HAIKOU, CHINA – Dari tanggal 28 September hingga 8 Oktober 2025, ibukota Provinsi Hainan ini kembali mencuri perhatian dunia lewat gelaran seni publik yang penuh warna. Hampir 150 kegiatan—mulai dari konser di taman, salon opera, hingga parade jalanan—menyulap Haikou menjadi “Tanah Seni Pertunjukan Internasional” di Timur, tempat setiap sudut kota berubah menjadi panggung tanpa batas.
Saya teringat akan kunjungan singkat saya ke kota ini pada Oktober 2019 silam. Saat itu, saya hanya menginap selama 3 hari 2 malam, dan waktu efektif saya menjelajah Haikou paling-paling hanya 2 malam 1 hari. Hari pertama dihabiskan dengan istirahat setelah mendarat pagi hari dan layover semalam di Bandara Changi. Di hari ketiga, setelah check-out saya langsung ke Haikou East Railway Station untuk naik kereta cepat menuju Sanya—kota terbesar kedua Hainan di ujung selatan pulau.
Selalu ingin kembali ke kota (dan provinsi ini) untuk bisa mengeksplor Haikou lebih luas, lebih dalam. Meski sama-sama beriklim tropis seperti Indonesia, tetap ada banyak hal menarik di Hawaii-nya Cina ini.

Seni yang Hidup di Tengah Kota
“Ternyata seni gunting kertas bisa jadi pakaian!” ujar Mohammed, wisatawan asal Sudan, saat melihat anak-anak mengenakan kostum terinspirasi dari seni tradisional gunting kertas dalam 2025 Intangible Cultural Heritage Fashion Show. “Di Haikou, seni benar-benar ada di mana-mana,” tambahnya. Selama libur panjang ini, ia dan teman-temannya larut dalam suasana artistik di “Kota Kelapa” yang hangat dan penuh energi.
Memang, selama Haikou Art Week 2025, kota ini memancarkan aura yang berbeda. Di sebuah desa berusia seabad, para model melangkah di atas jalan berbatu vulkanik mengenakan rok tradisional Mamian. Di Qilou Old Street, pameran seni Timur dan Barat berdampingan dalam harmoni. Sementara di Evergreen Park, pertunjukan drone menerangi langit malam, menutup hari dengan spektakuler.
Di Haikou, wisata bukan sekadar jalan-jalan—melainkan perjalanan budaya di bawah langit biru, di tepi laut, dan di tengah kehidupan sehari-hari.
Seni yang Menginspirasi Generasi
“Perjalanan kali ini sangat berarti. Anak-anak saya tidak hanya belajar sejarah, tapi juga menemukan inspirasi dari seni,” ujar seorang ayah asal Tiongkok utara usai menyaksikan konser simfoni. “Hal seperti ini tidak bisa mereka dapatkan di ruang kelas.”
Haikou Art Week 2025 bukan hanya pesta bagi para pecinta seni, tetapi juga jembatan yang mempertemukan wisatawan dunia dengan budaya lokal. Kota ini menegaskan dirinya sebagai destinasi liburan berkualitas tinggi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata.

Selama libur Hari Nasional, Haikou menyambut lebih dari 1,13 juta wisatawan dan mencatat pendapatan wisata mencapai 1,414 miliar yuan.
Seni untuk Semua, Setiap Hari
Namun, di Haikou, seni bukan hanya hadir saat festival berlangsung. Ia telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Selain membangun brand seperti Haikou Art Week, pemerintah kota juga menghadirkan sudut baca dan pameran seni di perpustakaan, komunitas, hingga pusat perbelanjaan.
Langkah-langkah kecil ini menumbuhkan ekosistem seni yang inklusif—di mana setiap warga bisa menikmati budaya di depan rumah mereka sendiri.
Kenangan Pribadi: Kembali ke Kota yang Punya Jiwa
Dalam kunjungan saya pada 2019 silam, saya mengunjungi Qilou Old Street ditemani seorang rekan dari Couchsurfing bernama Young. Kami menyusuri jalanannya yang kaya histori, lalu dilanjutkan dengan petualangan gastronomi.
Tak banyak momen saya dengan transportasi umum, selain saat berusaha menemui rekan Couchsurfing yang kedua, perjalanan dari bandara, dan perjalanan menuju stasiun KA. Kabarnya, sekarang sudah ada Haikou Suburban Railway, sistem KA lokal yang melayani kota Haikou. Ingin juga berkelana lebih jauh dan lebih dalam, misalnya ke kawasan kampus dan nongkrong dengan mahasiswa-mahasiswanya.

Kini, membaca tentang bagaimana Haikou tumbuh menjadi kota seni yang terbuka bagi semua, saya merasa dorongan kuat untuk kembali. Bukan hanya untuk bernostalgia, tapi untuk benar-benar menyelami bagaimana seni, budaya, dan kehidupan berpadu di setiap sudutnya. Haikou bukan sekadar tempat untuk dikunjungi—ia adalah kota yang dirasakan dengan hati. Dan suatu hari nanti, saya ingin kembali ke sana, untuk menemukan kembali keindahan yang dulu membuat saya jatuh cinta. Keep learning by traveling~
Informasi ini diperoleh dari Press Release Media Outreach Newswire














Wah. Nostalgia nih mas, btw setelah lama udah ga ngeblog, akhirnya saya ngeblog lagi nih di domain yang baru rickyismail.com, domain yang lama sabikigake.com udah expired diambil orang 😂
Wah. Nostalgia nih mas, btw setelah lama udah ga ngeblog, akhirnya saya ngeblog lagi nih di domain yang baru rickyismail.com, domain yang lama sabikigake.com udah expired diambil orang. Harus belajar dari suhu dulu nih 😂