Persiapan Menyambut Kelahiran Prematur Sebagai Orangtua Millennial

Mataku berkaca-kaca menatap tampilan pemeriksaan USG beberapa minggu lalu yang menunjukkan sepasang janin identik di dalam perut Ara. “Oh, pantes mual-mual terus. Isinya ada 2,” begitu kata dokter kandungan kami. Saat itu aku diliputi rasa haru bahagia melihat sendiri pekerjaan tangan Tuhan di hidup kami. Siapa sangka, keinginan Ara yang sebenarnya juga “hanya” diutarakan dalam doa-doa celetukan, ternyata dikabulkan. 

Dokter lalu melanjutkan, bahwa kondisi tersebut juga membuat Ara sangat berpotensi untuk melahirkan secara caesar dan prematur. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan bidan di puskesmas di minggu-minggu awal kehamilan Ara, namun saat itu karena kondisi kesehatan yang lain.

Kabar bahagia tersebut harus kami imbangi dengan persiapan dan tindak lanjut yang lebih matang. Membesarkan anak yang lahir dengan prematur tentu berbeda dengan membesarkan anak yang lahir sesuai durasi kehamilannya. Ada banyak hal yang perlu dipantau untuk memastikan tumbuh-kembangnya tidak terhambat.

Saat opname di RS dan bedrest di rumah

Maka dari itu, aku sebagai seorang calon bapak yang nggak tahu apa-apa ini, sontak menyambut gembira begitu diinfokan di WAG Danone Indonesia akan ada webinar Bicara Gizi dengan topik khusus anak prematur. Wah, meski kegiatan Danone Digital Academy 2021 sudah tuntas kulakukan akhir tahun lalu, namun manfaatnya masih tetap kurasakan sampai sekarang!


Apa Itu Anak Prematur?

Anak prematur (bahasa Inggris: preterm) adalah anak yang lahir di bawah usia 37 minggu. Aku sendiri juga lahir secara prematur. Anak prematur biasanya juga mengalami BBLR (Berat anak Lahir Rendah), sementara anak BBLR belum tentu prematur. Keduanya membutuhkan pemantauan intensif agar tumbuh-kembangnya tetap optimal.

Webinar Bicara Gizi tentang anak prematur yang aku ikuti

Anak prematur pun dibedakan lagi menurut usia kehamilannya, dari late preterm (mendekati 37 minggu) hingga early preterm. Batas amannya adalah minggu ke-28. Kalau lahir di bawah usia 28 minggu, anak sangat berpotensi mengalami komplikasi kesehatan bahkan gagal bertahan di luar kandungan. Di bawah 32 minggu saja sudah disebut sangat prematur dan berisiko tinggi, jadi kelahiran di bawah usia kehamilan 28 minggu adalah extreme preterm dengan risiko sangat tinggi!

Makanya, aku amazed ketika pihak Danone Indonesia menghadirkan Ibu Siti Fatwa sebagai salah satu narasumber acara yang anaknya, Bhenazir Shahnaz, lahir saat usia kehamilan 25 minggu! Ajaib, Shahnaz bertahan hingga saat ini, bahkan menjadi anak berprestasi yang multitalenta. Dari modelling, dance, ballet, sampai kompetisi akademis pun menorehkan prestasi. 

Oh, tentu perjuangan Ibu Siti tidak mudah, karena Shahnaz diopname di rumah sakit selama sekitar 3 bulan. 


Memantau Tumbuh-Kembang Anak Prematur

Menurut Prof. Dr. dr. Rinawati sebagai salah satu pembicara, ada 4 hal yang perlu diperhatikan dalam memonitor pertumbuhan dan perkembangan anak yang lahir secara prematur: physical health, mental health, learning & cognition, dan quality of life. 

Anak prematur berarti pertumbuhannya di dalam kandungan belum tuntas, kesehatan fisiknya perlu senantiasa dimonitor dengan cermat. Biasanya, beberapa penyakit atau kelemahan tubuh yang terjadi adalah gangguan pernafasan, gangguan menelan, gangguan pertumbuhan, gangguan fungsi motorik, gangguan sistem kardiovaskuler, gangguan sistem metabolik, hingga cerebral palsy. Aku sendiri memiliki gangguan pernafasan dengan adanya penyakit asma, yang mana tahun 2020 awal lalu divonis bronkitis kronis. 

Nggak perlu terlalu parno dan overthinking ketika memiliki anak prematur

Learning and cognition berhubungan dengan kemampuan kognitif, kemampuan berbahasa, keterampilan prasekolah, dan perkembangan akademis. Terkait kemampuan berbahasa, anak dengan kelahiran extreme preterm berisiko mengalami kelainan pita suara. Selain mengganggu komunikasinya, kelainan ini juga berpotensi menyebabkan low self-esteem (harga diri yang rendah). Jadi inget, kata bapak dan ibu aku juga mengalami kesulitan berbicara, yang lalu diobati dengan semacam dedaunan. Buat yang pernah ketemu aku in person, pasti aware kalo cara berbicara aku itu agak-agak cadel gimanaaa gitu. 

Terkait mental health dan quality of life, perlu diperhatikan terus bagaimana perkembangan perilaku anak prematur, kemampuan bersosialisasinya, self esteem, dan kesehariannya. Aku dan Ara sudah sepakat, kelak anak-anak kami akan diperkenalkan dengan psikolog anak sedari dini. Hidup semakin berat, jalan pikiran manusia juga semakin rumit. Tanpa kondisi prematur aja, kami sudah sepakat membekali anak-anak kami dengan bimbingan psikologis dan pengelolaan emosi.

Anak dengan risiko tinggi perlu dilakukan follow-up secara rutin secepatnya begitu dipulangkan dari fasilitas kesehatan. Dokter umum, bidan dan perawat, dan dokter spesialis sesuai indikasi perlu terlibat aktif. Tantangannya, masalah kognitif dan gangguan belajar seringkali tidak dapat diprediksi dan terdiagnosa hingga akhirnya gagal beradaptasi dengan lingkungan sosial. Idealnya memang anak dengan risiko tinggi perlu dipantau secara cermat dari sebelum masuk sekolah hingga tahun-tahun pertama di bangku sekolah. 


Asah, Asih, Asuh

Mbak Irma Gustiana, sang psikolog anak dan parenting coach, pun setuju untuk memerhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak yang lahir prematur. Seribu hari pertama adalah masa kritis, waktunya “jendela kesempatan” di mana anak membentuk pondasi awal untuk kepribadian, potensi, dan kecerdasan. Selain faktor genetika dari orangtua dan keluarga besar, faktor lingkungan tentu juga memengaruhi tumbuh-kembang anak, seperti pergaulan, sekolah, gaya pengasuhan, hingga status gizi.

Makanya, agar tumbuh-kembang anak optimal, perlu asuh-asah-asih.

Asuh, berhubungan dengan aspek fisik atau materi. Beberapa contohnya adalah tempat tinggal yang layak, makanan bernutrisi, akses ke fasilitas kesehatan, waktu untuk beristirahat, dsb. Asih adalah mencukupi kebutuhan anak dari sisi psikologis, termasuk memberikan love language sesuai masing-masing anak, memerhatikan, peka, dan memberikan motivasi. Dengan kata lain, kita buat anak yang lahir prematur tetap merasa layak dan disayangi. Terakhir, asah, adalah mengembangkan kemampuan dan keterampilan anak. Nggak cuma kemampuan akademis, tapi juga minat dan bakatnya, kemampuan bersosialisasi, kepemimpinan, pengembangan karakter, dan spiritual.

Kelahiran anak prematur ternyata memberikan dampak psikologis bagi kedua belah pihak, baik untuk anak ybs dan orangtuanya. Orangtua dari anak yang lahir prematur berisiko mengalami ketidaksiapan mental, masalah finansial, postpartum emotion (baby blues) bagi ibu, dukungan dari keluarga, hingga menghadapi stigma anak prematur dari masyarakat. Sementara untuk anaknya sendiri berpotensi mengalami kendala dalam pertumbuhan dan perkembangannya seperti yang sudah aku singgung di atas.

Padahal, anak prematur adalah anak istimewa yang mampu tumbuh-kembang optimal dan berprestasi di sana-sini. Ya aku ini lah contoh nyatanya (ditoyor netizen).

Hasil dari berbagai studi dan penelitian membuktikan bahwa hampir semua anak prematur tetap dapat masuk sekolah tepat waktu, bahkan menonjol dalam beberapa bidang. Beberapa tokoh legendaris dunia yang lahir prematur adalah Albert Einstein, Stevie Wonder, dan Charles Darwin. anak prematur juga menerima kontak fisik yang lebih banyak (karena dirawat di rumah sakit), sehingga respon otaknya lebih kuat terhadap sentuhan lembut. Kebutuhan skin-to-skin contact yang tinggi ini memaksimalkan perkembangan otaknya. Bener sih, karena salah satu love language utamaku adalah physical touch.

Bagaimana intervensi nutrisi dan stimulasi anak prematur

Yuk cari tanda awal potensi anak yang lahir prematur. Perhatikan kemampuan dan minatnya, dorong untuk berkreasi, dan beri ruang untuk eksplorasi. Bhenazir Shahnaz, anak prematur yang lahir pada usia kandungan 25 minggu itu, diberikan kesempatan untuk belajar dance, balet, musik, bahkan modelling. Otak anak butuh pengalaman. Biarkan mereka mencoba hal-hal baru agar aktif dan eksploratif menyambungkan banyak neuron di otaknya.


Mbak Irma berpesan, kelahiran prematur tidak menghalangi anak mengembangkan potensinya sejak dini. Anak prematur juga bisa berprestasi di masa mendatang dan membanggakan orangtuanya. 

Bapak Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia yang juga hadir dalam webinar, pun sepakat dengan intervensi nutrisi dari orangtua untuk anak yang lahir prematur. Menurut World Health Organization (WHO) sendiri, 1 dari 10 anak di dunia lahir prematur. Diperkirakan sebanyak 15 juta anak lahir prematur setiap tahunnya. Dengan program edukasi rutin bertajuk Bicara Gizi ini, Danone Indonesia mendukung generasi muda Indonesia untuk tumbuh maju dan berkualitas.

Ketiga pembicara berfoto secara virtual dalam program Bicara Gizi 15 November 2022

Jadi, webinar ini memang membuat aku lebih siaga sebagai calon orangtua dari anak yang lahir prematur, namun juga sekaligus memotivasi dan memberikan insight baru! Lakukan persiapan terbaik, dan serahkan hasilnya pada Tuhan. Dia Sang Pemilik Hidup, pasti tahu yang pas untuk setiap anak-Nya karena Dia bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Cheers!

2 komentar

  1. Congratulations!!! Semoga mama + janin kembarnya sehat selalu sampai lahiran ya

    1. Amin amin, makasih doanya mbak

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

LIZA FATHIA

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

PAPANPELANGI.ID

Berjalan, Bercerita; semoga kita terbiasa belajar dari perjalanan

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Eviindrawanto.Com

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Winny Marlina

Winny Marlina - Whatever you or dream can do, do it! lets travel

Olive's Journey

What I See, Eat, & Read

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

dananwahyu.com

Menyatukan Jarak dan Waktu

%d blogger menyukai ini: