DKI Jakarta, English Posts, Indonesia, Review, Transportasi, Travel

[Bi-Lingual Post] Going to Jakarta Riding The Soekarno Hatta’s Airport Train

I’ve been waiting for centuries (Gie, are you the Captain America?) that Jakarta will someday have an airport train. Jakarta is the capital of Indonesia, the largest metropolitan area in Southeast Asia! It is the center of economic / business, politic, and entertainment. It is not a center of tourism like many Southeast Asian capital cities are (Singapore, KL, Bangkok, Hanoi, Phnom Penh, Bandar Seri Begawan), but it is still the major hub connecting travelers from around the world to Indonesian’s islands and beaches. It is one of the busiest airport in the region. So, of course, Jakarta needs a train or railway link, connecting the airport to the city center quickly, conveniently, and inexpensively.

Gue udah menunggu selama berabad-abad (Gie, emangnya lu Captain America?) bahwa Jakarta bakal punya kereta bandara suatu hari nanti. Jakarta adalah ibukota di Indonesia sekaligus area metropolitan terbesar di Asia Tenggara (berdasarkan ensiklopedia dan beberapa sumber internet yang gue baca). Ia menjadi pusat bisnis / ekonomi, politik, dan hiburan. Jakarta memang bukan pusat wisata seperti halnya sebagian besar ibukota Asia Tenggara lainnya (Singapura, KL, Bangkok, Hanoi, Phnom Penh, Bandar Seri Begawan), tapi ia tetap menjadi titik penghubung dengan pulau-pulau terindah nusantara. Bandara Jakarta juga menjadi salah satu yang tersibuk di ASEAN. Jadi, tentulah, Jakarta butuh jalur kereta yang menghubungkan bandara dengan pusat kota dengan cepat, nyaman, dan murah.

 

Finally, Jakarta Now Has an Airport Train (Akhirnya, Jakarta Sekarang Punya Kereta Bandara)

On January 2018, Jakarta’s airport train was finally launched following the previous launching of the Skytrain on September 2017 (read more on: Skytrain, Connecting The 3 Terminals in Soekarno Hatta International Airport, Jakarta). It is the second airport train in the country. The first one is the airport train / Railink in Kualanamu International Airport, North Sumatera. Well, practically, I think the first airport train is the Prambanan Ekspres in Yogyakarta. It is not an official airport train, it is a regular commuter train stops at Maguwo Station which linked to Adi Sucipto International Airport.

Bulan Januari 2018, kereta bandara Jakarta akhirnya diluncurkan mengikuti Skytrain yang sudah mulai beroperasi pada September 2017 (baca: Skytrain, Connecting The 3 Terminals in Soekarno Hatta International Airport, Jakarta). Ia menjadi kereta bandara kedua di Indonesia. Yang pertama adalah Railink / Airport Rail Service (ARS) di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Well, secara prakteknya, menurut gue kereta bandara pertama itu adalah Prambanan Ekspres di Jogja. Iya sih, itu bukan kereta bandara secara resmi, Prameks adalah layanan kereta komuter yang berhenti di Stasiun Maguwo, terhubung dengan Bandara Internasional Adi Sucipto.

 

How to Ride Jakarta’s Airport Train? (Bagaimana Cara Naik Kereta Bandara Jakarta)

From Soekarno Hatta International Airport, this Airport Rail Service (ARS) departs and arrives at Airport Railway Station which is located between Terminal 1 and 2. From the terminal 1, 2, or 3 where you landed, you need to take the Skytrain to Airport Railway Station. The Skytrain’s platforms are located in front of each terminal building, just follow the direction signs or ask some officers. The route is: T1, Airport Railway Station, T2, then T3 (and vice versa). It’s free, runs 20 hours a day, expect around 10 minutes to wait.

Dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Airport Rail Service (ARS) ini tiba dan berangkat di Stasiun Kereta Bandara yang terletak di antara Terminal 2 dan 2. Dari terminal 1, 2, atau 3 (di mana kamu mendarat), kamu harus naik Skytrain ke Stasiun Kereta Bandara. Peron Skytrain ada di depan masing-masing gedung terminal, ikuti aja papan petunjuk atau tanya petugas bandara. Rutenya adalah: T1, Stasiun Kereta Bandara, T2, lalu T3 (dan sebaliknya). Gratis, beroperasi 20 jam sehari, waktu tunggu kira-kira 10 menit.

direction to airport railway station
ticket vending machines at airport railway station

Jakarta’s airport train system receives only online and cashless payment method using debit or credit card. Online payment can be made on Railink official web site. Payment with debit / credit card can be done at ticket vending machines. At first, I thought it is okay that there is no option for cash payment. I was like, “Almost all people (read: airport passengers) nowadays have bank account right?” But when my Vietnamese friend, Tuan Vu, tried to purchase the tickets with his Australian Commonwealth credit card, the transaction was failed. So, my question is, who are your customers, Railink? If you want foreign travelers to use your service, then make sure that their payment can be done easily. Provide a cash ticketing machine, please.

Sayangnya, kereta bandara Jakarta saat ini hanya menerima pembayaran melalui metode online dan kartu debit / kredit. Pemesanan online dapat dilakukan di laman resmi Railink, sementara pembayaran dengan kartu debit / kredit dapat dilakukan di mesin tiket. Awalnya, gue merasa nggak ada masalah dengan sistem ini. Gue berpikir, “Hampir semua orang (baca: penumpang pesawat) jaman sekarang ‘kan pasti punya rekening bank.” Tapi saat temen gue dari Vietnam, Tuan Vu, mencoba melakukan pembelian dengan kartu kredit bank Commonwealth miliknya terbitan Australia, transaksi gagal dilakukan. Nah, pertanyaan gue adalah, siapa sih target kalian, Railink? Kalau kalian juga menyasar wisatawan mancanegara, tolong pastikan bahwa pembayaran dapat mereka lakukan dengan mudah. Menerima pembayaran tunai adalah hal yang perlu dilakukan.

 

Route, Price, and Timetable (Rute, Tarif, dan Jadwal)

Currently, Jakarta Airport Railink Service (ARS) serves passengers from Sudirman Baru (BNI City) Station, stops at Batu Ceper Station, finishes the journey at Airport Railway Station and vice versa. Sudirman Baru Station can be reached easily by commuter trains via Sudirman Station. Both stations are connected by a pedestrian track. In the future, the terminus will be expanded to Manggarai Station, so commuters may transfer seamlessly.

Read: Getting Around Jakarta Using Rapid Transit System

Saat ini, Airport Railink Service (ARS) Jakarta melayani penumpang dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City), berhenti di Stasiun Batu Ceper, berakhir di Stasiun Kereta Bandara (dan sebaliknya). Stasiun Sudirman Baru sendiri dapat dicapai dengan mudah dengan kereta commuter lines (KRL), turun di Stasiun Sudirman. Kedua stasiun terhubung oleh jalur pejalan kaki. Ke depannya, stasiun akan diperpanjang sampai Stasiun Manggarai, jadi para penglaju dapat berpindah moda transportasi dengan mudah.

jakarta’s airport train route map (source: rappler)

When it was on trial run (end 2017), this airport train is free! After its official launching, the price for one way journey is as cheap as Rp35.000, then it went up to Rp70.000 until now (please let me know any updates). The good news is, there is a 50% discount on weekends (Saturdays and Sundays). Tuan and I bought the tickets on Saturday (May 2018), so we paid Rp70.000 for 2 tickets!

Saat masa uji coba (akhir 2017), kereta bandara ini gratis! Setelah resmi diluncurkan, harganya menjadi Rp35.000 untuk 1 kali perjalanan, lalu naik lagi jadi Rp70.000 sampai sekarang (tolong kabari kalau ada perubahan). Untungnya, ada diskon 50% di setiap akhir pekan (hari Sabtu dan Minggu). Tuan sama gue beli 2 tiket pada hari Sabtu (Mei 2018) dengan harga cuma Rp70.000n aja hehe.

jakarta’s airport train timetable

The train departs every 30 minutes from 3:21 AM to 11:21 PM (Sudirman Baru to airport) and from 4:40 AM to 00:40 AM (airport to Sudirman Baru Station).

Kereta berangkat setiap 30 menit dari jam 3:21 sampai 23:21 (arah bandara) dan jam 4:40 – 00:40 (arah Sudirman baru)

 

Train and Stations’ Facilities (Fasilitas Kereta dan Stasiun)

The trains are wrapped in white with reddish orange accent. They look quite modern. The interior is even more appealing (for me) with LED lights, clear windows, seats in 2-2 or 1-1 layout. Some seats are facing each other. There is USB port to keep your smartphone alive at every seat. The seats are comfortable and (I think) can be reclined. The aircon is just right. It was a fun ride for me. A one way journey takes 50-60 minutes.

Desain eksterior kereta dibalut dalam warna putih dengan aksen warna oranye kemerahan. Tampilannya cukup modern sih. Desain interiornya bahkan tampil lebih modern lagi dengan lampu LED, jendela yang bening, dan kursi yang ditata 2-2 atau 1-1. Beberapa kursi diatur saling berhadapan. Ada colokan USB di setiap kursi supaya ponselmu tetap hidup. Kursinya nyaman dan (kayaknya sih) bisa diatur juga sandarannya. AC-nya pas, pokoknya perjalanan itu cukup menyenangkan buat gue. Satu kali perjalanan memakan waktu sekitar 50-60 menit.

tuan and i, riding the airport train
inside the jakarta’s airport railink service (ARS)
the trains are modern and comfortable
the trains from the window

Both Airport Railway Station and Sudirman Baru Station are equipped with comfortable waiting lounges, seating areas, toilet, and commercial vendors (minimarket and food stalls). I love the art installation hanging on Airport Railway Station ceiling. The station is well connected to Skytrain platform, anyway. Meanwhile, Sudirman Baru Station has an industrial touch. There are still empty spaces there, waiting vendors to fill.

Baik Stasiun Kereta Bandara maupun Stasiun Sudirman Baru dilengkapi dengan ruang tunggu yang nyaman, area duduk, toilet, dan vendor komersial (minimarket dan penjual makanan). Aku suka instalasi seni yang tergantung di langit-langit Stasiun Kereta Bandara. Stasiunnya juga terhubung dengan peron Skytrain. Sementara itu, Stasiun Sudirman baru tampil dengan sentuhan industrial melalui rangka baja ekspos di langit-langit. Masih ada banyak ruang kosong yang menunggu untuk diisi.

from platform to concourse area | sudirman baru station
entry and exit gate | sudirman baru station
seating area and some greeny | sudirman baru station
empty spaces | sudirman baru station
seating areas | sudirman baru station
i love the industrial looks! | sudirman baru station
exclusive waiting lounge | sudirman baru station
toilet / lavatories | sudirman baru station

 

Conclusion: Should I Take The Airport Train? (Kesimpulan: Apakah Sebaiknya Naik Kereta Bandara?)

If you are traveling alone and in a hurry, or love riding trains, then the answer is a strong yes. If it’s not, or if you’re traveling in dawn around 1:00 – 5:00, I think the airport buses (Rp40.000,00) are still your best bet. If you are traveling in group and have lots of time to catch your flight, taking a GoCar or GrabCar can be considered. For the adventure seekers, I highly suggest you to try the Jakarta’s Airport Railink Service (ARS) at least once in your life.

Kalau kamu traveling sendirian dan terburu-buru, atau emang dasarnya suka naik kereta, maka jawabannya adalah ya. Kalau enggak, atau kalau kamu bepergian pagi-pagi buta di antara jam 1:00 – 5:00, kayaknya bus bandara (Rp 40.000,00) tetep jadi pilihan terbaikmu. Kalau kamu traveling rame-rame dan masih punya banyak waktu buat penerbangan kamu, naik GoCar atau GrabCar masih bisa dipertimbangkan. Tapi buat kamu yang mau mencari pengalaman, sebaiknya sih tetep cobain kereta ini meski hanya sekali.

passengers service at airport railway station
direction signs | airport railway station
waiting lounge | airport railway station
entry and exit gate | airport railway station
another waiting lounge
pedestrian track connecting sudirman baru station and sudirman station

Last, I’d like to tell you that Minangkabau International Airport (serving the city of Padang, West Sumatera) and Adi Sumarmo International Airport (in Solo, Central Java) have launched its airport train in lower price than Jakarta’s. This year, an LRT line will connect Sultan Mahmud Badaruddin International Airport (in Palembang, South Sumatera) to the city center with several stops. Indonesia is in construction boom in these recent years. I hope that everything goes right so Indonesia will rise. Keep learning by traveling!

Terakhir, gue mau bilang kalau Bandara Internasional Minangkabau (yang melayani Padang, Sumatera Barat) dan Bandara Internasional Adi Sumarmo (di Solo, Jawa Tengah) baru-baru ini udah meluncurkan kereta bandaranya sendiri dengan tariff yang lebih murah dari Jakarta. Tahun ini, jalur LRT juga akan menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin di Palembang, Sumatera Selatan, dengan pusat kota. Indonesia sedang dalam masa konstruksi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Tolong doakan agar segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.

Iklan

32 tanggapan untuk “[Bi-Lingual Post] Going to Jakarta Riding The Soekarno Hatta’s Airport Train”

  1. Keinget dulu di satu grup jalan-jalan ada pro dan kontra terhadap kereta ini. Terutama tentang tarif. Ybs, ribut bener padahal simpel, kalau butuh gunakan kalau nggak silakan cari opsi lain (yang banyak itu).

    Kalau aku pribadi mikirnya itu worth it banget. Ada saat-saat kita merasa ingin “melipat” waktu arena stuck di jalan padahal buru-buru. Sampe bergumam, “haa rela deh bayar mahal asal bisa sampe” nah kereta ini solusinya. Dan yang kayak Nugie tulis, mesti coba paling gak sekali 🙂

  2. Wah dua minggu lalu saya baru saja naik kereta bandara ini ke bandara via BNI City Station, pada saat itu hari Senin dan sepi sekali, penumpangnya cuman 8 orang kalau saya tidak salah. Namun ada pengalaman gak enak pas kemari, ternyata banyak warga jakarta yang tidak tahu dimana stasiun kereta BNI city ini, saya menggunakan ,gojek dan driver Gojek nya terus terang ke saya dia gak tau dimana harus berhenti di stasiun ini, jadi agak sedikit nyasar saya diberhentikan di lokasi lokasi proyek gitu. Kemudian jika dibandingkan dengan di Medan (kebetulan saya di Medan), lokasi stasiun BNI City ini kurang strategis ya banya sekali proyek proyek di sebelah nya sehingga membuat stasiun nya agak tertutup ya jadi agak sulit bagi kami terutama yang dari daerah untuk mengetahui dimana pintu masuk menuju stasiun.
    Tapi overall, sebuah pengalaman yang luar biasa apalagi dengan adanya self service itu saya rasa keren banget, dan bisa naik kereta ini lebih cepat dibandingkan dengan naik taksi yang pasti tarifnya di atas 100 ribu btw nice post mas

  3. wah ulasannya lengkap banget kak Mat!

    saya belum pernah naik kereta bandara yang dari Jakarta, pernahnya naik yang Medan.
    kereta bandara Medan tarifnya 100rb sekali jalan dan karena kepepet makanya naik itu haha

    waktu itu flight jam 16.30, dan saya baru bisa jalan pulang jam 15. ga ada opsi kendaraan yang lebih cepat jadi mau gak mau naik kereta bandara Medan yang lamanya 30 menit ke Kuala Namu.
    Puji Tuhan keburu, walau dengan lari-lari sekaligus olahraga banget.
    bawa barang kiri kanan, tas berat banget, naik 2x eskalator, ke counter check in, lanjut ke gate baru bisa naik pesawat haha

    gpp keluar uang 100rb daripada keluar uang buat beli tiket dadakan.
    jadi curhat kan tuh wkwk

    btw, makasih buat artikelnya yang informatif 🙂

  4. Ah saya malah belum pernah nih merasakan naik kereta bandara kalo ke Jakarta.
    Selama ini selalu naik bus Damri atau naik taksi online 😀
    Kayaknya boleh dicoba nih apalagi kalo dilihat juga fasilitasnya menarik 🙂

  5. Udah beberapa kali naik, cukup membantu apalagi kalo ke bandara hari jumat sore…macet Jakarta kan horor banget kalo jumat sore. Tapi biasalah netijen, udah dikasih fasilitas gini dibilang mahal lah, anu lah, ini lah, kesel bacanya

  6. Selalu pengen coba naik kereta ini,
    Tapi sayangnya cuma berenti sampe di Sudirman.
    Padahal aku kan orang Bogor, jadi males kalo nyambung pake komuterline lagi haha.
    Tapi sekali-kali nyoba kayaknya asik juga lumayan buat bikin konten blog kayak gini heuheu

  7. Sejauh ini kereta bandara yang pernah aku naiki baru Prameks. Padahal Prameks bukan KA Bandara tapi ya tiap dari atau ke Adi Sucipto ya pasti aku pakai Prameks sih hahhaa.

    Semoga ke depannya bisa ikut cobain KA Bandara Soetta. Padahal dari dulu udah banyak doa biar Jakarta/Cengkareng punya KA Bandara. Masa pas udah ada malah ga dicobain.

    Pergi ngebolang kemana ya enaknya 🤔

  8. Ada kemajuan dan kemudahan sekarang ada kereta ke bandara buat menghindari kemacetan Jakarta.
    Desain stasiunnya aku suka, kelihatan berkelas.
    Tentang tarif, rada unik netapin tarifnya ya .. di weekdays malah diskon 50% ..
    Berbeda dengan di lokasi wisata,tempat hiburan kalo wekdays langsung naik berapa persen dari harga hari biasa.

  9. Hidup Prameks! *saya pengguna setia kereta ini–hahaha*
    Oiya, baru-baru ini juga ada kereta baru yang rutenya sama persis dengan Prameks. Namanya Kereta Solo Ekspress. Tapi kalau dari segi harga, memang lebih mahal dari si Prameks, sih.

    Sayang juga kalau tujuan utamanya buat memudahkan penumpang pesawat internasional, tapi malah pas pembayaran, pakai akun bank dari liar negeri malah nggak bisa.

  10. wah ini informatif banget sih postnya, pas emang aku lagi cari2 info rute aiport train ini! emang jakarta udah butuh airport train banget yaaaa (masa damri mulu.. hellooo tetep kena macet kaliii

  11. Indonesia lambat laun mengikuti perkembangan zaman dan teknologi,tp kartu CC nya Tuan msh blm diterima di indo, ada yg salah kayaknya sama sistem sini.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.