Memanfaatkan Fitur Paylater Traveloka dengan Aman (+ Tips Keuangan)

Bobok ganteng sekarang, bayar kemudian

Gue masih inget saat pertama kalinya merencanakan solo traveling ke luar negeri (bahkan lintas negara) tahun 2015 silam dan gue harus “meminjam” kartu kredit temen gue untuk menyelesaikan transaksi pembayaran. Saat itu, teknologi online travel agent (OTA) belum secanggih sekarang. Jumlah OTA juga belum banyak, dengan pelayanan yang juga masih terbatas. Syukurnya, sekarang setiap orang udah bisa punya “kartu kredit” dengan fitur paylater di Traveloka.

Kalau untuk mempunyai kartu kredit kita harus mengajukan ke salah satu bank yang prosesnya masih agak rumit dan terkadang memakan waktu yang nggak sebentar sampai proses approval atau pengiriman kartu, maka proses pengajuan paylater Traveloka lebih praktis dan cepat.

But first, mari kita pelajari dulu biar ulasan ini berimbang. Apa sih itu paylater? Salah nggak buat keuangan?

Seperti namanya, “paylater” berarti “membayar nanti”. Ini artinya, paylater adalah fitur dari Traveloka di mana pengguna atau pelanggan bisa mencicil pembayaran atau “meminjam uang” untuk transaksi yang mereka lakukan di Traveloka. Mirip kartu kredit, bukan? Perbedaannya, di sini akun atau kartu paylater kita hanya bisa digunakan buat transaksi di dalam Traveloka.

Paylater ini nggak salah kok. Sama halnya dengan gue yang walaupun pernah terlilit hutang kartu kredit selama 2 tahunan tapi nggak terus lantas anti sama kartu kredit, begitu pun gue dengan cicilan Traveloka ini. Nanti akan gue bagikan tips mengatur keuangan buat kamu yang menggunakan fitur paylater Traveloka.


Cara Mengaktifkan Paylater Traveloka

Sebelum mengaktifkan atau mengajukan paylater, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan supaya proses pengajuan berjalan mulus tanpa harus sering buka-tutup aplikasi. Hal-hal itu adalah:

  • Foto atau scan KTP
  • Nomor ponsel saudara atau orangtua yang mau kamu jadikan kontak darurat
  • Alamat dan nomor telepon kantor/perusahaan kamu
  • Status karyawan dan gaji terakhir, kali aja ada yang suka lupa statusnya di kantor.

Nah, kalo semua hal di atas udah siap, begini langkah-langkahnya buat apply cicilan Traveloka dengan paylater:

  1. Pastikan kamu sudah terdaftar sebagai anggota Traveloka, kalau belum, ya daftar dulu
  2. Buka aplikasi Traveloka, pengajuan paylater belum bisa dilakukan melalui website
  3. Klik tombol atau ikon Paylater yang ada di header bagian atas
  4. Aplikasi akan terlebih dulu memberikan informasi seputar fitur paylater ini, termasuk tips buat mengatur keuangan, klik “Continue” / “Lanjutkan” terus sampai masuk ke laman pengisian data diri
  5. Isi data diri sesuai kolom, lalu “Save & Continue”
  6. Isi data keluarga sesuai kolom, lalu “Save & Continue”
  7. Isi data pekerjaan sesuai kolom, lalu “Save & Continue”
  8. Upload foto atau scan KTP
  9. Selesai, pengajuan kamu tinggal diverifikasi lalu nanti akan mendapatkan notifikasi approval atau pengajuan yang diterima.

Kalau kamu memilih Paylater Card, maka nanti kartu fisik akan dikirimkan ke alamat yang kamu daftarkan. Yuk, apply cicilan Traveloka sekarang!

Biasanya, gue memberikan screenshot lengkap dari awal sampai akhir di tulisan-tulisan review kayak gini. Tapi berhubung langkah-langkah pengajuannya dilakukan pada laman encrypted, jadinya informasi kita dilindungi dan fitur screenshot nggak bisa berfungsi. Aman banget deh dari oknum-oknum nackal yang mungkin bisa berusaha membajak data diri kita saat smartphone nggak dalam genggaman.

Yang juga gue suka adalah adanya kolom buat memilih Due Date (Tanggal Penagihan). Ada tanggal 2, 25, dst, disesuaikan dengan budaya gajian di Indonesia. Jadinya kita bisa memilih tanggal penagihan yang cocok dengan kondisi kita. Gue, misalnya, karena gajian setiap akhir bulan, memilih tanggal 2 sebagai tanggal penagihan.

Dah, simpel kan 🙂


Apakah Gue Khawatir?

Yang namanya kecemasan pasti ada, namanya juga “menyerahkan informasi pribadi” kepada pihak kedua. Jangankan di Traveloka, bikin akun media sosial aja kita dihadapkan dengan risiko penyalahgunaan data. Apalagi, bulan April 2021 lalu kita dihebohkan dengan sebuah masalah paylater Traveloka yang diviralkan oleh akun bernama Ridu di Twitter. Syukurnya, dari berita-berita yang gue baca, masalah sudah selesai dan pihak Traveloka sudah memberikan solusi kepada nasabah terkait.

Jadi nanti kalo ada kasus paylater Traveloka yang gue alami, tinggal bikin thread di Twitter terus minta temen-temen gue sundul hahaha. (kidding hehe)

Nggak usah khawatir berlebihan, cek secara berkala transaksi dan tagihan paylater kamu. Biasakan logout setelah selesai menggunakan, pasang aplikasi antivirus like I did, dan ganti password secara berkala. Jika menemukan kendala atau ada sesuatu yang nggak beres, langsung hubungi Traveloka di media sosial, email, atau telepon.

Sejauh pengalaman gue, layanan pelanggan Traveloka ini bagus banget. Contohnya saat kasus refund tahun 2020 lalu sebagai dampak kebijakan di awal pandemi. Meskipun pengembalian dana gue butuh waktu yang lebih lama dari 90 hari (karena dari pihak maskapainya menurut gue), namun pihak Traveloka selalu responsif saat gue meminta follow up di Twitter atau email. Bahkan, gue diberikan free credit 100.000 Traveloka Points sebagai kompensasi atas keterlambatan itu.

Traveloka mungkin nggak menjanjikan layanan tanpa masalah sama sekali. Tapi, minimal mereka memberikan asistensi yang bagus sehingga gue sebagai pelanggan nggak dibuat merasa ditinggalkan, diabaikan, atau mengemis-emis. Good job, Traveloka!

Imbangi kekhawatiran kamu dengan testimoni pay later Traveloka. Di aplikasi saat mau mengaktifkan paylater Traveloka juga ada kok. Lalu, tenangkan diri dengan membandingkan jumlah kasus paylater Traveloka dengan testimoni paylater yang bagus-bagus. Yang jelas, paylater Traveloka terdaftar OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Ini artinya, seluruh aktivitas dan produknya diawasi dan diotorisasi oleh OJK, ada satu badan yang lebih besar yang bisa menjadi tempat kita mengadu atau mengeluh.

Paylater di Traveloka ini #JujurGunaBanget. Beli sekarang, bayar kemudian. Ini nggak melulu mental hutang, namun bisa menjadi solusi finansial atau manajemen keuangan. Contohnya adalah saat kita harus melakukan transaksinya bulan ini, tapi duitnya baru ada bulan depan. Berguna juga saat transaksinya terlalu besar untuk kita tuntaskan dalam sekali pembayaran seperti saat harus membiayai anggota keluarga, sementara kita nggak ada kartu kredit. Nah, paylater Traveloka bisa kita jadikan metode membayar karena bisa diubah jadi cicilan.

Gue sendiri harus memboyong bapak, ibu, dan kakak (bahkan bisa ditambah 2 keponakan) dari Yogyakarta untuk pernikahan gue dan Ara di Palembang bulan September 2021 ini. Belum termasuk tiket gue sendiri. Lalu masih harus ditambah hotel untuk minimal 5 malam, masing-masing 2 kamar. Dalam kondisi seperti inilah, paylater Traveloka akan bermanfaat banget buat gue.


Tips Mengelola Keuangan dengan Paylater

Namanya juga pinjaman atau hutang, tentu kewajiban kita untuk membayarnya. Jadi, tips pertama biar finansial kamu tetap aman meski ada cicilan paylater adalah dengan tertib membayar tagihannya. Jangan sampai paylater Traveloka bermasalah jadinya.

Duduk santai di kamar Jambuluwuk Resorts Puncak

Tips kedua, sebaiknya total cicilan bulanan paylater kamu ditambah hutang/tagihan lainnya nggak lebih dari 35% gaji. Makanya, sebaiknya pantau terus tagihan-tagihan paylater kamu yang masih aktif. Apakah bisa kalo paylater-nya di atas 35%? Bisa, asalkan kamu bisa “subsidi silang” dari biaya hidup dan hobi/hiburan/personal stuff bulanan. Dengan kata lain, kamu harus menekan biaya hidup dan hiburan kamu. Ini biar kamu tetep bisa bayar tagihan paylater dengan tertib dan nggak malah jadi kasus paylater Traveloka.

Tips ketiga, rutin deposito atau investasi tiap bulan. Nabung aja nggak cukup, karena bunganya kecil dan nggak akan kuat menahan inflasi tiap tahunnya. So, minimal bangeeettt deposito yang bunganya 3 atau 3,5%. Pastikan dana darurat kamu udah aman, sebesar minimal 3 kali biaya hidup bulanan buat kamu yang masih jomblo, atau 12 kali biaya hidup bulanan buat kamu yang freelance atau sudah berumahtangga. Deposito sama investasinya nggak usah gede-gede banget nggak apa-apa kok, yang penting habit-nya terbangun. Rp250 ribu sebulan juga udah cakep! Jumlah idealnya adalah 10% gaji, udah termasuk asuransi (kalau ada). Minimal yaaa, lebih banyak tentu lebih baik.

Apakah paylater Traveloka bisa diuangkan atau dicairkan? Enggak. Inget nih, paylater adalah fasilitas pembayaran yang disediakan oleh Traveloka. (Sisa) limit yang kamu punya nggak bisa dicairkan atau diuangkan. Jadi kalau ada artikel, website, atau sumber lainnya yang mengiming-imingi Gesek tunai alias gestun traveloka paylater atau metode pencairan lainnya, jangan percaya. Itu penipuan! Kalaupun katakanlah berhasil, risikonya gede banget, kamu bisa terjerumus dalam tindak cybercrime yang lebih serius.


Nah, jangan sampai manfaat yang sebenarnya bisa kamu dapatkan dari paylater Traveloka jadi hilang karena kecemasan berlebihan. Traveloka sudah memberikan solusi, membantu masyarakat Indonesia yang butuh bertransaksi di Traveloka, tinggal bagaimana kita mengelola solusi tersebut. Gimana pengalaman kamu menggunakan paylater Traveloka? Ceritain di kolom komentar dong.

2 komentar

  1. Aku punya, tp udh ga aktif mas hihihi. Dulu apply pas msh kerja. Tp aku ga pake2, secara dulu kan limit CC ku jg lebih gede drpd paylater ini. Nah pas udh resign, CC aku close, dan paylater juga terlupakan. Jujurnya karena aku ga kepengin bablas punya hutang, sementara status udh ibu rumah tangga. Makanya kalo mau bayar2, ya masih milih pake CC suami :D. Biar terkontrol aja sih.

    Tp aku akuin paylater jni pasti berguna. Trutama utk yg ga ada CC. Tp memang mendingan utk org yg udah kerja lah, supaya aman terkendali bayar2 nya. Riskan kalo buat ibu2 rumah tangga kayak aku, yg suka kalap kalo ada tiket murah hahahaha.

    1. Kalo ibu rumah tangga berarti bayar pake gaji suaminya hahaha.
      Iya memang membantu banget apalagi yang nggak ada kartu kredit, yang penting tertib bayar tagihan.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Khairunnisa Siregar's

Learn from yesterday, live for today, and hope for tomorrow

Jilbab Backpacker

Travel - Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. Kuy, der!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi Travel Blog

berjalan dan bercerita

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Jalan-Jalan Terus!

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

%d blogger menyukai ini: