Rice Cooker Cepat Rusak? Ini Kebiasaan Sepele yang Sering Dilakukan

Kalau kamu hobi traveling tapi tetap selalu kangen masakan di rumah, pasti paham rasanya pulang dari perjalanan panjang lalu disambut nasi hangat yang pulen sempurna mendampingi masakan istri atau ibu di meja makan. Sesimpel itu, tapi membahagiakan. Dan di balik momen sederhana itu, ada satu alat dapur yang sering kita anggap remeh: rice cooker.

Masalahnya, Nasi jadi cepat kering (atau sebaliknya, gampang lembek/basi), bagian bawah mengeras, tombol hangat tak berfungsi, atau bahkan tidak menyala sama sekali. Padahal, sering kali penyebabnya bukan soal harga atau usia, melainkan kebiasaan kecil yang tanpa sadar kita lakukan setiap hari ini.

Kalau diibaratkan travel gear, rice cooker itu seperti koper kabin kesayangan. Kalau diperlakukan asal-asalan, ya cepat rusak. Nah, ini beberapa kebiasaan yang ternyata sering bikin rice cooker di rumah cepat “tumbang”.

1. Tidak Membersihkan Bagian Dalam Secara Rutin

Banyak orang hanya mencuci panci bagian dalam, lalu merasa tugas selesai. Padahal, bagian dasar pemanas dan tutup bagian dalam juga perlu dibersihkan. Sisa air atau uap yang mengering bisa menumpuk dan mengganggu distribusi panas.

Kalau kamu sering bepergian dan jarang masak (dan tinggal sendiri), produk yang lama tidak dipakai juga bisa berdebu di bagian dalamnya. Debu tipis di area pemanas bisa menghambat performa. Sama seperti kamera travel yang sensornya sensitif, bagian dalam juga butuh perhatian ekstra.

2. Langsung Colok Setelah Dicuci

Ini kebiasaan klasik. Setelah panci dicuci, masih ada sisa air di bagian bawah, lalu langsung dimasukkan dan dinyalakan. Air yang tertinggal bisa mengenai elemen pemanas dan memicu korsleting kecil dalam jangka panjang.

Bayangkan kamu habis island hopping lalu langsung charge kamera tanpa memastikan benar-benar kering. Risiko rusaknya sama besar pastikan bagian bawah panci benar-benar kering sebelum digunakan.

3. Mengaduk Nasi dengan Sendok Logam

Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal lapisan anti lengket bisa tergores. Begitu lapisan rusak, nasi jadi mudah menempel dan bagian bawah cepat mengeras.

Sebaiknya selalu gunakan spatula plastik atau kayu, karena alat dapur juga perlu diperlakukan dengan lembut.

4. Membiarkan Mode Warm Terlalu Lama

Mode warm memang praktis, terutama kalau kamu sibuk bikin itinerary atau edit video perjalanan. Tapi membiarkan penanak nasi menyala dalam mode hangat berjam-jam tanpa henti bisa mempercepat penurunan kualitas elemen pemanas.

Selain itu, nasi juga bisa berubah tekstur dan aroma. Kalau memang tidak akan dimakan dalam waktu lama, lebih baik pindahkan nasi ke wadah lain dan matikan rice cooker lebih dulu.

5. Menggunakan Stop Kontak yang Tidak Stabil

Tegangan listrik yang naik turun juga bisa memperpendek umur rice cooker. Ini sering terjadi di rumah yang instalasi listriknya belum stabil atau terlalu banyak alat elektronik dalam satu terminal. Kalau kamu tipe yang sering bekerja remote dari rumah seperti saya, pastikan penggunaan listrik lebih terkontrol.

6. Tidak Mengosongkan Sisa Nasi

Sisa nasi yang dibiarkan semalaman di dalam penanak nasi bukan hanya berpotensi basi, tapi juga menimbulkan kerak yang sulit dibersihkan. Lama-lama, kerak ini memengaruhi performa pemanasan. Kebiasaan kecil seperti ini sering dianggap remeh, padahal dampaknya besar.

7. Jarang Mengecek Karet dan Tutup Uap

Beberapa tipe penanak nasi memiliki katup uap dan karet penutup yang bisa dilepas. Kalau jarang dibersihkan, bagian ini bisa tersumbat dan membuat tekanan uap tidak optimal. Akibatnya, nasi tidak matang sempurna.

Keluarga tempat berpulang

Penutup: Rice Cooker yang Tahan Lama, Perjalanan yang Bahagia

Sebagai traveler, kita biasanya memilih produk dari brand ternama dengan jaminan kualitas, apalagi kalau urusannya udah menyangkut safety seperti koper, backpack, kamera, set baju musim dingin, dsb. Pilihlah yang sudah terbukti kualitasnya dari dulu, seperti Rice Cooker Miyako Nanoal. Rice cooker kesayangan Nikita Willy ini sudah terjamin kualitasnya, tahan lama, tidak cepat rusak, dengan harga tetap affordable. Tapi, tetap harus dirawat baik-baik dan jangan begajulan.

Sebagai seorang penjelajah, perjalanan sejauh apa pun tetap terasa lebih hangat ketika saya tahu ada nasi matang yang menunggu di satu tempat yang saya sebut rumah. Dengan penanak nasi yang berkualitas, istri atau ibu di rumah juga akan lebih nyaman dalam menyiapkan masakan terbaik untuk menyambut kita pulang.

Satu komentar

  1. avatar Evi

    Aku jarang membersihkan bagian dalam pemanas rice cooker. Saya pikir itu kan gak kelihatan kotor, ngapain dibersihkan. Ternyata salah ya 🤣

Tinggalkan Balasan ke Evi Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Matius Teguh Nugroho

keep learning by traveling

Duo Kembara

Cerita Si Kembar dan Mommy Ara menghadirkan kebaikan

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

Teppy & Her Other Sides

Stories, thoughts, places...

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

LIZA FATHIA

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

papanpelangi.id

sebuah blog perjalanan

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Jurnal Evi Indrawanto

Traveling, Budaya, dan Lika-Liku Wirausaha.

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling, and exploring places and cultures of the world

Winny Marlina

Winny Marlina - Whatever you or dream can do, do it! lets travel

Olive's Journey

What I See, Eat, & Read

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

dananwahyu.com

Menyatukan Jarak dan Waktu