Gempor di Singapore #8: Numpang Narsis di Resort World Sentosa

Kami sampai di stasiun MRT Harbourfront. Dari situ, kami naik ke lantai 3 Vivo City untuk menyeberang ke Pulau Sentosa. Kami memilih menggunakan moda transportasi yang murah meriah, yakni Sentosa Express. Hanya seharga 4 SGD,dan bisa dipakai pulang-pergi. Nah, nggak kayak MRT yang kemarin udah gue ceritain, Sentosa Express adalah sebuah moda transportasi berbasis monorel. Lintasannya melintang di atas selat kecil yang memisahkan dataran Singapura dengan Sentosa.

Gerbong Sentosa Express hanya 2, dicat dengan warna-warna ngejreng dan unyu-unyu (pink, misalnya). Ada beberapa perhentian yang bisa dipilih: Waterfront, Imbihan, dan Beach. Waterfront adalah perhentian yang paling sering dipilih, karena semua atraksi utama Resort World Sentosa ada di sini: Universal Studio, kasino, dan wahana-wahana lainnya. Alternatif transportasi lain menuju Sentosa adalah dengan Cable Car yang ekstrim itu (baik harga maupun sensasinya). Gue sih enggak usah ya, makasih deh.

Pemandangan Singapura dari Sentosa Promenade.

Pemandangan Singapura dari Sentosa Promenade.

Sentosa Express yang unyu-unyu :3

Sentosa Express yang unyu-unyu :3

Nggak lama setelah kami turun dari Sentosa Express, kami sudah menemukan ikon sejuta umat itu — bola dunia Universal Studio, nyahahahaha. Kami reflek foto-foto narsis di depannya, sebagai bukti otentik keberadaan kami di Sentosa. Kami berjalan lagi, melalui Sea Aquarium dan Museum yang harga tiketnya bikin kantong para backpacker langsung kempis, dan menemukan sebuah promenade. Kami bisa menikmati panorama selat dan gedung-gedung daratan Singapura dari situ.

Kuatnya rasa lapar dan haus yang mendera jiwa raga (lebay) menggiring kaki kami untuk melangkah menuju Seven Eleven — sang juruselamat kami selama di Singapura. Gue beli sebungkus roti dan sebotol Pocari Sweat, sekedar buat ganjal perut sampai malam tiba. Udah sore, mau makan siang udah males, mending langsung dibablasin sampai malem. Kami menikmati makan siang kami yang menyedihkan ini di halaman Seven Eleven, bersama sekumpulan staff yang lagi asyik kongkow-kongkow sambil ngepul.

Pemandangan dari balik jendela Sentosa Express

Pemandangan dari balik jendela Sentosa Express

Udah, habis itu kami langsung cabut ke Chinatown, nggak eksplor Pulau Sentosa lebih jauh. Tujuan kami ke Singapura sendiri sebenernya adalah eksplor kotanya, mempelajari bagaimana warganya, gaya hidupnya, transportasinya, kulinernya, dan sebagainya. Jadi kami pun nggak maksain diri buat bisa dapet semua objek wisata keren di sana. Mungkin ada yang bilang, “Ngapain jauh-jauh ke sana kalau nggak masuk Universal Studio? Kalau nggak nonton Songs of The Sea? Kalau nggak ke SBG?” dan seterusnya dan sebagainya. Sebenernya Songs of The Sea udah masuk itinerary gue, tapi nggak jadi, karena mendadak miskin dan nggak punya duit buat beli tiketnya seharga 10 SGD. Well, ini quote gue hehe, “I travel not for picnic or recreation, I travel for learning and observing.” J

Iklan

One comment

  1. […] yang bisa dikunjungi dengan gratis. Singapura menawarkan seisi kotanya. Kecuali kalau kamu ke Sentosa Island atau Universal Studios Singapore (USS), itu jelas mahal. Yang paling menantang menurut gue adalah […]

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jilbab Backpacker

Travel-Architecture-Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Andromeda Noholo

Yang terjadi di Andromeda

fainun.com

Family Blogger Indonesia

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Casa Fasa

Travel & Life

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. KUY, DER!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

tempat berjalan dan bercerita

Peregrination

Jalan-Jalan | Kuliner | Review

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Travel Blog Evi Indrawanto

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

Winny Marlina

Winny Marlina– whatever you or dream can do, do it! travel

%d blogger menyukai ini: