7 Alasan Kenapa Travel Blogger / Vlogger Butuh Action Camera

Traveling rupanya sudah bukan lagi monopoli kalangan atas yang melenggang dengan setelan rapi, berkacamata hitam, dan menggeret koper bermerek. Bandara-bandara di penjuru dunia kini dipenuhi dengan para pejalan yang memanggul backpack di punggung, berpakaian sederhana, duduk beralaskan lantai di ruang tunggu bandara yang dingin. Traveling kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat umum yang juga nggak lepas dari tren gaya hidup lainnya: media sosial.

Traveling dan media sosial berjalan beriringan. Momen perjalanan ditangkap, dibekukan, dan disebarluaskan ke seisi negeri. Wisatawan tak malu-malu lagi mengeluarkan telepon pintarnya dari dalam saku, beradu dengan jepretan kamera DSLR atau Mirrorless. Bentuk yang praktis, bobot yang ringan, dan kualitas yang nggak malu-maluin membuat smartphone kini menjadi alternatif sebagian traveler sebagai alat dokumentasi. Selain itu, foto-foto dari smartphone dapat langsung diunggah ke setiap media sosial yang dimiliki, di-edit, ditambah efek visual atau filter sesuka hati.

Gue pun begitu. Sejak memiliki smartphone dengan kamera mumpuni, gue jadi malas mengeluarkan kamera dari peraduannya. Hanya di saat-saat tertentu aja — saat dalam pencahayaan minim, saat membutuhkan teknik fotografi khusus — gue mengeluarkan Canon EOS 1000D itu.

Namun, meski ringan dan praktis, gue merasa masih ada satu kondisi yang belum mampu didukung oleh smartphone: perekaman video di dalam perjalanan. Betul, hasil rekaman video smartphone nggak kalah dengan rekaman menggunakan kamera atau handycam. Udah cukup kalau cuma buat di-upload di Instagram atau Facebook. Untuk melengkapi fasilitas dokumentasi video di dalam perjalanan, dibutuhkan sebuah action camera mumpuni. Kenapa?

 

Kecil dan Ringan

Dimensi panjang dan lebar sebuah action camera lebih kecil daripada smartphone. Mudah dimasukkan ke dalam hand-carry bag atau saku samping backpack. Bobotnya yang ringan membuatnya tidak menambah beban hidup selama perjalanan. Bahkan, sebuah action camera masih dapat digenggam dengan cukup mantap dengan satu tangan.

 

Mudah Digunakan

Nggak kayak kamera DSLR atau Mirrorless, action camera nggak butuh terlalu banyak pengaturan. Ini karena memang action camera tidak mendukung banyak teknik fotografi. Cukup keluarkan dari tas, bidik dengan tepat, dan tekan tombol shutter! Hasilnya ciamik, bahkan memiliki taste dan nilai seni tersendiri berkat efek fish eye-nya.

 

Mudah Dibagikan

Sebuah action camera biasanya dilengkapi dengan teknologi Bluetooth. Nah, mau dipindah ke smartphone jadi gampang banget! Nggak perlu ribet kayak kamera DSLR yang harus keluarin SD Card, colokkin ke komputer, copy ke komputer, colokkin kabel USB ke smartphone, baru copy foto dan video ke smartphone.

Oh, maap, kamera gue emang jebot. Iya iya, kamera jaman sekarang udah pada punya Bluetooth.

 

Praktis Untuk Video Perjalanan

“Perjalanan” di sini adalah perjalanan dalam arti di mana kita benar-benar sedang dalam pergerakan dari satu titik ke titik lainnya, entah itu jalan kaki, naik bus, atau naik kereta. Dalam posisi diam, perekaman video memang bisa dilakukan dengan smartphone. Tapi kalau posisinya berdiri atau sambil berjalan, buat gue ini agak repot karena harus menggunakan kedua tangan. Bisa sih pakai satu tangan, tapi ada resiko goyang atau bahkan jatuh. Noooooo!!!

Gue ini suka naik kereta, entah itu MRT, LRT, monorel, komuter, kereta antar kota, sampai kereta cepat (doakan yang terakhir ini segera kesampaian tahun ini). Belakangan, gue hobi nonton video dokumentasi kereta di Youtube, diunduh, lalu ditonton berkali-kali dan nggak bosen. Temen gue sampai heran, “Ngapain lo tiap hari nonton video kayak gitu?”

Gue suka mengamati keseharian warga lokal yang hilir mudik di stasiun. Gue suka momen menunggu kereta datang di peron. Gue suka dengan suara deru kereta saat akan berhenti dan saat meninggalkan stasiun. Gue juga suka dengan momen ketika gue harus berbaur bersama warga lokal dalam perjalanan menuju stasiun sambungan, menuju peron, atau menuju pintu keluar. Melalui video-video perjalanan yang gue download itu, gue seperti terhisap masuk ke dalamnya, ikut menikmati momen perjalanan yang diabadikan, mengobati rasa rindu akan sebuah perjalanan.

Maka dari itulah, gue juga berkeinginan untuk menciptakan video perjalanan gue sendiri dengan action camera. Gue membayangkan kamera mungil ini akan gue ikatkan di dahi, atau gue kalungkan, atau gue pegang dengan bantuan monopod sehingga gue dapat merekam sebuah perjalanan dengan tetap bergerak, tanpa harus kehilangan momen menikmati perjalanan saat itu karena terlalu sibuk memicingkan mata di layar atau viewfinder bila menggunakan kamera biasa.

Perjalanan yang sudah gue rekam akan menjadi manfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Untuk diri, video itu akan menjadi sebuah kapsul waktu untuk dikenang di kemudian hari. Untuk orang lain, video tersebut akan memberikan informasi tentang transportasi yang dapat dengan mudah dipelajari.

 

Anti Air

Action camera dengan merek dan seri tertentu memiliki fitur water resistant, sehingga tangguh dibawa menyelam hingga kedalaman tertentu, biasanya berkisar antara 20-30 meter. Cocok deh buat yang hobi snorkeling. Gue sih belum pernah snorkeling ya, tapi fitur water resistant ini tetap berguna saat harus merekam perjalanan dalam cuaca gerimis, atau nggak sengaja nyemplung ke dalam air. Siapa tahu juga nanti gue ada kesempatan snorkeling, hehehe.

 

Multifungsi!

Sebuah action camera dapat digunakan sebagai dokumentasi foto dan video sekaligus. Saat smartphone tak lagi bernyawa, ketika kamera DSLR kehabisan daya, action camera dapat menjadi jawaban.

 

Murah dan Mudah Didapat

Oke, lupakan seri GoPro action camera dengan harga jutaan. Brica, XiaoMi, dan SJCAM bisa menjadi pilihan dengan mutu yang bisa diadu dan harga yang nggak sampai satu juta Rupiah! Contoh seri yang gue gandrungi adalah BRICA B-Pro 5 yang harganya berkisar Rp 700.000,00 – Rp 800.000,00-an, hehehe. Selain itu, action camera mudah didapat, ada di banyak toko elektronik dan online shop.

BRICA B-Pro 5 Alpha Edtion [source: http://www.brica.co.id]

Gue sendiri lebih memilih online shop. Berbelanja dengan online shop itu praktis, hemat waktu dan biaya, karena cukup dilakukan dengan bekal gawai dan koneksi internet. Berbelanja dengan online shop juga hemat tenaga, nggak perlu berjalan menghampiri toko demi toko, lantai demi lantai, demi mencari deal harga yang paling oke. Cukup buka beberapa laman online shop sekaligus dan kita bisa membandingkan harganya langsung.

Kita juga gampang untuk melihat koleksi yang dimiliki dan mempelajari spesifikasinya, nggak perlu berkali-kali bilang, “Mas, boleh tolong ambilkan yang itu? Ini spesifikasinya gimana? Harganya berapa? Bla blab la.” Mutaib lelah, kak.

Ilustrasi Online Shopping [source: pexels]

Gue juga nggak takut dengan penipuan atau kerusakan dengan berbelanja online shop. Pertama, kita bisa mempelajari dulu spesifikasi kamera yang bersangkutan. Kalau belum yakin, dan masih kuat baca, bisa buka ulasan-ulasan pengguna lain sebelumnya. Kedua, pilih online shop yang sudah tepercaya. Nama-nama besar seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, atau Elevenia bisa menjadi pilihan yang meyakinkan. Sebagai pembeli sekaligus pengelola online shop, gue bisa yakinkan bahwa mereka memiliki sistem yang tidak akan memberikan komisi kepada toko bila barang belum dikonfirmasi oleh konsumen. Ketiga, bila terjadi kerusakan saat diterima, kita bisa melakukan pengaduan kepada toko pengirim.

 

Nah, kalau bingung mau belanja di online shop mana, gue sarankan buka ShopBack aja. Ibarat mall, ShopBack ini menyatukan berbagai toko online di bawah atapnya. Situs belanja daring terkemuka seperti yang udah gue sebutkan di atas bisa kita akses dari satu laman ini, ShopBack. Setelah klik, ShopBack akan mengarahkan kita ke laman toko yang kita pilih, lalu selanjutnya kita dapat berbelanja di toko tersebut seperti biasa. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak video berikut ini:

https://youtu.be/6TsrapgA2vs

Kamu bertanya-tanya nggak kenapa namanya ShopBack?

Nggak sih, Gie. Biasa aja.

Oke sip. *tutup tulisan* *matiin laptop* *ngambek*

Yes, ShopBack akan memberikan cashback untuk setiap transaksi yang kamu lakukan melalui ShopBack. Dengan sistem cookies, dia mampu melacak setiap transaksi yang udah kita lakukan, dan cashback akan diberikan dalam waktu beberapa hari (tergantung tokonya) sampai 30% lho!

Homepage ShopBack Indonesia

Lalu, kita tetap bisa menggunakan kode promo yang ada di toko yang bersangkutan. Coba dihitung. Kita dapet harga murah di toko, lalu masih bisa dapat potongan harga dengan kode kupon toko dan kupon ShopBack, eh masih dapet cashback pula. Makin murah, ‘kan?! Sekilas memang kecil, tapi kalau ditabung terus menerus, wah… total cashback dalam setahun bisa jadi akan cukup buat beli gadget baru!

Untuk memudahkan konsumen, ShopBack hadir dalam Android PlayStore dan Apple App Store. Ada promo-promo khusus yang cuma ada di aplikasi nih. Menarik, ‘kan? Langsung aja daftar jadi member ShopBack makanya melalui referral link gue ini: [ https://www.shopback.co.id/?raf=KfQSln ]. Tunggu pop-up muncul lalu lakukan pendaftaran. Kamu bisa mendapat cashback langsung hingga Rp 45.000,00 dari ShopBack!

 

Kembali ke masalah action camera. Untuk urusan gawai dan perangkat elektronik lainnya, Blibli.com menyediakan banyak pilihan dengan merek dan harga bervariasi nih. Tapi nggak ada salahnya juga nih kita browsing lagi di toko-toko lainnya, seperti JD.ID, Tokopedia, Bukalapak, Elevenia, atau Lazada.

Jadi, kamu setuju nggak kalau action camera itu dibutuhkan travel blogger atau vlogger masa kini biar makin eksis dan kreatif?

Iklan

32 thoughts on “7 Alasan Kenapa Travel Blogger / Vlogger Butuh Action Camera

  1. aku pakenya gopro. tapi jarang banget buat foto karena susah. apalagi pas goyang gt.
    lebih sering pake celup2, atau bikin video yang kiranya susah pakai mirrorless. Habis itu kalau butuh jadiin gambar, tinggal skrinsut. hehe.
    tapi aku belum bisa memaksimalkan penggunaannya sih. hehe. pengen gawe vlog tapi ra PD

  2. Kalau jalan sama mbak Evi Indrawanto atau sama mbak Katerina, asyik, difotoin sama mereka bisa langsung ambil fotonya karena mereka bisa transfer ke hape haha. Ya ya ya, artinya kameraku sama jadulnya kayak punya nugie hwhwhw.

    Kamera aksi aku pake yang Yicam, lumayan buat foto ala-ala Omnduut muka gak keliatan malu-malu bak perawan (((PERAWAN)))

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s