Rekomendasi 5 Penginapan Murah di Kuala Lumpur, Malaysia

Kalau ditanya soal lokasi hotel atau hostel yang bagus di Kuala Lumpur, Malaysia, gue akan menjawab KL Sentral dan Petaling Street (Chinatown). KL Sentral memiliki akses untuk LRT, monorel, kereta bandara, KTM Komuter, dan bus GOKL Red Line. Lokasinya berada di kawasan Little India yang banyak makanan murah nan halal mengenyangkan. Kalau Chinatown, enaknya bisa jalan kaki buat belanja dan kulineran di Pasar Seni, MyDin, dan Petaling Street. Dilalui oleh LRT Kelana Jaya Line, LRT Ampang Line, KTM Komuter, dan bus GOKL Purple Line.

Terhitung sampai Maret 2017, gue udah 7 kali menjejakkan kaki di Kuala Lumpur, Malaysia, termasuk 2 kali transit dalam perjalanan menuju Bangkok. Jadi, gue punya lima kali pengalaman bermalam di Kuala Lumpur. Andai trip ke Melaka dan Brunei nggak dibatalin, maka gue akan sudah 9 kali ke Kuala Lumpur. Kelima penginapan ini nggak semuanya highly recommended, tapi setidaknya menjawab pertanyaan temen-temen yang sedang mencari akomodasi di kota menara kembar itu. Okay, here we go!

 

Serenity Hostels, Bukit Bintang

Daftar ini gue buat berurut sesuai waktu, bukan most recommended. Serenity Hostel ini menjadi penginapan pertama gue di Kuala Lumpur dalam rangkaian perjalanan #SUPERTRIP pada Juni 2014 bersama dengan Singapura dan Penang, gue pesan melalui Booking.com. Ini adalah salah satu penginapan murah yang gue rekomendasikan! Kenapa?

Cafe tampak depan

Location — 20 Jalan Changkat

Access — Monorail Line, Bukit Bintang Station, walk 10 minutes

Breakfast — yes, coffee / tea and bread

Rate — Around IDR 80,000 per night per person for dormitory room

Review

Terletak di Bukit Bintang, hostel ini memiliki akses yang nyaman untuk berbelanja, kehidupan malam, dan kulineran. Kalau mau cari makan, tinggal ngesot ke Jalan Alor atau Jalan Changkat. Memang agak jauh jalan kaki dari stasiun monorel, tapi hostelnya nyaman. Kawasan Bukit Bintang ini dilalui oleh 3 jalur bus GOKL.

Have your breakfast here

Front desk

Ruang bersama, kamar mandi, pantry, dan kamar-kamar dorm-nya rapi, bersih, tenang, dan nyaman. Lokernya gratis, tapi harus beli kunci. Ruang bersama dilengkapi dengan sofa, TV, buku-buku travel, free computer, dan sudut membaca yang menghadap ke arah luar. Sambil baca, bisa sambil bersantai menikmati pemandangan Bukit Bintang dari lantai 2. Jadi meski murah, hostel ini nyaman dan asyik banget!

Waktu itu gue dateng bareng travel-mate gue yang berbeda jenis kelamin dan berbeda keyakinan. Sang pemilik hostel, bapak-bapak India berkumis dengan mata yang besar, agak heran dengan kombinasi ini. Dia bilang, “You’re muslim and he’s a Christian?”

“Yes, so?” jawab temen gue, agak bingung dengan pertanyaan ini.

Si bapak bilang lagi, “You can teach him to learn Islam.”

Then my friend answered, “We’re just friends!”

A 3-star-hotel bathroom

Lounge with TV, PC’s, and books

Pengalaman yang kocak sih, hahaha. Agak SARA memang, tapi gue nggak terlalu mikirin. Yang penting dia ramah dan hostel-nya nyaman. Itu cukup. Gue nggak ribet.

Petunjuk — Keluar stasiun Bukit Bintang, susuri Jalan Bukit Bintang lalu berbelok ke kanan. Kamu akan menemui Jalan Alor di sebelah kiri, terus berjalan, hostel akan ada di sebelah kanan, lantai 1-nya digunakan bersama sebuah café.

Baca ulasannya di: Review Serenity Hostels Kuala Lumpur

 

SevenNite Inn, Chinatown

Setelah hampir 2 tahun tak bersua dengan Menara Kembar Petronas, akhirnya gue kembali bermalam di Kuala Lumpur pada Februari 2016 dalam rangka menemani kawan baik memeriksakan diri di Institut Jantung Negara. SevenNite Inn adalah salah satu hostel yang sangat gue rekomendasikan! Saking senangnya sama hostel ini, gue sampai menginap lagi di sini dalam rangka open trip pada bulan Mei di tahun yang sama.

Location — 48 Sultan Street

Access — LRT Kelana Jaya, Pasar Seni station, walk 5-7 minutes; or KTM Komuter (any lines), Kuala Lumpur station, walk 15 minutes

Breakfast — yes, coffee / tea, bread, and apples

Rate — Less than IDR 200,000 per night per person for a double room

Review

Nggak sampai Rp 200.000,00 dan udah dapet kamar sendiri berkapasitas 2 orang, menurut gue ini salah satu the best deal in Kuala Lumpur. Fasilitas kamarnya sendiri memang minim, tapi sudah menjawab kebutuhan akan tidur yang nyaman, aman, tanpa terganggu orang tak dikenal. Hanya kasur double bed dan penyejuk udara, tanpa meja, kursi, atau fasilitas standar hotel lainnya. Kamar mandinya ada di luar, tapi cukup luas dan air panasnya berfungsi baik.

SevenNite Inn, Chinatown, Kuala Lumpur (all pics are from Booking.com)

Sarapan di SevenNite Inn

Yang unik itu sarapannya. Ada seorang waitress yang bertugas menyajikan satu set sarapan berupa roti, apel, dan selai kepada tamu hostel. Nggak disangka, ibu itu rupanya orang Indonesia. Kami pun sempat berbincang-bincang sejenak, sekadar berbasa-basi tentang asal, udah berapa lama di KL, dsb. Orangnya ramah kok, kalau kebetulan nginep di sini, ajak ngobrol aja 😀

Petunjuk — Keluar stasiun Pasar Seni, jalan kaki menyusuri Sultan Street. Melalui persimpangan Petaling Street, jalan dikit lagi, lalu belok kiri. Kamu akan menemukan hostel-nya di sebelah kiri.

 Baca Juga: Memahami Sistem Transportasi Publik di Kuala Lumpur

 

Royal Palm Lodge, Bukit Bintang

Pada malam kedua dalam kunjungan ke Kuala Lumpur pada Februari 2016, kami beralih ke Royal Palm Lodge yang ada di kawasan Bukit Bintang. Dari segi lokasi, hostel ini lebih dekat dengan stasiun monorel. Tapi dari segi fasilitas dan pelayanan, sorry, I don’t recommend this hostel. Kalau nggak salah, hostel ini (dan SevenNite Inn) kami pesan melalui Traveloka.

Location — 85M – 87M Jalan Bukit Bintang

Access — Monorail Line, Bukit Bintang Station, walk 5 minutes

Breakfast — no

Rate — Less than IDR 150,000 for a double room

Review

Saat kami tiba di sana, resepsionisnya sedikit kebingungan mencarikan kamar buat kami. Kami berdiri agak lama di depan meja resepsionis sebelum akhirnya mendapat kepastian kamar. Kami memesan sebuah kamar double room, namun akhirnya mendapat sebuah kamar triple room. Sama seperti SevenNite Inn, kamar di sini juga sangat bersahaja.

Royal Palm Lodge, Bukit Bintang, Kuala Lumpur (all pics are from Booking.com)

Seperti sebagian hostel, kamar mandinya minimalis. Lorongnya agak suram, kamar kami pun tidak mendapat sirkulasi udara dan cahaya alami, tapi memang nyaman dengan AC. Oh, saat pertama masuk, remote AC-nya nggak ada, jadi kami harus menunggu beberapa menit untuk diambilkan.

Tapi hostel ini punya Family Room dan Apartemen dengan Balkon, mungkin bisa tetap menjadi rekomendasi buat yang bepergian dalam kelompok.

Petunjuk — Keluar stasiun Bukit Bintang, jalan kaki menyusuri Jalan Bukit Bintang, hostel akan berada di sebelah kiri.

Baca Juga: Panduan Menggunakan MRT / LRT Untuk Pemula

 

Raizzy’s Guesthouse, Chinatown

Satu lagi hostel murah meriah yang recommended, and once again, lokasinya ada di kawasan Chinatown. Hostel ini gue inapi dalam rangka open trip bersama sekelompok kecil ibu-ibu dari Jogja pada bulan Agustus 2016. Hostelnya aman, nyaman, bersih, rapi, dengan beberapa dekorasi yang agak wah untuk sebuah hostel. Stafnya cukup professional, tapi tak cakap Melayu.

Location — 165G Jalan Tun H.S. Lee

Access — LRT Kelana Jaya, Pasar Seni station, walk 5 minutes; or KTM Komuter (any lines), Kuala Lumpur station, walk 10 minutes

Breakfast — yes, coffee / tea and bread

Rate — Around IDR 80,000 per night per person for dormitory room

Review

Kenapa gue bilang aman? Karena pintu masuk hostel ini dibekali dengan kode khusus pada pintu masuknya. Kalau nggak tahu kodenya, hanya bisa dibuka bila orang yang berada di dalam menekan tombol buka (atau kebetulan ada tamu lain yang mau masuk, hehe). Di Booking.com, skornya 7.9 lho! Bukti bahwa memang Raizzy’s Guesthouse ini adalah salah satu hostel pilihan di KL.

Raizzy’s Guesthouse, Chinatown, Kuala Lumpur (all pics are from Booking.com)

Ruang bersamanya luas dan asyik banget dengan kursi-kursi empuk di beberapa sudut dan free computer. Gue kok nggak terlalu inget ya dengan pengalaman di hostel ini, mungkin karena terlalu sebentar di sini.

Petunjuk — Keluar stasiun Pasar Seni, susuri Jalan Sultan sebentar, lalu berbelok ke kiri masuk ke Jalan Tun H.S. Lee. Hostel ada di sebelah kiri.

Baca Juga: 6 Tempat di Kuala Lumpur yang Kamu Mungkin Belum Tahu

 

Tune Hotel Downtown, Medan Tuanku

Akomodasi yang kali ini memang yang paling berbeda. Bukan hostel, tapi sebuah hotel. Selain itu, hotel ini gue inapi dalam perjalanan ke Kuala Lumpur yang disponsori oleh PT Coca Cola Indonesia pada bulan Februari 2017. Seperti jaringan Tune Hotel di Indonesia, Tune Hotel di Kuala Lumpur juga mengusung konsep budget hotel. Mengesampingkan nama “Downtown”-nya, hotel ini sebetulnya agak jauh dari pusat kota. Lalu apa kelebihannya?

Tune Hotel Downtown, Kuala Lumpur

Tune Hotel Downtown, Kuala Lumpur

Location — 316 Jalan Tuanku Abdul Rahman

Access — Monorail Line, Medan Tuanku Station, walk 5-7 minutes

Breakfast — yes, coffee / tea and sandwich or Nasi Lemak

Rate — Around IDR 230,000 for a single room with breakfast

Review

Kamar double bed yang gue inapi dilengkapi dengan AC, cermin, dan jendela yang menghadap ke… dinding kamar lain, haha. Kamar mandinya memiliki hair-dryer dan built-in shower yang tertanam di langit-langit. Semburan airnya pas dan derajat panasnya mudah diatur. Yang paling gue suka adalah lobi, ruang bersama, dan ruang baca di lantai 1 yang luas, nyaman, dengan set sofa dan meja dalam kelompok-kelompok kecil. Sofa merah dengan latar bertuliskan “Downtown KL” menjadi obyek ikonik yang bikin foto jadi instagrammable!

Tune Hotel Downtown, Kuala Lumpur

Tune Hotel Downtown, Kuala Lumpur

Tune Hotel Downtown, Kuala Lumpur

Tune Hotel Downtown, Kuala Lumpur

Hotel ini memiliki ruang makan yang dirancang seperti in-site café dengan waiter dan waitress yang melayani dari balik meja bar panjang, menu yang ditulis pada papan hitam panjang, menempel pada sebuah dinding berlapis tile putih.

Sayangnya, karena dibalut dengan warna abu-abu dan aksen merah, lorong-lorongnya tampak seperti lorong evakuasi, don’t you think?

Tune Hotel Downtown, Kuala Lumpur

Tune Hotel Downtown, Kuala Lumpur

Petunjuk — Keluar dari kereta monorel, jangan buru-buru turun, tapi masuk ke pedestrian skywalk. Jalur pejalan kaki yang melayang ini akan mengarahkan langkahmu menuju hotel yang ada di sebelah kanan.

Baca Juga: Kuala Lumpur Walking Tour

 

Kesimpulannya, dari kelima hostel dan hotel di atas, SevenNite Inn dan Raizzy’s Guesthouse di kawasan Chinatown adalah rekomendasi terbaik untuk penginapan dengan biaya rendah. Murah, nyaman, rapi, bersih, dilengkapi sarapan, dekat dengan obyek wisata, dekat dengan tempat makan dan belanja, dan akses yang baik dengan LRT Kelana Jaya, KTM Komuter, dan bus GOKL Purple Line. Bisa jalan kaki ke Stasiun Plaza Rakyat (LRT Ampang Line) juga lho. Kalau kamu, pilih mana? Boleh ditambahkan di kolom komentar ya kalau punya hostel atau hotel recommended lainnya di Kuala Lumpur, Malaysia. Happy learning by traveling…

Iklan

33 thoughts on “Rekomendasi 5 Penginapan Murah di Kuala Lumpur, Malaysia

  1. hahahaha si bapak aneh2 aja ya 😀
    aku selama ini seringnya nginep di downtown KL, abis entah ya menurut aku hostel2 di KL itu kurang lucu dan kurang bersih aja, gak kayak di Singapore hahaha *harga juga beda kali mbaaaaq*

  2. Kalau si bapak niatnya becanda, itu becandaan yang kurang cocok dengan orang yang baru pertama kali ketemu. Aku sih sering becandain temen, “eh kamu mau ikut sholat gak?” tapi ya sama temen yang udah kenal lama dan tahu gaya becandaannya hehehe.

    Aku selama di KL menginapnya gratisan mulu di hotel, jadi untuk budget belom ada pengalaman. Karena saking kerenya ya nginepnya di KLIA2 muahahaha. Gak ding, karena emang selama di KL gak pernah nginep aja pas liburan sendiri/sama keluarga. Kita lebih suka melipir ke Malaka 🙂

  3. Halo Nugie, terima kasih sudah menuliskan artikel ini. Berguna banget buat referensi kalau jalan-jalan ke Kuala Lumpur. Oiya, diantara ke-5 hostel itu yang nyaman buat orang tua yang mana ya? yah minimal yang tidak harus naik-naik tangga 🙂

  4. Wah, nambah referensi penginapan kl mw main ke Malay lg, rekomendasi hotel aku setelah solotravelling itu Hotel Sempurna mas, harga per malam kurang dr 200 rb, di Jalan Imbi

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s