Memahami Sistem Transportasi Publik di Kuala Lumpur, Malaysia

Stesen LRT KLCC

Kamu mau jalan-jalan ke Kuala Lumpur, namun bingung dengan transportasi publik di sana? Tenang, ibukota Malaysia ini sudah memiliki moda transportasi yang sangat memadai kok. Sementara ibukota kita sedang berjuang menyelesaikan 1 jalur MRT, Kuala Lumpur udah punya 2 jalur LRT, 1 jalur monorel, 2 jalur kereta komuter, kereta bandara, dan 1 jalur MRT. Tapi kita harus tetep mendukung pembangunan transportasi umum dan infrastruktur di Indonesia, nih. Nggak cuma di Jakarta sama Palembang aja, pemerintah pusat juga lagi membangun ruas jalan Labuan-Bajo-Kendidi sepanjang 24.5 kilometer dan Jalan Akses Lanjutan Bandara Komodo sepanjang 8.8 kilometer. Biar mobil rentalan kamu lebih leluasa menjelajah bumi Flores di Nusa Tenggara Timur, shay! Sewa mobil rekomendasi gue ada di: GoTravela.

Oke, cukup basa basinya, kita masuk ke pembahasan lebih detil. Secara garis besar, ada 2 macam jenis transportasi publik di Kuala Lumpur: bus dan transportasi berbasis rel. Taksi nggak gue masukkin di sini ya. Dua-duanya murah dan nyaman kok. Memang belum se-rapid dan seekstensif MRT Singapura, tapi sudah jauh lebih baik dari Jakarta *pffft*

Ngomong-ngomong, kamu merasa kesulitan dan bingung baca peta MRT / LRT kayak gini? Kalau mau belajar, simak panduan dari gue di: Tips Menggunakan Peta MRT / LRT Untuk Pemula

Kita mulai dulu dari transportasi berbasis rel karena jenis inilah yang lebih sering gue pakai waktu jalan-jalan di Kuala Lumpur kemarin. Ada 5 jenis transportasi berbasis rel di Kuala Lumpur: KL Monorail, LRT (light rapid transit), KTM Komuter, KLIA Ekspres / KLIA Transit, dan yang paling baru: MRT (Mass Rapid Transit). Kelimanya dikenal sebagai sebuah sistem bernama Klang Valley Integrated Rail Transit. Lalu apa bedanya, kakak?

Ehem. Begini, kak *benerin dasi*


KL Monorail Line

Kuala Lumpur memiliki 1 jalur (laluan) monorel dari KL Sentral ke Titiwangsa, melalui kawasan bisnis dan perkantoran. Seluruh stasiun dan jalur KL Monorail adalah melayang (elevated), setiap rangkaian terdiri dari 2 dan 4 gerbong. Desain interior kereta diisi dengan bangku-bangku penumpang yang ditata dengan saling membelakangi. Gerbong dilengkapi dengan pintu otomatis, AC, papan rute, dan informasi pemberitahuan stasiun berikutnya.

Stasiunnya sendiri cukup bersahaja, hanya berupa 2 buah peron di bawah naungan atap lengkung yang ditopang rangka baja, tanpa AC atau vendor-vendor komersil (seperti ATM dan penjual makanan). Ada pintu pembatas peron, tapi dibiarkan terbuka terus, nggak otomatis terbuka dan tertutup.

DSC_3437

The white-yellow KL Monorail

Tiket dapat dibeli di vending machine. Perhatikan, ada vending machine yang hanya khusus menerima koin, jadi jangan sampai salah antre. Pertama-tama, pilih nama laluan (line) yang akan digunakan, yaitu Laluan Monorel, lalu pilih stasiun tujuan. Layar akan menampilkan jumlah biaya yang dibutuhkan, tugasmu adalah menyesuaikan jumlah tiket yang akan dibeli. Masukkan seluruh uang yang dibutuhkan menurut total harga yang ditampilkan. Kamu akan menerima token sekali jalan dan kembalian (jika ada).

Tempelkan token pada Entry Gate untuk memasuki peron. Setibanya di stasiun tujuan, masukkan token ke dalam slot Exit Gate untuk membuka pintu. Jadi jangan harap bisa simpen token-nya kayak di MRT Singapura ya, hehe.

KL Monorail platform

KL Monorail platform

DSC_3279

Inside the KL Monorail

KL Monorail terintegrasi dengan LRT di Stasiun Hang Tuah. Sebagai contoh, kamu berangkat dari Masjid Jamek menuju Bukit Bintang. Saat membeli tiket, kamu langsung memilih Laluan Monorel di mesin tiket, meskipun Masjid Jamek bukanlah stasiun monorel. Naik LRT Laluan Ampang / Sri Petaling di Masjid Jamek, transit di Hang Tuah, dan langsung berpindah ke peron KL Monorail tanpa perlu membeli tiket lagi. Paham ya?

Jangan terkecoh dengan Stasiun KL Sentral, Bukit Nanas, dan Bukit Bintang. Stasiun monorel KL Sentral terpisah dengan peron LRT, pun Stasiun Bukit Nanas yang juga terpisah dengan Stasiun LRT Dang Wangi dan Stasiun Bukit Bintang yang terpisah dengan Stasiun MRT Bukit Bintang.

IMG_20170210_170547

Jalur pejalan kaki yang menghubungkan Stasiun Monorel Medan Tuanku dan Tune Hotel KL

IMG_20170210_170645

KL Monorail di kawasan Medan Tuanku

Monorail KL dapat digunakan untuk menuju KL Sentral, Bukit Bintang, dan KL Tower (dengan turun di Stasiun Bukit Nanas.)

Baca Juga: Rekomendasi 5 Penginapan Murah di Kuala Lumpur, Malaysia


LRT (Light Rapid Transit)

Ada 2 jalur (laluan) untuk LRT, yakni Laluan Ampang / Sri Petaling dan Kelana Jaya. Seluruh jalur Ampang / Sri Petaling ada di atas tanah (on ground) atau melayang (elevated). Sementara LRT Kelana Jaya memiliki jalur di bawah tanah, tepatnya dari Stasiun Masjid Jamek sampai Ampang Park. Keduanya memiliki rangkaian gerbong yang lebih banyak daripada KL Monorail. Tapi di saat-saat sepi, LRT Kelana Jaya hanya dijalankan dengan 2 gerbong.

Stasiun LRT lebih besar daripada stasiun monorel, beberapa dilengkapi dengan ATM dan penjual makanan atau minuman. Khusus buat stasiun-stasiun di bawah tanah, ada pintu otomatis yang membatasi peron dan jalur kereta. Kelana Jaya Line sudah menggunakan kereta nirawak (driverless) yang modern, sementara LRT Ampang / Sri Petaling masih dijalankan dengan masinis. Tempat duduk penumpang ditata saling berhadapan, dilengkapi dengan fasilitas lainnya seperti halnya kereta monorel.

The RapidKL (LRT and monorail) coin

The RapidKL (LRT and monorail) coin

Sleepy passengers inside the LRT

Sleepy passengers inside the LRT

The LRT train passing by

The LRT train passing by

Cara membeli tiketnya sama dengan cara membeli tiket monorel karena keduanya sudah terintegrasi. Selain token sekali jalan, kamu juga dapat menggunakan kartu Touch n Go (TnG). Fungsi kartu ini seperti Flazz, jadi lebih untuk mempermudah dan mempermurah. Kalau di Singapura, TnG ini seperti kartu EZ Link, jadi harus diisi lagi saldonya kalau udah habis.

LRT Kelana Jaya dan Ampang / Sri Petaling bertemu di Stasiun Masjid Jamek. Ingat, kamu nggak perlu membayar lagi kalau mau bertukar jalur. Dan ingat lagi, saat kamu akan menggunakan 2 jalur LRT bergantian, jalur yang kamu pilih saat membeli token adalah jalur yang digunakan di akhir perjalanan.

Sementara dengan MRT, LRT bertemu di Stasiun Pasar Seni, Stasiun Merdeka, dan Stasiun Maluri.

The LRT platform

The LRT platform

Queuing to get the vending machine

Queuing to get the vending machine. This happened in the early morning when the station just opened.

Ampang Line, dulu bernama Star LRT, merupakan rapid transit pertama di Kuala Lumpur

Untuk informasi lengkap tentang KL Monorail dan LRT (juga RapidKL bus), silakan buka website MyRapid ini. Di situ kamu bisa mendapatkan informasi jalur, jam beroperasi, dll. Ada fitur Journey Planner juga untuk menghitung biaya perjalanan kamu. Jadi bisa mulai hitung-hitungan budget di sini.

LRT Kelana Jaya dapat digunakan untuk mencapai KL Sentral, Petronas Twin Towers (turun di Stasiun KLCC), Pasar Seni, dan Masjid Jamek. Stasiun Pasar Seni dapat kamu gunakan untuk menuju Central Market, Chinatown (Petaling Street), dan sekitarnya.

Edit IMG_9375

LRT Kelana Jaya di KL Sentral

IG IMG_9400

KLCC adalah salah satu stasiun bawah tanah di jalur LRT

Sementara LRT Ampang / Sri Petaling dapat digunakan untuk menuju Masjid Jamek, Terminal Pudu Sentral (turun di Stasiun Plaza Rakyat), dan Terminal Bersepadu Selatan (turun di Stasiun Bandar Tasik Selatan).

Baca Juga: 6 Tempat di Kuala Lumpur yang Mungkin Kamu Belum Tahu


Keretapi Tanah Melayu

Selanjutnya adalah KTM (Keretapi Tanah Melayu) Komuter. Kereta api jarak dekat ini nggak terintegrasi dengan LRT dan monorel, jadi harus beli tiket sendiri. Tiket bisa dibeli dari vending machine atau loket petugas di stasiun. KTM Komuter biasa digunakan wisatawan menuju Batu Caves. Harganya murah banget! KL Sentral – Batu Caves aja cuma 2.6 RM! Padahal itu jauh banget, sampai ke ujung lintasan.

Meski murah, namun keretanya tetap nyaman lho. Ada kereta dengan tempat duduk saling berhadapan, ada juga yang kursinya berderet seperti kereta api kelas bisnis di Indonesia. Lintasan KTM Komuter berada menapak tanah (on ground). Saat ini ada 2 jalur yang bisa kamu pilih: Laluan Seremban dan Laluan Pelabuhan Klang (Port Klang).

Buka website KTM Berhad ini untuk mengetahui jadwal, rute, dan biaya. Di situ juga ada informasi untuk KTM Antara Bandar (Intercity) alias kereta antar kota, misalnya ke Singapura atau Hatyai.

KTM Komuter vending machine

KTM Komuter vending machine

Kuala Lumpur KTM Komuter

Kuala Lumpur KTM Komuter

Inside the KTM Komuter Train

Inside the KTM Komuter Train

Inside the KTM Komuter back to KL. This is the new armada.

Inside the KTM Komuter back to KL. This is the new armada.

Baca Juga: Tips Jalan-Jalan Hemat di Singapura dan Kuala Lumpur


KLIA Ekspres / KLIA Transit

Sementara itu, KLIA Ekspres dan KLIA Transit lebih didedikasikan sebagai alat transportasi dari dan ke Bandara, baik KLIA maupun KLIA 2 Airport. Kereta dan lintasannya sama, hanya saja kalau KLIA Transit memiliki 3 stasiun perhentian di Bandar Tasik Selatan (Terminal Bersepadu Selatan), Putrajaya, dan Salak Tinggi. Tarif KLIA Ekspres adalah 55 RM nggak pakai nawar, sementara tarif KLIA Transit bergantung dengan stasiun mana yang menjadi tujuan.

Klik di sini untuk membeli tiket KLIA Ekspress secara online.

Tiket dapat dibeli dari vending machine (kalau kamu punya kartu kredit atau stored value card lainnya) dan loket petugas. Interior di dalam kereta sungguh elegan, kursi-kursi empuk berderet 2-2 di bawah pencahayaan keemasan, dengan lantai yang dilapisi permadani empuk. Asyiknya lagi, ada wifi gratis di dalam kereta! 😀

Setelah gue perhatikan, ongkos KLIA Ekspres yang 55 RM itu masih lebih mahal daripada ongkos KLIA Transit KL Sentral – Putrajaya lalu disambung Putrajaya – KLIA 2 (total 15.7 RM). Nah, tips jitu gue ini bisa kamu pakai buat cobain kereta bandara ini dengan harga yang lebih murah, hahaha.

Informasi lengkap untuk KLIA Ekspres dan KLIA Transit bisa kamu buka di website kliaekspres, terutama untuk jadwal dan biaya perjalanan.

KLIA Transit station at KL Sentral. You can see the locket and the vending machines.

KLIA Transit station at KL Sentral. You can see the locket and the vending machines.

KLIA Transit card

KLIA Transit card

The KLIA Transit train

The KLIA Transit train

Inside the KLIA Transit train

Inside the KLIA Transit train


MRT (Mass Rapid Transit)

Saat ini, Kuala Lumpur sudah memiliki 1 jalur MRT bernama MRT Sungai Buloh – Kajang, atau disingkat MRT SBK. Jalurnya digambarkan dengan warna hijau tua pada peta di atas. MRT memiliki kereta yang lebih panjang dan stasiun yang lebih besar daripada LRT. Kamu dapat menggunakan MRT untuk mencapai Pasar Seni dan Bukit Bintang. Di kedua stasiun itu, MRT sudah terintegrasi dengan LRT Kelana Jaya (untuk Stasiun Pasar Seni) dan Monorail KL (untuk Stasiun Bukit Bintang).

Jalur MRT dari Pasar Seni hingga Maluri adalah jalur bawah tanah (underground), selebihnya adalah jalur melayang (elevated). Tulisan tentang MRT saya ulas khusus di artikel ini: Berkenalan dengan MRT Kuala Lumpur


Nah, buat kamu yang mau berkeliling kota dengan bus (atau “bas”, dalam bahasa Melayu), ada opsi yang disediakan, yaitu: bus RapidKL dan Go-KL.

RapidKL ini bisa dibilang sudah memonopoli urusan transportasi di Kuala Lumpur. Selain bus RapidKL itu sendiri, monorel dan LRT pun berada di bawah otorisasinya. Walaupun bukan sebuah sistem BRT (bus rapid transit) seperti TransJakarta yang memiliki koridor sendiri, namun bus RapidKL tetap dapat diandalkan karena rute dan armadanya cukup banyak.

RapidKL bus

RapidKL bus. Source: Wikipedia

Bus ini identik dengan warna putih – biru yang mengguyur eksteriornya. Kamu bisa naik (dan juga turun) di halte, berupa sebuah ruang khusus di trotoar dengan bangku panjang yang dinaungi atap melengkung, dipertegas dengan sebuah papan rambu lalu lintas yang memuat logo bus. Pembayaran dilakukan di dalam bus dengan memasukkan uang ke dalam kotak kecil di samping pak sopir. Bisa juga dengan tap kartu kalau kamu punya, karena tidak ada kembalian untuk uang tunai.

Kabar gembira buat kamu yang nggak mau repot-repot bayar naik bus! Naik aja bus Go-KL, gratis! Kamu tinggal naik dari halte, duduk anteng, dan sampai tujuan tanpa keluar uang sepeser pun. Hihihi. Saat ini Go-KL sudah memiliki 4 jalur, bisa kamu gunakan untuk mengunjungi Menara Petronas, Chinatown, Pasar Seni / Central Market, dan destinasi lainnya.

GoKL map

GoKL map

A purple-line GoKL bus passing by

A purple-line GoKL bus passing by

Inside the GoKL Bus. Crowded!

Inside the GoKL Bus. Crowded!

Walaupun sebenarnya Go-KL didedikasikan untuk pelancong, tapi — tentu saja — warga lokal pun nggak mau kehilangan kesempatan ini. Kapan lagi bisa naik bus gratis? Jadi jangan kaget kalau busnya penuh dan kamu harus berdiri sepanjang jalan. Tapi, demi nama penghematan, sedikit pengorbanan kayak gitu nggak masalah lah yaaa.

Selain dengan membeli token untuk single trip, kamu juga bisa menggunakan kartu Touch ‘n Go atau disingkat TnG. Semacam STP atau EZ-Link kalau di Singapura. TnG dapat digunakan di bus, monorel, LRT, dan Komuter. Praktis! Harganya 10 RM, minimal top up juga 10 RM, bisa dibeli di Stesen Petronas dan stesen-stesen lainnya. Terima kasih untuk abang Rusydan Muhammad yang sudah menambahkan informasi ini di kolom komentar 😀

Sebagai informasi, Kuala Lumpur juga sedang membangun sebuah proyek MRT (mass rapid transit) yang akan menjangkau daerah metropolitan Klang Valley ini.  MRT direncanakan akan memiliki 3 line, ditargetkan mampu mengangkut 400.000 penumpang setiap harinya! Armadanya jelas berjumlah lebih banyak, memiliki kapasitas lebih banyak dari LRT (ditargetkan memiliki interval kedatangan setiap 3.5 menit), dan dijalankan secara otomatis dengan sistem. Saat ini, baru line Kajang – Sungai Buloh yang dibangun (lintasan berwarna hijau tua pada peta di atas). Kalau kamu tertarik dengan proyek ini, bisa buka website resminya di mymrt.

Nah, sekarang sudah paham ya dengan sistem transportasi publik di Kuala Lumpur ini. Ada monorel, LRT, Komuter, KLIA Ekspres / Transit, bus RapidKL, dan bus Go-KL. Sebenernya adalagi bus kota yang lebih tua dan sederhana, namanya Metrobus. Tapi kayaknya udah jarang digunakan seiring dengan majunya moda transportasi yang baru. Tetapkan tujuanmu, pelajari petanya, siapkan uang pas, then you’re ready to rock this city!

 

Iklan

442 komentar

  1. […]  Baca Juga: Memahami Sistem Transportasi Publik di Kuala Lumpur […]

  2. Tanto Hendra · · Balas

    Makasih banyak gan, info yang sangat membantuu, *jempoldua* ane ijin kutip beberapa ya gan..
    #this is website kece!

    1. Sama-sama, masbro. Senang dapat membantu 🙂

  3. Kak, artikelnya bermanfaat tp sbg awam yang baru akan kesana pertama kali cukup membingungkan hehhehe.
    Kalo mau trip Sin-KL, mending ke KL dulu apa Sin dulu ya? Thanks

    1. Halo, Ay. Senang dapat membantu ya. Mending Singapura dulu, karena flight ke SIN masih banyak yang murah, flight balik SIN ke Indonesia suka mahal.

      Kalo KUL, flight beragkat dan pulangnya sama kisarannya

  4. Mas,,klo dari airport menuju masjid jamek..bole minta saran nya gak transportasi apa yg bisa saya gunakan dan misal naik mrt/lrt saya brenti di station mana saja ya mas..kebetulan saya smp Malaysia jam 5 sore wkt setempat..mohon saran nya mas.. makasih

    1. Halo. Seperti yang bisa dilihat di peta.

      1. Dari KLIA2, naik Aerobus (12 myr) atau KLIA Ekspres (55 myr) sampai KL Sentral.
      2. Dari KL Sentral, naik LRT Kelana Jaya arah Gombak, turun di Stasiun Masjid Jamek.

  5. Oiya mas,,klo dari masjid jamek menuju KBRI di Malaysia boleh tau gak mas..sebaiknya saya naik apa dan bgmn? Trims mas

    1. Dari KL Sentral naik Monorel dan turun di Stasiun Imbi, lalu jalan kaki

  6. […] Baca Juga: Memahami Transportasi Publik di Kuala Lumpur […]

  7. […] Baca Juga: Memahami Transportasi Publik di Kuala Lumpur […]

  8. […] mereka di kawasan pinggiran. Sebelumnya, aku tak pernah mengalami ini. Di setiap perjalanan dengan KTM Komuter pada kesempatan-kesempatan sebelumnya, kereta selalu lengang, menyisakan banyak kursi kosong […]

  9. Mas Teguh, pernah tahu tak acara agustusan di KBRI. Kebetulan kesana pas Agustusan, sampai KLIA jam 9pagi..

    1. Nggak pernah tau, kak 🙂

  10. Syafrina · · Balas

    Mas teguh, mau tanya : kalau bus go KL dan rapid KL ready 24H kah?mohon info, saya bs lihat jam operasional bus dmn ya?(ada web atau apalah terkait jam operasional bus go kL n rapid KL?Thanks infonya.

    1. Nggak 24 jam, mbak. Bus GOKL sampai jam 10 malem aja. Kalo bus RapidKL bisa diliat di myrapid.com.my

  11. Mas saya mau tanya transportasi, dari SG ke KL, masih bingung menuju woodlands apa lbh mahal dg MRT line warna coklat dr pada ke kranji line merah?

    setelah dari woodlands menuju johor saya masih bingung dan ga ada bayangan, saya denger2 naik bus no.170/950? atau langsung naik kereta ke KL..? makasih, mohon tuntunannya, karena saya pertama kali ke malaysia

    1. Naik MRT-nya pake Singapore Tourist Pass, kak. Jadi bisa pake sepuasnya, nggak akan mikirin mahal murah lagi. Kalo mau pake tiket sekali jalan, cari rute yang melalui stasiun paling sedikit.

      Keluar stasiun Kranji ada banyak bus menuju Johor. Pilih bebas yang mana aja. Langganan saya: Causeway Link. Warna kuning.

      Ada artikelnya di blog ini tapi bukan di tulisan ini.

  12. Mas saya mau tanya,
    Klo mau pergi ke johor dari klang maydin, tranportasi apa ya mas,

    1. Klang Maydin itu di mana ya, mas?

      1. Ya tepat ny terminal bas klang, mas,

      2. Di Terminal Klang Sentral ada banyak bus ke Johor, mas

      3. Klo dr terminal bus klang, akhir pemberhentian bus nya tu cuma sampai KL atau pasar seni mas, jd klo mau ke johor dr mana

      4. saya cek di easybook ada bus ke johor dari klang sentral. kalo dari KL, naiknya dari Terminal Bersepadu Selatan.

  13. Maaf mas teguh, saya mau nanya lagi,.
    Perkiraan berapa biaya ongkos dari terminal klang menuju johor??
    Dan apa nama basny yg menuju johor??
    Perkiraan berapa lama sampai johor dari terminal klang??
    Maaf mas, saya banyak tanya,.
    Terima kasih

    1. Selamat siang, mas Hendra. Mohon maaf sekali, komentar-komentar mas Hendra masuk folder Spam dan baru ketahuan sekarang. Untuk selanjutnya, silakan tunggu 1 pertanyaan dibalas dulu ya. Karena kalau langsung blast pertanyaan, akan diindikasi spam oleh blog. Dan di sini saya sudah menginformasikan email, facebook, twitter, dan instagram saya. Silakan dimanfaatkan untuk respon yang lebih cepat 🙂

      Busnya ada banyak, di antaranya Star Mart Express, Era Mesra, Mayang Sari, dll. Harganya mulai Rp 70.000-an.

  14. bang tau ngak biasa nya mall mana yg banyak sale or discont

  15. Mas kalau saya mau naik bis ke KL dr singapore turun diterminal mana ya untuk booking di easybookny?

    1. Tulis aja Kuala Lumpur, kak. Terminal mana pun nggak masalah.

  16. Sandy Wisjnuadi · · Balas

    Mas klo dari KLIA2 ke Chan Sow Lin apa ada yg menggunakan bus dan turun dimana? berapa tarifnya ? pesawat saya tiba pukul 22.30 di KL, mksh

    1. sudah dibalas via email ya 🙂

  17. Ruri ridwan · · Balas

    Pak matius tinggal dimana ada contak wa ini no wa saya 08151997006 saya hendak bawa group tour lrt

    1. Ruri ridwan · · Balas

      Maaf wa 081510997006 email ruri.ridwa@gmail.com

    2. Saya tinggal di Bandung, Pak.

  18. Kak. Aku mau pakai bus gokl. Nah dari Klia2 halte yg paling deket pemberhentian gokl halte apa? Cara termurah biar sampai halte tersebut gimana? Maksih..

    1. Bus GOKL cuma melayani rute dalam kota, kak. Dari KLIA2 naik bus (12 ringgit) ke KL Sentral terus naik bus GOKL dari KL Sentral.

      1. Baru tau nih mas, pake busnya apa tuh ya?
        Trus minimal jalan brpa jam sblm keberangkatan tuh mas?

      2. Bus GOKL, itu namanya. Itu kayak bus kota yang selalu ada, jadi ya tinggal naik aja kalo mau pergi.

  19. Berhubung mau trip ke malaysia juga bulan depan, akhirnya nyari semua yg paling muraahh, krn budget yg terbatas.

    Pas bangt pulang ke jakarta dr kuala lumpur, setelah mencari2 ke beberapa blog, dapet yg paling murah dr kl sentral menuju KLIA2, drpd naik klia express lbh baik naik KLIA TRANSIT, biaya bisa setengahnya walau harus transit

    KLIA EXPRESS 55RM
    KLIA TRANSIT (kl sentral-putrajaya & putrajaya-klia2) 24RM

    smoga bermanfaat

    1. Iya kak, itu seperti yang saya coba.

  20. Halo Mas!

    Blognya keren, informatif banget krn komplit. Oiya aku ijin masukin blog mas di blog ku ya! Terimakasih.

    1. Halo, Mustika! Wah, makasih sudah mampir dan makasih buat apresiasinya.

      Silakan, my pleasure. Aku kepoin blog kamu juga ya. Kalo niche-nya sama, aku masukkin juga di blog-ku 🙂

  21. Mas mo nanya.. kalo tarif Rapid KL bus brpan ya ?? apakah tergantung jaraknya ? misalnya dari KL sentral ke Pudu sentral kira2 brp ya ?

    1. betul, tergantung jaraknya. saya nggak pernah naik bus rapidkl. kalo di KL, ke mana-mana naik kereta, taksi, atau bus gratis itu.

  22. […] penjelasan apa sih bedanya antara Monorail, LRT dan KLIA Express, teman-teman bisa cek di blog THE TRAVELEARN ini ya, karena ulasannya sudah sangat […]

  23. Salam..bang Matius, kasih saran dong sebaiknya nginep di mana di KL? Utk 4D3N..apakah di 1 hotel aja gak pindah2, atau pindah2 tiap malem? Lebih efisien mana? Apakah di daerah KL Sentral, agar transpot nya mudah? Atau, di daerah Bukit Bintang, yg katanya hotelnya lebih murah? Atau, ada hotel di daerah lain yg recommended? Oia…bang, kriminalitas di KL itu gimana sih? Amankah di KL itu? Ada separah Jakarta? Copetnya, dsb? Maaf, banyak nanya 😁 Makasih banyak atas jawabannya..salam kenal bang, dari tya 😊

    1. Halo, Tya. Cukup menginap di 1 hotel aja, karena obyek wisata di KL saling berdekatan kok. Saya sarankan di daerah KL Sentral dan Chinatown yang murah dan mudah buat mengakses transportasi umum.

      Selama saya di KL, suasananya aman-aman aja.

  24. […] ya, ada referensi bagus untuk sistem trasnportasi di KL di sini, biar lebih paham […]

  25. Maaf mas, sy mau tanya, kalo dr KLIA 2 mau ke bukit jalil, itu pake LRT ya? Itu hrs ke KL sentral dulu atau bs lgsg dr KLIA 2,Mohon penjelsan nya
    Terimakasih

    1. Naik KLIA Transit sampai Bandar Tasik Selatan, lalu sambung LRT ya.

  26. margie · · Balas

    Bang Matius, kalo dari KLCC ke dataran merdeka naik apa ya?

    1. Naik LRT Kelana Jaya

  27. primadita · · Balas

    Hai mas sebelumnya makasih ya mas blognya informatif sekali, mas mau tanya jadi bulan depan mau ke KL nih, kebetulan banget lagi bingung mau sekalian ambil trip ke singapore pp gitu naik kereta atau bis atau stay aja di KL.
    kira-kira ada saran gak mas ?

    1. Hai, Prima. Sebelumnya makasih ya udah mampir. Mau KL aja atau sama Singapura, itu tergantung sama waktu yang kamu punya. Kalau cuma 3 hari, KL aja. Kalau 5 hari atau lebih, bisa dikombinasikan sama SG.

      1. primadita · ·

        nah untuk pembelian tiket bus atau kereta kul-sgp mas tau gak ya mas caranya hehe…

      2. bisa langsung, bisa juga di easybook (bus) atau ktmb.com.my (kereta)

  28. Faniya · · Balas

    Malem bang nanya dong kalo dari KL Ke bangsar south city itu naik apa enakny? Hehe perdana ke malay dan aku nyampe bandara jam stgh 12 malem bingung jadinya kesana belum tau kendaraan..
    Makacih

    1. Halo, Fani. Bisa naik LRT Kelana Jaya sampai Kerinchi lalu jalan melalui jembatan layang.

  29. Tan's · · Balas

    hallo ka… makasih untuk artikelnya. membantu sekali. tapi ka saya masih agak bingung nih. kalau dari KLIA2 ke Daerah Bukit Jalil baiknya naik apa yah ka? karna saya perdana nih mau ke KL. Terus kalau mau jalan-jalan ke daerah bukit bintang dari Bukit jalil enaknya naik apa ya ka?

    1. Pertama, coba kamu cari yang namanya Stasiun Bukit Jalil di peta. Ketemu?

      Nah, Stasiun Bukit Jalil ada di jalur Ampang / Sri Petaling Line yang warna cokelat. Dari KLIA2, kamu naik KLIA Transit (bukan KLIA Ekspres) terus turun di Stasiun Bandar Tasik Selatan. Dari situ pindah ke peron LRT terus naik kereta ke Bukit Jalil.

      Udah coba mencari di mana Stasiun Bukit Bintang? Betul, di jalur monorail (hijau muda) sama MRT (hijau tua). Kira-kira gimana dari Bukit Jalil ke Bukit Bintang?

      Kalau masih bingung juga, ya udah, naik taksi atau Grab aja. Praktis nggak usah naik turun.

  30. […] sebuah hub untuk menghubungkan berbagai macam mode transportasi berbasis rel di Kuala Lumpur: LRT (light rapid transit), KTM (Keretapi Tanah Melayu) Komuter, KTM Intercity (Antarabandar), hingga…. Jika ingin melanjutkan perjalanan dengan bas RapidKL atau GOKL, tinggal melangkah keluar dan bas […]

  31. Halo Mas
    Kami rencana keliling KL 3 hari
    Menginap di iinb hotel

    Mohon masukannya ya
    19 Thrusday :
    18.45 CGK-KL, (19-20 sleep on KLIA)
    23.00 Dinner KLIA

    20 Fri :
    05.00 KLIA-KL Sentral (Aero Bus)
    06.00 Sholat makan pagi ABC Resto KL Sentral
    07.00 KL Sentral – innB Hotel – KL Sentral (Monorail)
    09.00 Tokong Tean Hou Temple
    12.00 Mesjid Jameek Lunch + Jumatan
    15.00 Batu Cave – KL Sentral PP (KTM)
    19.00 KL Sentral – InnB (Monorail)
    21.00 Pavilion/ Alor / Bukit Bintang Dinner

    21 Sat :
    08.00 InnB Hotel- Botanical Garden
    12.00 Mesjid Negara-Pasar Seni – Petaling (Lunch)
    14.00 Dataran Merdeka +KL City Galery +Abdul Samad
    17.00 KLCC Park + Petronas TT +Mesjid Asy Syarikin (LRT/Go KL)
    20.00 InnB Hotel (LRT/Go KL)
    21.00 Pavilion/ Alor / Bukit Bintang Dinner
    22 Sun :
    08.00 InnB Hotel – KL Eco Park (LRT/ Go KL)
    11.00 KL Sentral- Putra Jaya
    12.00 Explore Putra Jaya + Lunch
    18.00 Pasar Seni – Sentral Market KL Oleh2 – Petaling +Dinner
    22.00 InnB Hotel (LRT/Go KL)

    23 Mon :
    11.00 KL Sentral – KLIA (Aero Bus)
    13.00 KLIA Lunch Foodmarket/ Food Court
    16.20 KL-CGK

  32. […] pengunjung. Tinggal ikuti saja petunjuk yang diberikan untuk menuju Stasiun KLIA Transit, KLIA Ekspres, Pemberhentian Teksi, atau Platform Bas. Kalau masih bingung, ada petugas yang udah standby di […]

  33. […] masih menyelimuti kota saat kami tiba di Puduraya Sentral yang terhubung dengan Stasiun LRT Plaza Rakyat, Kuala Lumpur, pada pagi-pagi buta. Kuala Lumpur masih terlelap. Kami harus menunggu LRT beroperasi […]

  34. […] yang ingin mencapainya dengan transportasi umum, cara terbaik adalah dengan menggunakan bus gratis GOKL Laluan Ungu (Purple Line). Rute selengkapnya akan gue bahas di post terpisah yang khusus membahas seluruh moda […]

  35. […] Memahami Transportasi Umum di Kuala Lumpur […]

  36. Hallo kang Matius..

    Rencana tanggal 24 Januari 2019 saya mau trip ke KL..ini trip pertama saya ke sana… saya stay disana 3D2N

    1.APakah ada masukan untuk itenary buat saya selama disana ?
    2. untuk pembelian tiket KLIA Transit apakah harus beli di stasiunnya ? karena saya buka di website tidak ada untuk KLIA Transit..
    3. Apakah punya recomendasi untuk tempat jual duren yang bisa di take away ke indo.. di sekitaran KL…

    Maaf banyak nanya supaya lebih matang tripnya..

    Nuhun…

    1. Halo, mas.

      1. Ada, tapi terlalu panjang untuk saya balas di sini. Silakan kontak saya melalui email.
      2. Untuk KLIA nggak perlu cemas mas, keretanya sepi kok, beli on the spot pasti dapet.
      3. Maaf nggak ada, saya nggak suka belanja dan nggak doyan duren, hahaha

      1. Bisa di email itenary nya ke alamat email saya di Aeka76@yahoo.com ?

  37. hai mas, blog ny bener” ngebantu. rencana saya mau ke KL tgl 1 februari 2019, ini pertama kali nya saya kesana. mau tanya, dari KLIA ke KL sentral yang naik aerobus itu nanti halte aerobus nya di dekat mana ya? makasih mas

    1. Naik aerobus di dalam gedung KLIA, Lantai dasar. Ada banyak petunjuknya kok.

  38. […] Baca Juga: Memahami Transportasi Publik di Kuala Lumpur […]

  39. […] Baca Juga: Memahami Sistem Transportasi Publik di Kuala Lumpur […]

  40. Hai mas Tegus salam kenal,

    next week insyallah mau travel ke KL, nah mau tanya nih Tounch n Go Card bisa dipakai untuk transport apa aja sih? karena takut zonk aja gitu pas beli ternyata cuma bisa bus sama LRT aja. mohon dibantu informasinya. 🙂

    terimakasih

    1. Halo, mbak. TnG bisa digunakan untuk semuanya, bahkan nggak cuma buat transport tapi bahkan buat keperluan lainnya.

  41. […] Baca Juga: Memahami Transportasi Publik di Kuala Lumpur […]

  42. […] udah beroperasi sejak lama. Suara keretanya juga nggak “ngiiiiiinggg” kayak MRT di Jakarta, MRT & LRT Kuala Lumpur, MRT Singapura, atau BTS & MRT Bangkok. Oh iya, gue nggak typo, namanya memang MTR yang […]

  43. […] juga gampang kok, ada opsi bahasa Inggris. Kamu yang udah pernah beli tiket di MRT Singapura atau LRT Kuala Lumpur pasti langsung paham. Pertama-tama pilih stasiun tujuan, tentukan jenis tiket, pastikan destinasi […]

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jilbab Backpacker

Travel-Architecture-Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Andromeda Noholo

Yang terjadi di Andromeda

fainun.com

Family Blogger Indonesia

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Casa Fasa

Travel & Life

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap perjalanan punya cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. KUY, DER!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

tempat berjalan dan bercerita

Peregrination

Jalan-Jalan | Kuliner | Review

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveller

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

virustraveling.com

Pack your dream and GO!!

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Travel Blog Evi Indrawanto

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Sharon Loh

Food dan Travel Blogger Indonesia

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

Winny Marlina

Winny Marlina– whatever you or dream can do, do it! travel

%d blogger menyukai ini: