Bayangkan sebuah tempat di mana ada jalur kereta MRT yang melintang panjang di atas sebuah sungai besar yang bersih. Jalur kereta itu bersisian dengan jembatan pejalan kaki yang dilengkapi dengan lajur sepeda, taman di kedua ujungnya, dan gedung-gedung tinggi yang menjadi latar manis saat hari mulai terkikis. Ya, itulah Jamsil Railway Bridge, sebuah jembatan sekaligus jalur kereta api yang ada di Seoul, Korea Selatan. Sebagai pecinta kereta api dan wisata urban, destinasi ini adalah salah satu spot idaman.
Seoul terkenal dengan Sungai Han yang membelah kota menjadi dua bagian besar. Puluhan jembatan melintasinya, masing-masing dengan karakter dan fungsi berbeda. Salah satunya adalah Jamsil Railway Bridge (잠실철교), sebuah jembatan kereta api yang bukan hanya vital bagi mobilitas warga, tapi juga menarik perhatian bagi mereka yang ingin merasakan denyut urban Seoul dari sudut berbeda.
Aku tak sengaja mengetahui destinasi ini dari saluran Youtube “Seoul Walker”. Walaupun tak sedramatis Mapo Bridge dan tak sefotogenik Banpo Bridge dengan air mancur warna-warninya, buatku Jamsil Railway Bridge ini justru lebih menarik.
Jembatan Rel di Atas Sungai Han
Dibangun untuk jalur kereta Seoul Metro Line 2, Jamsil Railway Bridge menghubungkan Songpa-gu (Jamsil area) di sisi selatan dengan Gwangjin-gu (Konkuk Univ. area) di sisi utara. Kereta yang melintas di atas jembatan ini menjadi salah satu jalur penting bagi komuter harian, sekaligus memberi pengalaman unik bagi penumpang yang bisa menyaksikan panorama Sungai Han dengan latar gedung-gedung modern Seoul.
Duh, kalau ngomongin Sungai Han tuh, aku selalu terngiang-ngiang dialog dalam seri Start-up, di mana Han Ji-pyeong tinggal di “apartemen berpemandangan Sungai Han.”
Untuk mengakses jembatan ini sebagai pejalan kaki juga gampang, kok. Tentunya dengan naik kereta Seoul Metro.
- Dari selatan (Songpa / Jamsil): Turun di Stasiun Jamsil (jalur 2 & 8), lalu pilih Exit 4 dan berjalan ke arah sungai. Dari sini, Lotte World dan Lotte Tower hanya sepelemparan batu.
- Dari utara (Gwangjin): Turun di Stasiun Gangbyeon (line 2), lalu pilih Exit 4.
Untuk pengalaman berbeda, coba juga menikmati jembatan sebagai penumpang dari dalam kereta Seoul Metro. Saat kereta melintasi jembatan, pemandangan Sungai Han akan tersaji tepat di depan mata. Line 2 adalah salah satu jalur metro strategis dalam jaringan Seoul Metro. Hongik University (Kawasan Hongdae), Gangnam, dan City Hall, semua ada di dalam jalur ini.
Daya Tarik di Sekitar Jembatan
Sisi Selatan (Songpa / Jamsil Area)
- Lotte World & Lotte Tower – pusat hiburan lengkap dengan theme park indoor, mall raksasa, dan gedung pencakar langit tertinggi Korea.
- Seokchon Lake – danau indah yang menjadi primadona saat musim semi dengan bunga sakura bermekaran.
- Olympic Park – taman luas dengan arena olahraga peninggalan Olimpiade 1988, cocok untuk berjalan santai atau piknik.
Sisi Utara (Gwangjin Area)
- Konkuk Univ. Area – distrik anak muda yang ramai dengan restoran, bar, dan kafe trendi.
- Common Ground – mall unik berbentuk kontainer biru, populer sebagai spot foto Instagrammable.
- Children’s Grand Park – taman ramah keluarga dengan kebun binatang kecil dan ruang hijau untuk bersantai.
Salah satu cara terbaik menikmati Jamsil Railway Bridge adalah dari spot foto ikoniknya di Ttukseom Hangang Park. Dari sini, kamu bisa mengabadikan siluet jembatan dengan latar Lotte Tower yang menjulang megah, terutama saat malam ketika lampu kota mulai menyala.
Alternatif Destinasi Serupa di Asia Tenggara
Kalau kamu juga suka tempat-tempat seperti Jamsil Railway Bridge tapi belum ada rezeki ke Seoul, ada beberapa alternatif yang lebih dekat di Asia Tenggara—tapi emang bukan di Jakarta sih. Monmaap, Jakarta nggak punya sungai besar dan jalur KRL/MRT/LRT seperti itu. Paling mentok mungkin KRL dan LRT Jabodebek yang jalurnya bersisian dengan Sungai Ciliwung di dekat Stasiun LRT Dukuh Atas / Stasiun KRL Sudirman.
Destinasi yang kumaksud ada di Singapura, Bangkok, Manila, dan Palembang.
1. Monorel Sentosa Express, Singapura
Monorel yang menghubungkan daratan utama Singapura dengan Pulau Sentosa ini jadi salah satu transportasi wisata paling fotogenik. Jalurnya melewati perairan di Keppel Harbour dengan panorama Marina Bay, Universal Studios Singapore, dan hutan kota di Sentosa. Karena ketinggiannya, penumpang dapat menikmati pemandangan laut biru dan skyline Singapura tanpa harus naik kapal feri.
Dari sisi daratan utama Singapura, kamu bisa naik dari dalam mal Harbourfront yang bisa dicapai dengan MRT Northeast Line (Purple Line). Ongkos monorelnya cuma 4 SGD pulang-pergi.
🔑 Highlight: Perjalanan monorel yang singkat namun penuh panorama resor, ikon kota, dan laut tropis.
2. BTS Skytrain & MRT Bangkok, Thailand

Bangkok punya jaringan BTS Skytrain dan MRT yang umumnya berada di atas tanah (elevated). Salah satu bagian paling menarik adalah jalur MRT Blue Line dan BTS Silom Line yang melewati Chao Phraya River lewat Jembatan King Taksin The Great dan Jembatan MRT Blue Line yang baru. Walau sebagian besar lintasan sungai di Bangkok dilakukan lewat jembatan jalan raya, pengalaman naik Skytrain dan MRT tetap menyajikan panorama kota metropolitan dengan deretan hotel mewah, kuil bersejarah, dan pasar tepi sungai. Kamu bisa melihat siluet Wat Arun dan Grand Palace di kejauhan saat matahari terbenam.
🔑 Highlight: Perpaduan modernitas Bangkok dan budaya tradisional di tepi Chao Phraya.
3. LRT Line 1 Manila, Filipina
LRT-1 Manila adalah salah satu jalur transportasi tertua di Asia Tenggara yang sudah beroperasi sejak dekade 1980-an. Salah satu bagian uniknya adalah ketika kereta melintas di atas Sungai Pasig, menghubungkan area Binondo, Intramuros, dan pusat kota Manila. Meskipun kota Manila terkenal padat, perjalanan ini menawarkan pemandangan urban klasik: jembatan kolonial, gereja tua, dan arsitektur Spanyol yang berpadu dengan hiruk-pikuk kota modern.
🔑 Highlight: Lintasan kereta yang merekam sejarah kolonial Filipina dan denyut metropolitan yang otentik.
4. LRT Palembang, Sumatera Selatan

Sebagai kota pertama di Indonesia dengan LRT modern, LRT Palembang menawarkan pengalaman unik: kereta melintas di atas Sungai Musi, tepat di sisi ikon kota Jembatan Ampera. Pemandangan ini semakin dramatis saat malam, ketika lampu-lampu jembatan menyala dan memantul di air sungai. Dari dalam kereta, penumpang bisa melihat kapal-kapal tongkang tradisional dan aktivitas warga di tepian Musi.
🔑 Highlight: Kombinasi modernitas LRT dan warisan sejarah Sriwijaya di tepian Sungai Musi.
Ah, ingin rasanya menghabiskan senja di atas Jamsil Railway Bridge. Berjalan santai dari Stasiun Jamsil, bertegur sapa dengan pesepeda dan jogger yang berpapasan, dan mengabadikan setiap kereta yang melintas. Sesekali berdiri, atau duduk bersila, menatap Lotte Tower dan gedung-gedung Seoul yang gemerlap di depan sana.
Meski tidak sepopuler Banpo Bridge atau Mapo Bridge, Jamsil Railway Bridge punya daya tarik tersendiri. Ia memperlihatkan bagaimana infrastruktur modern menyatu dengan lanskap kota dan menjadi bagian penting dari keseharian warga Seoul. Bagi wisatawan, menjelajahinya bukan sekadar menyeberangi sungai, melainkan juga menjelajahi dua wajah Seoul—megah dan modern di Jamsil, sekaligus dinamis dan kreatif di Gwangjin. Terima kasih sudah membaca, keep learning by traveling~














Wah seru sekali kayaknya ya mas. Saya lihat dari gambar dan penjelasannya, ini beneran modern dan bersih banget. Kapan ya kota-kota besar di Indonesia ada seperti ini?
Penjelasan tentang Jamsil Railway Bridge ngajakin jalan-jalan langsung ke Seoul nih mbak. Detail tentang Sungai Han, jalur kereta, sampai spot-spot sekitar jembatan lengkap banget, jadi bukan cuma informatif tapi juga imajinatif. Apalagi ditambah perbandingan dengan kota-kota Asia Tenggara, jadi makin relatable. Rasanya pengen langsung beli tiket dan nyobain jalan santai di jembatan itu. Mantap mbak, ditunggu ulasan-ulasan Travelearn berikutnya.
Nugiiii makasih banyak ya sudah diajak “jalan-jalan virtual” ke Jamsil Railway Bridge! Rasanya seperti diajak duduk santai sambil menyeruput kopi, menikmati pemandangan Sungai Han dan kereta yang lewat—cuma beda suasana aja.
Aku suka banget gimana deskripsinya menggugah imajinasi, terutama “jembatan besisian dengan lajur sepeda dan taman, dengan gedung-gedung tinggi sebagai latar kota.” Beneran bikin kepikiran “nih, siapa tahu next trip bisa dicoba naik Seoul Metro dan nikmati pemandangan langsung!”
Pilihan perbandingan ke Asia Tenggara juga jenius. Ya, Jakarta memang belum punya jembatan kereta di atas sungai seperti itu—tapi ngomongin LRT Palembang atau BTS Skytrain di Bangkok jadi makin feeling abroad meski masih di kawasan ASEAN. Seru banget!
Dan rekomendasi akses praktis dari Stasiun Jamsil atau Gangbyeon itu juara. Jadi pengen banget jalan-jalan bentar sambil ngikutin jejak kamu—bayangin senja, lampu kota mulai nyala, kereta lewat… Perfect!
Semoga nanti kamu juga bisa bercerita destinasi lain yang “nggak mainstream tapi penuh karakter.”
Kak, ini aku berasa ikut jalan2 pake guide, gitu, loh.
BTW, negara kita (at least) Jakarta kan luas ya, bisa ngga sih dibikin kekgini?
Enak bangeet itu liat ada joging malam2 tanpa takut debu, takut begal dan nyaman karena ya emang nyaman kan.
Viewnya bangunan dan lampu2 kota, aaaaah…
dengan kondisi negara kita sekarang yang (duh sampe ngga tau mau ngomong apa) smoga hikmahnya nanti menjadi negara maju, rakyat makmur dan lingkungannya jauh melebihi indahnya Seoul ini.
gak heran Orang Korea banyak yang terbiasa jalan kaki
(gak seperti orang Indonesia, jarak dekat pun naik sepeda motor)
lha pemerintahnya menyediakan fasilitas jalan kali yang senyaman ini
Kapan ya pemerintah kita sepeduli itu. Supaya perut warganya gak endut-endut gitu lho 😀
Duh ini sih my dream list banget Gi. Banpo dan Mapo Bridge plus melintas naik kereta melewati Gwangjin dan Jamsil yang sering banget tak lihat di beberapa film dan drama Korea. Pernah juga nonton di Youtube ada executive muda yang punya apartment di sisi sudut/corner dengan pemandangan Sungai Han yang tenang dan bersih. MashaAllah ngiri banged dah.
Pengen ngerasain duduk di pinggir kaca apartemen sambil menikmati sunset dan sunrise atau sekedar ngopi cantik dan makan tteok-bokki yang asem pedas sambil ngedeprok di atas karpet menghadap Sungai Han.
Ya ampun panjang banget mimpi gue yak hahaha.
Di Seoul tuh ya. Bahkan jembatan bae jadi panorama yang indah. Soalnya ada Sungai Han. Kayak emang Sungai Han tuh punya tempat tersendiri di sana.
LRT Palembang membelah kota Palembang dari Bandara SMB II sampai ke Jakabaring pemandangannya memang lumayan indah. Bersisian dengan jembatan Ampera saat menyebrangi Sungai Musi.
Pengen cobain pas di Seoul juga untuk melewati Jamsil Railway Bridge juga buat menikmati garis cakrawala dengan pemandangan kota dan sungai di bawahnya.
Aku yang tahu baru LRT Palembang karena pernah main ke sana dan nyoba naik LRT-nya. Ke Saingpuara dan Bangkok sudah tapi belom nyoba monorel/MRT-nyaIni asli keren sih Jamsil Railway Bridge…cakep banget euy view-nya. Salut sama idenya yang menggabungkan kemegahan dan kemodernan di sisi satunya dengan dinamis dan kreatif di sisi yang lain
Kereta adalah transportasi umum ternyatan untuk saya. Naik MRT dan LRT di Jakarta aja udah nyaman. Termasuk juga naik KRL.Apalagi naik kereta di berbagai negara yang udah bagus fasilitas transportasi umumnya. Kayaknya gak hanya nyaman di dalam armadanya. Tapi, pemandangan sekitarnya juga bagus
Baca ini aku jadi nginget² lagi kapan ya aku naik LRT atau MRT. Dulu pas ke Bogor dari JKT pernah naik kereta, cuma lupa apakah itu LRT atau MRT, sekitar akhir tahun 2019-an, Mas Nugi.
Cuma memang waktu saya naik tuh, nggak lewat sungai². Hihi. Cuma pemandangannya juga cukup bagus, sempat lewat area sawah² gitu. Hanya nggak hafal jalurnya lewat mana. 😅
Ternyata di Palembang juga ada ya LRT. Pas saya ke palembang tuh kayaknya masih belum selesai proyeknya. Sayang banget, nggak bisa icip² rasanya. 🤧
Bekasi juga ada mas… Naik LRT Jabodebek, itu ada papasan sama kalimalang. Tapi ya gitu deh, kaga ada yang bisa dinikmati, isinya cuma aer keruh doang, hahahahahaha.
Memang best lah korea kalo perkara tata kota ya. Mereka mah, bahkan berani lho ngebongkar sebuah proyek jalan yang sudah jadi, cuma buat dijadiin sungai yang natural lagi.
Sementara di kita, boro-boro mikirin arsitektur dan lain-lain. Perkara ikan sapu-sapu aja masih kudu warga sipil yang ngurusin, hiks.
Kapaaan yak kita punya tata kota yang baik, dan lingkungan yang sebersih ini.
Palembang sudah dapat menjadi contoh keberhasilan kota yang punya LRT dengan pemandangan indah dengan perlintasan sungai Musi. Mudah-mudahan bisa jadi inspirasi kota-kota besar lainnya untuk mengembangkan model yang serupa agar bisa menjadi spot menarik di setiap wilayahnya
Waaaa, sebagai tim Han Ji Pyeong di START UP, aku hepiii bangett baca artikel ini 😆💪 berasa ikutan menikmati suasana di sungai Han
tapi memang gokiill sih, integrasi kementerian perhubungan (?) Korsel dan cara mereka utk bikin segala sesuatunya tuh nampak berfungsi optimal sekaligus menghibuuurrr.
kerennnnn
MRT Jakarta, LRT Jabodetabek, LRT Jakarta gak masuk kak?
ketiganya transportasi andalan, khususnya buat daku, walau sebelumnya pakai KRL dulu menuju ke sananya hehe.
malah LRT Palembang yang belum pernah daku coba.
kalau ada transum model kereta memang mengasikkan, karena durasi waktu lebih cepat. Paling sih kalau yang di Jakarta jangan pas rush hour hehe
Itu yang rel di atas sungai Han keknya sering muncul di drakor2 gitu deh kalau adegannya menggambarkan tokohnya setiap hari komuter dari Seoul ke rumahnya di pinggiran Seoul nggak sih? hehe 😀 .
Yang Jamsil menarik juga, ada track buat orang2 jalan kaki atau jogging yaa. Bisa sepedaan juga atau bahkan cuma mengejar senja 😀
Di Asia Tenggara pun udah mulai bermunculan moda transportasi serupa, dengan rel yang mirip2. Bahkan di Palembang pun punya ya.
tes
Ah. Pas aku sering dinas ke Palembang, rel LRT-nya baru dibuat. Sering macet kalau aku mau ke arah kantor perwakilan perkebunan sawit tempatku kerja.
Pas, terakhir aku dinas sebelum akhrnya resign, teman-teman sekantorku ada nyobain pas baru peresmian.
Aku nggak bisa ikutan karena kudu ngerjain audit waktu itu, Hahaha.
Salfok seketika waktu baca ada Han Ji Pyeong yang tinggal di apartemen berpemandangan sungai Han, ahaha.
Tapi ini jembatannya cakep bangeet. Mereka concern gak cuma ke transportasinya aja, tapi gimana supaya juga tetap bisa digunakan oleh semua kalangan, termasuk pejalan kaki ya. Seneng banget ngeliat jalur pesepeda atau jalur pejalan kakinya yang bisa digunakan untuk jogging.
Kalau suka nonton Running Man, mereka lumayan juga tuh sering (gak sering banget sih, beberapa kali lah) shooting di sekitaran sungai Han ini. Beneran deh, kalau ke Seoul, salah satu tempat incaran aku kayanya tepi sungai Han ini, naik kereka melewati jamsil railway ini deh.
saya langsung membayangkan Mas Nugie betapa penuh sensasinya kalau naik Jamsil Railway ini. Biasanya kan hanya jembatan biasa buat kendaraan, ini kereta. Terbayang pemandangannya. Kalau Di Indonesia bsaya sering naik MTR yang melintasi melintasi sungai Ciliwung hehehe. Tapi walau belum bisa ke Korea Selatan, bisa ke negara terdekat dulu ya Mas.
Rapih dan teratur yaa sistem transportasi di Seoul ini, semua jenis moda transportasi dan pengguna jalan dihargai diberi jalannya sendiri, sangat menghargai privacy pengguna jalan. Ditambah pemandangan indah Sungai Han…kereeen banget deh
klo nonton drakor, suka banget sama moda transportasi di sana
hak pejalan kaki juga dijamin ya
Pantes di sana banyak orang berjalan kaki ya
jarang banget kemana-mana pakai transportasi pribadi
Pengalaman perjalanan yang memang layak dituliskan karena orang seperti saya akan selalu menikmati sambil sholawat supaya bisa merasakannya juga
Hmm… foto fotonya juga sudah sangat mewakilkan penasaran akan gambaran situasi di sana
Next ditunggu ceritanya