Review Buku: Backpacking Vietnam

Tiba-tiba saja keinginan untuk traveling ke Vietnam itu membuncah di dalam kepala. Mungkin karena habis baca tulisannya mbak Yusmei tentang Da Nang kali ya. Akhirnya, pada hari Minggu kuturut ayah ke kota naik delman istimewa beberapa waktu lalu, gue dengan spontan memantapkan diri untuk membeli sebuah buku panduan jalan-jalan ke Vietnam di Gramedia berjudul Backpacking Vietnam, yang merupakan hasil karya dari kak Olenka Priyadarsani @olenp, pemilik dari blog backpackology.me.

Backpacking Vietnam

Backpacking Vietnam

Harga buku itu tak sampai Rp 50.000,00 dengan ketebalan sekitar 225 halaman. Ukurannya memang agak mungil, tapi informasi di dalamnya lengkap banget lho. Sebelum memutuskan untuk membeli buku itu, gue sempat bimbang karena ada satu buku lain yang serupa dengan harga yang sedikit lebih mahal dan lebih tebal juga tentunya. Gue mengambil masing-masing satu buah sampel dari kedua buku itu yang bebas dari pembungkus plastik, mengintip beberapa halaman di dalamnya untuk sekedar melihat kualitas gambar dan tulisan.

Cetakan buku Backpacking Vietnam-nya kak Olen ini cenderung lebih bagus. Gambarnya memang sama-sama hitam putih, namun tercetak dengan lebih halus. Gue pun akhirnya memutuskan untuk mengambil buku itu. Senengnya, ada bonus dua lembar peta dan sebuah lampiran jadwal kereta api Reunification Express yang terselip di dalam buku ini. Dua lembar peta tersebut berisi peta kota Hanoi, peta Old Quarter โ€“ Hanoi, peta kota Ho Chi Minh City, dan peta rute bus kota Ho Chi Minh City. Sayangnya, peta kota Ho Chi Minh City ini masih agak kekecilan, sementara Ho Chi Minh City adalah sebuah kota besar. Butuh konsentrasi tinggi untuk bisa membaca nama-nama tempat dan merunut garis demi garis, hahaha.

Kiri: peta Hanoi, kanan: peta Ho Chi Minh City, masing-masing 2 halaman

Kiri: peta Hanoi, kanan: peta Ho Chi Minh City, masing-masing 2 halaman

Dibuka dengan bab tentang Hanoi, sang ibukota, buku ini sukses membawa angan-angan gue sampai ke kota yang sejuk dan damai itu. Bab-bab selanjutnya berisi tentang Halong Bay, Da Lat, Sa Pa (sebuah daerah pegunungan), Delta Mekong, Ho Chi Minh City, dan sebuah bab tambahan yang membahas tentang kopi Vietnam yang otentik dan khas itu. Dalam setiap bab, kak Olen selalu memberikan informasi tentang daftar objek wisatanya, transportasi, akomodasi, hingga tempat-tempat belanja dan kuliner. Pun masih ada saran-saran yang bakal berguna banget, misalnya tentang kiat memilih taksi Vietnam (karena taksi Vietnam rawan penipuan). Kak Olen juga memberikan daftar hotel yang direkomendasikan, tentu saja yang sesuai dengan budget kaum backpacker, lengkap dengan alamat dan bahkan website-nya.

Pokoknya, buku ini akan menjadi sebuah panduan terbaik buat kamu yang mau traveling ke Vietnam. Kontennya lengkap, gaya penulisannya nggak perlu diragukan, ukurannya pas dalam genggaman, dan harganya juga reasonable. Mungkin satu kekurangannya adalah ketiadaan foto di beberapa bagian tulisan yang menurut gue perlu diberi sebuah foto untuk mematangkan imajinasi pembaca, misalnya adalah foto bus kota, foto One Pillar Pagoda, dan foto Ho Chi Minh Mausoleum — mengingat dua objek terakhir itu adalah objek yang unik dan cukup ikonik.

Ada banyak objek wisata gratis (atau hampir gratis) yang diinformasikan di dalam buku ini, bahkan bisa dibilang hampir semuanya! Asyik, kayaknya jalan-jalan ke Vietnam nggak bakal menguras rekening nih. Mungkin objek yang memang harus dipersiapkan (baca: membutuhkan biaya tinggi) adalah Halong Bay dan Chu Chi Tunnel. Bahkan HTM untuk pertunjukkan wayang air pun hanya sekitar Rp 50.000,00. Banyak kuil atau museum yang dapat dimasuki dengan gratis, atau hanya seharga ongkos angkot haha.

Wan Wan Emoticons 10

Ah, gue jadi makin bersemangat jalan-jalan ke Vietnam! Rencananya, gue bakal ambil penerbangan dari Jakarta menuju Ho Chi Minh City untuk city tour selama 2 hari di sana (termasuk mengunjungi Chu Chi Tunnel). Lalu pada malam kedua, gue akan berangkat menuju Hanoi menggunakan kereta Reunification Express dan akan sampai di Hanoi pada saat subuh — subuh lusa maksudnya, bukan subuh keesokan harinya. Gue membayangkan akan menyusuri negeri paman Ho itu dengan kereta, melalui petak-petak sawah dan ladang dari warga lokal, melintasi peradaban demi peradaban. Di Hanoi, gue akan meluangkan waktu dua hari juga untuk melakukan eksplorasi, lalu mengambil tur Halong Bay untuk paket 2D1N. Gue berfantasi terbangun di atas kapal kayu yang terapung tenang di atas perairan Teluk Halong yang kehijauan saat kabut belum sepenuhnya terangkat, sementara tebing-tebing karst berdiri menjulang di sisi kanan dan kiri. That would be nice!

 

Iklan

19 komentar

  1. A Suhaely · · Balas

    Trus kapan eksekusi nya?

    1. Tahun depan mungkin. Agenda tahun ini udah full. Kecuali kalau ada promo ke Vietnam ya, ehehe.

  2. Asik ada yang pengin ke Vietnam hihi

    1. Iya nih, mbak. Tapi kok ga pernah ada promo ke Vietnam ๐Ÿ˜ฆ

  3. itu udah jadi tujuan yang gw pengen2 vietnam!! apalagi ke halong bay itu surga banget deh

    1. Udah ada rencana mau ke sana, bro? Mungkin bisa bareng ๐Ÿ˜€

      1. mungkin dua tahun lagi kesana, lagi fokus nyari kerja dulu *maaf curcol* ๐Ÿ˜ฆ
        mau kesana kapan bro?

      2. Mungkin tahun depan. Tahun ini udah full schedule ๐Ÿ˜ฆ

        Well, sukses cari kerjanya \m/

  4. lam kenal bro..pengen banget ke vietnam :)..sayang, maksud hati memeluk gunung,apa daya gununge mbleduos ๐Ÿ˜€

    1. Halo. Hahaha, nggak ada yg nggak mungkin kok. Nabung aja dulu, kumpulin 3 juta kalo mau puas. Kalo cuma ke HCMC bisa lebih hemat lagi. Salam kenal balik dan makasih udah mampir ๐Ÿ˜€

  5. Gw ikutan dong bro, tapi ambil bulan april atau mei 2015 bisa kan hehehe… pengen ke Vietnam tapi blm ada temen nih, supaya bisa share cost gitu ๐Ÿ™‚

    1. Boleh boleh. Nanti kalau udah mendekati realisasi gue kabarin lagi ya ๐Ÿ˜€

      1. Jetstar lagi buka promo tapi hari ini aja. Gw pengen booking deh buat bulan april 2015. gmn ?

      2. Oh, errr, monggo sih kalau mau booking, tapi gue belum bisa pastiin apakah bakal berangkat April atau enggak ๐Ÿ˜ฆ
        Berapa promonya?

  6. […] tetangga. Potensi alam apa yang dimiliki oleh Singapura? Pantai pasir putih mana di Thailand atau Vietnam yang mengalahkan keelokan pantai-pantai pasir putih di Indonesia? Pariwisata mereka berhasil karena […]

  7. Bro, udah jadikah ke Vietnamnya? Lagi cari info itin dan budget, Vietnami ini masuk radar destinasi traveling tahun depan. Hehehe…

    1. Udah jadi. Silakan ubek-ubek blog ini ya, atau klik tag Vietnam di samping.

      1. Oke, makasih ya bro…

Tinggalkan Balasan ke A Suhaely Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jilbab Backpacker

Travel-Architecture-Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap โ€“ yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Andromeda Noholo

Yang terjadi di Andromeda

fainun.com

Family Blogger Indonesia

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Casa Fasa

Travel & Life

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. KUY, DER!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

tempat berjalan dan bercerita

Peregrination

Jalan-Jalan | Kuliner | Review

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Travel Blog Evi Indrawanto

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places โ€œfurther beyondโ€.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Sharon Loh

Food dan Travel Blogger Indonesia

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

Winny Marlina

Winny Marlinaโ€“ whatever you or dream can do, do it! travel

%d blogger menyukai ini: