Indonesia, Review, Transportasi, Travel

6 Cara Mengusir Kebosanan di Dalam Perjalanan ala TheTravelearn

The train and the clean blue sky

Yuhuuu, lebaran sudah di depan mata, saatnya kita berburu tiket murah kereta api demi tercapainya hari fitrah yang indah bersama keluarga. Kamu-kamu yang biasa hunting tiket kereta lebaran pasti tahu gimana susahnya dapetin satu tiket keberangkatan. Huvt.

Jam 00:00 teng, gue memulai perburuan itu untuk mencari tiket kereta mudik tanggal 13 Juni 2018. Gue buka website resmi PT KAI dan Tokopedia (berhubung gue masih ada pundi-pundi TokoCash, dan pas ada promo). Gue isi semua kolom dengan cepat, menyelesaikan proses pemesanan dengan cepat sampai-sampai melewatkan fitur pemilihan kursi seperti yang biasa gue lakukan. Setelah berkali-kali melakukan percobaan dan nyaris putus asa karena website resmi PT KAI kewalahan menghadapi traffic yang menggelora, gue akhirnya berhasil membeli tiket kereta api dari Stasiun Bandung ke Stasiun Yogyakarta yang — walaupun harganya nggak murah-murah amat — udah cukup menenangkan hati emak di rumah.

009009

Oke, itu cuplikan cerita seorang pemuda tanggung di Bandung yang berjuang mendapatkan promo tiket lebaran ke kampung halamannya, tapi bukan itu yang mau gue bagikan di sini. Di tulisan ini, gue mau share soal tips menghabiskan waktu selama perjalanan mudik menuju kampung halaman dengan kereta api. Beberapa tips dapat digunakan juga dalam perjalanan dengan pesawat terbang, bus, atau kendaraan pribadi, baik saat momen lebaran maupun saat momen traveling seperti biasa. So, here we go!

 

Menikmati Pemandangan dan Mengamati Penumpang Lain

Cara pertama ini adalah cara klasik. Gue adalah orang yang menikmati pemandangan, baik itu pemandangan alam maupun perkotaan. Itulah kenapa gue selalu memilih duduk di deket jendela, dan gue akan memperjuangkan kursi itu. Kalau ada penumpang yang menempati kursi itu, gue akan meminta dia buat pindah karena masing-masing penumpang harus duduk di nomor (1,2,3,dst) dan baris (A, B, C, D) yang sesuai dengan tiket. Some passengers aren’t aware of this, jadi kadang gue kasih kuliah singkat soal perbedaan baris dan cara memilih kursi saat pembelian tiket online.

Gue juga suka mengamati orang-orang. Mengamati ada orang-orang seperti apa di sekeliling gue, apa yang mereka lakukan, apakah ada yang enak dipandang #ups.

000000

Eh, kalau mau tau tips packing cepat ala thetravelearn.com, boleh banget buka artikelnya di: Tips Packing Cepat

 

Makan dan Minum

Gue lupa kapan terakhir kali gue keukeuh beli makan di luar stasiun (either di warteg, warung pecel, atau apalah yang murah) karena males sama mahalnya harga makanan dan minuman di dalam kereta api. Suatu ketika, gue lupa beli bekal makanan buat di kereta karena buru-buru. Mau nggak mau, daripada merana karena haus dan lapar sepanjang malam, gue pun membeli makanan dan minuman di dalam kereta.

004004

Sejak saat itu, dan seiring bertambahnya usia (yang berarti gue semakin manja, wkwkwk), gue jadi semakin dependable dengan on-board meals di dalam kereta api (dan juga pesawat, hehe). Menurut gue harganya nggak mahal-mahal amat, di kisaran Rp20.000 – Rp30.000 yang notabene merupakan standar biaya sekali makan di Bandung. Buat minum, gue cukup merogoh kocek Rp8.000 untuk menikmati secangkir kopi hitam panas.

 

Mengakses Social Media & Messaging Platforms

Kegiatan yang satu ini emang milenial banget. Pertama-tama, gue akan membuka notifikasi dari messaging platform gue — WhatsApp (terutama), LINE, dan FB Messenger. Some people use Tinder, WeChat, KakaoTalk, Snapchat, BBM, atau Telegram. Kalau ada obrolan menarik, gue akan tenggelam dalam perbincangan. Selanjutnya, gue akan membuka notifikasi dari media sosial — Instagram, Facebook, Twitter, dan blog WordPress.

Setelah catching up all notifications, gue akan mulai mengunggah foto di Instagram, unggah status di Facebook, dan kadang unggah cuitan di Twitter. Belakangan ini gue juga menggalakkan Instagram Walking. Karena yang nongol di timeline orangnya itu-itu aja, gue akan secara manual membuka akun beberapa orang dari daftar Likes dan bahkan dari daftar Followers. Gue akan spam likes and comments, lumayan buat menyumbang traffic balik. Oh iya, gue adalah satu dari segelintir orang yang nggak suka mantengin IG Stories, kecuali udah bosen banget. Saat-saat di dalam perjalanan seperti ini adalah salah satu momen gue mau membuka IG Stories.

 

Streaming Video, Film, bahkan Drama

Gue sepakat kalau konten motion pictures itu emang yang paling bisa bikin waktu berlalu tanpa terasa. Platform yang paling umum dipakai adalah Youtube, tapi sekarang Instagram mulai mengambil minat banyak orang melalui konten video dan fitur IG Stories. Di Youtube, gue biasa streaming video-video klip K-pop (hehehe), video-video horror (misalnya Nerror-nya Nessie Judge), atau video apapun yang berhubungan sama film dan serial yang gue ikuti.

Selain Youtube, gue juga suka nonton ViddSee buat nonton film-film pendek dari berbagai negara, Terus, baru-baru ini gue menemukan lagi satu platform buat on-demand video streaming, namanya Viu. Setelah gue cek website-nya, ternyata Viu ini pas banget buat gue yang sejak kecil udah terekspos budaya populer negara-negara Asia, dari Jepang (serial anime, serial drama, film), Korea Selatan (musik, variety show, film), sampai film-film Thailand. Viu punya banyak koleksi film dan serial (bahkan Kshow) dari Jepang, Korea Selatan, Jepang, Thailand, dan Indonesia. Silakan sampaikan melalui komentar di bawah kalau mau minta rekomendasi filmnya.

Beberapa koleksi Viu bisa diakses gratis baik dari website maupun aplikasi. Tapi karena gue mau puas streaming semua koleksinya, gue mau berlangganan aja karena harganya murah banget. Cuma Rp180.000 buat 6 bulan, bisa dibeli di Tokopedia.

 

Membaca Buku

Bukan membaca isi hati penumpang lain ya, hahaha. Gue punya beberapa buku traveling dari Claudia Kaunang, Vicky Amin, Rijal Fahmi Mohamadi, yang kadang gue bawa buat baca-baca saat di dalam perjalanan. Nggak bosen sih, karena saat membaca gue akan membayangkan diri gue sendiri yang menjalaninya. Selain buku traveling, gue juga suka baca novel-novel fantasi macam serial Harry Potter, Percy Jackson & Olympians, dsb.

Untuk konten bacaan digital, biasanya gue blogwalking aja dari blog-blog yang gue ikuti atau yang suka gue samperin. Belakangan ini gue lagi suka blogwalking ke blog-nya FrenkeyBlog.com.

 

Mendengarkan Musik

Kalau jari udah capek, gue biasanya akan mengistirahatkannya dengan dengerin musik sambil tiduran (atau tidur beneran, hehe). Makanya, selain charger, gue juga nggak boleh ketinggalan headset / earphone ke mana pun gue pergi. Gue juga memasang aplikasi pemutar musik online di handphone meski gue lebih sering dengerin musik pakai pemutar biasa. Kalau lagi ada travelmate atau penumpang sebelah bisa diajak ngobrol, gue juga akan menggunakan waktu buat ngobrol. Gue pribadi bukan tipe orang yang gampang tidur dalam perjalanan, baik darat maupun udara, kecuali udah ngantuk banget.

Kalau masih bosen juga dan nggak bisa tidur (atau udah nggak tau lagi mau ngapain), gue akan kelua­­rin buku catatan dan bolpen buat baca-baca lagi itinerari yang udah gue buat, atau kasih catatan-catatan tambahan. Gue juga kadang bikin coret-coretan buat itinerari yang gue impikan, trip ke Jepang atau Korea Selatan misalnya hahaha.

Nah, itu adalah 6 cara menghabiskan waktu di perjalanan lebaran versi thetravelearn.com. Kalau travelearners gimana nih?

Iklan

33 tanggapan untuk “6 Cara Mengusir Kebosanan di Dalam Perjalanan ala TheTravelearn”

    1. Kereta, mas. Pertama, perjalanannya jelas kapan dateng dan kapan nyampenya. Yah, kalopun molor juga nggak parah lah.

      Kedua, ruang duduknya lebih lega. Ketiga, ada colokan listrik, nggak akan mati gaya deh selama ada gadget. Keempat, ada on-board meals, jadi nggak takut kelaparan di tengah jalan.

  1. Aku 2-3 tahun lalu jadi tempat temen dan sodara minta tolong buat hunting tiket kereta mudik. Sekarang udah enggak. Nggak kuat buat nahan ngantuk jam 12 malem. wkwkw. Sekarang sih enak udah ada Toped juga. Jadi KAI nggak kerja sendirian. Dulu mah. Hadeeeehh.

    Kalo aku biasanya biar ngga bosen kadang tidur, ngeliatin sekitar, kadang ngobrol. Kalo ngobrol sih lebih seringnya males diajak ngobrol. wkwkw

  2. Kalau aku paling tidur doang, haha. Sama melamun bisa berjam² kalau di kendaraan. Kadang juga motret gitu. Tapi paling sering sih optimalkan waktu di kendaraan buat istirahat, jadi cukup segarlah nanti pas lanjut perjalanan. 😀

      1. ah, nggak juga, haha. itu kalau di kendaraaan yang butuh perjalanan beberapa jam aja, kalau hari-hari biasa, mana sempat melamun gitu. Yang ada lompat sana lompat sini, capek-capek tidur. selow sih. haha.

  3. Aku paling doyan baca artikel di internet sembari dengerin musik kalo perjalanan panjang, kalau bosan, langsung ambil posisi buat tidur-tiduran…tapi pas pertama kali naik kereta dari Jogja ke Surabaya aku ga tidur sih, takut kelolosan stasiunnya, haha.

  4. Waoooo suka drama korea juga? 😁 biasanya saya juga gitu sih streaming aja, nonton di aplikasi semacam viu, iflix, hooq, cuma pas lewat di daerah yg susah sinyal jadi BT deh, selebihnya paling tidur

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s