Enjoy Jakarta #1: Perjalanan Bandung – Kelapa Gading dengan Xtrans

Sebelum gue kelayapan di ibukota negara orang, ada baiknya gue eksplor ibukota negara sendiri dulu kali ya. Lagipula, masih banyak tempat yang belum gue kunjungi di Jakarta.

Jumat, 13 September 2013, tepat saat peringatan hari raya Friday The 13th. Keberangkatan gue sebenernya agak terburu-buru, karena malam sebelumnya gue dikabari sama salah seorang temen kantor bahwa kunjungan ke Jakarta belum tahu jadi apa enggak. Terus, temen gue di sana (yang rencananya mau gue inepin dan jadi travel guide gue) juga lagi kena musibah. Jadi kayaknya kunjungan ke Jakarta pun harus tertunda juga, untuk kepentingan apapun (urusan kantor atau pun murni jalan-jalan).

Tiba-tiba sekitar jam 10 pagi, saat gue baru aja menyapa dunia, gue dikabari kalau kunjungan ke Jakartanya jadi. Tapi gue berangkat sendirian dari Bandung #pffft

Gue packing dengan serabutan dan mandi secepat mungkin yang gue bisa. Dengan modal nekad, tanpa terlebih dulu booking lewat telepon, gue mendatangi pool Xtrans di seberang Ciwalk untuk memesan keberangkatan menuju Kelapa Gading. Ternyata untuk rute Kelapa Gading dilayani dari pool Bale Xtrans di sebelah fly-over Cihampelas, gue harus ngangkot (lagi) ke sana. Untunglah masih ada kursi kosong untuk keberangkatan pukul 13.45. Tadinya disuruh berangkat jam 12 sama kantor, tapi karena kenyataannya gue sendiri baru tiba di pool hampir jam setengah satu, ditambah travel lain juga sudah penuh, akhirnya gue book Xtrans Bandung – Kelapa Gading pukul 13.45. Tarifnya Rp 85.000,00. Dapat diskon Rp 10.000,00 dengan kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Setiap penumpang mendapat sebotol air mineral botol kecil (tahu gini tadi nggak usah beli 2 botol air minum -____-)

Selain bisa pesan langsung dan telepon, Xtrans juga bisa dipesan secara online dengan membuka website resminya di sini. Jadwal dan lokasi pool juga bisa dicek di situ.

Sambil menunggu jam keberangkatan yang masih agak lama, gue mengisi waktu dengan makan siang di Bakso Semar Cihampelas. Katanya sih ini bakso enak, dan inilah tempat makan yang paling cocok buat kalangan kayak gue di sekitar pool Xtrans, jika dibandingkan dengan tempat makan lain yang model rumah makan agak mahal. Gue pesen Bakso Urat dan segelas Es Teh Manis yang langsung datang tak berapa lama kemudian.

Gue amati menu pesenan gue ini yang tampak biasa aja, dua butir bakso besar dengan sejumput mie berwarna kuning. Es teh manisnya juga cuma disajikan dengan cup plastik. Rasanya gimana? Nah, untuk baksonya sih emang cukup enak, tapi standar aja. Bukan tipe “enak” yang bisa bikin gue koprol sambil mengalami konspirasi kemakmuran. Bakso di warung-warung biasa juga seenak itu. Untuk mie-nya, jujur menurut gue kurang enak. Kuahnya juga kurang nendang menurut gue. Kesimpulannya, gue agak over-expectation di sini, rasanya nggak seenak yang gue kira, porsinya nggak sebanyak yang gue mau.

Bakso pesanan gue

Bakso pesanan gue

Tapi untuk bakso rusuknya gue nggak tau yaaa, mungkin enak, soalnya banyak yang pesen. Gue sih enggak, terkendala masalah labil ekonomi #KorbanVickinisasi

Dua macam menu sederhana tadi harus ditebus dengan kocek Rp 20.000,00. Terbilang mahal buat gue, jika melihat kualitas dan kuantitasnya.

Masih ada waktu beberapa menit sebelum keberangkatan, gue gunakan sebaik-baiknya untuk mengisi ulang hape gue. Handphone mati dalam perjalanan adalah mati gaya buat gue, hahaha. Sekitar setengah jam kemudian, Xtrans jurusan Kelapa Gading pun datang, gue duduk di bangku paling belakang bersama dua orang cewek, sementara kursi tengah dan depan diisi oleh kalangan paruh baya dan lanjut usia.

Penampakan Xtrans (dokumentasi tripadvisor)

Penampakan Xtrans (dokumentasi tripadvisor)

Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Penumpang bisa mengadukan sopir yang berkendara di atas batas kecepatan yang sudah ditetapkan. Fasilitas air conditioner (AC) sukses mengalirkan udara sejuk di dalam mobil. Gue kira sekitar jam 18.00 gue baru sampai, tapi ternyata sebelum jam 5 sore gue udah sampai pool Pulomas, Kelapa Gading. Agak kaget sebenernya. Selain ternyata cepet, juga karena jalan yang tadi dilalui masih merupakan wilayah Rawamangun, Jakarta Timur. Mungkin Rawamangun sama Kelapa Gading itu sebelahan kali yes.

Gue menuju Hotel THE BnB Kelapa Gading dengan ojek, karena kata pak satpam alamat yang gue tuju tidak bisa sepenuhnya dicapai dengan angkot. Tarifnya cuma Rp 15.000,00. Masih reasonable-lah, makanya gue iyain. Karena si mas tukang ojek juga nggak ngerti hotelnya di mana, kami sempet berhenti sebentar di tengah jalan buat tanya orang. Ternyata nggak jauh lagi. Gue sampai hotel dengan tepat waktu dan selamat, bahkan sebelum tim dari Depok dateng. Lokasi hotelnya di Jl. Bukit Gading Raya emang tidak dilalui angkot sih, tapi tinggal jalan tiga menit juga udah sampai jalan utamanya, Boulevard Kelapa Gading Barat. Bisa naik angkot dari situ. Jadi, lokasinya masih gue anggap cukup strategis, cuma belum terlalu dikenal orang aja sih karena masih terbilang baru.

Ehem, gue nginep di Hotel THE BnB ini gratis loh, muehehehehe. Simak review tentang pengalaman menginapnya di postingan berikut. Cheers! 🙂

Iklan

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s