Dapat tawaran kerja di Jepang adalah pencapaian besar. Tapi banyak pekerja Indonesia yang baru sadar setelah tanda tangan kontrak kerja: nyari apartemen di Jepang ternyata lebih ribet daripada nyari kerjanya sendiri.
Pemilik apartemen di Jepang punya banyak syarat ketat untuk penyewa, terutama untuk warga negara asing. Mulai dari dokumen yang harus lengkap, jaminan finansial dari pihak ketiga, sampai biaya awal yang totalnya bisa setara 5-6 bulan sewa. Berikut hal-hal yang harus kalian siapkan sebelum berangkat.
Kenapa Sewa Apartemen di Jepang Beda
Berbeda dengan Indonesia yang biasanya cukup deposit 1-2 bulan, sistem sewa apartemen di Jepang melibatkan beberapa komponen biaya: reikin (uang hadiah ke pemilik), shikikin (deposit), biaya agen properti, dan biaya jaminan dari perusahaan guarantor. Total biaya awal ini biasanya setara 4-6 bulan sewa, dibayarkan sekaligus saat tanda tangan kontrak.
Untuk apartemen kecil ¥80.000 per bulan di Tokyo, biaya awal bisa tembus ¥400.000 sampai ¥500.000 atau sekitar Rp 42-53 juta. Belum termasuk furniture, AC, dan peralatan rumah tangga lainnya, karena apartemen di Jepang biasanya kosong total.
Dokumen yang Wajib Disiapkan WNA
Penyewa WNA umumnya perlu menyiapkan dokumen berikut:
- Paspor dan visa kerja yang masih berlaku
- Residence card (zairyu card) setelah tiba di Jepang
- Surat keterangan kerja dari perusahaan yang mempekerjakan kalian
- Bukti slip gaji atau kontrak kerja dengan rincian penghasilan
- Rekening bank Jepang untuk pembayaran sewa bulanan
Beberapa landlord bahkan minta hanko (segel pribadi) atau surat sponsor dari atasan langsung. Untuk pekerja yang baru tiba dan belum punya rekening bank atau residence card, panduan lengkap cara sewa apartemen di Jepang untuk WNA menjelaskan workaround dan opsi housing alternatif yang lebih ringan persyaratannya.
Komponen Biaya yang Sering Bikin Kaget
Reikin (礼金). Uang hadiah ke pemilik, 1-2 bulan sewa, tidak dikembalikan saat kalian pindah keluar.
Shikikin (敷金). Deposit 1-2 bulan sewa. Saat pindah keluar, biaya pembersihan dan perbaikan kecil dipotong dari shikikin sebelum sisanya dikembalikan.
Biaya agen properti. 1 bulan sewa + 10 persen pajak konsumsi. Hampir tidak bisa dinegosiasikan kecuali kalian cari apartemen langsung ke pemilik.
Guarantee company fee. 50-100 persen sewa bulanan untuk biaya awal, plus annual renewal fee ¥10.000 setiap tahun. Wajib untuk hampir semua WNA yang sewa apartemen konvensional.
Lock change fee. ¥15.000-25.000 untuk ganti kunci sebelum kalian masuk.
Asuransi kebakaran. ¥15.000-20.000 untuk dua tahun.
Sistem Guarantor: Hambatan Terbesar untuk WNA
Hampir semua landlord di Jepang minta penjamin (連帯保証人). Idealnya orang Jepang yang stabil finansial, mau ikut tanggung jawab kalau penyewa telat bayar. Pekerja Indonesia yang baru tiba di Jepang biasanya tidak punya kenalan seperti ini.
Solusinya pakai guarantee company. Mereka jadi penjamin profesional dengan fee 50-100 persen sewa bulanan. Tanpa solusi ini, hampir mustahil sewa apartemen konvensional di Tokyo sebagai WNA yang baru tiba.
Tips untuk Pekerja Indonesia yang Baru Berangkat
- Pilih hunian sementara dulu untuk bulan pertama. Pertimbangkan serviced apartment atau monthly mansion yang tidak butuh reikin dan guarantor. Kalian bisa hunting apartemen jangka panjang sambil sudah settle di Jepang dan paham kondisi commute ke kantor.
- Share house adalah opsi paling realistis untuk pemula. Operator seperti Cove, Oakhouse, Borderless House, dan Sakura House menerima WNA tanpa guarantor dengan deposit minim (biasanya cuma 1 bulan sewa). Cocok untuk pekerja muda yang belum mau commit kontrak 2 tahun.
- Hindari area pusat di awal. Tokyo punya jaringan kereta yang luas. Tinggal 30-40 menit dari kantor seringkali setengah dari biaya sewa di area pusat. Pertimbangkan Saitama, Chiba, atau pinggiran Tokyo seperti Kita-ku atau Itabashi.
- Siapkan budget pindahan minimal Rp 30-40 juta. Bahkan kalau kalian pilih share house yang murah, masih ada biaya tiket pesawat, deposit awal, dan kebutuhan settle-in seperti futon, perlengkapan dapur, dan smartphone plan.
- Mulai cari housing sebelum berangkat. Beberapa operator serviced apartment dan share house menerima aplikasi online dari Indonesia, termasuk pembayaran via Flywire atau credit card sehingga tidak butuh rekening bank Jepang dulu.
Catatan Penutup
Sewa apartemen di Jepang memang ribet, tapi bukan hal yang tidak bisa diatasi. Yang penting siapkan dokumen lengkap, pahami struktur biayanya, dan jangan langsung commit kontrak 2 tahun di apartemen konvensional sebelum kalian benar-benar tahu kondisi kerja dan lokasi yang cocok.
Banyak pekerja Indonesia yang awalnya stress soal housing, tapi pelan-pelan paham sistemnya dalam 1-2 bulan pertama. Kuncinya: jangan rush keputusan housing sebelum mendarat di Jepang.













