Usia 25 Tahun Idealnya Punya Apa? Rencana Keuangan

Waiting at the pier

Beberapa waktu lalu, kita para millennial dihebohkan dengan screenshot sebuah pos Instagram yang menyatakan bahwa di umur 25 tahun, idealnya seseorang udah punya tabungan Rp100 juta, gaji Rp8 juta, kendaraan pribadi, dan cicilan rumah yang tinggal 20%. Walau sebenernya secara utuh konten itu nggak salah (ada kalimat kecil di bawah kalimat utamanya), namun netizen udah heboh duluan dengan versi screenshot terpotongnya yang setahu gue diviralkan pertama kali oleh @amrazing.

Bentar, gue inget-inget dulu apa yang gue punya di umur 25 tahun.

  1. Tabungan Rp100 juta Kamera DSLR bekas seri lawas
  2. Gaji Rp8 juta Gaji Rp3 jutaan
  3. Kendaraan pribadi Backpack 60 L merek lokal
  4. Cicilan rumah tinggal 20% Sepetak kamar indekos berukuran 2×2 meter.

Umur 25 tahun adalah masa kejayaan gue sebagai backpacker dan travel-blogger. Di usia itu, gue melakukan overland trip dari Bangkok (Thailand), lalu ke Siem Reap di Kamboja, dan ditutup dengan Ho Chi Minh City di Vietnam. Sebagian besar tiket pesawatnya dibayar dengan hadiah yang gue dapatkan dari kemenangan atas sebuah lomba blog perjalanan. Gue nggak punya banyak harta, namun gue memiliki pengalaman yang tak ternilai harganya.

Kembali ke topik di awal, jadi apa yang idealnya dimiliki oleh seseorang di usia seperempat abadnya? Harta, tahta, dan wanita nggak bisa dijadikan patokan. Setiap orang memiliki pekerjaan yang berbeda, dengan gaji yang berbeda, lama bekerja yang berbeda, dan sederet perbedaan lainnya.
Namun menurut gue, ada satu hal yang sebaiknya sudah kita miliki di usia 25 tahun: rencana keuangan atau financial plan.


Dana Darurat Sebagai Fondasi Keuangan

Dua puluh lima punya banyak makna. Sebagian memikirkan pernikahan, sebagian lagi membayangkan wacana ke Islandia. Ada yang menargetkan naik ke jajaran direksi, ada juga yang mau membuka bisnis sendiri. Meski berbeda-beda, semuanya membutuhkan 1 hal yang sama, yaitu rencana keuangan𑁋dan, rencana keuangan tak akan bisa dibangun tanpa wawasan akan produk-produk finansial atau financial literacy.

Nah, sebelum pikiran melanglang buana ke mimpi-mimpi tingkat dewa, ada 1 hal yang tak boleh dilewatkan, namun seringkali terabaikan: dana darurat.

Dana darurat adalah salah satu elemen wajib dalam cetak biru keuangan kita. Ibarat rumah, dana darurat adalah fondasi. Apakah bisa membangun dinding rumah tanpa fondasi? Bisa, tapi nggak akan kokoh, mudah goyah seperti perasaan kita sama anak Tinder yang matched. Sebagian dari kamu mungkin udah tahu soal dana darurat ini. Gue pribadi bersyukur, pengalaman bekerjasama dengan sebuah institusi perbankan selama satu tahun membuat gue sedikit banyak belajar tentang keuangan.

Dana darurat berfungsi sebagai “landasan” saat kita jatuh gara-gara kebutuhan tak terduga, sebagai contoh: sakit, jadi korban tindak kriminal, bencana alam, dipecat, bisnis bangkrut, atau di-ghosting pacar yang minjem duit seperti yang dialami Ina dalam film The ConHeartist. Jadi kalau amit-amit kita mengalami hal-hal di atas, kita nggak langsung jatuh miskin.

Jumlahnya beda-beda tergantung keadaan. Buat jomblo, eh single, minimal bangeeettt 3 kali biaya hidup, syukur-syukur bisa 6 kali biaya hidup bulanan. Buat rumah tangga muda, freelancer, atau pebisnis, minimal adalah 12 kali biaya hidup bulanan. Tentu, lebih banyak lebih baik.

Jangan sedih kalau dana darurat kamu belum sesuai angka ideal. Di tahun 2021, financial technology berkembang pesat banget! Dimulai dari aplikasi ojek online dan e-money buat sekadar naik kereta, eh sekarang tiap bank udah punya aplikasinya. Jangankan bank, Pegadaian aja udah go digital dong, ada aplikasinya! Kita bisa dengan praktis mengumpulkan dana darurat dengan nabung emas.


Mengumpulkan Dana Darurat

Buat gue yang seorang cowok, emas itu sebelumnya gue pandang sebagai perhiasan, bukan alat investasi. Entahlah, kayak kesannya emas tuh cuma buat pemanis penampilan. Sementara tunangan gue lagi seneng banget beli-beli emas (batangan, bukan digital) buat investasi di masa depan. Ini aneh, karena mamak gue sendiri secara nggak langsung udah mengajarkan buat investasi emas. Beliau membeli kalung, gelang, dan cincin emas yang kemudian terpakai dengan dijual kembali saat keluarga ada kebutuhan besar.

Namun belakangan, gue mulai melirik buat beli emas juga karena… SALAH SATU SYARAT SESERAHAN, HAHAHA.

Jadi dalam adat tunangan gue, Ara, seserahan itu juga mencakup emas minimal 1 sukuk, di luar sejumlah uang tunai dan item-item opsional lainnya. Di mana 1 sukuk itu setara dengan 6-7 gram. 

Nah, ternyata di aplikasi #PegadaianDigital, kita bisa buka tabungan emas.

Maka gue install-lah aplikasi Pegadaian Digital (gue sampe harus uninstall aplikasi-aplikasi penting nggak penting biar memorinya cukup buat download, huhu) dan buat akun di situ.

Tampilan awal dan pendaftaran di aplikasi Pegadaian Digital
Lakukan verifikasi email dan log in kembali, banner Badai Emas langsung jadi pop-up di Homepage

Langkah-langkahnya gampang banget ternyata. Setelah selesai ter-install, buka aplikasinya dan lakukan registrasi. Cukup dengan mengisi nama lengkap, nomor HP, alamat email, lalu masukkan kode OTP, akun kamu udah jadi! Data diri lainnya seperti NPWP, SID, dan yang lainnya bisa dilengkapi kemudian.

Ada beberapa layanan yang bisa kamu manfaatkan dari aplikasi Pegadaian Digital, yaitu: Emas, Gadai, Cicil Emas, Pembiayaan, Pembayaran & Top-up, bahkan bisa Pengajuan Ibadah Haji. Tapi yang mau gue highlight di sini adalah Tabungan Emas.

Begitu membuka homepage, banner berisi CTA yang clickable untuk membuka Tabungan Emas langsung nongol di bawah header utama. Klik, maka kamu akan diarahkan pada sebuah laman baru untuk mengisi data diri, nama lengkap dan nomor HP sudah terisi otomatis. Siapkan hasil scan atau fotokopi KTP ya, karena dibutuhkan dalam proses ini. 

Setelah selesai mengisi semua data diri, klik “Selanjutnya”, maka kamu akan diarahkan pada peta interaktif yang sudah terintegrasi dengan GPS untuk memilih kantor cabang Pegadaian yang diinginkan buat mencetak dan menyimpan emas batangan kamu. Ini seru banget, emas yang udah gue beli nggak cuma dalam bentuk digital tapi juga ada fisiknya! Syukurnya juga di dekat rumah udah ada outlet Pegadaian, tinggal jalan kaki atau naik motor bentar ke jalan raya hehe.

Melanjutkan proses pembuatan tabungan emas di aplikasi Pegadaian Digital
Salah satu Pegadaian di dekat rumah di Yogyakarta

Kalau sudah, kamu akan dihadapkan dengan Rincian Administrasi. Klik “Selanjutnya” untuk memilih metode pembayaran yang kamu inginkan, ada banyak pilihan kok. Gue memilih Mandiri Virtual Account. Jumlah minimal untuk pembukaan tabungan (juga top-up) adalah Rp50 ribu yang saat ini setara dengan 0,05 gram emas.

Sampai di halaman terakhir, tutup aplikasi dulu untuk menyelesaikan pembayaran. Kalau udah, buka lagi aplikasinya dan klik “Selesai”. Di aplikasi Livin by Mandiri, pembayaran ada di menu Multipayment, lalu pilih Pegadaian Digital. Salin nomor virtual account pada aplikasi lalu paste di aplikasi Mandiri pada kolom yang tersedia. Jumlah tagihannya sudah terisi otomatis.

Beberapa menit kemudian, Rekening Tabungan Emas gue udah nongol di homepage. Kalau mau top-up, klik aja banner di paling bawah homepage. Kalau udah muncul laman baru, pilih “Rekening Lainnya”. Sisanya udah gampang banget diikuti dan hampir mirip dengan langkah-langkah di atas.

Top-up Tabungan Emas di aplikasi Pegadaian Digital

Nah, Tabungan Emas ini tersedia di seluruh outlet Pegadaian dan melalui Pegadaian Digital Service, Agen Pegadaian, dan Marketplace. Biaya administrasi dan pengelolaannya enteng kok, cuma Rp30 ribu per tahun untuk biaya penyimpanan dan gratis tahun pertama! Tabungan Emas bisa kita transfer ke Tabungan Emas lainnya mulai 0,1 gram. Nasabah juga bisa melakukan buyback dan mencetak mulai dari 1 gram aja.

Jadi kalau gue rangkum, ada 5 fitur dalam layanan Tabungan Emas Pegadaian Digital: Jual, Beli, Transfer, Cetak, dan Gadai Tabungan.


Mengapa Tabungan Emas Pegadaian Digital?

Tabungan emas bisa kita fungsikan sebagai aset atau bahkan investasi. Bedanya dengan platform lain, ini ‘kan Pegadaian. Jadi kalau misalnya emas mau digunakan untuk kebutuhan mendesak, nggak perlu dijual nggak apa-apa. Gadaikan aja! Asetnya nggak hilang, kebutuhannya tetap tertangani. Kalau gue sih ya pengen dicetak aja kalau udah 7 gram buat seserahan nikahan, hehe.

Caranya gampang kok. Masuk ke menu Gadai, lalu pilih Gadai Tabungan Emas. Di dalam menu ini kita juga bisa Gadai Saham dan Booking Service. Waktu pinjamannya maksimal 4 hari, namun bisa dibayar kapan pun dan diperpanjang berkali-kali. Untuk menikmati fasilitas Gadai Tabungan Emas dan cetak emas ini, pastikan akun kamu udah upgrade ke akun Premium. Tinggal upload foto KTP aja kok.

Sebentar lagi kita akan disahkan secara hukum dan agama ya, beb
Aplikasi Pegadaian Digital terintegrasi dengan layanan pegadaian konvensional, bahkan bisa gadai emas

Keunggulan lainnya produk Tabungan Emas di Pegadaian Digital adalah dikelola secara profesional dan transparan, dijamin karatase 24 karat, harga jual dan buyback yang kompetitif, dan masih banyak lagi. Klik di sinibuat info selengkapnya.

Pas banget nih, sekarang lagi ada loyalty program Badai Emas buat nasabah Pegadaian Digital, tepatnya 1 April – 31 Juli 2021. Selama periode ada hadiah langsung, undian bulanan dan juga Grandprize di Bulan Agustus 2021 nanti dengan hadiah utamanya Rumah seharga 1,25M, ada mobil juga, tabungan emas, dll. Jadi, yuk segera download aplikasi Pegadaian Digital dan lakukan berbagai transaksi biar bisa ikut “terbawa” #BadaiEmas di Pegadaian Digital. Follow akun Instagram @sahabatpegadaian buat informasi selengkapnya atau kalau mau nanya-nanya.

Bisa cicil Logam Mulia juga di aplikasi Pegadaian Digital

Seperti kata salah satu pepatah finansial populer, jangan taruh seluruh telurmu dalam satu keranjang. Artinya, jangan kumpulkan seluruh aset dalam satu tempat. Kalau amit-amit wadahnya jatuh dan telurnya pecah, kita nggak akan kehilangan seluruh telur kita. Nah, Tabungan Emas di Pegadaian Digital bisa jadi salah satu “keranjang” kamu untuk menyimpan dan mengelola aset dana darurat kamu.


Inovasi ini mengubah kesan dan sudut pandang gue terhadap Pegadaian. Ternyata, Pegadaian nggak cuma buat mereka yang gagal merencanakan keuangan, namun juga bisa untuk mempersiapkan masa depan. Jadi buat kamu yang udah #PunyaRencana finansial masa depan, jadikan Pegadaian Digital sebagai bagian dari misimu! Nggak apa-apa belum punya tabungan Rp100 juta, namun #GenerasiPandai pasti punya rencana.

Duh, alamat tiap hari bakal cek harga jual dan harga beli emas di Pegadaian Digital nih. Habis praktis gini, hehe. 

10 komentar

  1. Aku sbnrnya agak tertampar pas dikasih tahu 25 THN sebaiknya udh punya target2 di atas :D. Krn jujur, sama kayak kamu, aku lebih tergila2 Ama traveling diumur segitu :p. Bahkan sampe skrpun.

    Menurutku juga ga bisa disamaratain lah. Itu buat youtuber dengan banyak subs dan viewers, mungkin bisa aja. Tapi kalo utk pekerja kantoran dgn gaji masih pemula, ya agak sulit.

    Dan kita sama mas, aku LBH mentingin pengalaman hidup drpd asset tangible.

    Jujurnya aku mulai serius rencanain keuangan setelah nikah :). Agak telat memang, tp at least berhasil. Dimulai dari ngumpulin dana darurat dlm bentuk LM dan emas digital. Kenapa aku pilih dana darurat dlm bntuk LM dan emas digital, karena definisi darurat buatku, dana yg hanya akan dipake utk pengeluaran yg ga akan bisa dicover Ama asset ku yg lain atau ga tertutup juga oleh asuransi. JD kalo misalnya sakit kritis parah, buatku sih ga pake dana darurat Krn aku punya asuransi utk itu. Berarti dana darurat ini akan jaraaaaaang banget aku utak Atik. Dan supaya nilainya ga kena inflasi, makanya emas jadi solusi paling bener utk dana darurat

    Aku kumpulin LM udh sejak 2014. Buka rek tabungan emas di Pegadaian sejak 2016. Dan aku rutin beli tiap bulan, ATO tiap dpt bonus. Alhamdulillah dana darurat 12x pengeluaran udh selsai malah exceed dari target. Kenapa ? Krn pas 2020 kemarin, harga emas melonjak tajam, so emas yg aku punya naik tinggi, sampe nilainya exceed dari target ku :D. Itu enaknya kalo emas.

    Kalo emas LM aku belinya dr langganan sih, males ke Antam Krn jauh. Bisa memang beli online, tp onkirnya mahal :D. Aku LBH suka ngumpulin yg denominasi kecil, supaya jualnya gampang. Tp semua denom aku punya, hanya aja yg pecahan 1,2,3,5,10 gr lebih enak utk dijual :D.

    Baguuus tuh kalo Ara mulai ngumpulin LM mas. Toh emas itu utk JK panjang baru kerasa hsilnya. Aku juga tertarik emas Krn pernah diajarin gini Ama orang2 tua, ‘naik haji itu zaman nenek cm seharga 99 gr emas. Hari ginipun, naik haji juga berharga 99 gr emas’

    :D. Kalo dirp -in jangan tanya. Males liat nol nya hahahaha. Mndinga akh ngumpulin ya pake emas, JD tetep stabil. Apalagi naik haji antriannya bisa sampe 25 THN. Ntah berapa nilainya dlm Rp ntr :p

    Anak2ku juga aku bukain tabungan emas. Masing2 punya. Utk uang kuliah mereka nanti :). Jadi bisa dibilang, uang Rp dalam rek ku hanya secukupnya aja. Sekedar untuk biaya operational rumah, jaga2 yg ga terlalu mendesak dan kebutuhan harian. Sisanya dlm bentuk saham, dan LM

    1. Halo, mbak Fanny. Wah, ngobrol panjang nih kita soal finansial 😁

      Mbak aku sama kayak kamu, telat serius merencanakan keuangan. Tapi better daripada terlalu telat sih. LM kuserahkan ke Ara, biar aku reksa dana sama obligasi aja hahaha.

      Well sekarang pun aku tetap menyeimbangkan aset fisik dan nonfisik, yaitu pengalaman. Jadi saat dunia sudah pulih dari COVID-19, atau bahkan sudah ada jalan ke negara-negara, aku akan kembali melanglang buana.

      1. Beneeer mas, skr kita nabung dulu sampe semua negara2 buka pintu :D. Aku bakal traveling lagi kalo udh bener2 aman kok. Diksh kesempatan utk nabung biar traveling selanjutnya bisa bener2 seru hahahah

      2. Bener, mbak! Itu juga yang kubilang sama diri sendiri sekarang: dipaksa nabung biar punya aset tangible dan nanti bisa sekaligus jalan ke tempat-tempat jauuuhhh.

  2. Selagi pasanganmu orang Indonesia, masih bakal butuh emas , Mas 😂😂😂😂

    Mari kita tingkatkan perencanaan keuangan kita demi masa depan… 😘😘😘

    1. Bahahaha iya ya. Yukmari, beb!

  3. ainunisnaeni · · Balas

    baru tau ada aplikasi pegadaian digital, aku kira kalau mau nabung tabungan emas pegadaian cuman versi buku tabungan manual biasa
    dulu sempet kepikiran pengen buka tabungan emas, tapi tabungan emas juga ga bisa dicairin sewaktu waktu. memang tujuan awalnya adalah buat investasi jangka panjang ya kalau emas begini.
    untuk sementara dana darurat masih kesimpen di tabungan biasa sama invest RD dulu.
    next kayaknya coba juga tabungan emas ya, pengen cobain

    1. Memang banyak yang belum tau kayaknya. Bagusnya tabungan emas di Pegadaian Digital ini, bisa dicetak dan bahkan digadaikan hehe. Yuk cobain!

  4. Dulu tim Pegadaian pernah sosialisasi di kantor dan ajak buka tabungan emas dengan setoran awal 10rebu doang. Pada buka sih, saya pengin tapi akhirnya gak jadi buka. Masih skeptis dulu pernah coba gadai emas eh bunganya sinting bat hahaha. Ternyata ada manfaat lainnya juga yah, kayak yang diceritain Mba Fanny juga saya setuju. Istilahnya don’t put your money in one basket, jadi harus ada diferensiasi jangan di reksa sama saham aja. Nice sharing, Nugie.

    1. Hai, Justin. Bener, setiap instrumen investasi ada kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi penting untuk melakukan diversifikasi.
      Semangat cari cuan!

Tinggalkan Balasan ke Fanny_dcatqueen Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Khairunnisa Siregar's

Learn from yesterday, live for today, and hope for tomorrow

Jilbab Backpacker

Travel - Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. Kuy, der!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi Travel Blog

berjalan dan bercerita

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Jalan-Jalan Terus!

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

%d blogger menyukai ini: