Panduan & Cerita Perjalanan Naik Kereta Cepat (High Speed Railway) di Hainan, China

Salah satu misi (((misi))) yang gue bawa saat melakukan perjalanan ke Hainan bulan November 2019 lalu adalah pengalaman baru naik kereta cepat alias High Speed Railway (HSR). Iya, negara kita memang lagi membangun proyek kereta cepat Jakarta – Bandung yang akan rampung 2021, namun pengalaman berkelana di negeri orang itu tiada duanya. Meski nggak sebagus dan secepat kereta cepat Beijing – Shanghai, namun kereta cepat di Hainan tetap layak dicoba!

Hainan adalah tempat terdekat (saat ini) dari Indonesia untuk naik kereta cepat. Posisi Hainan masih lebih dekat daripada Hong Kong atau Guangzhou. Buat yang mau naik kereta cepat di Hainan, gue sarankan kamu traveling mandiri aja kayak gue. Nggak semua paket tur menyediakan program naik kereta cepat. Kalo pun ada, biasanya hanya mengambil rute pendek.

Jaringan kereta cepat Hainan
(source: haikouhostel.com)

Berjalan turun menuju peron di stasiun Sanya Railway Station, Hainan

Artikel ini akan berisi panduan (dari proses pemesanan di Indonesia hingga eksekusi perjalanan) sekaligus cerita perjalanan gue naik kereta cepat di Hainan dengan rute Haikou East – Sanya dan Sanya – Meilan (koneksi ke Haikou International Airport). Masing-masing gue coba dengan kelas yang berbeda, yaitu 2nd Class dan 1st Class. Kereta cepat di Hainan ini layak dicoba karena murah dan rute terjauhnya pun nggak memakan waktu lama! So, duduk yang tenang, dan baca baik-baik panduan ini.


Memesan Tiket Online Kereta Cepat di China

Oke, gue nggak akan bertele-tele, gue akan langsung masuk ke panduan praktis. Meski kereta yang gue naiki ini hanya di Hainan, namun proses pemesanan ini bisa diaplikasikan untuk rute kereta cepat lainnya di China.

Ada 2 platform yang gue gunakan untuk membeli tiket kereta cepat di China secara online: Trip.com dan TravelChinaGuide. Trip.com ini adalah sebuah online travel agent (OTA) seperti Traveloka yang berbasis di Hong Kong. Jadi selain bisa pesan tiket kereta, dia juga melayani fitur pemesanan hotel dan pesawat. Jangkauannya luas, nggak cuma China. Sementara itu, TravelChinaGuide adalah sebuah website berisi panduan jalan-jalan ke China yang juga melayani pemesanan tiket kereta.

Tampilan awal Trip.com

Tampilan awal TravelChinaGuide

Di antara keduanya, gue lebih merekomendasikan TravelChinaGuide karena akan ada staf personal (namanya Monica) yang memandu proses pemesanan kita via email, jadi bukan cuma email dari mesin atau bot. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Buka laman Trip.com atau TravelChinaGuide.com
  • Isi stasiun asal, tujuan, tanggal, dan jumlah penumpang, lalu klik Search
  • Akan muncul seluruh kereta yang tersedia di rute dan tanggal tersebut, termasuk kereta reguler
  • Pilih yang sesuai dengan jadwal, kelas, dan harga yang kamu mau
  • Untuk memudahkan pemilihan jadwal, sortir daftar supaya hanya memunculkan kereta cepat dan rentang waktu yang kamu mau
  • Jika sudah mantap, lanjutkan dengan proses pengisian data penumpang, kamu akan membutuhkan informasi paspor kamu
  • Kamu akan menerima email berisi bukti pemesanan
  • Lakukan pembayaran dengan kartu kredit, baik Trip.com maupun TravelChinaGuide sama-sama menggunakan saluran PayPal, jadi nggak usah bingung atau waswas
  • Untuk pemesanan via TravelChinaGuide, kamu akan menerima email bukti pembayaran
  • Pick-up number akan dikirimkan minimal 1 bulan sebelum tanggal keberangkatan, karena menunggu dikeluarkan oleh pihak China National Railway.

Jadi memang kamu nggak langsung menerima tiket elektronik atau boarding pass. Simpan nomor pick-up karena akan kamu pakai di stasiun.

Yang gue suka dari TravelChinaGuide adalah bahwa dia menyediakan kalimat beraksara China di atas nomor pick-up untuk memudahkan petugas stasiun memahami maksud kita. Artinya kurang lebih adalah, “Halo, saya mau mencetak tiket kereta ini.” Sementara Trip.com, karena sudah OTA internasional, isi email-nya pun bahasa Indonesia dong, wkwkwk. Gue sempet cemas petugas loket akan kebingungan, tapi untungnya tidak.

Lembar panduan dari TravelChinaGuide

A high speed train in Haikou East Railway Station, Hainan

Terus kapan sebaiknya beli tiketnya? Jangan membeli tiket terlalu jauh-jauh hari. Gue sempet panik saat gue cek jadwal kereta cepat yang gue mau. Nggak di Trip.com nggak di TravelChinaGuide, tiket kereta cepat udah pada habis dong. Duh, saat itu gue pusing karena salah satu misi utama di Hainan terancam nggak akan terlaksana. Ternyata, oleh pihak TravelChinaGuide gue dikabari kalo memang jadwalnya belum keluar, disuruh coba lagi beberapa hari kemudian.


Langkah-Langkah Naik Kereta Cepat di Hainan, China

Datangilah stasiun keberangkatan kamu dan hampiri loket petugas. Ruangan loket ini bisa diakses gitu aja tanpa harus melalui pemeriksaan atau scan tanda pengenal. Ada 3 stasiun utama di Hainan: Haikou East Railway Station (Haikou-dong), Meilan Railway Station, dan Sanya Railway Station. Ingat, pilih Haikou East untuk stasiun keberangkatan dan tujuan di Haikou, BUKAN STASIUN HAIKOU. Haikou East Railway Station lebih dekat dari pusat kota. Sementara itu, Meilan Railway Station adalah stasiun kereta cepat yang terhubung dengan Bandara Haikou.

Haikou East Railway Station, Hainan

Stasiun kereta di China biasa dibangun megah seperti bandara

Sanya Railway Station, Hainan

Tunjukkan pick-up number kamu kepada petugas. Oh iya, harus tetep antre sama calon penumpang yang lain. Selanjutnya petugas akan memberimu tiket resmi yang bentuk dan ukurannya hanya seperti kartu gaple, wkwkwk.

Begitu mendapat tiket, masuklah ke dalam stasiun melalui lorong VIP atau lorong khusus yang biasanya ada di paling ujung. Ini karena lorong yang lain hanya bisa diakses dengan scan KTP China. Tunjukkan paspor dan tiket kepada petugas di entry gate tersebut. Sebelum benar-benar masuk ke dalam stasiun, ada pemindaian atau pemeriksaan keamanan yang harus dilalui. Jangan kaget ya, stasiun-stasiun kereta cepat di kota-kota besar China, termasuk di Haikou dan Sanya, memang besar dan megah layaknya bandara.

Loket tiket di Stasiun Haikou East Railway Station, Hainan

Loket tiket di Stasiun Sanya Railway Station, Hainan

Tiba di dalam stasiun, menunggulah di gerbang check-in yang sesuai untuk kereta kamu. Ada papan digital yang berisi informasi nomor kereta, tujuan, jadwal, gerbang check-in, nomor peron, dan status.

Gue nyaris nggak menyadari soal perbedaan gerbang check-in ini. Saat gue dengan pedenya duduk di ruang tunggu lantai satu Haikou East Railway Station, gue heran kenapa ada orang-orang yang langsung naik ke lantai 2. Lho, itu mereka mau ke mana? Ada apa di lantai atas? Gara-gara kekepoan itu, gue jadi ikut naik ke atas dan barulah tau kalo ada dua gerbang check-in. Gerbang check-in kereta gue ada di lantai 2. Beda check-in, beda peron dan kereta juga soalnya. Thanks God gue kepo, rasa ingin tau dan kritis memang dibutuhkan saat traveling.

Heran dengan orang-orang yang naik ke lantai 2

Waiting area | Haikou East Railway Station, Hainan

Gerbang check-in dibuka beberapa menit sebelum jadwal perjalanan. Iya, bakal chaos banget karena kamu akan masuk berduyun-duyun dengan ratusan calon penumpang lainnya. Sama seperti saat masuk ke dalam stasiun, pilihlah VIP gate atau special gate yang ada di ujung untuk masuk ke dalam area check-in.

Gue tadinya nggak aware masalah ini, dan menghabiskan beberapa menit dengan percuma untuk scan paspor di check-in gate. Hasilnya, gue harus bergerak menerobos arus massa menuju check-in gate terujung, padahal saat itu posisi gue udah nyaris di ujung yang lain. Oh, gue bisa merasakan ada beberapa calon penumpang yang mendorong-dorong gue, meminta gue untuk segera menyingkir dari jalan mereka.

Check-in gate | Haikou East Railway Station, Hainan

Masuk berduyun-duyun ke gerbang check-in di Sanya Railway Station, Hainan

Di check-in gate itu, tunjukkan paspor dan tiket kepada petugas. Kamu kemudian akan berjalan melalui lorong dengan akses peron yang ada di kedua sisi, terhubung dengan eskalator. Masuklah ke dalam kereta sesuai nomor gerbong dan nomor kursi yang sudah kamu pesan. Nah, info ini nggak tertera di tiket, jadi harus kamu inget-inget atau dicek dari bukti pemesanan dari Trip.com / TravelChinaGuide.

Tips: jangan mepet datang ke stasiun. Minimal 1 jam sebelum jadwal kereta, kamu udah tiba di stasiun.

Petunjuk arah untuk peron di stasiun Sanya Railway Station, Hainan

Lorong menuju peron di Stasiun Haikou East Railway Station

Tiba di stasiun tujuan, kamu masih harus menunjukkan tiket kepada petugas saat melalui exit gate. Ditunjukin aja, nggak usah dikasih. Gue sempet mengira dia mau pegang dan mengamati baik-baik tiket gue, ternyata kagak. Alhasil tiket gue jatuh ke lantai.


Fasilitas Stasiun dan Kereta Cepat di Hainan, China

Dari 3 stasiun yang gue sambangi di Hainan, ketiganya dilengkapi ATM, penjual makanan/minuman, toilet, dan boiled water. Toiletnya bersih tapi nggak ada watergun, jadi siapkan tissue basahmu atau botol kosong. Gue sempet numpang pup di toilet Sanya Railway Station hehe.

2nd class, Hainan High Speed Railway China

My high speed train ticket, 2nd class, from Haikou East to Sanya, Hainan

Kursi untuk kereta cepat 2nd Class disusun dengan formasi 3-2, sementara kereta cepat 1st Class disusun dengan formasi 2-2. Keduanya dilengkapi tray table (meja lipat) di tiap kursi, overhead compartment, toilet, dan dispenser air panas. Ada mbak-mbak train attendant juga, nggak ada lagi pemeriksaan kereta di dalam kereta. Setau gue, nggak ada kereta Business Class dan VIP Class di Hainan.

Tentu, kursi di kereta 1st Class lebih empuk, lebar, dan ruang kaki yang lebih lega dari kursi di kereta 2nd Class. Apalagi, kereta 1st Class Sanya – Meilan yang gue naiki hari Rabu pagi itu sangat sepiii. Berbanding terbalik dengan kereta 2nd Class Haikou East – Sanya yang gue naiki di hari Senin siang sebelumnya. Rame bangeeettt dan berisiiikkk. Sepanjang jalan gue sampe nggak bisa eksplor karena mager saking padetnya, mana gue ada di kursi A dalam barisan 3 tempat duduk.

Leg room, sink, toilet, free hot water | Hainan High Speed Railway in China

1st class, Hainan High Speed Railway China

My high speed train from Sanya to Haikou, Hainan

Ternyata kereta cepat itu jalannya smoooooooth… Nggak jugijagijug kayak kereta biasa gitu. Kecepatan tertinggi China High Speed Railway di Hainan ini mencapai 250 km/jam. Memang nggak secepat kereta Beijing-Shanghai, tapi udah lumayan banget buat kita warga +62. Jalurnya ada yang menapak tanah, melayang, bahkan underground melalui lorong bawah tanah, membelah bukit dan meliuk di atas persawahan.


Cerita Perjalanan Naik High Speed Railway di Hainan

Senin pagi, 4 November 2019, gue check-out dari Banana International Youth Hostel. Oleh pihak hostel, gue diberitahu bahwa gue bisa ke Haikou East Railway Station dengan bus nomor 4 dari Haikou East 3rd Street. Saat gue tiba di halte yang dimaksud, gue lihat di papan informasi bahwa bus nomor 4 ini bukan bus tujuan Haikou East.

Baca cerita sebelumnya: Jelajah Tempat Wisata di Haikou, Hainan

Gedung-gedung di sekitar Stasiun Haikou East Railway Station

Karena masih ada waktu, jadi bisa muter-muter stasiun dulu

Gue lalu memastikan ke seorang ibu-ibu tentang rute bus ke Haikou East, dengan bahasa sekadarnya dan bantuan Google Maps. Ternyata rute yang benar adalah bus nomor 11, info ini dia berikan dengan menghampiri papan rute bus dan menunjuk angka yang dimaksud. Dia lalu ngomong sesuatu lagi sambil menunjuk-nunjuk hidungnya. Gue nggak paham apa maksudnya. Saat busnya datang dan dia naik, barulah gue paham bahwa dia berusaha bilang, “Saya juga naik bus itu kok.”

Gue nggak perlu bingung mau turun di mana, karena Haikou East adalah tujuan terakhir. Setelah turun, gue masuk ke dalam sebuah bangunan yang mengarahkan gue menyeberang ke Haikou East Railway Station melalui sebuah underpass entrance. Ternyata underpass-nya sepi bangeeettt, kayak parking basement yang kosong. Nggak ada apa-apa dan nggak ada siapa-siapa padahal tadi ada beberapa penumpang bus. Gue nggak tau ke mana perginya mereka semua. Kayaknya underpass ini memang jarang banget dipake.

Meninggalkan BlueSky Hostel, Sanya, dalam gelap

Bayangkan motoran melalui jalan rindang ini pagi-pagi buta di Sanya, Hainan

Lain lagi cerita saat gue mau berangkat ke Sanya Railway Station untuk naik kereta cepat ke Meilan. Gue bangun pagi-pagi buta di BlueSky International Youth Hostel lalu bergegas mandi ketika penghuni lainnya masih terlelap. Sebelum jam 6, gue udah pergi meninggalkan hostel yang bahkan petugas hostelnya aja belum siap di meja depan. Kunci gue letakkan di atas meja, uang deposit udah dikembalikan ke gue malam sebelumnya.

Gue berjalan ke jalan utama, lalu menyeberang jalan agar ojek yang mau gue tumpangi nggak perlu memutar arah. Bisa naik bus, namun saat itu bus belum beroperasi. Taksi? Jauh lebih mahal. Untunglah, beberapa menit kemudian ada satu tukang ojek yang berhenti. Dengan bantuan Google Maps untuk menunjukkan nama dan foto tempat tujuan, kami sepakat dengan harga CNY 35. Gue nggak nawar karena lokasinya memang jauh.

Gedung stasiun Sanya Railway Station yang cantik

Loket tiket yang sudah melayani pelanggan sejak pagi-pagi

Bersama babang ojek yang berperawakan kecil dengan karakter wajah yang ramah, kami menerabas dinginnya udara Sanya pagi itu. Entah berapa suhu udara saat itu, tapi prediksi gue di bawah 20° Celcius. Pokoknya dingiiinnn! Sanya memang masih beriklim tropis, tapi karena lokasi Hainan udah agak ke utara dan saat itu China memang lagi musim dingin, jadi tetep kecipratan hawa adem Tiongkok.

Meski udara dingin membuat bergidik, namun gue menikmati momen berkendara saat itu. Motor listrik melaju tanpa hambatan di lajurnya yang teduh di bawah naungan pepohonan rindang. Kami juga melalui kawasan bisnis Sanya dengan gedung-gedung kaca modern, meski tak terlalu tinggi. Rupanya karena pak sopir sempat memotong jalan dengan melawan arus, jarak perjalanan pun jadi lebih singkat.

Di dalam stasiun Sanya Railway Station

Mengintip kota Sanya dari dalam stasiun

Jadwal kereta jam 7:25, tapi jam 5:45 gue udah sampe Sanya Railway Station, berarti perjalanan naik ojek sekitar 15 menit. Tapi entah kenapa kok rasanya lebih lama. Gue berjalan menyeberang lahan parkir yang luas, melalui sepasang tram yang terdiam dalam gelap, lalu masuk ke ruang tiket stasiun. Gue belum sarapan, tapi perjalanannya hanya sekitar 1,5 jam jadi bisa gue tahan sampai tiba di Haikou Meilan Railway Station.

Nampaknya Meilan Railway Station ini adalah satu-satunya stasiun kereta cepat di Hainan yang terletak di bawah tanah. Penampilannya lebih mirip stasiun subway/metro/MRT, lengkap dengan automatic platform screen doors di kedua sisinya yang membatasi island platform di bagian tengah dengan jalur kereta di sisi kanan dan kiri. Gue naik ke atas melalui eskalator, lalu berjalan melalui travelator dan lorong panjang menuju gedung bandara. Ternyata jaraknya lumayan juga.

Meilan Railway Station, connecting hub to Haikou International Airport

Travelator at Meilan Railway Station

Burger King | Haikou Meilan International Airport, Hainan

Sebelum check-in di terminal internasional, gue masuk dulu ke terminal domestik buat makan Burger King seharga CNY 50. Masih ada cukup banyak waktu sebelum boarding jam 12an.


Puji Tuhan, rencana gue naik kereta cepat di Hainan dapat terwujud dengan baik dan lancar tanpa halangan. Jalur pemesanannya nggak bermasalah, tiba di stasiun sangat tepat waktu tanpa agenda nyasar-nyasar, cetak tiket hingga masuk ke dalam kereta pun nggak ada drama yang membumbui. Gue juga bisa tiba sesuai waktu yang ditentukan dan melanjutkan agenda berikutnya. Sebagai lokasi pertama naik kereta cepat, perjalanan ke Hainan ini nggak akan gue lupakan.

Duduk ganteng di kereta 1st class dari Sanya ke Meilan, Hainan

Mudah-mudahan artikel ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kamu tentang pemesanan tiket kereta cepat di China dan eksekusi perjalanannya, khususnya di Hainan. Membeli tiket dan naik kereta cepat di China ternyata gampang banget. Keterbatasan bahasa pun nggak jadi halangan, petugas mampu menyediakan yang kita butuhkan tanpa banyak berkomunikasi. Dengan harga yang terjangkau namun kualitas yang bisa diadu, naik kereta cepat di Hainan adalah sebuah pengalaman yang layak dicoba!

41 komentar

  1. Yang bikin keren pengalaman ini adalah lu berani keluar dari hostel pada saat jalan-jalan masih sepi dari bus, dan orang yang bisa lu ajak bicara hanyalah seorang driver ojek motor listrik. Ini kayaknya drivernya nggak ngomong English ya? Gw kalo berada di Haikou jam segitu mungkin bisa kesasar di stasiun kereta deh, wkwkwkkw..

    1. Iya, dia nggak bisa bahasa Inggris at all, jadi ngomong pake bahasa masing-masing dengan bantuan kalkulator buat nego harga 😀

  2. […] Baca tulisan perjalanannya di: Panduan dan Cerita Perjalanan Naik High Speed Railway di Hainan, China […]

  3. Sempet naik kereta cepat ke Tianjin waktu di Beijing.. kayanya sama ya sama yang di Hainan ini.. tiketnya 54.5 yuan.. untuk kecepatannya lebih tinggi dari ini..sampe sekitar 340 km per jam.. jadi berasa kecepetan sampe tujuannya xD

    1. Wkwkwk iya mbak, kereta di kota-kota besar kayak Beijing banyak yang lebih canggih dan lebih cepat 😀

  4. Komplit!

    Ya ampun, emang niat banget kamu ya. Kupikir emang naik kereta pagi, makanya pagi-pagi berangkat dari hostel.
    Eh, ternyata baru boarding jam 12-an. Yaolooooo

    1. Wkwkwkwk saking takut telatnya.

  5. stasiun dan keretanya bener-bener berkelas sih, mirip kayak kereta cepat Jepang. coba kalo di Indonesia ada kereta cepat macem gini, pasti bakal banyak pros & cons-nya haha

    1. 2021 bakal ada, we’ll see 😀

  6. Fasilitas yang ada di stasiun udah sangat memanjakan penumpang yang akan naik kereta cepat ini. Semoga bisa jadi acuan untuk memperbaiki pelayanan dan fasilitas umum di Indonesia

  7. What a story!

    Rupanya pembelian kereta cepat mirip beli tiket lewat KAI ya, ada tanggal maksimum pembelian tiketnya.
    Ribet juga ya kalau sudah cetak tiket gaplek-nya, tapi nggak ada nomor gerbong dan kursinya. Mana bahasanya garis-garis semua pula.
    Penasaran juga cobain kereta cepat kayak apa 🙂

    1. Seru, bang! Cobain kalo pas ke Cina ya.

  8. Sayang, kapan-kapan ntar ke sini lagi bareng aku ya?
    Pengen banget nyobain keretanya …

    Terus aku pasti nyasar kalo ke sini sendirian 😹😹😹

    1. Yuk, aku pengen ke Sanya lagi karena belum puas.

  9. Apalagi kalau pergi ke satu negara yang bahasa lisan dan tulisannya gak kita ngerti, kepo memang penting banget, ya. Untuk aja jadinya naik ke lantai 2 hihihi.

    Dengan kereta secepat itu, masih bisa menikmati pemandangan, ga? Saya malah jadi penasaran. Tapi, kayaknya tungguin kereta cepat Jakarta-Bandung dulu aja, deh 😀

    1. Masih bisa kok, mbak. Pegunungan dan padang hijau gitu masih bisa dinikmati.

  10. Canggih banget deh Nug, bisa keliling-keliling tanpa tersasar dengan penduduk yang jarang berbahasa Inggris tapi keren ya, pemesanan tiketnya memudahkan banget karena bisa pakai bahasa kita..keretanya tampilannya kayak di Jepang gitu ya, 250 km per jam…ngebut tapi smoooth, ahhh penasaran…

    1. Iya mbak, kereta cepat kayak shinkansen. Layak dicoba! 😀

  11. Salah satu pelajaran yang bisa diambil di sini adalah saat traveling kepo itu perlu, hehehe. Btw stasiunnya megah banget sih, beh.

  12. Gede banget stasiunnya. Memang kayak bandara. Memang hari-hari sepi gitu atau bukan rush hour? Aku kebayangnya stasiun Gambir yang padat sih…hehe…
    Kayaknya kalau aku jalan ama orang yg udah pernah deh. Kalau nyari sendiri kayaknya engga sanggup…Tapi penasaran…

    1. Aku ambil kereta siang dan kereta pagi suasananya kayak gitu aja, jadi mungkin memang seperti itu hehe.

  13. […] Baca Juga: Pengalaman Membeli Tiket Kereta Cepat China dengan Trip.com […]

  14. Tiketnya mirip tiket shinkansen di Jepang deh. 😀

  15. Mantap nih penjelasannya. Detail sekali. Senang bisa mampir ke sini. Nggak kebayang bangun pagi pagi bahkan resepsionis belum ada di mejanya, cuma demi naik kereta cepat. Dan yes, aku setuju, selama traveling, memang kita butuh kepo dan kritis sih, biar nggak nyasar atau malah menemukan tempat yang nggak terduga.

  16. Wahh ternyata gak begitu ribet juga ya ngurus naik kereta cepat di Hainan ya mas.
    Oh btw Hainan termasuk salam satu tempat low-budget juga gak ya mas?
    *Ketahuan deh low-budget travelernya. Haha

    Salam hangat dari kami Ibadah Mimpi

    1. Yes, low budget. Silakan jadi alternatif destinasi traveling ya.

  17. kalo serba digital gini gak ribet wa beli tiketnya, jadi pingin ke Hainan nih setelah baca artikelnya hehe

    1. Iya untung ada internet

  18. Kirain aku, trip.com itu hanya buat beli tiket pesawat terbang doang ternyata bisa beli tiket kereta api atau high speed railway ya. Di sana sebenarnya bisa dapat tiket promo yang murah.

    1. Yes, jadi Trip.com itu banyak fungsinya hehe

  19. untung kepo naik ke lantai 2 ya, jd tahu tempat buat check innya, hihi
    bener sih, kadang kepo saat traveling memang membantu bgt

    1. Yaaasss, berguna sekali

  20. […] Sebelum bener-bener kembali ke hostel, gue jalan kaki sedikit mencari minimarket untuk beli makan malam dan bekal sarapan besok pagi. Gue putuskan membeli roti, cup noodle besar, dan sebotol Nescafe dengan total harga CNY 18 tanpa struk. Maka dengan ini, berakhirlah cerita perjalanan gue di Hainan. Besok pagi-pagi gue udah harus bangun dan meninggalkan hostel dalam gelap untuk naik kereta kembali ke Haikou jam 7:25 pagi. Ceritanya bisa dibaca di: Panduan dan Cerita Perjalanan Naik Kereta Cepat di Hainan […]

  21. Seru sekali yang sudah merasakan langsung high speed railway China yah,bang. Mudah juga pembeliannya ya sehingga saat terburu waktu pun bisa langsung cetak tiketnya saja. Nyobain first dan second class pasti keduanya punya plus dan minus tersendiri yah atau dari segi apanya gitu yang beda.

  22. […] Baca cerita perjalanannya di: Panduan dan Cerita Perjalanan Naik Kereta Cepat di Hainan […]

  23. […] adalah Jakarta – Palembang pada bulan Januari dan Maret 2020 lalu yang ceritanya bisa disimak di: Review Penerbangan Jakarta – Palembang. Sementara buat kamu yang tertarik dengan momen berangkat pagi-pagi buta ke stasiun kereta api di […]

  24. […] dan naik bus dari Macau ke Hong Kong. Kamu juga mungkin tertarik baca cerita perjalanan gue naik China High Speed Railway di Hainan dari Haikou ke Sanya dan […]

  25. […] Panduan dan Cerita Perjalanan Naik Kereta Cepat di Hainan […]

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Khairunnisa Siregar's

Learn from yesterday, live for today, and hope for tomorrow

Jilbab Backpacker

Travel - Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Andromeda Noholo

Catatan Perjalanan, Ulasan Tempat, dan Daily Blog

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Casa Fasa

Travel & Life

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

aryantowijaya.wordpress.com/

Tiap Perjalanan Punya Cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. Kuy, der!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

tempat berjalan dan bercerita

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Travel Blog Indonesia

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Travel Vlogger Indonesia

Travel Vlogger Indonesia, menginspirasi lewat travel vlog Indonesia, berbagi informasi liburan dan vlog jalan jalan!

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

Winny Marlina

Winny Marlina– whatever you or dream can do, do it! travel

%d blogger menyukai ini: