Sering Ngopi dan Jajan? Yuk, Kenali Kebutuhan Gula Perhari mu!

Traveling, nongkrong di kafe, atau sekadar mencoba kuliner baru memang sulit dipisahkan dari makanan dan minuman manis. Segelas kopi susu, dessert, hingga minuman kemasan bisa dengan mudah masuk dalam itinerary tanpa kita terlalu memikirkan kandungan gulanya.

Masalahnya, gula dari berbagai makanan dan minuman tersebut dapat terakumulasi sepanjang hari. Karena itu, memahami kebutuhan gula per hari penting agar kita tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa kehilangan kontrol terhadap pola makan.

Berapa Banyak Gula yang Sebaiknya Dikonsumsi?

Tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan berbagai aktivitas. Namun, bukan berarti kita bebas mengonsumsi gula tambahan sebanyak-banyaknya.

WHO merekomendasikan konsumsi gula tambahan tidak melebihi 10% dari total energi harian. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih besar, jumlah tersebut bahkan dianjurkan untuk dikurangi hingga sekitar 5%.

Artinya, yang perlu diperhatikan bukan sekadar apakah makanan terasa manis atau tidak, tetapi dari mana gulanya berasal dan seberapa banyak yang dikonsumsi sepanjang hari.

Kebutuhan setiap orang juga tidak selalu sama karena dipengaruhi usia, aktivitas, kebutuhan energi, dan kondisi tubuh.

Apakah Kebutuhan Gula Pria dan Wanita Berbeda?

Secara umum, pria sering memiliki massa otot dan kebutuhan energi yang lebih tinggi sehingga kebutuhan energinya juga dapat lebih besar.

Sementara itu, kebutuhan energi wanita dapat dipengaruhi berbagai faktor fisiologis, termasuk kondisi tubuh serta perubahan hormonal.

Namun, bukan berarti pria otomatis boleh mengonsumsi lebih banyak minuman atau makanan tinggi gula tambahan. Baik pria maupun wanita tetap perlu memperhatikan proporsi gula terhadap total kebutuhan energi hariannya.

Jadi, daripada berpatokan pada seberapa banyak makanan manis yang masih “boleh” dimakan, lebih baik mulai memperhatikan total asupan gula dari berbagai sumber.

Gula Alami dan Gula Tambahan Ternyata Berbeda

Salah satu hal yang sering membuat bingung adalah anggapan bahwa semua gula sama.

Padahal, berdasarkan sumbernya, gula dapat dibedakan menjadi gula alami dan gula tambahan.

Gula Alami

Gula alami terdapat secara alami di dalam bahan makanan.

Contohnya antara lain:

  • Fruktosa pada buah
  • Laktosa pada susu
  • Gula alami yang terdapat pada sayuran

Makanan tersebut tidak hanya membawa gula, tetapi juga memiliki kandungan nutrisi lain sesuai bahan pangannya.

Gula Tambahan

Gula tambahan merupakan gula yang ditambahkan ketika makanan atau minuman diproses.

Contohnya termasuk sukrosa dan berbagai jenis pemanis yang digunakan dalam makanan olahan.

Karena itu, penting untuk membaca komposisi dan informasi nilai gizi daripada hanya mengandalkan rasa makanan.

Traveling Bikin Asupan Gula Diam-Diam Berlebihan? Ini Masalahnya

Saat traveling, ada banyak momen kecil yang bisa membuat konsumsi gula bertambah tanpa terasa.

Pagi dimulai dengan kopi susu, siang mencoba minuman khas daerah, sore mampir ke kafe, lalu malam masih berburu dessert atau jajanan lokal.

Masing-masing mungkin terasa tidak berlebihan. Namun, ketika dikonsumsi dalam hari yang sama, gula tambahan dari seluruh makanan dan minuman tersebut bisa terakumulasi.

Hal serupa juga bisa terjadi saat bekerja dari kafe. Satu gelas minuman manis mungkin terlihat sepele, tetapi jika ditambah snack, dessert, atau kopi berikutnya, total asupan gulanya bisa bertambah cukup cepat.

Solusinya bukan berhenti kulineran atau memusuhi gula.

Mulailah dengan langkah sederhana: prioritaskan air putih, perhatikan ukuran porsi, baca label makanan kemasan, dan bedakan gula tambahan dengan gula yang secara alami terdapat dalam bahan makanan.

Dengan begitu, menikmati kuliner tetap menyenangkan tanpa membuat pola makan harian kehilangan keseimbangan.

Laktosa, Gula Alami yang Terdapat dalam Susu

Susu merupakan salah satu contoh bahan pangan yang secara alami memiliki gula bernama laktosa.

Laktosa berfungsi sebagai salah satu sumber energi dan dalam referensi Greenfields juga disebut berperan membantu penyerapan kalsium.

Selain laktosa, manfaat susu juga berasal dari kandungan nutrisi lain seperti protein, kalsium, vitamin, dan mineral. Karena itu, keberadaan gula pada susu segar perlu dibedakan dengan gula yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan atau minuman.

Saat memilih susu, coba baca daftar komposisinya.

Perhatikan apakah rasa manis berasal dari laktosa yang secara alami terdapat pada susu atau terdapat gula tambahan lain dalam produknya.

Panduan Mengatur Gula Sesuai Usia

Kebutuhan energi juga berubah seiring bertambahnya usia. Karena itu, pengaturan konsumsi gula perlu disesuaikan.

Anak-anak

Asupan gula tambahan perlu dibatasi. Pola makan anak sebaiknya lebih banyak berasal dari bahan makanan bernutrisi.

Remaja

Masa pertumbuhan membutuhkan energi yang cukup, tetapi bukan berarti konsumsi gula tambahan bisa bebas. Buah dan susu segar dapat menjadi bagian dari pilihan sumber makanan sehari-hari.

Dewasa

Asupan gula perlu disesuaikan dengan tingkat aktivitas dan kondisi kesehatan. Konsumsi gula tambahan sebaiknya tidak lebih dari 10% total energi harian dan dapat ditekan mendekati 5%.

Lansia

Seiring menurunnya metabolisme dan aktivitas fisik, kebutuhan energi juga cenderung berubah. Karena itu, konsumsi gula tambahan perlu semakin diperhatikan.

Kenapa Greenfields Bisa Jadi Pilihan?

Setelah memahami perbedaan gula alami dan gula tambahan, pemilihan produk menjadi lebih mudah. Saat memilih susu, salah satu hal yang bisa diperhatikan adalah apakah susu tersebut berasal dari susu segar dan apakah terdapat gula tambahan yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Greenfields Fresh Milk mengandung laktosa yang secara alami terdapat dalam susu segar. Kualitas bahan bakunya juga dijaga sejak dari peternakan hingga susu siap dikonsumsi.

Sebagai pelopor Fresh Milk Pasteurisasi No. 1 pilihan keluarga Indonesia, Greenfields berkomitmen menghadirkan “Jujurly Pure, Jujurly Fresh.”

Komitmen tersebut didukung oleh:

  • Susu Greenfields 100% berasal dari peternakan milik sendiri di dataran tinggi Jawa Timur.
  • Peternakan Greenfields merupakan peternakan terbesar di Indonesia.
  • Pemerahan dilakukan dengan teknologi modern tanpa sentuhan tangan atau no-hand touch milking process.
  • Peternakan menjadi rumah bagi lebih dari 20.000 sapi Holstein dan Jersey.
  • Sapi dirawat 24/7 oleh ahli gizi dan dokter hewan untuk menjaga kesejahteraan serta kualitas susu yang dihasilkan.

Dengan kontrol dari peternakan sendiri, Greenfields dapat menjaga kualitas susu segar yang kemudian hadir sebagai sumber protein, kalsium, vitamin, mineral, dan laktosa alami untuk melengkapi pola makan sehari-hari.

Kebutuhan Gula Per Hari Tetap Bisa Dijaga Tanpa Berhenti Kulineran

Menjaga konsumsi gula bukan berarti harus berhenti minum kopi, mencicipi dessert, atau berburu kuliner ketika traveling.

Yang lebih penting adalah mengetahui sumber gulanya dan melihat pola makan secara keseluruhan.

Mulailah lebih teliti membaca label nutrisi, batasi gula tambahan, pilih makanan segar, dan kenali perbedaan antara gula tambahan dengan gula alami seperti fruktosa pada buah maupun laktosa pada susu.

Untuk pilihan minuman sehari-hari, susu segar seperti Greenfields Fresh Milk dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang karena mengandung laktosa yang secara alami berasal dari susu sekaligus membawa berbagai nutrisi penting.

Jadi, tetap boleh jajan dan eksplor kuliner. Yang penting, jangan sampai gula yang masuk sepanjang perjalanan ikut “traveling” terlalu jauh dari batas kebutuhan harian.

FAQ

Q: Berapa kebutuhan gula per hari untuk orang dewasa?

A: WHO merekomendasikan konsumsi gula tambahan tidak melebihi 10% dari total energi harian. Jumlah tersebut dapat dikurangi hingga sekitar 5% untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih besar.

Q: Apa bedanya gula alami dan gula tambahan?

A: Gula alami sudah terdapat secara alami dalam bahan pangan, seperti fruktosa pada buah dan laktosa pada susu. Sementara itu, gula tambahan dimasukkan ke makanan atau minuman selama proses pengolahan.

Q: Apakah gula dalam susu termasuk gula tambahan?

A: Susu secara alami mengandung laktosa. Namun, beberapa produk susu dapat memiliki gula tambahan, sehingga penting membaca daftar komposisi dan informasi nilai gizi pada kemasan.

Q: Bagaimana cara mengontrol gula saat traveling?

A: Perhatikan frekuensi konsumsi minuman manis dan dessert, prioritaskan air putih, atur porsi, serta baca label pada makanan dan minuman kemasan.

Q: Apakah pria dan wanita memiliki kebutuhan gula yang sama?

A: Kebutuhan energi setiap orang dapat berbeda berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat aktivitas, dan kondisi tubuh. Namun, konsumsi gula tambahan tetap perlu dibatasi sebagai bagian dari total energi harian.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Matius Teguh Nugroho

keep learning by traveling

Duo Kembara

Cerita Si Kembar dan Mommy Ara menghadirkan kebaikan

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

Teppy & Her Other Sides

Stories, thoughts, places...

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

LIZA FATHIA

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

papanpelangi.id

sebuah blog perjalanan

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Jurnal Evi Indrawanto

Traveling, Budaya, dan Lika-Liku Wirausaha.

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Ancient ruins, cultural sights, urbanism, gastronomy, and more

Winny Marlina

Winny Marlina - Whatever you or dream can do, do it! lets travel

Olive's Journey

What I See, Eat, & Read

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

dananwahyu.com

Menyatukan Jarak dan Waktu