
Saya sepertinya memang terobsesi dengan negara-negara Asia Timur. Semuanya ingin saya kunjungi, termasuk Korea Selatan yang akan saya bahas kali ini. Apalagi, inilah negeri yang budaya populernya saya gandrungi akhir-akhir ini. Suka banget dengan hal-hal berbau Korea Selatan, dari musik hingga drama seri. Meski banyak cerita negatif dari para WNI, namun justru semakin mengobarkan semangat saya untuk mengalami sendiri Negeri Ginseng ini.
Sama seperti semua negara Asia Timur, Korea Selatan menawarkan paket wisata lengkap dari jelajah kota, wisata belanja, kuliner, sejarah, budaya, alam, dan tentu saja teknologi mutakhirnya. Saya ingin berkeliling kota Seoul dan Busan, wara-wiri di dalam Seoul Subway yang menjadi salah satu sistem kereta bawah tanah terbesar di dunia, dan menunggangi kereta api cepat Korea Train Express (KTX)
Jadi, yuk sama-sama kita pelajari itinerary jalan-jalan di Korea Selatan dalam 7 hari. Siapkan visamu, kemas ranselmu, dan mari menjelajah Korea Selatan bersama.
Terbang ke Korea Selatan
Incheon International Airport adalah gerbang utama memasuki Korea Selatan dari udara. Bandara megah yang terletak sekitar 50 km dari pusat kota Seoul ini dinobatkan Skytrax sebagai bandara terbaik ke-4 di dunia (2021). Incheon bahkan menjadi bandara transit terbaik dan salah satu yang paling bersih di dunia!

Rencananya, saya akan terbang ke Korea Selatan dengan maskapai VietJet. Dari hasil browsing, maskapai inilah yang saat ini menawarkan penerbangan ke Seoul dengan harga menarik, nggak sampai Rp2 juta! Di tanggal 27 November 2023 misalnya, harganya hanya Rp1,8 jutaan. Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 13:30, tiba di Seoul pukul 9:50. Waktu kedatangan dan lama transit-nya masih cukup ideal lah ya, 10 jam layover di Ho Chi Minh City.

Buruan book di Kiwi.com sebelum harganya naik lagi! Saya memang pengen ke Seoul di musim gugur, menurut saya suasana dan pemandangannya romantis~
Dari Bandara Incheon, saya mau naik kereta api Airport Rail Road Express (AREX) yang mengantarkan saya langsung ke Seoul Station. Agar lebih hemat, saya akan ambil kereta yang berhenti di tiap stasiun, bukan yang ekspres. Ongkosnya nggak sampai 5.000 KRW, berarti masih di kisaran Rp50 ribuan. Yah, masih sesuai budget lah. Karena rencananya akan menginap di kawasan Hongdae, jadi saya nggak akan bablas sampai Seoul Station, tapi turun di Stasiun Hongik University.


Sebagai pecinta kereta api, untuk transportasi di dalam kota sebisa mungkin saya akan menggunakan subway. Kalau tidak salah, Seoul Subway punya 23 jalur! Sistem subway-nya mencakup MRT, LRT, dan kereta komuter. Seperti halnya sistem metro di banyak negara, kita bisa naik subway dengan tiket sekali jalan yang dibeli di stasiun atau dengan stored value card.
Di Korea Selatan, stored value card ini namanya T-money. Bisa beli dan top-up di convenience store, bisa dipakai untuk transportasi dan macam-macam transaksi. Harganya cuma 2.500 KRW atau sekitar Rp25 ribuan. Selain T-money, khusus turis mancanegara juga bisa menggunakan Discover Seoul Pass, yang tersedia untuk penggunaan 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Harganya masing-masing adalah 50.000, 70.000, dan 90.000 KRW. Bedanya, Seoul Discover Pass ini bisa digunakan untuk masuk ke berbagai atraksi wisata Seoul. Tapi, dia juga disisipi fungsi T-money, jadi bisa di-top-up dan dipakai untuk transportasi.


Nah, sebagai wisatawan asing, kamu bisa membeli paket SIM Card Korea Selatan + T-money di KKday, diambil di bandara Korea Selatan. Discover Seoul Pass juga bisa dibeli di KKday mulai Rp500 ribuan untuk 24 hours pass, klik di sini.
Seoul, Pusat Industri K-pop Sejagad
Seperti biasanya, hari pertama tiba di satu negara akan saya gunakan untuk aktivitas ringan. Biar itinerary padatnya besok saja di hari kedua. Jadi, setibanya di hostel dan selesai mandi, makan siang, serta cukup istirahat, saya akan jalan-jalan santai di sekitar Hongdae Street dan Gyeongui Line Book Street. Dari siang hingga malam, Hongdae selalu ramai. Bisa jalan-jalan, nonton street dance performance, jajan, dan makan-makan lucu. Malam harinya, saya mau mampir sebentar ke Itaewon, sekadar untuk melihat dan menikmati suasananya.

Hari kedua adalah highlight kunjungan saya di Seoul. Saya akan ke Gyeongbeokgung Palace dan ngubek-ubek banyak tempat wisata di sekitarnya seharian! Bahkan sampai malem. Istana ini dapat dicapai dengan turun di Stasiun Gyeongbeokgung yang ada di Subway Line 3 (jalur oranye). Begini kira-kira rute walking tour saya: Gyeongbeokgung Palace – The National Folk Museum of Korea – Samcheon-dong Street – Bukchon Hanok Village. Jika masih ada tenaga dan cukup waktu, saya akan berjalan kaki kembali ke arah Gwanghwamun, lalu terus berjalan kaki untuk mengunjungi Deoksugung Palace dan Seoul Museum of History. Tapi kalau sudah kelelahan atau sudah terlalu sore, saya akan naik subway Line 3 dari Stasiun Angguk, transfer di Jongno-3 ga ke Line 1, turun di Stasiun City Hall. Bisa juga naik bus 172.
Sore hari ketika matahari tak lagi bersinar terik, baru saya bersantai di Gwanghwamun Square sambil menatap patung Raja Kim Se-jong Yang Agung, lalu duduk-duduk menikmati romantisme kota Seoul di Cheonggyecheon Stream, kali di pusat kota Seoul yang resik dan instagenic. Saya akan menutup walking tour yang padat hari ini dengan berjalan kaki ke arah Myeongdeong Night Market buat makan malam. Iya, makan malem aja, kaki saya rasanya udah akan gempor dan nggak sanggup bila harus lanjut mengeksplor Myeongdeong Night Market.


Hari ke-3 di Seoul saya masih akan ubek-ubek kawasan pusat kotanya. Kali ini saya akan naik subway Line 3 ke Stasiun Angguk untuk menjelajah Changdeokgung Palace, Changgyeonggung Palace, dan Jongmyo Shrine. Walking tour lalu akan saya lanjutkan ke Insa-dong Street, menyusuri Cheonggyecheon lagi hingga Gwangjang Market, Dongdaemun Market, lalu menutup hari di Dongdaemun Design Plaza yang megah nan futuristik. Wah, sungguh Seoul adalah sebuah kota besar, obyek wisatanya luas-luas, jalanannya lebar-lebar. Sudah 3 hari di sini, dan masih banyak destinasi yang belum dikunjungi!
Hari ke-4 pagi, saya mau segera berangkat ke Nami Island seharian sampai sore. Caranya adalah dengan naik kereta sampai Gapyeong Station, lanjut naik Gapyeong City Tour Bus seharga 8.000 KRW ke Gapyeong Wharf (dermaga), lalu naik kapal ferry untuk menyeberang ke Nami Island. Ongkos kapal ferry-nya 16.000 KRW, sudah termasuk tiket pulang dan tiket masuk ke Nami Island. Saya nggak boleh kecapekan di Nami Island, karena sorenya saya harus kembali ke Seoul dan mengunjungi N Seoul Tower dari senja hingga malam hari. Saya akan turun di Stasiun Myeongdeong, pilih Exit 3, lalu naik Namsan Cable Car seharga 14.000 KRW ke N Seoul Tower. Tiket masuk ke observatory deck N Seoul Tower adalah 21.000 KRW. Malamnya, saya baru makan malam dan ngubek-ubek Myeongdong Night Market.


Hari ke-5 sebelum check-out, saya mau ke Maebong Mountain Park yang sebenarnya ada di dekat Namsan. Seoul adalah kota yang berbukit-bukit, jadi ada banyak titik pandang di seantero kota. Kalau kamu masih ada banyak waktu, bisa ke Bugaksan atau Inwangsan sekalian. Di Maebongsan, saya bisa menikmati panorama kota Seoul, Han River, dan LOTTE World Tower dari ketinggian.
Sesampainya di hostel, saya akan mengambil semua barang bawaan. Saatnya saya berangkat merasakan sensasi kereta api cepat Korea Train Express (KTX) dari Seoul Station ke Busan!
Busan, Kota Tepi Pantai yang Menyenangkan
Berbeda dengan Seoul, saya nggak banyak wishlist di Busan. Agenda utama saya cuma ke Haeundae Beach karena ada kereta api yang instagenic! Selain itu, juga jadi kesempatan saya cobain KTX dari ujung utara ke ujung selatannya. Saya akan ambil jadwal pukul 13:07 yang akan menibakan saya di Busan pukul 16:23. Harga tiketnya sedikit lebih murah, 70 USD di RailNinja atau sekitar 60.000 KRW. Mungkin dia armada KTX yang agak lebih lambat, bukan yang tercepat. Tapi tak apa, sudah cukup bagi saya.

Kalau kamu kira-kira akan banyak naik kereta api antarkota di Korea Selatan, entah itu KTX atau kereta api biasa (mugunghwa), pertimbangkan KORAIL Pass. Bisa beli online di KLOOK.
Saya akan menginap di hostel sekitar Stasiun Busan, karena ada banyak destinasi wisata di kawasan ini. Setelah mandi dan cukup beristirahat, saya paling hanya akan makan malam sekalian muter-muter di Nampo-dong dan Gwangbok-dong. Di sana ada pusat belanja, pasar malam, dan street food berlimpah.
Besoknya, saya mau mengawali hari di Jagalchi Market yang bisa dicapai dengan Busan Metro Line 1, turun di Stasiun Jagalchi. Seharian sampai senja saya mau eksplor Haeundae Beach dan walking tour di sekitarnya, yang jelas SAYA HARUS NAIK HAEUNDAE BEACH TRAIN dan SKYCAPSULE-NYA. Untuk Haeundae Beach Train, harga tiketnya 7.000 KRW sekali jalan, 10.000 KRW pulang-pergi, atau 13.000 KRW kalau mau naik-turun di sepanjang perjalanan, total ada 6 stasiun. Untuk Sky Capsule, harga tiketnya 30.000 KRW per pax untuk maksimal 2 penumpang. Iya, kereta mungil ini sistemnya private cabin, jadi bisa naik sendiri kalau mau. Keduanya bisa dinaiki dari Haeundae Blueline Park Mipo.


Hari ke-3 akan saya alokasikan sebagai hari bebas di Busan. Semua tempat wisata yang ingin saya datangi sudah dikunjungi, tapi juga nggak mau buru-buru pulang karena takutnya ada hal-hal menarik yang saya lewatkan. Pagi-pagi di hari ke-4, baru saya pulang dengan penerbangan pukul 8:45 pagi dengan maskapai VietJet. Iya, layover berjam-jam lagi di Ho Chi Minh City.
Gimhae International Airport hanya bisa diakses dengan Gimhae-Busan LRT (jalur ungu). Dari Stasiun Busan, rutenya memang cukup tricky karena harus 2 kali transfer. Jadi mungkin saya akan naik taksi atau bus ke Stasiun Sasang, baru lanjut naik LRT. Harusnya masih terkejar, karena seluruh Busan Metro sudah beroperasi sejak pukul 5:00 dan dari Stasiun Sasang ke Stasiun Gimhae International Airport hanya berjarak 4 perhentian.
Dengan begini, lengkap sudah perjalanan kita menjelajah Seoul dan Busan, Korea Selatan, dalam 7 hari. Kalau masih ada waktu dan dana, saya mungkin akan menambah waktu perjalanan untuk ke Seorak-san, gunung tertinggi ketiga di Korea Selatan yang terletak di dekat kota Sokcho. Seorak-san adalah destinasi populer untuk menikmati indahnya musim gugur dan musim semi.


Gimana nih rencana perjalanan di atas, apakah cukup membantu? Apa saja destinasi impianmu yang belum ada dari itinerari di atas? Persiapkan segala sesuatunya dengan baik, siapkan dana yang cukup, dan jaga kesehatan. Semoga mimpi kita ke Korea Selatan segera terwujud. Tidak ada yang tidak mungkin, keep learning by traveling~














Aku booking dulu ya tulisannya. Masih penasaran pengen ke Koryah, tapi masih ngawang-ngawang, terutama masalah budget dan waktu cutinya
Semoga abis ini aku jadi banyak pencyerahan dan tambah banyak rezeki yah, amiiin
Amin amin, semoga terwujud impian kita ke Korea Selatan.
Aku tuh paliiiing suka baca rute kereta sebenernya mas. Tapi akhbhrs akuin rute kereta map Korsel ini bingungin bangeeettttt 😂😂😂. Aku LBH bisa baca peta keretanya jepang drpd Korsel.
Apalagi layout stasiun nya itu juga complicated sih.
Trakhir ke Seoul untungnya bareng adik ipar yg pernah tinggal di Seoul setahun Krn tugas. Jadi ga bingung2 amat 😂. Aku serahin ke dia 😁
Kalo ke Nami lagi, aku tuh nyebrangnya mau naik Zipline ke pulaunyaaa😂. Dulu sebenernya mau naik itu, memang LBH mahal drpd naik Ferry. Tapi Krn suhu minus, ga kebayang anginnya. Jadi aku cancel 🤣. Naik Ferry aja. Drpd sampe pulau aku JD es batu hahahah
Cuma yg aku ga suka dr Korsel, visa nya ribet 😔. Pake SPT, trus utk istri ga bekerja, hrs pake izin dari suami atau kalo suami ikut, harus ada surat keterangan dr kantor suami juga. Sebel aku.
Makanya blm ada rencana lagi ke Seoul. Tapiiiii gantinya aku mau ke Jeju. Bebas visa kan. Tapi ya itu pesawat direct kesana jrg promo hahahahahahaha. Belum Nemu Hrg bagus mas 😁
I see, visa Korsel ribet ya. Iya Jeju udah bebas visa lagi, mbak Meno juga kasihtau aku.
Mungkin karena di petanya, semua kereta digambarkan dengan ketebalan yang sama. Sementara di petanya Tokyo, beberapa line digambarkan dengan garis tebal dan sebagian line ada yang garis tipis wkwk. Di Seoul semua dikelola pemerintah sih ya, kalo Tokyo kan gabungan swasta.