Memahami Sistem Transportasi Publik di Kuala Lumpur, Malaysia

Kamu mau jalan-jalan ke Kuala Lumpur? Namun bingung dengan transportasi publik di sana? Tenang, ibukota Malaysia ini sudah memiliki moda transportasi yang sangat memadai kok.

Secara garis besar, ada 2 macam jenis transportasi publik di Kuala Lumpur: bus dan transportasi berbasis rel. Taksi nggak gue masukkin di sini ya. Dua-duanya murah dan nyaman kok. Memang belum se-rapid dan seekstensif MRT Singapura, tapi sudah jauh lebih baik dari Jakarta *pffft*

Ngomong-ngomong, kamu merasa kesulitan dan bingung baca peta MRT / LRT kayak gini? Kalau mau belajar, simak panduan dari gue di: Tips Menggunakan Peta MRT / LRT Untuk Pemula

Kita mulai dulu dari transportasi berbasis rel karena jenis inilah yang lebih sering gue pakai waktu jalan-jalan di Kuala Lumpur kemarin. Ada 4 jenis transportasi berbasis rel di Kuala Lumpur: KL Monorail, LRT (light rapid transit), KTM Komuter, dan KLIA Ekspres / KLIA Transit. Keempatnya dikenal sebagai sebuah sistem bernama Klang Valley Integrated Rail Transit. Lalu apa bedanya, kakak?

Klang Valley Integrated Map. Source: mymrt.com.my

Klang Valley Integrated Map. Source: mymrt.com.my

Ehem. Begini, kak *benerin dasi*

Monorail atau monorel adalah sebuah moda (bukan sistem) transportasi berbasis rel yang hanya memiliki satu jalur rel sebagai tumpuan. Biasanya, sebuah kereta monorel tidak membawa gerbong yang terlalu banyak. KL Monorail pun hanya memiliki 2 gerbong dengan 1 jalur atau laluan (line) di pusat kota. Tempat duduk di dalam monorel ditata saling membelakangi.

Tiket dapat dibeli di vending machine. Perhatikan, ada vending machine yang hanya khusus menerima koin, jadi jangan sampai salah antre. Penggunaannya hampir sama dengan Singapore MRT. Pilih stasiun tujuan, lalu akan ditampilkan jumlah nominal yang harus dibayar. Setelah uang dimasukkan, mesin akan mengeluarkan kembalian (jika ada) dan sebuah tiket berbentuk koin. Tap koin pada entry gate untuk masuk. Masukkan pada slot exit gate jika sudah sampai tujuan. Jadi jangan harap kamu bisa menyimpan koin untuk kenang-kenangan *sadis*

The white-yellow KL Monorail

The white-yellow KL Monorail

Inside the KL Monorail

Inside the KL Monorail

KL Monorail platform

KL Monorail platform

KL Monorail sudah terintegrasi dengan LRT. Jadi kamu nggak usah beli tiket lagi jika ingin berganti jalur. Misalnya, kamu ingin pergi ke Masjid Jamek dari Bukit Bintang. Untuk menuju ke sana, kamu harus naik monorel sampai Hang Tuah, lalu pindah ke jalur LRT sampai Masjid Jamek. Maka, pada saat kamu membeli tiket di vending machine Stesen Monorail Bukit Bintang, kamu langsung pilih Stesen Masjid Jamek. Setelah sampai di Stesen Hang Tuah, keluar dari peron monorel dan ikuti petunjuk menuju Laluan LRT.

Ada 2 jalur (laluan) untuk LRT, yakni Laluan Ampang dan atau Sri Petaling, dan Kelana Jaya. LRT menghubungkan pusat kota Kuala Lumpur dengan daerah-daerah pinggiran di kawasan metropolitannya. Nah, LRT bukanlah nama sebuah moda transportasi, namun sebuah sistem. Sebuah LRT tidak mengangkut penumpang sebanyak MRT (mass rapid transit), namun tetap cepat dan efisien. Nanti akan gue jelaskan tentang MRT dan LRT ini.

The RapidKL (LRT and monorail) coin

The RapidKL (LRT and monorail) coin

Sleepy passengers inside the LRT

Sleepy passengers inside the LRT

The LRT train passing by

The LRT train passing by

Tiket dapat dibeli melalui vending machine. Pertama-tama, layar akan menampilkan nama jalur yang akan kamu gunakan. Nah, makanya, kamu harus tahu stasiun tujuanmu itu ada di jalur apa: Ampang / Sri Petaling, Kelana Jaya, atau Monorel? Setelah itu, kamu dapat memilih stasiun tujuan, layar kemudian akan menampilkan ongkos yang harus dibayar. Jumlah penumpang dapat kamu tambah bila perlu.

Bentuk kereta LRT Kuala Lumpur mirip seperti Jakarta Commuter Line — sebuah kereta dengan serangkaian gerbong yang berjalan di atas jalur rel. Hanya saja, lintasan LRT tidak melintang di tengah jalan, namun melayang di awang-awang alias elevated rail. Tempat duduknya saling berhadapan.

Bentuk peron (platform) untuk LRT dan monorel agak sederhana. Peron setengah terbuka itu memiliki atap melengkung yang ditopang dengan rangka baja. Ada pintu penghalang yang membatasi peron dengan lintasan rel, tapi tidak otomatis. Beberapa pintu berada dalam keadaan terbuka, sementara yang lain tertutup. Oh, peron LRT bahkan tidak memiliki pintu pembatas. Sementara untuk peron jalur LRT yang berada di bawah tanah memiliki pintu pembatas yang akan terbuka otomatis, misalnya di sepanjang stasiun KLCC sampai Dang Wangi.

Monorail dan LRT (juga Komuter dan KLIA Ekspres) sebagian masih dijalankan secara manual oleh masinis. Jadi, ada saat-saat di mana kereta datang agak lama, diperparah dengan penumpang yang berdesakan di dalamnya. Saat-saat PHP terjadi saat kamu sedang menunggu kereta, lalu datanglah sebuah rangkaian gerbong kereta, eh tapi ada tulisan “Not in Operation” *pffft*

The LRT platform

The LRT platform

Queuing to get the vending machine

Queuing to get the vending machine. This happened in the early morning when the station just opened.

Masih banyak warga Kuala Lumpur yang lebih senang menggunakan kendaraan pribadi — mobil dan sepeda motor. Di saat-saat tertentu bahkan sampai macet. Mungkin karena LRT dan monorel yang suka lama datang, atau karena jarak stasiunnya agak jauh, atau karena pajak dan harga kendaraan pribadi masih murah, atau kombo ketiganya. Daerah yang dijangkau memang belum se-rapid MRT Singapura sih.

Untuk informasi lengkap tentang KL Monorail dan LRT (juga RapidKL bus), silakan buka website MyRapid ini. Di situ kamu bisa mendapatkan informasi jalur, jam beroperasi, dll. Ada fitur Journey Planner juga untuk menghitung biaya perjalanan kamu. Jadi bisa mulai hitung-hitungan budget di sini.

Selanjutnya adalah KTM (Keretapi Tanah Melayu) Komuter. Kereta api jarak dekat ini tidak terintegrasi dengan LRT dan monorel, jadi harus beli tiket sendiri. Tiket bisa dibeli dari vending machine atau loket petugas di stasiun. Harganya murah banget! KL Sentral – Batu Caves aja cuma 2 RM! Padahal itu jauh banget, sampai ke ujung lintasan.

Meski murah, namun keretanya tetap nyaman lho. Ada kereta dengan tempat duduk saling berhadapan, ada juga yang kursinya berderet seperti kereta api kelas bisnis di Indonesia. Kereta dengan kursi berderet itu adalah armada baru. Lebih elegan dan juga lebih dingin, brrr. Lintasan Komuter tidak melayang, namun juga tetap tidak melintang di jalan raya. Bahkan ada saat-saat rel berada di bawah tanah. Kamu bisa memilih Laluan Seremban atau Laluan Pelabuhan Klang (Port Klang).

Buka website KTM Berhad ini untuk mengetahui jadwal, rute, dan biaya. Di situ juga ada informasi untuk KTM Antara Bandar (Intercity) alias kereta antar kota, misalnya ke Singapura atau Hatyai.

KTM Komuter vending machine

KTM Komuter vending machine

Kuala Lumpur KTM Komuter

Kuala Lumpur KTM Komuter

Inside the KTM Komuter Train

Inside the KTM Komuter Train

Inside the KTM Komuter back to KL. This is the new armada.

Inside the KTM Komuter back to KL. This is the new armada.

Sementara itu, KLIA Ekspres dan KLIA Transit lebih didedikasikan sebagai alat transportasi dari dan ke Bandara, baik KLIA maupun KLIA 2 Airport. Kereta dan lintasannya sama, hanya saja kalau KLIA Transit memiliki 3 stasiun perhentian di Bandar Tasik Selatan (Terminal Bersepadu Selatan), Putrajaya, dan Salak Tinggi. Tarif KLIA Ekspres adalah 35 RM nggak pakai nawar, sementara tarif KLIA Transit bergantung dengan stasiun mana yang menjadi tujuan. Tiket dapat dibeli dari vending machine atau loket petugas. Interior di dalam kereta sungguh elegan, kursi-kursi empuk berderet 2-2 di bawah pencahayaan keemasan, dengan lantai yang dilapisi permadani empuk.

Setelah gue perhatikan, ongkos KLIA Ekspres yang 35 RM itu masih lebih mahal daripada ongkos KLIA Transit KL Sentral – Putrajaya lalu disambung Putrajaya – KLIA 2 (total 15.7 RM). Nah, tips jitu gue ini bisa kamu pakai buat cobain kereta bandara ini dengan harga yang lebih murah, hahaha.

Informasi lengkap untuk KLIA Ekspres dan KLIA Transit bisa kamu buka di website kliaekspres, terutama untuk jadwal dan biaya perjalanan.

KLIA Transit station at KL Sentral. You can see the locket and the vending machines.

KLIA Transit station at KL Sentral. You can see the locket and the vending machines.

KLIA Transit card

KLIA Transit card

The KLIA Transit train

The KLIA Transit train

Inside the KLIA Transit train

Inside the KLIA Transit train

Nah, buat kamu yang mau berkeliling kota dengan bus (atau “bas”, dalam bahasa Melayu), ada opsi yang disediakan, yaitu: bus RapidKL dan Go-KL.

RapidKL ini bisa dibilang sudah memonopoli urusan transportasi di Kuala Lumpur. Selain bus RapidKL itu sendiri, monorel dan LRT pun berada di bawah otorisasinya. Walaupun bukan sebuah sistem BRT (bus rapid transit) seperti TransJakarta yang memiliki koridor sendiri, namun bus RapidKL tetap dapat diandalkan karena rute dan armadanya cukup banyak.

RapidKL bus

RapidKL bus. Source: Wikipedia

Bus ini identik dengan warna putih – biru yang mengguyur eksteriornya. Kamu bisa naik (dan juga turun) di halte, berupa sebuah ruang khusus di trotoar dengan bangku panjang yang dinaungi atap melengkung, dipertegas dengan sebuah papan rambu lalu lintas yang memuat logo bus. Pembayaran dilakukan di dalam bus dengan memasukkan uang ke dalam kotak kecil di samping pak sopir. Bisa juga dengan tap kartu kalau kamu punya, karena tidak ada kembalian untuk uang tunai.

Kabar gembira buat kamu yang nggak mau repot-repot bayar naik bus! Naik aja bus Go-KL, gratis! Kamu tinggal naik dari halte, duduk anteng, dan sampai tujuan tanpa keluar uang sepeser pun. Hihihi. Saat ini Go-KL sudah memiliki 4 jalur, bisa kamu gunakan untuk mengunjungi Menara Petronas, Chinatown, Pasar Seni / Central Market, dan destinasi lainnya.

GoKL map

GoKL map

A purple-line GoKL bus passing by

A purple-line GoKL bus passing by

Inside the GoKL Bus. Crowded!

Inside the GoKL Bus. Crowded!

Walaupun sebenarnya Go-KL didedikasikan untuk pelancong, tapi — tentu saja — warga lokal pun nggak mau kehilangan kesempatan ini. Kapan lagi bisa naik bus gratis? Jadi jangan kaget kalau busnya penuh dan kamu harus berdiri sepanjang jalan. Tapi, demi nama penghematan, sedikit pengorbanan kayak gitu nggak masalah lah yaaa.

Selain dengan membeli token untuk single trip, kamu juga bisa menggunakan kartu Touch ‘n Go atau disingkat TnG. Semacam STP atau EZ-Link kalau di Singapura. TnG dapat digunakan di bus, monorel, LRT, dan Komuter. Praktis! Harganya 10 RM, minimal top up juga 10 RM, bisa dibeli di Stesen Petronas dan stesen-stesen lainnya. Terima kasih untuk abang Rusydan Muhammad yang sudah menambahkan informasi ini di kolom komentar 😀

Sebagai informasi, Kuala Lumpur juga sedang membangun sebuah proyek MRT (mass rapid transit) yang akan menjangkau daerah metropolitan Klang Valley ini.  MRT direncanakan akan memiliki 3 line, ditargetkan mampu mengangkut 400.000 penumpang setiap harinya! Armadanya jelas berjumlah lebih banyak, memiliki kapasitas lebih banyak dari LRT (ditargetkan memiliki interval kedatangan setiap 3.5 menit), dan dijalankan secara otomatis dengan sistem. Saat ini, baru line Kajang – Sungai Buloh yang dibangun (lintasan berwarna hijau tua pada peta di atas). Kalau kamu tertarik dengan proyek ini, bisa buka website resminya di mymrt.

Nah, sekarang sudah paham ya dengan sistem transportasi publik di Kuala Lumpur ini. Ada monorel, LRT, Komuter, KLIA Ekspres / Transit, bus RapidKL, dan bus Go-KL. Sebenernya adalagi bus kota yang lebih tua dan sederhana, namanya Metrobus. Tapi kayaknya udah jarang digunakan seiring dengan majunya moda transportasi yang baru. Tetapkan tujuanmu, pelajari petanya, siapkan uang pas, then you’re ready to rock this city!

 

UPDATE MARET 2016

Harga tiket untuk KLIA Ekspres / Transit dari KLIA atau KLIA2 ke KL Sentral sekarang adalah 55 MYR, atau lebih dari IDR 165.000. Mahal banget! Mending naik bus aja deh.

KL Monorel sekarang memiliki armada dengan 4 (empat) gerbong.

 

Udah siap go internesyenel ke Kuala Lumpur? Pesan hotel dulu nih!

1257_DOTD_Sep2014_320x480_NeverBlue

Iklan

375 thoughts on “Memahami Sistem Transportasi Publik di Kuala Lumpur, Malaysia

  1. mas Teguh,
    Boleh minta alamat emailnya?
    saya pertengahan april rencana backpack SING-KL dr tgl 17 April sampe singapore, 18 April malem rencana naik kereta ke KL (hemat hotel 1 malam). 18 April sampe 23 April saya di KL. Mungkin mas bisa kasih saya saran rute tur yang bagus. saya baru pertama nih trip kesana dan solo traveller pula. Terima kasih.

    Adi Gunawan Rachman
    adigunawan.rachman@gmail,.com

  2. Kak, artikelnya bermanfaat tp sbg awam yang baru akan kesana pertama kali cukup membingungkan hehhehe.
    Kalo mau trip Sin-KL, mending ke KL dulu apa Sin dulu ya? Thanks

  3. Mas,,klo dari airport menuju masjid jamek..bole minta saran nya gak transportasi apa yg bisa saya gunakan dan misal naik mrt/lrt saya brenti di station mana saja ya mas..kebetulan saya smp Malaysia jam 5 sore wkt setempat..mohon saran nya mas.. makasih

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s