Review Midnight Mass dan Hellbound, Saat Umat Keblinger Agama

Udah lama juga gue nggak nulis review tontonan. Ada 2 serial Netflix menarik bertema supernatural yang baru-baru ini gue tonton: Midnight Mass, dan Hellbound. Meski berbeda negara pembuatnya, namun keduanya mengangkat satu isu yang serupa: saat umat keblinger agama. 

Btw, tulisan ini udah gue draft dari berminggu-minggu yang lalu tapi baru sempet naik sekarang πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Midnight Mass adalah sebuah miniseri sepanjang 7 episode yang dibuat dan disutradarai oleh Mike Flanagan. Kamu yang sama-sama pecinta film horor/supernatural/thriller/mystery pasti udah nggak asing sama filmmaker yang satu ini. The Haunting of Hill House, The Haunting of Bly Manor, Doctor Sleep, Ouija: Origin of Evil, Gerald’s Game, dan Hush adalah beberapa karya tenarnya. Makanya, gue excited banget nonton Midnight Mass. Istri tercintanya, Kate Siegel, lagi-lagi didapuk jadi salah satu pemeran utama. 

Yang tertarik dengan serial Korea Selatan tapi males berlama-lama, tontonlah Hellbound yang hanya sepanjang 6 episode. Filmmaker-nya, Yeon Sang-ho, juga sudah banyak dikenal melalui Train to Busan dan sekuel lanjutannya, Peninsula. Salah satu pemeran utamanya, Yoo Ah-in, adalah tokoh utama dari film fantasy thriller Korea Selatan yang booming di bulan-bulan awal pandemi, #Alive. 

Jadi, gimana review gue buat 2 tontonan ini?


Midnight Mass (Misa Tengah Malam)

Cerita bermula dengan kembalinya Riley Flynn (diperankan Zach Gilford), pemuda tanggung Crockett Island yang menjadi narapidana karena menewaskan seorang gadis ketika ia mengendarai mobilnya dalam kondisi mabuk. Rasa bersalah yang besar terus menghantuinya, membuatnya bermimpi buruk setiap malam. Kedatangannya disambut hangat oleh sang ibu, seorang perempuan nasrani yang taat, dan teman masa kecilnya yang tengah hamil seorang diri bernama Erin Greene (diperankan Kate Siegel). 

Hal yang sebaliknya justru terjadi pada Monsignor John Pruitt yang menggembalai jemaat di pulau kecil itu. Kepergiannya yang misterius dan ditutup-tutupi digantikan oleh kehadiran seorang pastor muda bernama Paul Hill (diperankan Hamish Linklater)

Dari sinilah hal-hal aneh terjadi di Crockett Island. 

Kucing-kucing liar tewas bergelimpangan. Seekor anjing peliharaan salah satu warga mendadak mati keracunan dalam sebuah bazaar desa. Namun yang paling mencengangkan adalah ketika Leeza Scarborough, remaja perempuan lumpuh yang dibuat berjalan kembali oleh Pastor Hill dalam sebuah prosesi ekaristi atau perjamuan kudus. 

Disokong oleh Bev Keane (pengurus gereja yang radikal, diperankan Samantha Sloyan), Pastor Hill memberitakan pada jemaat bahwa Tuhan sedang memulihkan Crockett Island, mukjizat sedang terjadi di pulau kecil itu! Jemaat dibuat takjub, percaya, dan jemaat yang biasanya selalu absen misa mulai datang berbondong-bondong memenuhi gereja. 

Namun Riley, Erin, dan seorang dokter bernama Dr. Sarah Gunning paham bahwa ada sesuatu yang tak beres di sini. Ini bukan mukjizat. Ada penjelasan di balik semua “keajaiban” yang baru-baru ini terjadi di Crockett Island. Dibantu oleh Sheriff Hasan, pria muslim yang mengepalai kepolisian di pulau, mereka menguak misteri yang sebenarnya terjadi. 

Jemaat Crockett Island Keblinger Agama

Bev Keane memprovokasi jemaat untuk menelan ayat Alkitab mentah-mentah dan menjadi pembenaran untuk dosa yang mereka lakukan. Seorang warga yang terbunuh dibiarkan begitu saja hanya karena dia dianggap manusia yang malas beribadah dan penuh dosa. Apa yang dilakukan dan diinginkan pastor, dianggap sebagai kebenaran yang tak sopan untuk dipertanyakan apalagi ditentang.

Syukurnya ada jemaat-jemaat “pembelot” seperti Riley, Erin, dan Sarah yang berani mengkritisi gereja dan pemuka agama. Mereka yang menguak kebenaran sesungguhnya dan menyelamatkan seisi pulau.Β 

Baca juga: 6 Drama Korea Supranatural Layak Tonton di Netflix


Hellbound, “Gladi Bersih” Menuju Neraka

Kira-kira apa yang akan kamu lakukan ketika seorang “malaikat maut” mendatangimu dan berkata, “Bro, lo bakal mati 3 hari lagi jam 17:20 dan lo PASTI masuk neraka.”

Kaget kan? Cemas? Pusing? Dosa apa yang bikin gue “layak” masuk neraka? Apa yang harus gue lakukan dalam 3 hari ini? Terus gimana keluarga dan kantor gue?

Itulah yang dialami oleh orang-orang pendosa di dalam Hellbound. 

Lalu saat waktunya tiba, tiga makhluk besar berbulu menyerupai king kong muncul entah dari mana. Mereka menghajar, membantai, merobek si pendosa, sebelum akhirnya mereka mengarahkan tangannya pada tubuh si pendosa dan menciptakan cahaya terang. Meski terlihat seperti cahaya surgawi, namun mereka sebenarnya sedang menghisap seluruh cairan tubuh si pendosa dan membakar habis tubuhnya dengan derajat panas tertinggi. Mereka tak menyisakan apa pun selain tulang-tulang gosong yang juga sudah tak berbentuk. Selesai menjalankan tugasnya, 3 makhluk itu lalu menghilang dalam sebuah portal antardimensi. 

Fenomena ini membuat 2 kelompok berseteru mengumpulkan anggota sebanyak-banyaknya: kultus Kebenaran Baru dan geng Arrowhead.

Kebenaran Baru, dipimpin Jeong Jin-soo (diperankan Yoo Ah-in), menyerukan pertobatan dari dosa dengan menyiarkan demonstrasi pembantaian 3 malaikat maut di media-media secara langsung. Jahat kan?! 

Nggak kalah jahatnya, geng Arrowhead yang anggotanya anak-anak muda ini akan memburu jatidiri si pendosa dan menguliti semua dosa atau aibnya. Kemudian, mereka akan menghadang si pendosa dan melakukan aksi main hakim sendiri. Aksi ini juga mereka lakukan pada siapa pun yang dianggap “menentang titah Tuhan” (baca: tidak percaya bahwa ketiga king kong gaib itu adalah utusan Tuhan).

Saat bayinya yang baru lahir mendapatkan “titah”, produser Bae Young-jae (diperankan Park Jeong-min) tak habis pikir bagaimana seorang bayi tak berdosa dipanggil ke neraka. Ia harus memilih antara berpihak pada Kebenaran Baru yang akan menyembunyikan “demonstrasi” anaknya agar tak ada siapa pun yang tahu, atau disiarkan oleh tim Detektif Min Hye-jin (diperankan Kim Hyun-joo) agar seisi dunia melihat ada yang janggal dari fenomena demonstrasi neraka ini. 


Kebenaran Baru dan Arrowhead yang Keblinger Agama

Berbeda dengan Midnight Mass, di sini tidak dijelaskan agama apa yang dianut mereka. Namun, kedua kelompok ini punya sikap yang sama: merendahkan “pendosa” dan menganggap diri mereka lebih kudus, lebih layak di hadapan Sang Pencipta. 

Kebenaran Baru menyiarkan demonstrasi si pendosa yang dibantai malaikat maut. Mereka mengelolanya layaknya sebuah tontonan, diawali dengan ceramah yang menyerukan pertobatan sambil mengungkap dosa-dosa orang yang bersangkutan. Dihadiri tamu-tamu VIP yang bersembunyi di balik topeng agar jatidirinya tak terungkap awak media yang berbondong-bondong meliput. Yang lebih jahat, keluarga si pendosa diminta ikut hadir menyaksikan sampai mereka mengakui dosa-dosa anggota keluarganya sendiri.

Baca juga: Review Pribadi 6 Tontonan Susah Move On di Netflix


Pendapat Pribadi

Roma 3:23 (TB), “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,”

Itulah kebenaran Kristen yang gue yakini. Jadi, nggak ada manusia yang bisa bermegah diri, karena kita semua sama-sama berdosa di hadapan Allah. Kita nggak bisa merasa lebih suci, lebih layak masuk surga, dan sebagainya. 

Semua dosa itu sama. Mau dosa nonton bokep, dosa mabok, dosa merusak tubuh dengan merokok, dosa membunuh, semua sama. Kita nggak bisa merasa lebih suci karena dosa kita “cuma” masturbasi, dibandingkan orang lain yang dosanya maling ayam misalnya. Apa hak kita menghakimi orang lain, menguliti aib-aibnya, dan “memamerkannya” ke penjuru dunia?

Kita juga nggak berhak untuk menghakimi, itu hak prerogatif Allah. Memangnya kita hakim yang paling adil sejagad? Tuhan juga nggak butuh bantuan kita untuk melangsungkan penghakiman-Nya, Dia punya cara dan waktu-Nya sendiri. 

Lalu buat gue, pemuka agama juga tak lebih dari manusia biasa yang berdosa dan bisa berbuat khilaf.


Gue ingin memandang kekristenan sebagai jalan hidup, bahkan sebagai sebuah hubungan antara gue dengan Tuhan. Bukan agama. Beda. Tapi pada prakteknya mungkin ada sedikit aspek di mana gue masih menjalani kristen agamawi, Ara tahu banyak soal ini haha. Tapi, gue nggak mau terkekang dengan liturgi, atribut keagamaan, peraturan gereja, dsb. Jadi yang terutama adalah bagaimana gue berhubungan dengan Tuhan Yesus Kristus dan menerapkan ajaran-ajaran-Nya. 

Kembali ke review, 2 tontonan di atas gue rekomendasikan buat kalian yang suka tayangan bertema supernatural dan agama. Terbuka dengan keyakinan lain, dan bisa tetap objektif saat dan setelah menyaksikannya. Happy watching! 😊

4 komentar

  1. Midnight Mass kelihatannya menarik nih. Jadi penasaran dengan misterinya. Apa yang terjadi di belakang peristiwa umat beragama yang keblinger itu. Apa saja yang bakal dikuak tiga penguak takdir. Nanti mau cari di Netflix

    1. Selamat menonton, mbak. Semoga nggak nyesel hehe.

  2. Midnight mass belum nonton. Tapi akhirnya ga gantung kan mas?

    Soalnya aku nyeseeeel nonton hellbound 🀣🀣🀣🀣. Kayak pengen banting hp pas udah tamat hahahaha. Apaan itu, ga jelas banget , masih banyak loopholes nya πŸ˜‚. Ibarat kata, dari 100% cerita, baru 20% yg diceritain. Sisanya nunggu season 2 πŸ˜„. Tau gitu kan aku mending nunggu sampe bener2 tamat dulu, biar ga penasaran 😁. Masih lama ya kayaknya yg season 2 nya .. masih penasaran itu makhluk kingkong apaan, muncul drmana, trus di akhir kenapa bisa idup lagi πŸ˜…. Pusiiiiing nontonnya .

    1. Oh Midnight Mass nggak gantung kok, tamat banget. Recommended mbak, tapi harus agak sabar sama alurnya yang lambat. Ya kayak Haunting of Hill House gitulah.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Khairunnisa Siregar's

Learn from yesterday, live for today, and hope for tomorrow

Jilbab Backpacker

Travel - Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. Kuy, der!

LIZA FATHIA

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

witing lungo jalaran soko kulino

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Eviindrawanto.Com

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places β€œfurther beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

%d blogger menyukai ini: