuk lengkung. Salah satu motifnya yang terkenal adalah Mega Mendung, yang muncul dalam busana Ibu Pertiwi saat dibawakan Dea Rizkita di ajang Miss Grand International 2017. Nah, sebelum masuk tokonya aja, aku udah lebih dulu tertarik sama motif batik yang diaplikasikan di lantai bagian luar ini, hehe. Kalo kamu mau ke Cirebon, nginep di @cordelahotels aja. Murah & nyaman! Review ada di https://thetravelearn.com/2017/10/29/hotel-cordela-cirebon/ atau klik link di bio. . . #thetravelearn #traveler #travelersnote #batik #batiktrusmi #cirebon #batikcirebon #cirebonbanget #cirebonjeh #explorecirebon #blogger #travelblogger #bloggerlife #bloggerindonesia #bloggerstyle #backpacker #backpackerlife #backpackerstory #backpackerindonesia #lokalhangat

A post shared by Matius Teguh Nugroho (@nugisuke) on

lapar? tinggal melipir di batik kitchen.
kain-kain batik di langit-langit.
ada wayang juga lho di batik trusmi cirebon.
permainan alat musik tradisional di batik trusmi cirebon.

Jadi, jangan lupa mampir ke Batik Trusmi sama Gua Sunyaragi ya kalau ke Cirebon. Obyek wisata lainnya adalah Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, pecinan, dan kulineran. Kalau butuh rekomendasi penginepan, Hotel Cordela Cirebon dan Ibis Budget Cirebon bisa jadi pilihan karena harganya yang terjangkau, nyaman, lokasi strategis, dan fasilitas cukup lengkap untuk hotel sekelasnya.

Iklan

44 tanggapan untuk “Nggak Cuma Jogja, Cirebon Juga Punya Taman Sari!”

  1. Itu banyak banget guanya.. Ada sepuluh. Gak kuku rasanya masuk ke semuanya. 1,5 hektar lagi… Tidoran aja deh di hotel…. Ahahaha.

    Tapi lucu ya bentuk guanya. Kek muka mantan yg abis dihajar preman stasiun. Wkwkw

  2. Cirebon maju banget pariwisatanya sejak akses kereta dr Jkt kesana dibagusin. Gak sampe 3 jam dr Gambir udah sampe sana.. Bravo Pak Jonan yg dulu dirut KAI..
    Btw, ketemu keluarga Sultan gak di Taman Sari?

  3. Aku kalau ke Cirebon paling suka eksplore trusmi. Batik-batiknya itu lho, cakep badai semua. Terutama tulisnya, suka pada ceritanya yang rumit dalam menghasilkan selembar kain

  4. Selama ini kalo denger nama cirebon sering lewat sih tapi belom pernah bener-bener mampir hehehe. seoga aja lain kali bisa ikutan ngunjungin gua argajumut yang unik ini deh 😀

    Cheers,
    Dee – heydeerahma.com

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.