Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

Sebelumnya, gue kasih tahu dulu kalau ini bukan tulisan filosofis dan idealis tentang nilai-nilai kehidupan di dunia ini. Bukan, ini tulisan tentang sebuah rumah makan vegetarian di kawasan Jalan Pajajaran, Bandung, bernama Kehidupan Tidak Pernah Berakhir. Udah pernah mampir? Kalau belum, gue punya liputannya buat kalian.

Lokasinya nggak jauh dari Pajajaran Plaza dan pool bus Bandung Express dan Nusantara. Dari simpang Istana Plaza (dengan asumsi datang dari arah Pasteur), tinggal belok ke kiri. Rumah makannya ada di kanan jalan, dengan nama yang dipampang dengan tulisan besar-besar, membuatnya mudah ditemukan. Ini adalah kunjungan kedua gue di rumah makan ini, dilakukan dalam rangka buka bersama (lagi)

Rumah makan KEHIDUPAN tampak depan. Tulisan namanya gede banget, ‘kan? Gambar nyomot dari: http://www.jimmysun.net

Sebelumnya, gue kasih tahu buat kalian-kalian yang mau parkir mobil di daerah ini supaya jangan parkir sembarangan. Bisa-bisa mobil lo nanti malah digembok Dinas Perhubungan. Di daerah ini sampai Pasteur sering terjadi tindakan kayak gitu.

Oke, back to topic.

Masuk ke dalam, kita akan menjumpai sebuah ruangan yang difungsikan sebagai outlet oleh-oleh Kehidupan yang berupa aneka kerupuk vegan (sayur-sayuran) dalam boks-boks kecil. Harganya gue nggak tahu, nggak nanya sih. Udah ada mbak-mbak atau mas-mas yang berjaga, siap melayani pembeli.

Outlet oleh-oleh di bagian depan

Outlet oleh-oleh di bagian depan

Melalui ruangan depan ini, kita akan berada di sebuah ruangan yang berisi beberapa buah layar display yang berisi informasi tentang gaya hidup vegetarian. Layar display ini berada mengelilingi ruangan, berdiri dengan satu kakinya merapat ke dinding. Sementara di tengah-tengah ruangan terdapat foto-foto selebritis Indonesia, macam Virnie Ismail, yang diletakkan di atas sebuah meja panjang. Entah mereka itu selebritis pendukung gaya hidup vegan atau gimana. Sebuah meja dan kursi berdiri di sudut ruangan, yang sejatinya difungsikan untuk Pusat Informasi. Namun tak ada seorang petugas pun yang standby di balik meja informasi itu.

Ruangan tengah dengan foto-foto selebritis di tengah ruangan

Ruangan tengah dengan foto-foto selebritis di tengah ruangan

Ruangan tengah dengan display di sekeliling ruangan

Ruangan tengah dengan display di sekeliling ruangan

Yes, ini rumah makan yang agak berbeda dari rumah makan lain yang biasanya cuma terdiri atas satu ruangan besar buat makan.

Setelah melalui dua ruangan ini, barulah kita masuk ke ruang makannya. Ruangan lebar, dengan warna putih yang mengguyur dinding ruangan. Meja-meja dan kursi kayu berwarna putih-biru ditata rapi untuk 4 dan 6 orang, sementara bunga-bunga matahari sintesis diletakkan di sela-sela ruangan.  Etalase panjang makanan dengan macam-macam menu sayur terdapat di sisi kiri ruangan, berseberangan dengan sebuah display yang (saat itu) menampilkan bahasan tentang cara mengunyah.

Untuk mulai menikmati santapan di sini, silakan mengantri dan para waitress dengan balutan seragam berwarna merah muda akan mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk kita. Agak unik seragam waitress di sini. Selain warnanya yang merah muda segar, mereka juga memakai selempang seperti yang biasa dipakai Putri Indonesia atau Miss Universe, hahaha. Paket Rp 6.000,00 berlaku untuk nasi dan 4 jenis sayuran. Wow! Murah banget! Sayurnya macem-macem banget lho: sawi asin, cap cay, tempe orik, terong, tempe kecap, kangkung, dan macam-macam sayuran lain yang bahkan gue nggak yakin apa nama sayuran itu. Buat yang pengen menu lain, ada bakwan dan jamur crispy yang masuk dalam paket 6ribu itu. Masih kurang? Tenang, ada daging-dagingan yang terbuat dari gluten untuk memberikan sensasi makan daging. Bukan daging sungguhan, tapi rasa dan bentuknya udah menyerupai daging kok. Meskipun, kalau lo peka, lo akan bisa merasakan perbedaannya. Selain itu, ada juga menu-menu siap order seperti pecel lele, nasi goreng, capcay, dan beberapa menu lainnya.

Suasana di dalam Kehidupan yang ternyata tidak terlalu ramai

Suasana di dalam Kehidupan yang ternyata tidak terlalu ramai

Layar display di ruang makan

Layar display di ruang makan

Aneka macam menu sayuran

Aneka macam menu sayuran

Para waitress yang melayani pelanggan dengan seragam cantiknya :)

Para waitress yang melayani pelanggan dengan seragam cantiknya 🙂

Saat waitress selesai dengan menu pilihan kita, transaksi pembayaran dilakukan di ujung meja panjang. Tepat di sebelahnya, kita bisa mengambil minum air putih gratis, jika memang kita tidak memesan minuman tambahan. Kebetulan, karena ini bulan puasa, Kehidupan menyediakan free takjil berupa kolak mini berisi beberapa potong singkong dan nangka. Yah, lumayanlah 😀

Gue menjatuhkan pilihan menu pada sayur sawi asin, tempe orig, sayur kubis, dan jamur, dengan tambahan “daging” penyet. Totalnya Rp 11.000,00. Jadi, menu-menu tambahan yang diletakkan di deretan atas itu dihargai Rp 5.000,00 pukul rata. Sayang nasinya sedikit banget, cuma semangkok kecil, membuatnya mirip sama porsi nasi angkringan. Jelas dong gue harus nambah lagi, memenuhi kebutuhan perut yang udah seharian nggak ketemu makanan, gyahahahaha.

Menu pilihan gue ronde pertama -__-

Menu pilihan gue ronde pertama -__-

Buat kamu yang suka sayuran, yang porsi makannya nggak banyak, yang lagi nggak punya duit, atau kombinasi ketiga kondisi itu, Kehidupan adalah tempat makan yang tepat. Konsepnya sebenarnya mirip dengan warung nasi atau warteg yang biasa ada di pinggir jalan. Bedanya, di sini menunya sayuran semua, nasinya “terbatas”, dengan tempat yang bersih dan luas. Ehem, mbok ya porsi nasinya ditambahin lagi dong, nambah seribu atau dua ribu juga nggak apa-apa deh. Rp 8.000,00 buat sekali makan juga udah terbilang murah banget buat makan di Bandung.

Wan Wan Emoticons 28

Tergoda? Harus banget mampir di sini kalau kamu pas lagi jalan-jalan di Bandung. Selamat makan :))

 

P.S. Twitter Kehidupan: @kehidupan_tpb

 

5 thoughts on “Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

  1. Nasi + 4 Sayur = Rp 6.000,- kalau nambah nasi Rp 2.000,- kalau sayur Rp 1.000,-

    Menu Vegetarian-Vegan tanpa MSG, Santan dan Bawang
    Semua sayuran dicuci dengan air garam supaya pestisidanya berkurang.

    Selain itu juga ada menu pesanan sepeti Kwetiau Surgawi

    Mulai banyak yg beralih ke pola hidup vegan krn sesuai dgn kodrat anatomi tubuh yg diberikan Tuhan kepada kita, selain itu kita tidak perlu membunuh untuk makanan kita dan sangat-sangat ramah lingkungan, krn bisa mengurangi pemanasan global lebih dari 51 persen menurut World Watch Institute.

    Bisa hubungi karyawan kami dan dapatkan informasi gratis perkembangan kesadaran dunia dengan membawa USB/HD eskternal

    Oleh2 Kerupuk Kehidupan terbuat dr rumput laut,wijen dan kedelai utk alternatif snack vegan anda.

    Terima Kasih.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s