KBA Pasirluyu, Kampung Berseri Astra yang Tak Loyo Untuk Maju

Gapura KBA Pasirluyu Bandung [dok: Pak Yayat]

Dalam selayang pandang, rasanya tak ada yang berbeda dari Kampung Pasirluyu yang berada di kecamatan Regol, kota Bandung. Pasirluyu tampak seperti pemukiman padat penduduk di kota Bandung pada umumnya. Jalan utamanya, Jalan Mengger Girang, adalah jalan kampung biasa yang bahkan hanya muat dilalui satu mobil. Kalau mata tak awas, mungkin papan kecil berbunyi “Kampung Berseri Astra” di tengah gapura RW 08 PASIRLUYU itu akan terlewatkan begitu saja.  

Kata pepatah, “Jangan menilai buku dari sampulnya.” Walaupun pepatah ini tak selalu benar, karena penampilan terkadang perlu ditunjukkan sebagai aksi memantaskan diri, namun inilah yang terjadi pada Kampung Berseri Astra (KBA) Pasirluyu. Setelah diselami, baru saya tahu hal-hal istimewa dari pemukiman di kawasan Jalan Soekarno-Hatta ini. 

Saya tinggal di Cimenyan, kawasan timur Bandung yang secara administratif sudah masuk wilayah kabupaten Bandung. Untuk menuju RW 08 Pasirluyu yang berada di sisi selatan Kota Bandung ini, saya perlu berkendara selama sekitar 1 jam dengan sepeda motor melalui jantung kota dan pusat bisnis Bandung yang tersendat macet. Namun tak mengapa, ada banyak hal yang saya dapatkan di KBA Pasirluyu Bandung. 


Rumah Pintar Nurul Falah 

Berdiri di tengah-tengah kampung, Rumah Pintar Astra Nurul Falah seakan menjadi pusat kehidupan KBA Pasirluyu berputar. Di situlah, generasi penerus Pasirluyu dibina dan dididik. Di dalamnya, PT Astra International Tbk sudah melengkapi dengan seperangkat sarana dan prasarana, seperti: komputer, perpustakaan, perlengkapan audio visual (AV), ruang bermain, dsb. Harapannya, anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak yang dididiknya sehari-hari dapat belajar dengan perlengkapan mumpuni. Malahan, ada madrasah setiap sore (usia SD-SMP) dan pelatihan untuk warga umum tiap akhir pekan. 

Fasilitas Rumah Pintar Nurul Falah dan Pak Yayat dengan piala kemenangan [dok: didno76.com]

Nurul Falah adalah sebuah rumah pintar mandiri. Guru dan tenaga pengajar lainnya mendapatkan honorarium dari dana swadaya masyarakat. Seluruh kegiatannya gratis, termasuk pelatihan di akhir pekan. Bahkan, Rumah Pintar Nurul Falah ini memberikan beasiswa bagi siswa-siswi kurang mampu yang berprestasi, masing-masing sebesar Rp480 ribu (SD), Rp650 ribu (SMP), Rp750 ribu (SMA), dan Rp1,25 juta (perguruan tinggi). Sudah ratusan peserta didiknya yang mendapatkan benefit ini. 

Dalam tulisan sebelumnya tentang Dusun Kemuning di Daerah Istimewa Yogyakarta, saya sudah menyinggung tentang 4 pilar Kampung Berseri Astra sebagai program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan otomotif ini. Nah, Rumah Pintar Nurul Falah adalah wujud implementasi pilar pendidikan KBA. Lokasinya yang berdekatan dengan Astra Biz Center Bandung menjadi gerbang pembuka terwujudnya program KBA di Pasirluyu. Takjub, karena rumah pintar ini menjadi Juara 2 Apresiasi Rumah Pintar ASTRA tahun 2015 lalu. 

Kegiatan Belajar Mengajar di Rumah Pintar Nurul Falah [dok: Instagram @kbapasirluyu]

Keberhasilan dan keberlangsungan Rumah Pintar Nurul Falah hingga saat ini tak luput dari komitmen dan kerja keras Pak Yayat Rustandi selaku Penanggung Jawab. Di bawah pimpinan dan bimbingan beliau, Rumah Pintar Nurul Falah menaungi lebih dari 300 peserta didik dan 20 tenaga pengajar.  


Posyandu Nur Inayah 

Selain lembaga pendidikan, salah satu elemen krusial lainnya di dalam sebuah kampung/dusun/desa adalah kehadiran lembaga kesehatan setempat. Meski di Kampung Mengger Girang ini tidak ada puskesmas, namun ada Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Nur Inayah dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM Nur Inayah. Bekerjasama dengan Puskesmas Pasirluyu, program-program di posyandu dan posbindu ini sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat berkat dukungan dari Astra. 

Beberapa kegiatan Posyandu dan Posbindu PTM Nur Inayah, KBA Pasirluyu [dok: Instagram @kbapasirluyu]

Selain program-program rutin seperti pengukuran berat badan anak, pemantauan gizi anak, dan konsultasi anak, Posyandu Nur Inayah juga melakukan inovasi dengan menggelar PIJAT BALITA. Pijat ini bagus lho untuk menjaga kesehatan batita/balita.  

Selain kalangan ibu-ibu, Posyandu dan Posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular) Nur Inayah juga menyasar anak-anak muda dari usia 15 tahun hingga kalangan lansia. Mereka rutin menggelar penyuluhan, peningkatan keterampilan, hingga pelatihan kader setidaknya setiap sebulan sekali. Ada juga pemeriksaan tensi darah, gula, dan kesehatan dasar lainnya secara gratis! 

Pjat bayi, salah satu program unggulan Posyandu Nur Inayah [dok: Instagram @kbapasirluyu]

Posyandu dan PTBM Nur Inayah adalah bentuk dukungan Astra untuk pilar kesehatan KBA Pasirluyu. Dengan pilar kesehatan ini, Astra berharap kampung-kampung binaannya mampu menjadi kampung produktif yang anak-anak mudanya tumbuh baik dan masyarakatnya hidup dengan sehat. 


Muis Laundry 

Masih ingat di benak Muis ketika ia mengais rezeki di jalanan, di bawah teriknya matahari, bersama 5 pemuda desa lainnya. “Pak Ogah” atau “Polisi Cepek”, begitulah kita menyebut mereka yang bekerja membantu kendaraan-kendaraan menyeberang atau berputar (U-turn) di jalan raya seperti Muis dkk dulu. Suatu hari, Astra Biz Center Bandung menghampiri mereka, menawarkan sebuah program wirausaha untuk dikelola bersama. Muis dan kawan-kawannya menyambut gembira. Mereka lantas diberikan fasilitas berupa 2 buah mesin cuci dan menjalankan usaha binatu (laundry).  

Muis Laundry, usaha binatu binaan Astra di KBA Pasirluyu Bandung [dok: Instagram @kbapasirluyu]

Dilansir oleh Pikiran Rakyat, Muis menceritakan perjuangannya menjalankan usaha laundry ini. “Karena nggak banyak yang datang mencuci (di awal menjalankan usaha), teman-teman saya pergi satu-satu jadi anak jalanan lagi,” tuturnya. Muis sendiri yang terus ulet berusaha. Setidaknya selama setahun pertama, ia bekerja siang-malam demi mencukupi kebutuhannya sekeluarga. Menjalankan laundry di malam hari, menjadi polisi cepek di siang hari. Muis tak tinggal diam setelah diberikan fasilitas oleh Astra. Ia menyusun strategi promosi, salah satunya dengan media WhatsApp dan layanan antar-jemput. 

Puji syukur, saat ini Muis Laundry sudah stabil. Dari yang semula hanya melayani karyawan-karyawan Astra, jadi mendapat pesanan dari anak-anak kost dan warga umum di sekitarnya hingga saat ini. Muis mengaku, pendapatannya mencapai Rp6 juta per bulan. Ia mampu menghidupi keempat anaknya dan mengganti atap keropos rumah warisan orangtuanya dengan rangka baja yang lebih kokoh. 

Selain laundry, KBA Pasirluyu juga memiliki lini wirausaha lainnya, seperti: kue kering, sablon mug, dan reparasi ponsel. 

Usaha kue kering di KBA Pasirluyu Bandung [dok: Instagram @kbapasirluyu]

Pilar kewirausahaan adalah cara Astra mewujudkan sebuah kampung yang mandiri, mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Berkolaborasi dengan pilar kesehatan, Astra memiliki tujuan mengangkat kualitas hidup masyarakat di kampung binaannya. 


Vertikultur 

Keterbatasan lahan di tengah padatnya pemukiman kota Bandung tak menjadi penghalang bagi Pak Yayat dan masyarakat KBA Pasirluyu untuk menerapkan pilar lingkungan yang difasilitasi oleh Astra. Mereka menggalakkan program vertikultur, yaitu metode penanaman pada bidang vertikal. Kehadiran vertical garden di sudut-sudut KBA Pasirluyu ini seperti menjadi oase di tengah panas dan gerahnya kawasan Jalan Soekarno-Hatta. 

Menanam dengan teknik vertikultur di KBA Pasirluyu, Bandung [dok: Instagram @kbapasirluyubandung]

Berbeda dengan Dusun Kemuning di Daerah Istimewa Yogyakarta dan banyak KBA lainnya, KBA Pasirluyu tak memiliki potensi wisata alam. Namun, kekurangan itu tak menyurutkan semangat mereka dengan membangun sendiri “wisata alam” di desanya. Siapa tahu, kalau setiap rumah sudah punya vertical garden yang asri dan warna-warni, Kampung Mengger Girang ini bisa jadi destinasi wisata Bandung yang unik. 


Bicara soal destinasi traveling, saya biasanya mengutamakan mutiara yang jauh di sana dan mengabaikan permata di depan mata. Syukurlah, Astra tidak seperti saya hahaha. Meskipun Kampung Berseri Astra ini dijalankan di 34 provinsi Indonesia, namun ia tak melupakan mereka yang hidup di sekitarnya. Astra Biz Center Bandung menjadi perpanjangan tangan PT Astra International Tbk untuk membantu RW 08 Pasirluyu menjadi kampung yang mandiri, produktif, dan bertalenta dalam pilar pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan. 

Saya tulus berdoa untuk keberhasilan program-program KBA Pasirluyu, dan malah dianugerahi dengan inovasi-inovasi baru, masyarakat yang padu, dan berbagai ilmu agar Pasirluyu semakin maju. Meski kadang banyak rintangan, namun Pasirluyu tak loyo untuk terus berjalan. Mereka tahu, semangat hari ini akan berarti untuk masa depan negeri. Tak harus kaya wisata alam nan indah, kampung padat penduduk di tengah kota juga bisa berbenah dan menuai berkah. 

Referensi: 

https://www.liayuliani.com/2018/12/kampung-berseri-astra-pasirluyu-bandung.html

https://kumparan.com/nia-haryanto/kba-pasirluyu-bandung-contoh-nyata-masyarakat-berdaya-di-tengah-tengah-kota-1zNdfRFHZ42/full

https://www.didno76.com/2018/12/melihat-geliat-kampung-berseri-astra.html

https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-01304079/asa-terus-berseri-di-kampung-pasirluyu-433970?page=4

2 komentar

  1. avatar Fanny Fristhika Nila
    Fanny Fristhika Nila · · Balas

    Kereen sih program CSR Astra ini. Kayaknya dari sekian banyak CSR perusahaan yg aku tahu, cuma Astra yg bener2 serius untuk mencapai tujuannya. Ga cuma basa basi 😁.

    Udh banyak yg aku baca ttg program mereka utk orang ataupun suatu kampung seperti ini. Hasilnya juga nyata, ga berhenti tengah jalan.

    Semoga sih makin banyak kampung atau Orang2 yg mendapat penghargaan atau kesempatan utk bisa berkembang seperti kampung pasirluyu bandung ini

    1. avatar Matius Teguh Nugroho

      Bener-bener dapet semua aspek ya. Dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sampai lingkungan. All-in-one corporate social responsibility program yang patut diteladani semua perusahaan Indonesia.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Matius Teguh Nugroho

keep learning by traveling

Duo Kembara

Cerita Si Kembar dan Mommy Ara menghadirkan kebaikan

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

Teppy & Her Other Sides

Stories, thoughts, places...

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

LIZA FATHIA

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

papanpelangi.id

sebuah blog perjalanan

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Eviindrawanto.Com

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling, and exploring places and cultures of the world

Winny Marlina

Winny Marlina - Whatever you or dream can do, do it! lets travel

Olive's Journey

What I See, Eat, & Read

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

dananwahyu.com

Menyatukan Jarak dan Waktu