Mengunjungi 8 Tempat Wisata di Penang Dalam Sehari

Malaysia nggak cuma punya Kuala Lumpur yang modern dengan Petronas Twin Tower-nya, atau Resort World Genting dengan kereta gantung dan taman bermainnya. Kalau kamu udah bosen dengan hiruk pikuknya Kuala Lumpur yang nggak terlalu beda dengan Jakarta, coba deh melipir jalan-jalan ke Georgetown, Penang.

Penang adalah sebuah negara bagian yang berada di bagian timur laut Semenanjung Malaysia. Ibukotanya adalah Georgetown, yang merupakan kota terbesar kedua di Malaysia setelah sang ibukota, Kuala Lumpur. Bersama dengan Melaka (Malacca), Georgetown ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site atau Situs Warisan Dunia pada 2008. Nah, dari sini, ketahuan dong ya apa atraksi utama Georgetown. Yes, Georgetown kaya akan bangunan-bangunan lawas penuh sejarah yang berdiri di sudut-sudut kota dengan indah.

Klik di sini buat memesan Half-Day Tour di Penang

Selain cocok untuk wisata historis atau arsitektur, Georgetown juga pas buat kamu yang suka kulineran. Ini karena Penang adalah sebuah negara bagian yang multikultur, tempat budaya melayu, india, dan peranakan tionghoa melebur harmonis.

Nah, sebelum membahas apa aja yang bisa kamu lakukan di Georgetown, gue akan lebih dulu memaparkan secara singkat (semoga begitu) tentang transportasi menuju Penang.


Kuala Lumpur to Penang by Land (Jalur Darat)

Kuala Lumpur to Butterworth

Ada 2 cara untuk menuju Penang dengan jalur darat: bus dan kereta api. Bus menuju Penang bisa dicapai dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS). TBS sendiri dilalui oleh LRT Ampang – Sri Petaling Line, KLIA Transit, dan KTM Komuter. Turunlah di Stasiun Bandar Tasik Selatan, lalu ikuti petunjuk menuju bangunan TBS. Ada banyak jadwal bus menuju Penang dari pagi sampai tengah malam, harganya mulai dari 32.5 MYR dengan lama perjalanan sekitar 5 jam.

Klik di sini untuk memesan bus / kereta api dari KL ke Penang dan sebaliknya

Ada 2 opsi terminal di Penang: Sungei Nibong dan Butterworth. Pilihlah yang ke Butterworth. Sungei Nibong memang terletak di Pulau Pinang, tapi jauh dari pusat kota Georgetown. Butterworth, meskipun berada di daratan utama Malaysia dan dipisahkan selat sempit dengan Pulau Penang, tapi lebih deket menuju pusat kota Georgetown.

View of Georgetown from my ferry

Kereta api menuju Penang dilayani oleh KTM atau Keretapi Tanah Melayu ETS (Electrified Train Service) dari KL Sentral. Loket dan peronnya ada di lantai atas, ikuti aja petunjuk menuju Keretapi Antar Bandar. Harganya lebih mahal, 59 MYR dan 79 MYR untuk dewasa. Ada beberapa jadwal dalam sehari, tapi yang gue rekomendasikan adalah kereta EG 9216 pukul 21:30 yang tiba pukul 01:43 (59 MYR) dan kereta EP 9202 pukul 9:00 yang tiba pukul 13:02 (79 MYR). Lama perjalanan hanya 4 jam.

Dulu ada KTM sleeper train yang melayani rute Kuala Lumpur – Penang. Harganya pun bisa lebih murah dari harga bus. Sayang sekarang kereta lama ini nggak lagi dioperasikan, digantikan ETS. Termasuk dengan kereta ke Johor Bahru atau Singapura.

A ferry heading to Georgetown, Penang

Conclusion:

Take bus from Terminal Bersepadu Selatan (start from 32.5 MYR) or take the ETS train (59 MYR and 79 MYR) from KL Sentral.

Butterworth to Georgetown

Setibanya di Terminal Bus atau Stesen KTM Butterworth, berjalan kakilah mengikuti petunjuk menuju pelabuhan. Udah terintegrasi kok, jadi jalannya nggak jauh-jauh. Dari pelabuhan, naik ferry menuju Jetty (Georgetown). Harganya cuma 1.2 MYR, tapi cuma menerima koin lama. Kalau nggak punya koin lama itu, ada warung yang melayani penukaran koin. Kalau pas gue ke sana tahun 2014 lalu sih, ada petugas pelabuhan yang berbaik hati menerima penukaran uang kami πŸ˜€

Ferry menuju Georgetown beroperasi dari pukul 5:20 – 00:40. Interval kedatangannya berkisar antara 20 – 30 menit sekali. Lama perjalanannya cuma sebentar, sekitar 15 menit, tapi pemandangannya… wah, berkesan! Menjelang tiba di Jetty, kita akan disambut dengan panorama gedung-gedung tinggi Georgetown. Seperti saat sedang naik kapal mendekati Hong Kong atau Singapura, namun dengan versi lebih sederhana. Gue sih lebih suka berdiri di luar daripada duduk di dalam, biar bisa menikmati pemandangan dan momen langka ini dengan segenap hati.

Pelabuhan Jetty di Georgetown juga sudah terintegrasi dengan terminal bus RapidPenang. Tapi cek dulu lokasi hotel atau tempat wisata yang ingin pertama kali kamu tuju. Bisa jadi lokasinya udah deket, jadi bisa jalan kaki. Kalau ternyata kamu memang mau naik bus, bertanyalah kepada petugas atau sopir untuk nomor bus mana yang sebaiknya kamu ambil.

Conclusion:

From Butterworth Bus Terminal / Railway Station, walk to harbor, take the ferry for 1.2 MYR (15 minutes ride), 5:20-00:40.


Kuala Lumpur to Penang by Air

Selain dari Kuala Lumpur, Penang bisa kamu capai via udara dari beberapa kota di Asia Tenggara dan Indonesia. Tiba di Arrival Hall Penang International Airport, naiklah satu lantai, lalu berbelok ke kiri menuju jalan keluar bandara. Di ujung gedung, akan ada konter tiket dan halte bus Rapid Penang. Biasanya, nomor bus yang digunakan menuju pusat kota Georgetown adalah bus 401, 401A, dan 401E. Ongkosnya cuma 2-3 MYR aja dengan lama tempuh satu jam perjalanan, bisa bertambah tergantung kondisi lalu lintas.

Conclusion:

From Penang International Airport, take bus RapidPenang 401 / 401A / 401E to Georgetown

Baca kisah perjalanan ini:Β Sebuah Perjuangan Panjang Menuju Penang


What to See in Penang in One Day

Pinang Peranakan Mansion

Location: 29 Church Street, Georgetown

Operating Hours: 09:30-17:00

Entrance Fee:20 MYR

Pinang Peranakan Mansion

Pinang Peranakan Mansion

Ini adalah tempat wisata pertama yang gue jumpai hari itu. Mahal? Iya sih, gue setuju. Makanya gue juga memuaskan diri dengan berfoto di depan bangunan. Tapi museum ini menyimpan 1,000 barang antik dan peninggalan sejarah peranakan yang dipamerkan di dalam sebuah mansion (rumah mewah) ala Baba Nyonya yang dibangun di penghujung abad 19. Kalau kamu sangat menyukai sejarah, barang antik, atau ingin mendalami wawasan tentang kaum Peranakan Tionghoa elit di Penang, tempat ini nggak boleh kamu lewatkan!

Nin Yong (Kuan Gong) Temple

Location: 36 & 38 King Street (Lebuh King), Georgetown

Operating Hours: –

Entrance Fee: Free

King Street Temple

Kuil bergaya kanton ini memang bukan tempat populer atau tempat besar sih, tapi kuil ini gue temukan dalam perjalanan dari Church Street lalu berbelok ke King Street. Karena sering tertarik dengan tempat ibadah, jadi nggak ada salahnya mampir sebentar. Konon, kuil ini berusia lebih dari satu abad lho.

Wisma Kastam (Malayan Railway Building)

Location: Gat Lebuh China, Weld Quay, Georgetown

Operating Hours: Not a tourist destination

Entrance Fee: –

Dari Lebuh King, gue melanjutkan langkah hingga tiba di Gat Lebuh China. Di jalan yang menempati lahan reklamasi ini, berdiri sebuah gedung tua yang cantik tak tergerus usia. Wisma Kastam, seperti namanya, adalah sebuah kantor pemerintah yang difungsikan untuk Customs Department (Departemen Bea dan Cukai).

Wisma Kastam dulu bernama Malayan Railway Building. Dibangun di awal abad 20, bangunan ini dijuluki β€œthe only station in the world without a railway”. Calon penumpang yang sudah membeli tiket di sini harus melanjutkan perjalanan dengan kapal ferry menuju peron yang terletak di seberang pulau, sebuah tempat yang kala itu bernama Prai.

Jalur kereta api dari Prai lalu diperpanjang sampai Butterworth di akhir dekade 1960-an. Pada tahun 1967, Butterworth Railway Station dibangun. Malayan Railway Building lalu dialihfungsikan menjadi Wisma Kastam (kurang tahu sejak kapan) dan stasiun Butterworth dioperasikan hingga saat ini.

The car free day

Selain tampil anggun dalam balutan warna putih dan desain arsitektur Inggris yang kental, Wisma Kastam menjadi lebih menarik dengan Clock Tower-nya.

Masjid Melayu Lebuh Acheh

Location: Lebuh Acheh, Georgetown

Operating Hours: –

Entrance Fee: –

Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Penang yang didirikan tahun 1801 oleh Tengku Syed Hussain bin Abdul Rahah Al-Aidid, putra Aceh asli yang datang ke tanah Pinang atas undangan Kapten Francis Light. Makamnya pun dapat kita jumpai di kompleks masjid. Masjid ini dibangun dengan memadukan arsitektur Aceh Melayu dan Arab, sedikit berbeda dengan Masjid Kapitan Keling (akan diceritakan kemudian) yang dibangun oleh etnis India.

Masjid Melayu Lebuh Acheh

Selain berfoto dan melihat-lihat, kita juga bisa naik ke atas minaret-nya dan menikmati panorama kota tua Georgetown. Akan ada seorang bapak yang membantu menjelaskan tentang masjid dan menjadi pemandu kecil. Tip dapat diberikan seikhlasnya πŸ™‚

Hock Teik Cheng Sin Temple

Location: 57 Lebuh Armenian, Georgetown

Operating Hours: –

Entrance Fee: –

Di Georgetown itu ada banyak banget kuil dan semuanya mirip-mirip! Saking banyaknya, gue yang mau ke Khoo Kongsi Temple ini justru terjerumus ke Hock Teik Cheng Sin Temple. Kesalahan ini pun baru gue ketahui setelah gue pulang dari Penang. Saat browsing informasi tambahan buat Khoo Kongsi, gue merasa foto yang ada di laman sumber sedikit berbeda dengan foto yang berhasil gue ambil. Setelah gue amat-amati, browsing sana browsing sini, akhirnya baru tahu kalau kuil yang gue datangi itu namanya Hock Teik Cheng Sin Temple.

Hock Teik Cheng Sin Temple, Georgetown, Penang

Kuil ini ada di Lebuh Armenia, dibangun oleh kaum imigran Tiongkok tahun 1845, atau lebih dari 165 tahun lalu.

Khoo Kongsi dan Yap Kongsi Temple sendiri lokasinya nggak jauh kok dari Masjid Melayu Lebuh Acheh dan kuil Hock Teik Cheng Sin ini. Ciri-cirinya, Khoo Kongsi memiliki desain arsitektur yang mewah dan rumit dengan halaman luas. Jangan sampai tertukar kayak gue! πŸ™‚

Queen Victoria Memorial Clock Tower

Location: 57 Lebuh Armenian, Georgetown

Operating Hours: –

Entrance Fee: –

Bangunan ini adalah sebuah monumen ikonik di Georgetown, jadi bisa dikunjungi sepintas lalu untuk sekadar berfoto. Lokasinya ada di tengah bunderan Lebuh Light yang sudah dekat dengan laut, di samping Fort Cornwallis.

Victoria Memorial Clock Tower

Bunderan di samping Padang Kota Lama

Queen Victoria Memorial Clock Tower didirikan tahun 1897 untuk merayakan 60 tahun (Diamond Jubilee) Sang Ratu bertahta. Angka 60 ini direpresentasikan melalui tinggi menara jam (60 kaki) dan 6 undakan kecil yang ada di bagian bawah menara. Queen Victoria Memorial Clock Tower memiliki 4 bagian. Bagian dasarnya berbentuk oktagon atau segi delapan, sementara dua bagian di tengah memiliki bentuk segi empat dengan kehadiran jam di setiap sisinya. Menara ini bermahkotakan sebuah kubah kecil berwarna kuning emas dengan pilar-pilar kecil bergaya Romawi yang menghubungkannya dengan bagian menara yang lain.

Fort Cornwallis

Location: Lebuh Light, Georgetown

Operating Hours: 9:00 – 18:30

Entrance Fee: 2 MYR

Fort Cornwallis berada di samping Queen Victoria Memorial Clock Tower, tepat di sudut antara Lebuh Light dengan Jalan Tun Syed Sheh Barakbah. Panjang yak namanya. Saat gue berkunjung tahun 2014 lalu, tiket masuknya hanya 2 MYR.

Inside the rooms

Benteng ini dibangun tahun 1786 oleh Francis Light, sang penemu Pulau Pinang, untuk menahan serangan dari Kesultanan Kedah dan kolonial Perancis. Patung Francis Light berdiri menyambut setiap pengunjung di bagian depan dalam benteng. Nama Cornwallis sendiri diambil dari nama seorang jenderal dan gubernur kolonial Britania Raya, Charles Cornwallis. Selain barak, sel-sel penjara, dan ruang penyimpanan yang saat ini difungsikan sebagai museum, ada sebuah kapel kecil yang berdiri kesepian di sudut komplek benteng. Konon, itu adalah kapel pertama yang dibangun tahun 1799. Sayang kapelnya kosong dan terbengkalai.

Inside the fort

Selain kapel dan museum kecil yang menceritakan perjalanan Francis Light dan Fort Cornwallis, di dalam komplek benteng juga terdapat meriam-meriam peninggalan sejarah dan sebuah mercusuar yang udah nggak lagi difungsikan. Kalau mau santai-santai di sini, coba deh duduk atau berdiri bersandar di tepi benteng yang menghadap laut lepas, di samping meriam-meriam kuno yang bergeming ditelan zaman.

Padang Kota Lama dan Esplanade

Location: Corner of Lebuh Light and Jalan Padang Kota Lama, Georgetown

Operating Hours: Always

Entrance Fee: Free

Nggak cuma Singapura yang punya Esplanade, Georgetown juga! Ini adalah tempat yang paling gue suka di Georgetown. Padang Kota Lama sendiri sebetulnya adalah sebuah tanah lapang luas seperti alun-alun. Padang ini dikelilingi oleh Fort Cornwallis, trotoar, bangunan-bangunan tua yang manis, pepohonan, dan esplanade. Trotoarnya lebar, bersih, dan rindang, gue bakal betah jalan santai di pagi atau sore hari di sini.

Local teenagers playing basketball

Large and clean pedestrian

Park at Padang Kota Lama

Gate of Taman Kota Lama

Di sisi yang berseberangan dengan Fort Cornwallis, berdiri City Hall dan Town Hall yang masing-masing tampil dalam warna yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama memikat mata untuk terpana.

Esplanade adalah sebuah area pedestrian di samping Padang Kota Lama yang menghadap langsung ke laut lepas. Enak buat duduk-duduk santai, menikmati hembusan angin, menyaksikan kapal yang hilir mudik, menatap laut dan langit yang bersatu dalam biru, dan mengabadikan momen sang surya kembali ke peraduan. Kalau malem, ada foodcourt yang menambah suasana esplanade dan Padang Kota Lama makin asyik buat nongkrong!

City Hall

Town Hall

Hong Leong Bank old building

Old and new

Usai menikmati sunset di Padang Kota Lama, kita bisa kembali ke penginapan sejenak untuk mandi dan beristirahat.

Nah, itulah tempat-tempat di Georgetown, Penang, yang dapat dijelajahi dalam sehari berdasarkan dengan pengalaman yang gue lakukan di sana. Oh tentu, satu hari dan satu malam nggak cukup banget buat menikmati Penang yang tempat-tempat wisatanya lebih menarik dan banyak daripada Kuala Lumpur. Buat kamu yang punya waktu lebih banyak di Penang, tunggu tulisan gue berikutnya!

Iklan

55 komentar

  1. Hendi Setiyanto · · Balas

    pantaslah, georgetown didaulat menjadi kota warisan dunia oleh UNESCO, bangunannya penuh sejarah dan terawat

    1. Iya terawat banget. Pengen deh kota-kota Indonesia, kayak Lasem, juga bisa kayak gitu

      1. Hendi Setiyanto · ·

        Lasem, ya itu cocok banget…

  2. bangunannya gaya eropa banget ya, kak?

    1. Iya, bro. Bangunan bekas jajahan Inggrisnya dijaga dengan baik.

  3. Hoaah Penang ini bener bener surga ya buat penikmat heritage 😍😍

    1. Beneeerrr. Bangunan-bangunan tuanya terawat banget!

  4. Beuhh.. sehari 8 tempat??
    saya mah nyerah dehh..
    *lempar handuk putih*
    Tapi penang memang enak buat traveling santai sihh..

    1. Haha. Itu tempatnya deket-deket kok, jalan santai juga bisa 😁

  5. Wahhh masih jalan-jalan aja nih di Malaysia … heeeee
    apa gak capek tuh dalam sehari 8 tempat ???

    1. Ini sebenernya perjalanan lama yang dikemas ulang kok, tahun 2014 πŸ™‚
      Tempatnya deket-deket, mas. Dan gak semuanya perlu observasi lama hehe

  6. ‘perayu tiket’ itu maksudnya calo ya?

  7. Hahaha pengen ketawa sama ‘ulat tiket’ dan ‘perayu tiket’. Btw mas, makasih infonya, bisa dicoba nanti waktu ke penang πŸ™‚

    1. Lucu ya bahasa mereka. Sama-sama, senang dapat membantu πŸ˜€

  8. WarnaCodex · · Balas

    georgetown seperti jadi cagar budaya ya

    1. Iya kurang lebih seperti itu, Situs Warisan Dunia oleh UNESCO

      1. WarnaCodex · ·

        asik mas bisa real jalan-jalan πŸ™‚
        saya tahunya cuman di layar kaca πŸ™‚

      2. Ayo wujudkan! πŸ˜€

  9. mantap bener, ini bener bener sebuah kebahagiaan ya buat penikmat heritage

    1. Beneeerrr, surga heritage!

  10. Saya waktu itu sehari semalam cukup buat mengunjungi hampir semua tempat wisata dari Pantai Batu Ferringhi sampai ke Kek Lok Si.. nyewa mobil soalnya buat muter2.. hehehe…

    1. Emang bisa sih kalo cuma ke tempat-tempat populer, Penang kecil wkwk. Apalagi sewa mobil. Berapaan tuh, mas?

      1. Lupa ringgitnya, kalo ga salah sih sekitar 500rb rupiah per 24 jam, tapi harus pake kartu kredit..

  11. Ada 1 tempat di Penang yg kalau lagi panas-panasnya, aku sering kabur ke situ. Adikku & temen2 seperjalanan suka kalo diajak ke situ karena rada eksotis walaupun nyeleneh.

    Tempat yang dimaksud adalah : Penang Protestang Cemetery… deretan batu nisannya keren loh, nug

    1. Whoaaa suka ke makam juga kayak kak Olive nih. Boleh dcoba nih kalo nanti ke Penang lagi πŸ˜€

      1. Di belakang Protestant Cemetery ada Catholic Cemetery sebenernya, tapi terhalang tembok yg digembok

  12. kayaknya memang banyak tempat ibadahnya ya .. aku baru sekali ke Penang waktu itu berobat aja jadi belum bisa keliling semuanya.

    1. Banyak tempat ibadah dan tempat bersejarah. Surganya pecinta heritage deh!

  13. Destiny · · Balas

    Suka banget bacanya, krn di selipin foto2 yg cihuuyyy, jd gak sabar ke Penang minggu depan

    1. Makasih udah mampir ya, have fun di Penang!

  14. Salam kenal dari Malaysia!

    Terima kasih berkongsi pengalaman kamu di Pulau Pinang. I am planning to go to Pulau Pinang this weekend tapi ga jmpa info yg saya mau kan sehingga terjmpa entri kamu. It really is helpful for me as a first timer. Bisa aja kan jika pusing2 dalam sehari di Pulau Pinang & kembali ke KL di waktu malam?

    1. Halo, thank you for stopping by. For a day tour, i think you better stay around the oldtown. Like Padang Kota Lama, chinatown, little india, and the surroundings.

      1. yosef adityo · ·

        waktu keliling penang, naik apa? transportasi umum atau sewa mobil atau grab?

      2. Naik bus umum mas, RapidPenang. Sama jalan kaki hehe

  15. Aku gak mau cuma ngasi harapan semu makanya aku komen deh.hhhahahaa

    Aku berlibur ke Penang pada November lalu, aku tuh paling suka bisa jalan santai di Penang mencari lokasi mural yang terselip-selip di dalam lorong.heeheh

    1. Aku paling suka mencari lokasi kuliner yang terselip-selip di dalam lorong #eeehhh

  16. wahhh kalau nginepnya di Chinatown trs Penang dimasukan ke itinerary bs ga ya? *pikniknya semacam piknik santai yg g diburu-buru waktu
    terimakasih

    1. Chinatown mana maksudnya, mas?

  17. Wahyu Blahe · · Balas

    Jalan-jalannya sehari, informasinya bermanfaat sepanjang hari. King Street Temple nya kayak Tjong A Fie Medan πŸ™‚

    1. Betul sekali. Jadi jangan minder kalo cuma jalan2 singkat, hahaha.

  18. ulasan yang bagus,,,,terima kasih telah berbagi buat nambah wawasan…..sukses slalu

    1. Trimakasih sudah mampir πŸ™‚

  19. Mau ty, klo dr KL ke penang naik ETS yg jam 9 mlm, sampai butterworth bisa jam 2 pagi ya… Lalu naik apa ke jetty nya? Apa ada ferry jam 2 mlm? Mohon infonya, tks

    1. Setau saya ferry-nya itu 24 jam, cuma frekwensinya aja yang berkurang. Coba dicek lagi jadwalnya, siapa tau ada kereta yang lebih malam dan tiba di jam yang sesuai πŸ™‚

  20. […] gue jadikan patokan adalah Masjid Kapitan Keling. Karena saat gue cek dengan Google Maps (sebelum melakukan traveling), lokasi hostel kami ini […]

  21. nitaku110796 · · Balas

    bisa gak nug, kasih gambaran/info untuk jalan2 dihari keduanya? setelah hari pertama pergi ke 8 tempat yg sudah dijelaskan dengan sangat menarik. ditunggu infonya yaa… trims.

    1. Hari keduanya bisa ke Bukit Bendera sama Kek Lok Si Temple, coba browse di blog ini, deh.

  22. duhh senang banget dapat tulisan ini….secara bisa jadi referensi aku melalak ke penang nanti… makasih kakak

    1. Sama-sama, kak. Silakan klik Penang di sidebar kanan untuk tulisan soal Penang lainnya, ya.

  23. Hai saya berencana naik bus dari KL ke Penang dengan membawa 1 koper ukuran besar? apakah memungkinkan? terlebih setelahnya harus nyambung naik feri? mohon advicenya.

    1. Besarnya seberapa ya, pak/bu? Berapa inch?

  24. kak teguh….kalo dari terminal sungai nibong menuju goergotown , berarti naik bus lagi ya ?kira kira berapa lama ya perjalanannya ?

    1. Iya betul naik bus lagi. Aku belum pernah via Sungai Nibong sih, selalu dari Butterworth.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jilbab Backpacker

Travel-Architecture-Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Andromeda Noholo

Yang terjadi di Andromeda

fainun.com

Family Blogger Indonesia

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Casa Fasa

Travel & Life

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap perjalanan punya cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. KUY, DER!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

tempat berjalan dan bercerita

Hi, Tom!

A Journey Story by Iwan Tantomi

Koh Huang

Jalan-jalan Tak Sekedar Foto

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki kemana angin mengarahkan

The Spiffy Traveller

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

virustraveling.com

Pack your dream and GO!!

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Travel Blog Evi Indrawanto

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places β€œfurther beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Sharon Loh

Food dan Travel Blogger Indonesia

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

%d blogger menyukai ini: