Dulu, saya selalu bingung kenapa banyak orang yang tergila-gila dan ketagihan dengan Bali. Saya, yang waktu itu baru 2 kali ke Bali dan itupun semua dalam rangka study tour sekolah, melihat Bali “hanya” sebagai tempat turistik yang sangat sesak dan berisik. Namun, itu semua berubah saat saya mengunjunginya kembali Januari 2026 lalu dalam sebuah trip mandiri.
Saya lahir dan besar di Yogyakarta, dan Bali ini rupanya… memiliki atmosfer yang 11-12 dengan kampung halaman saya. Ngangenin, tak membosankannya dieksplor, bahkan meskipun kita hanya menjelajah secara random. Tentu, ada banyak spot yang riuh dan tak pernah sepi, tapi juga ada banyak celah untuk kita merasakan kehidupan lokal Bali tanpa banyak distraksi turisme.
1 Hari di Canggu: Itinerary Santai dari Sunrise, Beach Club, hingga Steak Tengah Malam
Canggu selalu punya cara membuat siapa pun ingin memperpanjang liburan. Awalnya mungkin hanya berniat singgah sehari sebelum melanjutkan perjalanan ke Ubud atau Uluwatu. Namun setelah melihat hamparan pantainya, deretan kafe estetik, butik lokal, hingga suasana malamnya yang hidup, rencana itu sering kali berubah.
Kalau hanya memiliki waktu satu hari di Canggu, jangan khawatir. Dengan perencanaan yang tepat, sehari sudah cukup untuk merasakan sisi terbaik kawasan ini. Mulai dari menikmati pagi yang santai, berburu kopi, menikmati matahari terbenam di pantai, hingga menutup malam dengan makan malam yang benar-benar layak dikenang.
Berikut itinerary yang bisa dijadikan panduan.
08.00 – Awali Hari dengan Sarapan dan Kopi
Pagi adalah waktu terbaik menikmati Canggu sebelum jalanan mulai ramai. Banyak kafe membuka pintunya sejak pukul 07.00 dengan pilihan menu mulai dari smoothie bowl, sourdough toast, hingga brunch bergaya Australia.
Tak perlu terburu-buru. Duduklah sedikit lebih lama sambil menikmati secangkir kopi Bali. Di Canggu, menikmati suasana sering kali sama pentingnya dengan mengunjungi destinasinya.
10.00 – Menjelajahi Butik dan Jalanan Canggu
Setelah sarapan, berjalan kaki atau menyewa skuter menjadi cara paling menyenangkan mengeksplorasi kawasan ini.
Sepanjang jalan, pengunjung akan menemukan berbagai butik lokal, toko konsep, galeri seni kecil, hingga toko perlengkapan selancar. Bahkan tanpa daftar tujuan sekalipun, selalu ada sudut menarik yang membuat langkah berhenti sejenak.
Bagi yang senang berburu foto, inilah waktu terbaik karena cahaya matahari masih cukup bersahabat.
12.30 – Makan Siang Santai
Saat matahari mulai terik, saatnya mencari tempat makan yang teduh.
Canggu menawarkan hampir semua jenis kuliner, mulai dari makanan Indonesia, Jepang, Italia, hingga restoran vegan yang menjadi favorit para digital nomad.
Tidak perlu makan terlalu berat. Sisakan ruang untuk pengalaman kuliner nanti malam.
14.00 – Bersantai di Beach Club atau Pantai
Liburan ke Canggu rasanya belum lengkap tanpa menikmati pantainya.
Pilihlah salah satu beach club jika ingin bersantai di tepi kolam renang sambil menikmati minuman dingin. Namun jika lebih menyukai suasana yang sederhana, berjalan di sepanjang Pantai Batu Bolong atau Echo Beach juga sudah cukup menyenangkan.
Sore hari biasanya dihabiskan tanpa agenda yang terlalu padat. Justru inilah daya tarik Canggu—tidak semua perjalanan harus diisi dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
18.00 – Menikmati Sunset
Menjelang senja, arahkan langkah kembali ke pantai.
Sunset di Canggu selalu menjadi momen yang dinanti. Langit perlahan berubah jingga, peselancar masih bermain ombak, sementara musik mulai terdengar dari berbagai beach club di sepanjang pantai.
Luangkan waktu menikmati suasana tanpa terburu-buru. Karena setelah matahari tenggelam, Canggu seolah memasuki babak yang berbeda.
20.00 – Saatnya Makan Malam yang Layak Dinikmati Perlahan
Banyak orang mengira malam di Canggu hanya tentang bar atau beach club. Padahal, kawasan ini juga menjadi rumah bagi sejumlah steakhouse berkualitas yang cocok untuk menutup hari dengan lebih tenang.
Salah satu yang patut dipertimbangkan adalah ESKQ Steakhouse & Wine Bar.
Restoran ini mengusung konsep premium steakhouse dengan steak impor grain-fed dari Australia dan Amerika Serikat yang dipanggang menggunakan natural wood fire. Teknik memasak ini menghasilkan lapisan luar yang smoky, sementara bagian dalamnya tetap juicy dengan tingkat kematangan medium rare yang presisi.
Pilihan potongannya pun beragam, mulai dari striploin, ribeye, tenderloin, hingga berbagai pilihan Wagyu dengan marbling yang kaya. Jika datang bersama keluarga atau rombongan, Tomahawk berukuran sekitar 1,3–1,6 kilogram bisa menjadi menu utama yang menarik untuk dibagikan bersama.
Bukan hanya soal steak. Restoran ini juga memiliki lebih dari 50 label wine dari berbagai negara dengan rekomendasi pairing dari sommelier, sehingga setiap potongan daging dapat dinikmati bersama wine yang paling sesuai. Bagi pengunjung yang tidak mengonsumsi daging sapi, tersedia pula pilihan seafood, pasta, risotto, hingga menu vegetarian.
Suasana makan malam terasa semakin nyaman berkat pelayanan yang tidak terburu-buru. Pada hari Jumat, alunan live jazz turut menghadirkan atmosfer yang membuat waktu berjalan lebih lambat.
22.30 – Ketika Malam di Canggu Belum Berakhir
Tidak semua orang ingin langsung kembali ke hotel setelah makan malam.
Sebagian memilih berjalan santai menikmati udara malam, sebagian lagi mampir ke bar atau menikmati suasana jalanan yang masih ramai.
Jika lapar datang lebih larut, ESKQ Bar juga menjadi salah satu pilihan menarik karena tetap melayani tamu hingga pukul 02.00. Di saat banyak dapur restoran sudah tutup, menikmati steak hangat di tengah malam menjadi pengalaman yang cukup sulit ditemukan di kawasan lain di Bali.
Satu hari memang tidak akan pernah cukup untuk mengenal seluruh wajah Canggu. Namun itinerary ini memberikan gambaran mengapa kawasan ini selalu menjadi salah satu destinasi favorit di Bali. Mulai dari pagi yang santai, sore yang penuh warna, hingga makan malam berkualitas sebelum pulang beristirahat, semuanya dapat dinikmati tanpa harus terburu-buru berpindah tempat.
Dan mungkin, setelah sehari berada di sini, yang berubah bukan hanya rencana perjalanan, tetapi juga keinginan untuk kembali lagi. Terima kasih sudah membaca, keep learning by traveling~













