
Kalau ada hotel di Bandung yang terasa seperti “mini resort di tengah kota” tapi tetap family-friendly, buat kami jawabannya jatuh ke Grand Tjokro Bandung. Lokasinya strategis di tengah kota, mudah diakses, kamar luas, dan fasilitas hotel yang bikin saya sekeluarga betah nggak ke mana-mana selama 2 hari di hotel ini. Buatku, hotel ini adalah seorang kawan lama yang dulu pernah kukunjungi di tahun 2016 saat masih melajang. Kini, tepat 10 tahun kemudian saat kudatangi bersama istri dan dua putri, apa yang berubah dari hotel ini ya?
Datang sebagai keluarga dengan dua balita kembar, ekspektasi kami sebenarnya sederhana: nyaman, praktis, dan ramah anak. Tapi ternyata, pengalaman menginap di sini jauh lebih “penuh” dari yang kami bayangkan. Kami tiba lebih awal di hari Jumat, yang syukurnya diperkenankan check-in pukul 13:00. Tapi, meski harus sedikit menunggu, kami tidak bosan karena lobi yang luas dan banyak fasilitas.
Lobi yang Hidup (dan Nggak Pernah Terasa Penuh)
Begitu masuk, kesan pertama langsung terasa: lobinya luas banget. Sofa bertebaran di banyak titik, jadi meskipun ramai, tetap terasa lega. Bahkan kalau lobi utama sedang penuh, masih ada alternatif di North Tower yang nggak kalah nyaman. Yang bikin beda, lobi di sini bukan sekadar tempat tunggu. Ada welcome drink dan snack, plus beberapa konter makanan—termasuk es krim yang langsung jadi favorit anak-anak. Malahan, ada on-site cafe juga di sisi lobi untuk menikmati kopi dan kudapan dengan lebih nyaman, atau sekadar melipir sambil membuka tautan pekerjaan kantor.
Di area North Tower, suasananya malah lebih “hidup”: ada vending machine, public PC, ATM, laundry service, sampai mainan berbayar berbentuk binatang yang bisa dinaiki dan jalan sendiri. Buat anak-anak, ini sudah seperti pre-show sebelum masuk ke kamar. Aku terkejut karena setelah masuk lebih dalam, masih ada beberapa fasilitas lain seperti minimarket, game room, photo booth, dll.
Kamar Premier: Luas, Lengkap, dan Nyaman untuk Keluarga
Kami menginap di tipe Premier, dan jujur saja, salah satu yang langsung terasa adalah luasnya. Nggak perlu “main geser-geser koper” buat bergerak. Meski queen-sized bed mendominasi, namun tetap ada ruang yang lega untuk bergerak ke sana kemari dan meletakkan koper beserta tas-tas kami. Maklum, bepergian membawa rombongan seperti ini memang sudah nggak bisa lagi dengan hanya 1 tas, meski hanya semalam.
Fasilitasnya juga lengkap banget:
- Bathtub + rainforest shower
- Toiletries yang lengkap
- Coffee & tea maker (plus coffee machine)
- Smart TV dengan Netflix, Youtube, Vidio
- Minibar
- Sofa dan working corner
Yang paling membuatku dan Ara paling antusias, tentu adalah bathtub-nya hehe. Akhirnya, kesampaian juga nginep di hotel yang ada bak berendam seperti ini. Ara juga suka dengan sabunnya, wangiii tapi nggak nyegrak berlebihan, segar!
Kami kebagian kamar di lantai 6, dengan jendela yang menghadap ke kota Bandung—tepatnya ke arah Jalan Cihampelas dan Sabuga ITB Bandung. Simpel, tapi cukup memberi suasana “staycation yang proper”. Aya dan Sae langsung excited di depan jendela, mengamati apa yang tersaji di depan mata mereka. Tak setiap hari kami disodorkan pemandangan seperti ini.
Sarapan: Overwhelming (in a good way)
Ini mungkin salah satu highlight paling kuat dari pengalaman kami. Sarapan di sini bukan sekadar “lengkap”, tapi hampir terasa seperti food festival kecil. Untuk nasi saja, ada:
- Nasi putih
- Nasi kuning
- Nasi goreng
- (Plus lontong, kalau itu bisa dihitung juga 😄)
Bawah kiri: island untuk kuliner Timur-Tengah
Belum lagi island lauk utama yang terus berganti, ditambah:
- Gudeg
- Opor & ayam panggang
- Menu Timur Tengah seperti shawarma dan kari
- Konter omelet, sosis, spaghetti, makaroni
- Takoyaki & miso soup
- Soto
- Gerobak gorengan
- Mi instan (yes, ini penting buat banyak orang Indonesia)
Dessert & pelengkapnya juga nggak kalah serius:
- Pastry & jajanan pasar
- Es krim
- Salad, buah, sereal
- Kopi dari sachet sampai kopi tubruk
Kalau mau jujur, ini tipe sarapan yang bikin kamu harus “strategi”—karena hampir mustahil mencoba semuanya dalam satu waktu. Aku aja nyerah, ada beberapa yang nggak sanggup kujajal, bahkan yang sudah diambil pun harus susah payah dihabiskan karena kekenyangan. Kalau mau mencoba semua, mungkin aku harus full 3 jam di sini.
Aku cukup amazed bahwa Aya dan Sae sangat sangat kooperatif! Mereka makan sereal dan es krim dengan cukup well-behaved. Iya, tentu nggak akan 100% bersih dari cemong atau tumpahan di sana-sini, tapi mereka cukup tenang. Tidak naik-turun atau jalan ke sana kemari, tidak berteriak-teriak, apalagi sampai memecahkan alat makan.
Surga Kecil di Lantai 10 (North Tower)
Sebagai keluarga, ini bagian yang paling kami tunggu: area di lantai 10 North Tower. Jadi, meski cuaca Jumat sore kala itu mendung dan gerimis (dengan sesekali hujan), namun kami tetap semangat untuk menikmati fasilitas itu. Namanya traveling, apalagi waktu singkat, memang harus kompromi dengan banyak hal termasuk cuaca. Antara harus switch plan (kalau ada), atau stick to the plan dengan apapun yang terjadi.
Di sini ada tiga hal utama: playground, mini zoo, dan kolam renang. Semuanya gratis untuk semua tamu, baru berbayar bila menginginkan atraksi tertentu, seperti memberi makan hewan atau becak domba.
Playground-nya cukup variatif:
- Perosotan
- Area pasir
- Area duduk & meja untuk aktivitas santai
Mini zoo-nya surprisingly cukup lengkap:
- Merpati
- Bebek
- Iguana
- Burung hantu
- Ikan & kura-kura
- Kambing, kuda, rusa
- Bahkan luwak
Untuk Aya dan Sae, ini pengalaman pertama melihat beberapa hewan secara langsung. Reaksinya campur aduk—antara penasaran dan sedikit takut, terutama Aya. Sae masih bisa berani di beberapa binatang. Lucunya, dari semua hewan, justru merpati yang paling berhasil bikin mereka tertawa. Aya rileks banget bersama para merpati itu, apalagi saat mereka kami goda untuk beterbangan.
Kolam renangnya juga well thought:
- Ada kolam anak dengan air hangat (kedalaman ±50 cm) dan perosotan!
- Fasilitas kamar bilas
- Penyewaan baju renang
- Kafetaria kecil
Dan ya, makan mi instan kuah hangat setelah renang di udara Bandung itu… sederhana tapi sangat satisfying. Harganya memang di atas standar harga warmindo di luar sana tapi masih dalam batas yang tolerable, nggak yang Rp30 ribu banget misalnya.
Penutup
Karena besoknya cerah, usai sarapan kami mampir sekali lagi ke mini zoo dan kolam renang. Kami juga terlambat menyadari bahwa ternyata, di bagian restoran paling pojok, ada area makan yang kids-friendly dengan beberapa permainan dan menu ramah-anak. Ya ampun, semua sisi Grand Tjokro Bandung ini rasanya ramah anak dan family-oriented, termasuk restorannya.
Menginap di Grand Tjokro Bandung buat kami bukan sekadar “tidur di hotel”, tapi lebih ke pengalaman staycation yang lengkap—terutama untuk keluarga dengan anak kecil. Kami yang berencana makan dan jalan-jalan di Cihampelas Walk aja gagal karena keasikan di sini, haha.
Ada banyak hotel nyaman di Bandung, tapi yang benar-benar menggabungkan: fasilitas lengkap, aktivitas anak, dan pengalaman makan yang memorable… nggak terlalu banyak. Dan di Grand Tjokro Hotel Bandung ini, semuanya terasa dirancang untuk bikin orang tua tetap santai, sementara anak-anak tetap sibuk (dengan cara yang menyenangkan).Kalau harus diringkas dalam satu kalimat: ini hotel yang tahu caranya bikin semua anggota keluarga sama-sama happy. Terima kasih sudah membaca, keep learning by traveling~













