Suatu Sore di Pandawa

Hai hai, kaum backpacKeren dan travelista yang keren bingits! Kali ini gue mau cerita nih acara jalan-jalan gue ke Pandawa kemarin. Buat yang belum tahu, Pandawa adalah sebuah waterpark yang ada di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Pandawa ini udah jadi waterpark paling keren sejagad Jawa Tengah dan Selatan, walaupun kalau dibandingkan sama Waterboom Cikarang atau wahana lain di Jakarta dan Jawa Barat, ya kalah jauh.

Untuk mencapai tempat itu, gue naik kereta komuter dari Jogja. Untuk sekarang, ada setidaknya 3 kereta komuter yang melayani rute Jogja-Solo maupun sebaliknya, yakni Prambanan Ekspress (Prameks), Sriwedari, dan Madiun Jaya (Manja). Untuk Prameks, tarifnya cuma Rp 10.000,00. Sayangnya frekuensi Prameks sekarang udah jarang banget, nggak kayak dulu pas pertama-tama nongol yang ada tiap satu setengah jam sekali. Kereta paling pagi adalah Sriwedari jam 9.15. Mau nggak mau gue harus rela ngeluarin duit Rp 20.000,00 hiks. Sebenernya ada Sriwedari yang lebih pagi lagi, jam 8. Tapi kata petugasnya kereta jam 8 nggak dateng. Hadeuh, padahal gue sama temen gue udah dateng ke Stasiun Tugu jam setengah delapan demi mengejar kereta jam 8 itu. Ternyata… #pffft

Bingung mau ngapain selama masa-masa penantian menunggu kereta Sriwedari dateng dalam 1,5 jam ke depan, kami memilih buat sarapan di dalam stasiun. Iye, kita nggak puasa. Aslinya gue mau ngajak temen gue keluar sih, cari angkringan atau warung di selatan stasiun. Tapi temen gue nggak mau, panas katanya

Onion Head Emoticons 9

Kami makan di Kantin Tugu. Harga makanannya… ya emang terbilang mahal buat ukuran Jogja, tapi masih masuk ukuran standar buat gue yang udah terbiasa hidup di Bandung. Pesenan gue adalah Gudeg Telor seharga Rp 12.000,00 dan Teh Tawar yang harus dibayar dengan harga Rp 3.000,00. Teh tawarnya mahal bingiiittts, biasanya kan grateeeeeesss.

Tak berapa lama setelah kami sarapan dan ngobrol ngalor ngidul nggak jelas, Sriwedari dateng juga. Kereta komuter ini memiliki konsep tempat duduk penumpang yang berderet, seperti halnya kereta jarak jauh, bukan kursi mengelilingi gerbong seperti Prameks. Gerbongnya bersih dan ber-AC. Agak worth it-lah bayar Rp 20.000,00. Saat itu suasana kereta masih agak sepi. Bahkan saat udah berangkat, kereta juga nggak penuh-penuh amat. Padahal gue kira bakal penuh karena banyak dipakai pemudik.

Suasana di dalam Kereta Sriwedari

Suasana di dalam Kereta Sriwedari

Berangkat jam 9.15, kami sampai di Stasiun Balapan Solo jam 10.30. Wuogh! Solo macet, bo! Terutama di kawasan Balai Kota sampai Keraton. Pandawa yang sebenernya nggak jauh-jauh amat jadi berasa jauh, tua di jalan kita. Seperti yang udah gue bilang di atas, Pandawa terletak di dalam Solo Baru. Well, Solo Baru adalah semacam kawasan terintegrasi yang menyerupai kota dalam kota, berisi komplek perumahan, gereja, dan fasilitas umum lainnya.

Tempat parkir Pandawa luas, bikin kami kepanasan setengah modar. Dulu, tarifnya adalah Rp 50.000,00 untuk weekdays, dan gue sama temen gue pun berasumsi tarifnya masih sama. Ternyata kami salah besar. Bulan Agustus ini, tarifnya udah cepek #pingsan. Diskon 20% buat pengguna Indosat, Credit Card BCA, atau CIMB Niaga. Promo nggak bisa digabungkan, jadi lo jangan berharap deh bakal dapet diskon 60% dengan nunjukkin hape lo yang pake Indosat, kartu kredit BCA, atau kartu CIMB Niaga. Dengan berat hati, uang Rp 80.000,00 melayang dari dompet gue.

Onion Head Emoticons 38

Setelah mendapat tiket, kami bergegas menghampiri pintu masuk area waterpark. Mas-mas petugas memeriksa tas kami, memastikan kami tidak membawa makanan atau minuman dari luar. Kemudian, dia memberikan cap pada punggung tangan kami, bukti kami sudah boleh sah masuk area waterpark.

Bagian depan Pandawa

Bagian depan Pandawa

Masih bagian depan Pandawa. Abaikan saja dua sosok itu.

Masih bagian depan Pandawa. Abaikan saja dua sosok itu.

Titik pemeriksaan pengunjung

Titik pemeriksaan pengunjung

Biaya sewa loker adalah Rp 5.000,00 dengan jaminan Rp 25.000,00. Loker ini ada di dalam kamar mandi, sangat berguna untuk meletakkan tas yang berisi baju ganti, handuk, dan alat mandi. Jadi pengunjung nggak kerepotan bawa-bawa tas ke kamar mandi, atau bolak-balik keluar-masuk buat mengambil barang. Ada foodcourt di bagian depan area waterpark dengan harga standar Jakarta atau Bandung. Gue pilih menu yang paling murah, sekedar nasi ayam krispi dengan es teh manis #nyesek

Luas Pandawa juga nggak gede-gede amat sebenernya. Ada sungai buatan yang mengelilingi area waterpark di mana pengunjung bisa menyusurinya dengan pelampung. Pelampungnya disediakan secara bebas di sekeliling, bebas diambil pengunjung untuk dipakai menikmati wahana yang ada. Siapa cepat dia dapat. Tips soal pelampung ini: JANGAN EGOIS! Kalau kalian lagi nggak pakai pelampung, pelampungnya bisa diletakkan agar bisa dipakai pengunjung lain yang sedang membutuhkan. Gue sempet bete gegara gue mau masuk wahana Wave Pool tapi nggak punya pelampung. Ada 3 orang dengan pelampung yang nganggur di sampingnya. Pas mau gue pinjem, eh dianya nggak mau, katanya nanti mau dipakai. Gue cuma ngebatin, “Nanti, ‘kaaannn? Gue mau pakai sekarang.” Tindakan seenak jidat kayak gitu jangan dicontoh!!!

Patung Kresna dan Wave Pool

Patung Kresna dan Wave Pool

Sungai buatan untuk disusuri

Sungai buatan untuk disusuri. Yang di belakang itu adalah Perosotan Terbuka.

Seperti namanya, Pandawa dipenuhi dengan patung-patung raksasa berbentuk kelima Pandawa. Nggak tahu Pandawa itu apa dan siapa? Googling!!! (karena gue juga nggak tahu banyak). That’s why this place is called Pandawa.

Ada setidaknya 5 wahana utama yang ditawarkan Pandawa: Wave Pool, Perosotan Besar, Black Hole, Body Slide, kolam anak-anak. Black Hole adalah wahana berupa perosotan panjang tertutup. Baik Black Hole maupun yang perosotan yang terbuka, nggak ada yang bisa bikin gue teriak kesetanan. Entah emang kurang menantang, atau guenya yang udah mati rasa, atau gue yang hebat memendam emosi #pffft

Yang seru itu Body Slide sama Wave Pool. Di Body Slide, perosotannya berbentuk huruf “V” curam. Lo akan meluncur cepat ke arah bawah, sebelum akhirnya meluncur naik dan meluncur turun lagi, naik dikit lagi, turun lagi, sampai gaya dorongnya habis. Wave Pool adalah sebuah kolam simulasi lautan. Ombaknya yang besar akan membuat pengunjung berasa terombang-ambing di tengah samudera. Wave Pool ini dalamnya bisa mencapai 3 meter di bagian yang paling ujung. Buat yang nggak bisa berenang, pegang pelampungmu erat-erat! Nah, ombaknya nggak datang terus-terusan, ada rentang waktunya. Datangnya ombak akan ditandai dengan sebuah suara sirene yang nyaring, kayak sirene tsunami -____-

Kolam anak-anak cukup buat lucu-lucuan aja sih, hehe. Ada perosotan kecil dan Baskom Air besar di sini. Lumayan seru pas airnya tumpah dari Baskom Air :D. Beberapa wahana lain yang ditawarkan adalah Bungee Jumping dan Trampolin. Gue jelas nggak berani cobain Bungee Jumping. Perpaduan antara takut ketinggian dan takut tenggelam itu… ehem… luar biasa.

Yah, suatu sore di Pandawa yang lumayan buat seru-seruan bareng temen. Ada beberapa momen lucu yang terjadi, kayak pas temen gue jatuh terjengkang dari pelampung karena kehilangan keseimbangan saat berusaha membetulkan posisi tidurnya, bahahahahaha XD. Kebersamaan hari itu diakhiri dengan makan-makan ala barbar menyantap babi kecap dan aneka hidangan lainnya di rumah salah satu personil geng kecil kami. Cheers!

Iklan

3 thoughts on “Suatu Sore di Pandawa

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s