Kumpulan Itinerary 2 Hari 1 Malam di Asia Tenggara (Penang, Phnom Penh, Hanoi, Luang Prabang, Yangon, dll)

Waiting at the pier

Sebagai mantan karyawan kantoran yang kerjanya Senin-Jumat from 8 to 5 dengan cuti terbatas dan izinnya juga butuh perjuangan, gue paham banget betapa buat sebagian orang, city hopping saat traveling menjadi sesuatu yang perlu dilakukan demi mencentang seluruh daftar impiannya. Di mana dalam semingguan, atau 5 hari, bahkan 3 hari, udah bisa traveling ke negara(-negara) yang diinginkan, melompat dari satu kota ke kota lainnya.

Untuk itulah gue membuat tulisan ini, meski sekarang gue udah bekerja di perusahaan yang jam kerjanya lebih leluasa dan cutinya semudah menunjukkan jari. 

Tapi biar city hopping, gue nggak suka spot hopping.

Itinerary yang gue buat memang singkat, tapi tetap nikmat. Nggak sekadar mampir, satu dua cekrek terus cabut. Nggak yang ngirit dengan ngoyo. Gue mau kita lebih leluasa dalam menjelajah satu destinasi. Mengamati ada apa saja di sekelilingnya, duduk menikmati suasana, atau mampir makan dan menyesap kopi. 

Jadi, tenang, gue harap itinerary yang gue buat ini nggak membuatmu diburu-buru waktu.


Tapi sebelumnya…

Peraturan Dasar Itinerary Ini

Karena itinerary sudah dibuat dengan location-wise, akan jadi sia-sia kalo kamu milih lokasi hotel/hostel yang jauh dari kawasan pertama dan kedua yang disebutkan di masing-masing itinerary. Menginaplah di kawasan itu agar agenda perjalanan yang udah gue buat ini bisa berjalan dengan lancar. Contoh, itinerary di Penang gue awali dengan kawasan kota tua Georgetown, maka menginaplah di area itu, tepatnya di Little India.

Space Boutique Hostel, Yangon | Pria di sudut kanan itulah Ben. Foto ini merupakan satu-satunya potret Ben yang berhasil terselamatkan karena foto-foto lainnya ada di ponsel, dan hapenya hilang di dalam perjalanan 😦

Kedua, kalo bawaanmu terlalu berat atau terlalu banyak, kamu bisa menitipkan dulu di hotel/hostel lalu baru check-in kemudian.

Dalam itinerary ini, gue asumsikan kamu baru tiba di kota tujuan di hari pertama, check-in di jelang sore hari, lalu besoknya sudah harus berangkat ke kota lain atau ada agenda yang nggak bisa diganggu. Silakan sesuaikan sendiri dengan durasi dan kondisi perjalanan aktual kamu ya.

Oke, hajime!


Penang, Malaysia

Awali dengan kota lama Georgetown, atau Georgetown UNESCO Heritage Site di kawasan Lebuh Chulia, Lebuh King, Armenian Street, Beach Street, dan Penang Street. Ada Masjid Kapitan Keling, St. George’s Anglican Church, Khoo Kongsi Temple, Pinang Peranakan Mansion, dan banyak lagi. Jangan lupa foto-foto di mural-muralnya yang ikonik, seperti mural anak laki-laki di sepeda dan anak perempuan di ayunan. Baca ceritanya di sini.

Akhiri di Little India, makan siang, lalu check-in di hotel/hostel.

Jelang sore, jalan kaki lagi ke Queen Victoria Clock Tower, Fort Cornwallis, lalu nikmati Padang Kota Lama. Alun-alun tepi laut itu dikepung oleh bangunan-bangunan tua Inggris yang terawat banget, berfungsi sebagai bank dan kantor pemerintah.

Saat gelap, saatnya makan malam di Gurney Drive. Sebelum balik ke hotel, jalan-jalan dulu ke Gurney Plaza, Gurney Paragon, sampai ke Lorong Burma di mana kuil-kuil bergaya Myanmar berada. Itung-itung buat bakar kalori.

Kembali ke penginapan, mandi, lalu istirahat.

Besok paginya, check-out dengan menitipkan barang bawaan. Eksplor 2 tempat wisata andalan Penang, Bukit Bendera dan Kek Lok Si Temple, sampai waktu yang kamu bisa.


Phnom Penh, Kamboja

Ibukota yang satu ini mudah banget dijelajahi dalam satu hari satu malam! Pagi hari, kunjungilah istana kerajaan atau Grand Palace, National Museum of Cambodia, dan Independence Monument. Tahan dulu foto-foto area sungainya, nanti sore aja.

Siang hari saat perut sudah minta diisi, berpindahlah ke Central Market untuk berteduh, berbelanja, dan makan siang. 

Check-in dan istirahat dulu di hotel/hostel sebelum lanjut eksplor lagi.

Sore hari, mampir dulu ke Wat Phnom sebelum jalan-jalan sore di sepanjang Sungai Tonle Sap. Begitu malam tiba dan lampu-lampu bar telah menyala, saatnya bersantap dan nongkrong-nongkrong di Sisowath Quay, masih di area sepanjang sungai.

Kalo mau, sebelum balik ke penginapan kamu bisa sewa tuk-tuk dulu buat muter-muter Koh Pich, “pulau” di tepi Sungai Mekong yang menjadi kawasan pengembangan baru di Phnom Penh. Kalo udah kemaleman, Koh Pich juga bisa disimpan buat besok pagi.

Esok harinya, kamu juga bisa berwisata sejarah (kelam) di Choeung Ek Genocidal Center dan Tuol Sleng Genocide Museum.


Ho Chi Minh City, Vietnam

Obyek wisatanya sebenernya biasa-biasa aja, tapi dikemas dengan istimewa. Mulai yuk dengan eksplor pusat kota Ho Chi Minh City a.k.a Saigon ini di District 1. Ada Ben Thanh Market, Saigon Central Post Office, Basilika Notre-Dame Saigon, Independence Palace, dan Opera House. Hati-hati pas nyebrang jalan, ya. Ceritanya bisa dibaca di sini.

Habis makan siang di salah satu kedai atau cafe, check-in di hotel/hostel dan beristirahat.

Walking in Ho Chi Minh City, Vietnam

Sore hari, kamu bisa meluangkan waktu di Central Park Công Viên Trung Tâm. Alun-alun hype ini adalah spot asyik untuk menikmati Saigon River dan Landmark 81 yang menjulang jumawa, gedung tertinggi di Ho Chi Minh City!

Akhiri hari dengan makan di area Ben Thanh Market dan menikmati suasana malam di Pham Ngu Lao Street sampai Bui Vien yang hingar bingar.

Kunjungan ke Chu Chi Tunnel bisa kamu lakukan besok pagi. Kalau nggak tertarik atau waktunya nggak cukup, ke Lunar Lake (Phu My Hung) aja di District 7.


Bangkok, Thailand

Karena kotanya besar dan obyek wisatanya tersebar, menyusun itinerary 2 hari 1 malam di Bangkok memang tricky. Namun yang jelas, Grand Palace cocok kamu kunjungi pada pagi hari, lalu lanjutkan dengan Wat Pho dan Wat Arun di dekatnya. Setelah itu, check-in dan beristirahatlah di penginapan kamu di kawasan Khaosan Road dan sekitarnya.

Sore hari, saatnya ke Asiatique The Riverfront. 

Prajurit berbaris memasuki kompleks Grand Palace
Monks on the boat | Para biksu di atas perahu – Bangkok

Setelah itu kamu bisa kulineran sekaligus menikmati suasana malam di Yaowarat Road, Chinatown-nya Bangkok. Jangan kemaleman di situ, biar masih bisa berbaur dengan keriuhan street market dan bar di Khaosan Road.

Besok paginya, it’s shopping time! Pergilah ke Pratunam Market di kawasan Siam, sekalian mampir ke jajaran shopping mall-nya seperti Platinum Fashion Mall, MBK, Siam Paragon, Siam Discovery, dsb. Puas-puasin! 

Seluruh tulisan perjalanan tentang Bangkok, Thailand, bisa dibaca di sini


Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

“Kok lokasinya loncat-loncat, Gi?” Biar nggak bosen, hehe. Sebagai kota yang mungil, BSB bisa banget dipelajari bahkan dalam beberapa jam saja.

Pagi-pagi sih enaknya sarapan jajan pasar dulu di Pasar Kianggeh. Lepas tu, kunjungi 3 tempat ibadah di sekitarnya: Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Gereja Katolik Church of Our Lady of Assumption, dan Teng Yun Temple. Kuilnya memang biasa aja, tapi lumayan untuk cerita toleransi antar umat beragama di Brunei. Sempatkan juga mampir ke Taman Mahkota Jubli Emas.

Sorenya, nikmati waterfront dan jelajahi Kampong Ayer. Malemnya nggak usah ke mana-mana, ngerumpi aja di penginapan sambil menikmati keheningan. Bisa juga ke Gadong Night Market dan Gadong Mall, tapi jangan kemaleman. Itu pun pulangnya antara naik taksi yang mahil, naik kendaraan pribadi, atau jalan kaki hehe. Setau gue, bus kota di sana cuma sampe jam-jam maghrib, cmiiw.

Kalo besoknya masih di Bandar Seri Begawan, kamu bisa ke Royal Regalia Museum (Muzium Alat Kebesaran Diraja), Pusat Sejarah Brunei, dan Masjid Jame’ ‘Asr Hassanal Bolkiah. Bisa juga ke Istana Nurul Iman tempat sang sultan bersemayam, jadi nggak bisa masuk ke dalam.


Yangon, Myanmar

Sule Pagoda cocok jadi titik awal petualangan kamu! Lanjutkan tur jalan kaki menuju Mahabandoola Park yang dikelilingi gedung-gedung bersejarah seperti Yangon City Hall, Emmanuel Baptist Church, atau si gedung merah High Court of Yangon. Kamu bisa makan siang di warung-warung di sisi taman yang menghadap gedung merah, atau ke Rangoon Tea House untuk opsi yang lebih rapi.

Setelah check-in dan beristirahat, pergilah ke Yangon Central Railway Station yang indah itu dan naik kereta komuter setempat, Yangon Circular Railway. Ke mana? Terserah, cobain aja pokoknya.

Sule Pagoda di Yangon, Myanmar

Agendakan soremu di Kandawgyi Park dengan Kandawgyi Lake-nya yang luas. Ada Karaweik Palace juga di situ, bekas istana yang kini disulap jadi restoran mewah. Kalau uang nggak lagi jadi masalah buat kamu, cobain aja. 

Sebelum gelap, berpindahlah ke Shwedagon Pagoda yang lokasinya nggak jauh dari situ. Kenapa jelang sunset baru ke sini? Biar bisa menikmati megahnya stupa raksasa itu saat bersinar keemasan di tengah malam. 

Kamu bisa makan malam di 19th Street, kawasan pecinan yang dipenuhi jajaran warung makan sate-satean. Ada bir juga lho, hehe. Sebelum beristirahat di hotel/hostel, pastikan kamu nengok Sule Pagoda lagi karena kubah emasnya pun akan bersinar di malam hari.

Besok paginya, kunjungi Chauk Htat Gyi Pagoda, Nga Htat Gyi Pagoda, dan kalo masih sempet juga belanja oleh-oleh di Aung San Bogyoke Market.

Baca seluruh tulisan tentang Yangon di sini.


Vientiane, Laos

Ibukota bersahaja yang menentramkan jiwa… Mulailah harimu dengan menyapa warga lokal dan sarapan di pasar pagi alias Talat Sao. 

Begitu energimu terisi, hampiri Monumen Patuxay (yang serupa Arc de Triomphe di Paris itu), Wat Sisaket, Wat Si Muang, Haw Phra Khae, dan Pha Tat Luang. Setelah check-in dan istirahat di penginapan, berkelanalah lebih jauh ke Buddha Park yang bisa dicapai dengan bus kota.

Saat sunset, sebaiknya kamu udah standby di tepian Sungai Mekong, di sepanjang sisi Chao Anuvong Park. Nggak cuma bisa menikmati promenade yang lega, sungai yang megah, dan pasar malam, kamu juga bisa berbaur bersama warga lokal yang SKJ-an sore-sore :))

Besok paginya, ngafe-ngafe ajalah sambil sepedaan mengagumi bangunan-bangunan peninggalan kolonial Perancis.


Kuala Lumpur, Malaysia

Walaupun tergolong kota besar, namun obyek wisata utama di Kuala Lumpur atau KL ini terkonsentrasi di satu kawasan dan juga nggak terlalu banyak. Kawasan Dataran Merdeka dan Masjid Jamek cocok jadi titik awal kamu. Jangan lupa masuk ke dalam KL City Gallery, dijamin nggak rugi!

Sunset di Jalan Petaling, Kuala Lumpur

Setelah check-in dan beristirahat, mampir makan siang yuk di KL Sentral. Siang sampai sore kamu bisa check-in, istirahat, lalu eksplor Pasar Seni dan Petaling Street yang merupakan pecinannya KL. 

Sore hari, saatnya foto-foto di Petronas Twin Towers. Bertahan di sana sampai gelap dan nikmati tarian air mancur di dalam Suria KLCC Park. Cuci mata di dalem mall juga boleh banget. Habis itu, jelajahi Bukit Bintang. Dari makan malam di Jalan Alor, cuci mata di mall-mall elitnya, sampai nongkrong-nongkrong di Jalan Changkat.

Esok paginya, kamu bisa ke KL Sentral, terus naiklah KTM Komuter menuju Batu Caves. Mau naik ke atas melalui 200an anak tangga atau foto-foto di bawah aja, itu terserah kamu.

Seluruh cerita perjalanan di Kuala Lumpur, Malaysia, bisa dibaca di sini.


Manila, Filipina

Meski sekilas mirip dengan Jakarta, Manila tetap asyik dijelajahi! Pagi hari, kamu bisa puas-puasin eksplor si kota tua, Intramuros hingga Rizal Park. Ada Katedral Manila, Fort Santiago, dan banyaaakkk banget basilika atau gereja dan bangunan-bangunan tua bergaya Spanyol yang bikin lensa kamera kamu terus beraksi.

Siang hari, check-in dan istirahat dulu di hotel. Habis itu bisa lanjut eksplor kawasan Binondo, Chinatown-nya Manila yang konon jadi yang terbesar se-Asia Tenggara.

Masih di Metro Manila, kamu bisa menikmati sunset di Marina Baywalk. Malam harinya, kamu bisa bergerak ke kawasan Makati, menikmati mall-mall megah dan gedung-gedung pencakar langit yang modern bak di kawasan Thamrin-Sudirman.

Besoknya, kamu… bisa siap-siap naik pesawat ke Puerto Princessa atau pulau-pulau eksotis lainnya hahaha. Udah nggak ada ide mau ngapain lagi.


Hanoi, Vietnam

Gue sarankan ke sini saat musim gugur! Pagi-pagi asyiknya ke Hoan Kiem Lake dan eksplor spot-spot wisata di sekelilingnya. Ada Ngoc Son Temple, jembatan merah, dan St. Joseph’s Cathedral. Jalan dikit dari situ, ada Hanoi Opera House.

Kamu bisa makan siang di sekitar situ karena ada banyak cafe dan kedai kopi. Biasanya, tempat makan dan tempat ngopi nggak jadi satu, nggak kayak di sini. Baru deh check-in di hotel/hostel lalu istirahat.

Sorenya, kamu bisa tur dengan rute sebagai berikut: Temple of Literature, Thang Long Imperial Citadel, Ho Chi Minh Mausoleum + Presidential Palace, lalu touch down di West Lake yang udah nggak jauh dari situ. Di West Lake sendiri ada Quan Thanh Temple dan Tran Quoc Pagoda. Kalo ini kebanyakan buat kamu dengan waktu yang terlalu sempit, 2 spot pertama yang gue sebut bisa diabaikan.

Malam harinya, kamu bisa balik lagi ke kawasan Old Quarter di deket Hoan Kiem Lake, siapa tau pas ada car free night. Itung-itung sekalian balik ke penginapan.

Besoknya kamu bisa ke Hanoi Train Street dan Cau Long Bien, jembatan kereta api yang ikonik itu, melintang di atas Hanoi River.


Luang Prabang, Laos

Sama seperti Bangkok dan Phnom Penh, Royal Palace menjadi titik awal perjalanan kamu di Luang Prabang. Setelahnya, kamu bisa temple hopping sampe bosen di sepanjang Sakkaline Road dan sekitarnya. Ada Wat Xiengthong, Wat Kili, Wat Mahathat, dst. Kamu bisa makan siang di salah satu kedai atau coffee shop yang banyak tersebar di Luang Prabang.

Isi energimu setelah check-in, karena sorenya kamu akan naik ke puncak Phousi Hill atau Mount Phousi untuk menikmati sunset dan Luang Prabang dari ketinggian. 

Malamnya, seperti biasa, eksplor pasar malem hehe.

Besoknya, kamu perlu bangun subuh karena harus membeli nasi di morning market dan berpartisipasi dalam ritual Almsgiving Ceremony, memberikan setangkup nasi kepada para biksu di pinggir jalan. Setelahnya, kamu bisa beli sarapan di pasar pagi itu. Kalo masih ada waktu, kunjungi curug Kuang Si. Siapa tau beruntung dan bisa menikmati air berwarna toska.


Singapura

Mulai dari Chinatown yuk. Ada street market di Smith Street, Buddha Tooth Relic Temple, Masjid Jamae, dan kuil Sri Mariamman. Potret keberagaman dan kerukunan antar suku antar umat beragama di Singapura! Dari situ, pergilah ke Little India untuk makan siang, foto-foto, dan check-in di hotel/hostel.

Kalo udah beristirahat di penginapan, saatnya naik monorel Sentosa Express ke Pulau Sentosa. Minimal foto-foto di depan bola dunia Universal Studios. Dulu ada patung Merlion raksasa, tapi sekarang sudah dirobohkan.

Pertunujukkan gratis Wonder Full at Marina Bay Sands, dilihat dari Merlion Park

Sebelum gelap, kamu harus udah otewe ke Merlion Park di daratan utama. Antrian monorelnya suka penuh dan panjang loh. Opsi lainnya adalah naik bus atau.. Jalan kaki. Bisa juga naik cable car kalo uang nggak jadi masalah.

Nikmati patung Merlion dari saat tertimpa cahaya sore yang keemasan hingga berpendar di malam hari. Ada pertunjukkan tarian cahaya dan air mancur dengan iringan musik dari Marina Bay Sands dan gedung-gedung di sekitarnya. Jangan lewatkan!

Sebelum pulang ke hotel/hostel, eksplor dulu kawasan sekitarnya karena banyak spot menarik, seperti Esplanade, The Fullerton Hotel, Singapore River, dsb. Kalo masih ada waktu, kamu juga bisa jalan kaki atau naik MRT ke Gardens by The Bay dan Helix Bridge. Pertunjukkan Garden Rhapsody terakhir kalo nggak salah adalah jam 21:45.

Besoknya, kamu bisa berbelanja sekaligus menjelajah di kawasan Bugis Street.


Phuket, Thailand

Last but not least adalah Phuket, Thailand. Karena pulaunya cukup besar, tricky banget memilih itinerary untuk 2 hari 1 malam. Yang jelas, old town never fails, hehe. Kota tua Phuket diisi dengan jajaran ruko-ruko bergaya Sino-Portuegese yang manis. Sempatkan ngopi-ngopi di salah satu kedainya dan berfoto dengan latar muralnya.

Setelah itu, nikmati panorama kota Phuket dari ketinggian yang dibentengi oleh laut dan bentang pegunungan. Nama tempatnya adalah Khao Rang, atau Bukit Rang. 

Panorama indah Phuket dan bentang alamnya dari Khao Rang

Dari situ, move ke kawasan Patong untuk check-in dan main-main di Pantai Patong sampai sunset.

Segarkan diri dengan mandi, lalu nikmati malam di Bangla Street Night Market. Jangan kaget melihat cewek-cewek seksi menari-nari di atas meja bar.

Besoknya, saatnya berkelana lebih jauh menuju pulau-pulau kecil lain di sekitar Phuket. Ada banyak paket 1-day tour yang bisa kamu pilih. Klik di sini untuk membaca seluruh cerita perjalanan di Phuket, Thailand.


Sebenernya ada satu kota lagi yang mau gue bahas, yaitu Siem Reap di Kamboja. Itinerary-nya simpel banget. Pokoknya seharian eksplor Angkor Archaeological Park sampe mabok, terus malamnya ke pasar malem dan Pub Street.

My favorite backgenic pose

Apakah semua kota di atas udah gue kunjungi? Nein. Gue belum pernah ke Laos, Filipina, dan Brunei. Phnom Penh sama Hanoi juga belum. 

Gue bisa nulis semua itinerary di atas berbekal wawasan yang secara nggak langsung gue dapatkan saat blogwalking, nonton video travel di Youtube, baca Wikipedia, dan berhalu ria dengan Google Maps dan Google Street View.Semoga tulisan ini bisa menjadi sumber informasi dan inspirasi halu berjamaah. Cheers!

12 komentar

  1. Itulah kenapa aku sering pilih flight kalau bisa tiba di negara tujuan pagi, biar puas explore sampe sore, dan kalau waktu mepet, besok paginya udah pindah kota
    Jadi kangen naik perahu di chao Praya nih gara gara liat foto biksu diatas 😁

    1. Bener, pagi itu memang waktu kedatangan yang diharapkan biar bisa optimal waktunya.

      Aku kangen berangkat ke bandara pagi-pagi buta 😦

  2. Aduh jadi ingin liburaaaaannnn baca tulisan ini, hahaha, salah satu yang paling saya inginkan tuh balik ke Thailand dan explore lebih banyak, plus Phnom Penh, dan Vietnam. Entah kenapa suka sama segala sesuatu di sana, beserta makanan-makanannya hahahahah 😂

    By the way, foto sunset di Petaling, bagus massss! 😍

    1. AKU JUGAAAA PENGEN KE VIETNAM LAGI EKSPLOR DARI SELATAN KE UTARA.
      Trus pengen ke Laos via sleeper train dari Bangkok.
      Trus pengen staycation di Phnom Penh.
      Trus pengen ke Myanmar lagi dan naik kereta dari Yangon ke Mandalay.
      Trus pengen ke Brunei juga, dan ke Malayia lagi cobain kereta ETS dan puas-puasin eksplor Penang.

      Kapan sih kita bisa terbang worldwide lagi? 😦

  3. Huaaaaaahhhhhhhhhh kayak mau nangiiis baca iniiii. Aku kangen bikin itin :(. Kangen nyari hotel yg pas, kangen cari ruteee -_- .

    Dari semua negara Asean , Brunei lah yg paling aku bosenin wkwkwkwkwkk. Kayaknya ga akan aku datangin lagi. Tapi setidaknya terhibur Ama makanan yg lumayan enak. Aku ga kuat banget Ama panasnya… Sumpaaah… Sakit kepala … Kau kedua, Filipina, termasuk yg aku males datangin lagi , ga cocok Ama kota dan makanannya hahahahah

    Dan fav ku, jelaslah Malaysia disusul Thailand :D. Tapi setidaknya negara2 lain kecuali Brunei dan Filipina, aku msh mau bangettttt datangin lagi.

    Cm Timor Leste nih , satu2nya Asia tenggara yg aku blm kesana. Tapi Krn ga termasuk negara Asean, jd aku ga masukin ke target waktu itu.

    1. Brunei kayaknya cocok buat live-in atau tinggal sebentar gitu ya mencari keheningan. Maksudnya, nggak yang lagi dalam rangka dikejar target.

      Filipina aku penasaran juga nih bakal cocok apa enggak. Secara sekilas dia chaos juga wkwk.

      Sejauh ini belum tertarik ke Timor Leste 😀

      Semoga akan tiba waktunya kita bisa terbang lagi ya, minimal Asia Tenggara.

  4. Tulisan-tulisan seporti ini cocok kubaca, toh sebagai pekerja senin-jumat pagi-sore dan waktu cuti terbatas bisa menjadi opsi ahahahhaha

    1. Semoga bermanfaat dan bisa dipakai ya mas, amin amin

  5. Aku kok curiga kamu nulis ini karena kangen jalan ya Gi. Hmmmm.
    Aku pun.

    Tapi kalo sekarang, udah males banget jalan 2 hari 1 malam ke kota baru, di luar negeri pula. Bawaannya pengen siapin satu hari ini do nothing sambil nunggu pesawat. Efek beberapa kali ketinggalan pesawat di negara orang gini kali ya. 😛

    Btw, catatan kamu kayaknya tetep akan aku buka untuk referensi di masa mendatang, masa ketika bisa bebas jalan-jalan dan ketemu orang.

    1. KANGEN BANGEEETTT. Aku habis baca bukunya bang Hendra Fu, terus jadi pengen bikin itinerary ala Nugi hehe.

      Sama, Din. Aku pun gak akan kejar tayang lagi hahaha. Minimal banget itu 3 hari hehe.

      Makasih udah mampiiirrr

  6. Wah, seru banget sih. Ternyata Manila mirip Jakarta ya? Di antara semua tempat ini yang ada di bucket list ku ya Thailand. Tapi aku takut naik pesawat. Gimana dong, hahaha 😀

    1. Waduh. Ayo kalahkan ketakutannya. Aku juga takut miskin tapi tetap berani melangkah kak 😁

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Khairunnisa Siregar's

Learn from yesterday, live for today, and hope for tomorrow

Jilbab Backpacker

Travel - Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. Kuy, der!

Seuramoe Liza

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

witing lungo jalaran soko kulino

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Jalan-Jalan Terus!

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

%d blogger menyukai ini: