Akhirnya, Bisa Mampir Juga ke Kopitiam Oey

Sebenernya keinginan untuk bertandang ke Kopitiam Oey yang terletak di ujung Jalan Sabang ini sudah ada sejak lama. Gara-garanya… yah, karena ada selebritis internesyenel yang mampir ke situ. Saat ketemuan bareng mas Fahmi Catperku beberapa bulan lalu di Sabang 16, gue nggak tahu bahwa sebenarnya Kopitiam Oey berada tepat di sebelahnya. Persis!

Syukurlah, hari Sabtu akhir bulan November lalu gue kesampaian juga ke sana.

Setelah sebelumnya mengikuti Blogger Gathering dari Campaign.com di Intiland Tower, lalu nemenin mbak Indri Juwono jalan-jalan di Plaza Semanggi, gue meluncur menuju Jalan Sabang menggunakan busway Blok M – Kota.

Dari luar, Kopitiam Oey tampak tidak mencolok, berdempetan dengan kedai Sabang 16 yang memiliki fasad yang lebih besar. Gue mendorong pintu kayunya, lalu melangkah masuk dengan agak ragu-ragu, disambut dengan para pelayan yang menyapa dengan ramah.

“Untuk berapa orang?” tanya seorang waitress yang dengan sigap segera menghampiri.

“Empat,” gue menjawab mantap.

Pelayan itu lalu melambaikan tangannya ke arah tempat duduk di tengah ruangan, sebuah meja kayu yang dikelilingi dengan empat kursi. Gue dengan patuh bergerak menuju tempat itu.

Interior Kopitiam Oey

Interior Kopitiam Oey

Suasana di dalam Kopitiam Oey

Suasana di dalam Kopitiam Oey

Seperangkat alat makan yang sudah disediakan di atas meja

Seperangkat alat makan yang sudah disediakan di atas meja

Sambil menunggu kedatangan temen-temen Komunitas CEC (City Explorer Community), gue memperhatikan interior dan suasana di dalam kopitiam. Konsep tradisional ala Tiongkok menguasai interior ruangan dengan warna kuning pucat yang membalut dindingnya, pilar-pilar penyangga yang dilapisi dengan warna merah, dengan ornamen-ornamen seperti lukisan dan testimoni Bondan Winarno yang menempel pada dinding. Sementara motif floral menghiasi lantainya, lampu-lampu yang berpendar keemasan menggantung di bawah langit-langit yang berwarna geap.

Hm, suasananya intim, hangat, tenang ๐Ÿ™‚

Buku menunya gue buka lembar demi lembar, penasaran dengan apa saja yang ditawarkan Kopitiam Oey. Selain kopi itu sendiri, tempat makan ini juga menyediakan beragam kuliner nusantara dan peranakan, seperti: Sego Ireng, Bubur Ayam, Roti Bakar, Tjap Tjay, Nasi Briyani, Prata, Lumpia, Bakmie, teh, wedang uwuh khas Imogiri Jogja, dan macam-macam jus. Mau lagi panas atau cuaca dingin, mau ingin makan berat atau sekedar ngemil, Kopitiam Oey bisa kamu jadikan alternatif.

Dalam buku menu juga dsebutkan bahwa Kopitiam Oey melayani pembelian bubuk Kopi Aroma. Nah, di sini gue membuktikan bahwa Fabrik Koffie AROMA Bandung yang gue sambangi beberapa hari lalu benar mensuplai kopinya ke Kopitiam Oey ini ๐Ÿ™‚

Dan, dari seabrek menu itu, gue hanya memesan… Kopi Susu Indotjina. Sajian khas Kopitiam Oey dengan harga murah meriah! ๐Ÿ˜€

Gue pesan dengan es batu, karena cuaca Jakarta saat itu sedang cukup panas.

Tak berapa lama kemudian, pesanan datang. Sebuah gelas kaca berisi kopi panas dengan cairan susu yang masih mengendap di dasarnya, dialasi dengan piring kecil, ditutup dengan sebuah wadah kecil dari logam, dan sebuah gelas lain berisi bongkahan-bongkahan kecil es batu.

GU-E-BI-NGUNG! Nggak yakin bagaimana menikmati Kopi Susu Indotjina itu.

Dengan asal, gue angkat wadah kecil yang menutupi gelas utamanya, lalu gue letakkan di atas meja. Seorang waiter lalu buru-buru menghampiri gue.

“Maaf, mas. Ini kopinya belum larut semua.”

Dia bergegas mengangkat wadah kecil yang gue letakkan di atas meja, dan… walah! Meninggalkan cairan kehitaman yang membasahi meja. Wadah kecil itu lalu dikembalikan ke atas gelas utama.

Jadi rupanya, saudara-saudara, wadah kecil itu adalah semacam saringan. Bubuk kopi yang sudah tersaring akan berjatuhan masuk ke dalam gelas utama. Biarkan seluruh kopi masuk ke dalam gelas utama, maka kopi pun siap dinikmati.

Duh.. Maklum ya, mas. Anak desa.

Setelah seluruh kopi di dalam wadah kecil habis, gue aduk dengan perlahan sampai kopi berubah warna menjadi cokelat.

Slurp… Gue seruput dengan hati-hati. Rasanya enak, tapi kalau kata temen gue, lebih enak lagi kalau susunya sedikit dikurangi. Lebih otentik!

Kopi Susu Indotjina yang sudah diaduk

Kopi Susu Indotjina yang sudah diaduk

Tampilan Kopi Susu Indotjina saat pertama datang

Tampilan Kopi Susu Indotjina saat pertama datang

Untuk camilan, cobalah Singkong Goreng dengan Sambal Roa. Singkongnya gurih banget! Dicocol dengan sambalnya… beuh, nikmat tiada tara. Harganya juga tidak mahal kok, dan cocok untuk dinikmati rame-rame.

Beberapa menit kemudian, yang ditunggu-tunggu mulai berdatangan satu per satu. Kursi-kursi yang mengelilingi meja mulai ditempati. Sajian demi sajian berdatangan mengisi meja yang semula hampa. Dalam sekejap,ย rasa sendiri itu lenyap, digantikan dengan kehangatan dan kebersamaan bersama dengan teman-teman baru.

Gue, Devy, mas Hery, Desi, bang Sean, Anwar

Gue, Devy, mas Hery, Desi, bang Sean, Anwar

22 thoughts on “Akhirnya, Bisa Mampir Juga ke Kopitiam Oey

  1. Demikian dekat dengan tempat saya dan saya bahkan tidak tahu kedai kopi ini ada. :malu
    Kalau di-range, harganya kisaran berapa, Mas? *keluarin kalkulator*

  2. Ruangannya tertutup gitu yah.. Enaknya kopitiam tuh gitu. Selain ngopi bisa pesan makanan berat juga. Apalagi kalau ada wifi gratis yang kenceng dan colokan kabel listrik. Bisa berjam-jam deh nongkrong sambil ngopi, makan, dan browsing. *ga mau rugi* :p

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s