Gempor di Singapore #9: Kedai Mr. Bean di Singapore Management University

Kami ke luar dari stasiun MRT Chinatown, yang mengantarkan kami ke Eu Tong Sen Street, lalu bergerak ke kiri, ke arah Orchard Road. Sepanjang jalan, kami melalui toko-toko Cina yang tampak ngejreng dengan dominasi warna merahnya. Kayak Glodok versi bersih dan teratur, ehehe. Tadinya mau makan sih di Chinatown, tapi karena sampai di situ gue nggak merasa terlalu laper (mungkin perutnya udah mati rasa karena kelamaan nahan laper), akhirnya kami memutuskan untuk terus melangkah melupakanmu, berat hati perhatikan sikapmu biar sekalian makan di Orchard.

Toko-toko di sepanjang Chinatown

Toko-toko di sepanjang Chinatown

Chinatown Point

Chinatown Point

Gedung yang menarik di Eu Tong Sen Street

Gedung yang menarik di Eu Tong Sen Street

Sialnya, arah ke Orchard Road ini adalah arah yang menjauhi pusat Chinatown. Karena nggak lama kemudian, kami udah sampai di jalanan yang “normal”, nggak lagi bernuansa ala Tiong Hoa. Yowislah, kami terus berjalan sampai tiba (lagi) di kampus Singapore Management University (SMU) yang sebenernya juga udah kami lewati kemarin. Terus berjalan melalui Cathedral of The Good Shepherd, lalu sampai di sebuah taman mendekati persimpangan Orchard Road – Penang Road, Al bertanya kepada seorang mahasiswi yang tengah melintas bareng temen-temen segeng. Hampir aja cewek itu ngelengos pergi dengan muka ketakutan, kalau Al nggak buru-buru ngomong dalam bahasa Mandarin.

Cathedral of The Good Shepherd

Cathedral of The Good Shepherd

A field and a church approaching Orchard Road

A field and a church approaching Orchard Road

Dari petunjuk mahasiswi itu, kami berjalan kembali menuju gedung SMU yang tadi kami lewati dari belakang. Di dalam, seorang wanita beretnis India (lagi) duduk di balik meja resepsionis. Dia mengarahkan kami untuk berjalan ke belakang gedung, Faculty of Law ada di lantai 4. Kami manut. Kami masuk dari belakang, melalui sekumpulan mahasiswa SMU yang lagi asyik skateboarding di halaman belakang. Kami turun ke bawah untuk bisa masuk ke dalam lift tanpa kartu mahasiswa. Suasana di bawah penuh dengan para mahasiswa yang duduk berjajar di bangku-bangku panjang, menghadap laptop masing-masing. Kami naik lagi mengikuti papan yang menunjukkan arah visitor centre, yang ternyata malah membawa kami ke tempat semula, ke tempat wanita India tadi -____-

Ternyata Faculty of Law itu ada di gedung sebelah, lalu naik ke lantai 4. Sampai di dalam, kami dihadapkan dengan sebuah kampus yang modern, mahasiswa dan civitas academica keluar-masuk dengan men-tap kartu identitas mereka di mesin palang otomatis, mirip di dalam stasiun MRT. Untunglah ada palang yang disediakan buat visitor, jadi kami bisa masuk buat tanya-tanya. Udah ditunggu-tunggu, eh kata petugasnya kampus Hukum lagi libur, jadi nggak ada orang yang bisa kasih informasi. Al berjalan keluar dengan agak dongkol.

Kami lalu memutuskan buat istirahat di kedai Mr. Bean yang ada di depan salah satu gedung SMU. Nah, franchise ini gue rekomendasikan banget buat kalian yang mau beli minum atau cemilan dengan harga murah. Misalnya, buat Super Soya Bean aja (ini pesenan gue, paling murah soalnya), harganya cuma 1.40 SGD. Murah banget ‘kaaannn! Varian lainnya masih banyak, silakan pilih susu kedelai dengan rasa yang paling kamu suka dengan rentang harga 2 SGD. Ukuran cup-nya lumayan, lebih gede dari ukuran cup Air Mata Kucing. Senengnya lagi, selain bisa menghilangkan dahaga, es kedelai ini juga bisa kasih efek kenyang untuk beberapa jam kemudian. Cocok buat dinikmati di jam-jam nanggung. Es krimnya juga ada lhooo, dengan harga juga dalam rentang 2 SGD.

Selama beberapa menit, kami duduk-duduk santai di situ, berbaur dengan mahasiswa-mahasiswa SMU yang bisa ke kampus dengan celana pendek dan rok mini. Perlahan, rasa letih di kaki ini mulai terangkat, menguap ke udara bebas. Rasa haus juga lenyap, pergi bersama rasa lapar. Kaos yang tadinya basah oleh keringat juga udah kering, sekering kerupuk udang yang abis dijemur di tepi pantai. Kami beranjak bangkit, siap meneruskan langkah menuju Orchard Road. Yeay!

Iklan

8 komentar

  1. natinbali · · Balas

    hai.. bulan depan sy ada rencana liburan ke singapore.. sy menginap di hotel di depan chinatown point dan slh satu itinerary sy adalah mengunjungi the cathedral of the good shepherd.. kira2 kalau jalan kaki butuh waktu brp lama? rencana sy sih naik bus, cuma kalau dekat dan bs di tempuh dgn jalan kaki, why not..
    thanks in advance..

    1. Halo. Wah, cukup jauh. Mending naik bus aja, kecuali kamu emang suka jalan kaki 😀

      1. natinbali · ·

        wkwkwk.. sy bukan pecinta jalan kaki, dan mengingat mau ikut misa pagi yg mulai jam 7 pagi, jd di putuskan naik bus saja.. anyway, thank u info nya..

      2. Oh mau ikut misa ya. Oke have a fun trip you 😀

  2. Kefin Janitra · · Balas

    Bebas masuk ke SMU ya?

  3. Kefin Janitra · · Balas

    Untuk ke cafe Mr.Bean apakah butuh akses khusus? Lokasinya ada di sebelah mana?

    1. Enggak kak, semua bisa masuk dan bisa beli. Di kantin kampus.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jilbab Backpacker

Travel-Architecture-Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Andromeda Noholo

Yang terjadi di Andromeda

fainun.com

Family Blogger Indonesia

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Casa Fasa

Travel & Life

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. KUY, DER!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

tempat berjalan dan bercerita

Peregrination

Jalan-Jalan | Kuliner | Review

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Travel Blog Evi Indrawanto

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

Winny Marlina

Winny Marlina– whatever you or dream can do, do it! travel

%d blogger menyukai ini: