Batu Caves, Kuala Lumpur: Lebih Dari Apa yang Dibayangkan

SUPERTRIP #1 – SIKUNANG Part 22

Rencana awal untuk hari terakhir ini adalah mampir ke Putrajaya dan menjelajah kota terkonsep itu seharian. Sebagai seorang pemuja bangunan dan tata kota, kunjungan ke Putrajaya seperti hal wajib dalam perjalanan ke Kuala Lumpur ini. Sementara objek wisata Batu Caves yang populer itu akan gue lewatkan, karena gue merasa udah terlalu jenuh dengan kuil-kuil India seperti itu.

Namun kemudian gue berubah pikiran. Dasar labil. Karena gue pengen nyobain KTM Komuter dan berpikir masih akan ada sisa waktu buat jalan-jalan di Putrajaya, gue memutuskan untuk ke Batu Caves dulu pagi ini. Sebuah keputusan yang benar, namun juga salah. Lhah?

Benar — karena ternyata Batu Caves menawarkan sesuatu di luar apa yang gue bayangkan, hingga gue nggak menyesali kunjungan gue ke sana. Salah — karena membuat gue gagal menjelajah Putrajaya.

Inside the KK Mart. A bit crowded, according to me.

Inside the KK Mart. A bit crowded, according to me.

Setelah mandi dan sarapan ala kadarnya dengan roti selai yang disediakan Serenity Hostel, gue berjalan menuju Stesen Bukit Bintang dengan keril 60L yang gelendotan manja di balik punggung. Di tengah jalan, gue menyempatkan diri masuk ke dalam sebuah minimarket lokal bernama KK Mart untuk membeli beberapa produk makanan atau minuman khas yang kira-kira nggak ada di Indonesia.

Dari minimarket, gue beli beberapa bungkus mie instan rasa laksa dan bumbu instan nasi goreng rasa tom yum, nasi goreng cina, dan ikan bilis. Total harganya 10 RM. Keranjang belanjanya menarik, dibuat sedemikian rupa hingga bisa dijinjing atau didorong.

KK Mart shopping bucket. Unique!

KK Mart shopping bucket. Unique!

Dari Stesen Bukit Bintang, perjalanan dimulai dengan monorel menuju KL Sentral (2.1 RM). Lalu dari KL Sentral, ambil KTM Komuter ke Batu Caves dengan harga 2 RM. Murah!

Selain murah, KTM Komuter juga nyaman dan bersih. Bahkan menurut gue AC-nya agak terlalu dingin. Ada pemeriksaan tiket yang dilakukan oleh kondektur kereta. Suasana di dalam gerbong cukup lowong, ada banyak kursi kosong saat itu. Gue duduk sendirian di salah satu sudut, sementara penumpang yang lain duduk berkelompok saling berhadap-hadapan di atas kursi yang empuk. Nasib solo traveler #pffft

Selama perjalanan, gue menikmati pemandangan pinggiran kota Kuala Lumpur dengan semak-semak liar dan gedung-gedung yang monoton. Asyiknya naik KTM Komuter, gue bisa melihat wajah kawasan metropolitan Klang Valley (Lembah Klang) selain kota Kuala Lumpur itu sendiri. Perjalanan menuju Batu Caves memakan waktu antara 30-45 menit. Nggak usah takut kebablasan, karena Batu Caves adalah stesen teraklhir dalam rute ini.

Kuala Lumpur KTM Komuter

Kuala Lumpur KTM Komuter

Inside the KTM Komuter Train

Inside the KTM Komuter Train

Dari stesen Batu Caves, nggak usah bingung-bingung mencari kuil gua itu, karena objek wisata yang bersangkutan berada tepat di samping stesen. Gue melangkah masuk ke dalam, disambut patung Hanuman yang menjulang tinggi dengan gagah di samping sebuah kuil. Ada juga patung Rama dengan ukuran biasa di belakang kuil. Whoa! Nggak sia-sia gue ke sini. Asyiknya lagi, Batu Caves bisa dikunjungi tanpa dimintai tiket masuk. Nggak kayak di Penang, masuk peninggalan benteng Fort Cornwallis aja bayar 2 RM, padahal bentengnya juga cuma gitu doang.

Bergerak ke sisi kanan, ternyata ada patung yang jauh lebih besar lagi. Patung Dewa Murugan (Lord Murugan) berdiri dengan agung membelakangi tebing batu, mengadapi ratusan pengunjung yang berkerumun di bawahnya. Cahaya matahari yang menimpa kulit emasnya membuat patung itu tampak berkilat-kilat dan semakin mempesona. Konon, patung Murugan di Batu Caves ini adalah patung Murugan tertinggi di dunia!

Hanuman Statue

Hanuman Statue

The Hanuman shrine

The Hanuman shrine

Lord Murugan statue

Lord Murugan statue

Di tanah lapang itu, pengunjung berfoto dengan Patung Murugan sebagai latar belakangnya. Ada juga yang berfoto dengan kawanan burung dara yang berkerumun, beterbangan ke sana kemari, hingga gue sesekali merunduk sambil menanungi wajah ganteng gue ini karena takut kesamber burung daranya.

Batu Caves-nya sendiri berada tepat di belakang tubuh Patung Dewa Murugan. Untuk masuk ke dalam, pengunjung harus menapaki ratusan anak tangga yang menjulur dengan jahanam. Gue sih makasih deh ya. Dengan kondisi sambil bawa-bawa anak seberat 60L, gue udah menyerah di beberapa langkah pertama lalu buru-buru turun lagi.

Mind your head! This place is full with pigeons!

Mind your head! This place is full with pigeons!

Staircase to the Cave

Staircase to the Cave

 

Selain dua patung raksasa dan Batu Caves-nya sendiri, masih ada sebuah kolam ikan berukuran cukup besar dan dua kuil lain yang ada di komplek ini. Penjual suvenir ada di sepanjang pintu masuk dan di sekeliling tanah lapang. Kalau kamu terobsesi dengan budaya India, kamu bisa membeli salah satu miniatur patung yang dijual dengan harga yang setara dengan kepuasanmu.

Nggak salah deh kalau gue menyempatkan berkunjung ke Batu Caves. Gue terpesona dengan apa yang ditawarkan kuil ini, lebih dari apa yang gue bayangkan. Masalahnya, dari blog yang gue jadikan referensi (blog mas Gaphe), foto-foto Patung Murugan itu tidak ditonjolkan. Foto-foto yang ada digabungkan jadi satu berukuran kecil-kecil dengan Patung Murugan yang tidak difoto secara utuh. Makanya saat gue membaca tulisan tentang Batu Caves saat itu, ya gue nggak terlalu tertarik, karena nggak melihat sesuatu yang luar biasa.

The pond

The pond

DSC_3443

DSC_3444

Sekedar masukan aja buat temen-temen travel blogger, menggabungkan foto menjadi satu bingkai atau satu galeri seperti itu memang bagus. Misalnya untuk foto-foto di satu tempat. Tapi, untuk foto yang memuat objek utama tempat itu, atau mungkin foto yang kira-kira dapat menarik pembaca, sebaiknya tetap disajikan per satuan. Atau kalau digabung, buatlah agar foto itu berukuran paling besar. Ini masukan dari gue sebagai seorang pembaca ya, hihihi.

Mari berangkat menuju Putrajaya. Duh, sempet nggak yaaa…

 

Siap go internesyenel? Pesan hotel dulu, gih! Siapa tahu ada harga murah di menit-menit terakhir!

1257_DOTD_Sep2014_320x480_NeverBlue

Iklan

61 thoughts on “Batu Caves, Kuala Lumpur: Lebih Dari Apa yang Dibayangkan

  1. Setahun ini udah 2 kali ke KL cuma gara-gara pengin ke Amcorp Flea Market yang banyak barang vintage dan Kampung Ramadhan di Kampung Baru. Selama ini ke KL cuma transit aja di bandaranya. Hehehe.

  2. KTM ke Batu Cave asli murah banget, dulu sampe nggak percaya ini nggak salah info apa ya mbak penjaga loketnya, jarak seauh itu cuma 2 RM hehehe. Objek paling keren deket KL ya cuma Batu Cave kalau menurutku, selain Twin Tower sih 😀

  3. hi saya dari malaysia.. shah alam.. walaupon duduk area KL saya x pernah sampai batu caves b’coz mcm crowded sket area tue.. just lalu untuk balik kampung jer.. nway selamat melancong ya..

  4. met mlm mas nug,
    Mau tanya dong mas nug,aq kan mau ke sg tapi via kl cuma sampe di kl sekitar jam 2 kalo misalnya langsung ke kl sentral trus ke batu caves (cuma poto2 g naik sampe gua) trus balik lg ke kl estimasi waktu ny berapa jam ya? Soalnya masih pengen muter2 di twin tower malem nya langsung ke sg kalo naik kereta terakhir sekitar jam 23.00 kan?
    Mohon info ny terima ksih sebelumnya

  5. kemarin pas kesana, ama si baby 2 thn, yang keukeuh ga mw jalan dan hanya mau digendong, kita berdua berhasil naik ke atas 😀 hahahaha..suami sih yg kasian bgt…tp he did it ^o^. Cuma di atas ga istimewa2 bgt kok mas ;p Jd ga rugi jg kalo g naik ;p

  6. akhirnya aq kesampean juga mas kesana, cuma rada kurang beruntung soalnya hujan, dr pas turun pesawat msh ada sisa awan mendung bekas hujan, pas otw ke KL sentral hujan deres lagi .. rada nekat bablas ke batu caves pas tinggal gerimis … eh sampe sana baru photo2 bentar blm sampe naik (ga berani naik juga soalnya licin dah sudah kesorean) eh hujan lagi tp over all puas lah 😀

  7. saya rencana trip ke Batu Caves minggu depan
    tetapi flight saya jam 17.25
    apakah waktunya cukup?
    kalau cukup, berangkat jam berapa dari Bukit Bintang?
    atau saya cari hostel di KL Sentral?
    flight saya dari KLIA

  8. Slmt pagi Pak Matius, mau tanya pak, dr pagi sampai sore apakah cukup wktnya utk rute jln2 sbb : jln pudu – kl sentral – genting – kl sentral – batu caves – kl sentral – jln pudu ? Tks pak

  9. mas…sy rencananya mau 1 hr tu ke batu caves ma genting.kemungkinan nginap di alor.klo alor ke stasiun terdekat tu di jln pudu y?bagusnya ke batu caves dulu atau genting y?

  10. Mas Teguh, numpang tanya yaa…rencana mei besok mau ke KL, sampai sana skitar jam 12.30 dan rencana stay di hotel skitar KL Sentral. kira-kira keburu ga ya hbs check in hotel lgs ke batu cave dan pulang dari batu cave langsung ke Twin Tower buat photo”…btw blognya membantu banget, seneng ngebacanya 🙂 makasih sebelumnya yaaa

  11. Waah, jadi makin semangat pingin ke batu caves, btw mohon info hotel atau hostel yg dekat dengan bandara and petronas tower, juga dekat sama stasiun ktm komuter? Hehehe maklum first time schedule. Tulisan yg menarik. ^_^

    • Halo, kak. Bandaranya KUL jauh banget dari pusat kota, 1 jam perjalanan naik bus. Biasanya traveler cari hotel murah di kawasan Chinatown (Jl. Petaling, Jl. Sultan), Jl. Bukit Bintang, dan kawasan KL Sentral.

      Gak perlu cari yg deket stasiun Komuter. Carilah yg deket stasiun LRT atau monorel, seperti Chinatown, Bukit Bintang. Karena LRT-lah yg akan sering dipakai buat berkeliling.

  12. Bro tgl 11/9 dlm sehari jk start jam 8.00 ke genting main ke kuil dan sekitarnya kmdian jam 15 turun gombak ke Batu Caves lanjut KLCC dlm sehari nyampai tdk ?
    Jk rute spt itu tiket go genting bisa PP atau sendiri2. Start dari Pudu

  13. Mas Nug … tanya dong batu caves itu tutup nya jm brp ya … transportasi terakhir dr caves mnj KL jm brp ya ? Thx infonya ya ..sgt inspiratif .

  14. mas nug,, mau tanya dong.. sy dr singapur transit di KLIA nyampe KLIA jam set 9 pagi. pesawat berangkat lagi menuju bandung jam 5 sore.. masih bisa kekejar gak yaa buat ke petronas sm batu caves?? nuhun..

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s