Bermalam di Buton Backpacker Lodge Bandung, Ternyata Dulunya…

Petiduran malam itu di Buton Backpacker Lodge

Hari sudah gelap ketika kami tiba di Stasiun Bandung di hari Rabu, 25 Mei 2022. Setelah seharian meeting dengan klien di kawasan Jakarta Pusat ditambah dendam tidur yang belum terbalaskan, gue tiba dengan rasa kantuk berat dan letih yang menggelayut. Bersama beberapa teman kantor yang sama-sama pulang hari (beberapa sisanya menginap lebih lama di Jakarta untuk bersenang-senang), kami naik kereta api Argo Parahyangan menuju ibukota bumi priangan.

Sebenarnya, gue juga berniat langsung pulang ke Jogja begitu acara dengan klien sudah selesai. Tapi Ara bilang, “Extend aja ke Bandung, puas-puasin waktumu.” Akhirnya sebelum dia berubah pikiran atau gue menyesal di kemudian hari, gue melakukan yang dia sarankan. Sebuah kamar kapsul di sebuah hostel murah bernama Buton Backpacker Lodge pun gue reservasi dengan biaya sendiri. Lokasinya dekat dengan Stasiun Bandung, gue tinggal sedikit berjalan kaki.

Btw, tulisan ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya yang berjudul Kereta Api Argo Dwipangga dan Rail Transit Suite Gambir. Kalo belum menyimak, ada baiknya baca tulisan sebelumnya itu.


Eh, Sepertinya Kenal Lokasi Ini

Dari Stasiun Bandung, gue menyeberang dan masuk ke Jalan H. Akbar. Setelah beberapa langkah, melalui Kartika Sari dan Hotel Unik mendekati tujuan, gue merasa sudah familiar dengan daerah ini. Begitu tiba di depan rumah yang menjadi lokasi hostel itu pun, gue merasa seperti sudah pernah menginap di sini. 

Tak ada papan nama dan penerangan di sekitarnya agak remang-remang, gue bertanya pada akang yang sedang duduk di teras sambil menikmati kopi malamnya. “Buton Backpacker Lodge?” tanya gue. Dia mengiyakan, lalu bergegas masuk ke dalam rumah. Rupanya dia mempersiapkan diri untuk memroses reservasi gue sebagai front desk officer sekaligus caretaker

Sembari menunggu si akang mengurus check-in, gue mengamati communal room Buton Backpacker Lodge. Sontak, gue ingat kenapa penginapan ini terasa sangat familiar. Gue pernah menginap di hostel ini sekitar 4 tahun lalu. 

Communal room Buton Backpacker Lodge
Tiba di Buton Backpacker Lodge malam itu

Waktu itu, hostel ini bernama Bandung House. Ulasannya pun gue tulis di blog ini, bisa klik di sini


Fasilitas Buton Backpacker Lodge

Jumlah kapsul atau pod di Buton Backpacker Lodge sendiri nggak terlalu banyak, berjajar dengan 2 tingkat di dalam sebuah kamar yang dulunya difungsikan sebagai dormitory room dengan bunk bed bertingkat. 

Di dalam tiap kapsul atau pod sudah dilengkapi:

  1. Bantal
  2. Selimut
  3. Handuk
  4. Floating table
  5. Stopkontak
  6. Hanging corner.
Fasilitas tiap kapsul Buton Backpacker Lodge
Deretan pod dan beberapa fasilitas Buton Backpacker Lodge

Gue sendiri dapat kapsul atas. Untuk masuk ke dalam pod, ada tangga kecil. Pintu pod bisa terkunci dari dalam dan luar. Untuk membukanya dari dalam, pihak hostel memberikan semacam token yang ditempelkan ke pintu, kayak smart card di hotel begitu lah. 

Untuk mengakomodasi kebutuhan para tamunya, Buton Backpacker Lodge Bandung menyediakan:

  • Pantry
  • Free flow water, coffee, tea
  • Kamar mandi 2 buah dengan shower dan WC
  • Kulkas
  • Mesin cuci.

Jadi, bisalah masak tipis-tipis kayak bikin Indomie sendiri atau semacamnya. Gue lupa apakah Indomie-nya sudah disediakan juga. 

Fasilitas pantry bersama di Buton Backpacker Lodge

Kamar mandinya luas, tipikal kamar mandi rumahan dan bukan kamar mandi khas hostel yang sempit. Rapi, bersih, wangi, air panas berfungsi cukup baik. Relaxing dan refreshing banget malam itu setelah seharian di Jakarta dan semalaman di dalam kereta api.


Satu kekurangan yang cukup mengganggu di Buton Backpacker Lodge adalah bagian pengunci pintu yang sekrupnya sudah hampir copot karena kendor. Tiap kali mau buka atau tutup pintu pod, gue kencengin dulu sekrupnya. Jadinya kadang agak susah buat mengunci pintu pod. 

Pintu kapsul yang kadang bermasalah
Bukti otentik di Buton Backpacker Lodge Bandung

Ah, teringat saat dulu menginap di sini saat ia masih bernama Bandung House. Gue yang sedang duduk sendirian di communal room, lalu nimbrung obrolan abang penjaga (seorang pria etnis India) dengan seorang tamu yang asyik membicarakan Kuala Lumpur. Nama tamu itu Istinov. Setelahnya, kami berkawan, bahkan sempat bertemu di Jakarta bersama salah satu kawan blogger gue dari Malaysia, Danial Ariff. Jadi buat kamu yang butuh akomodasi murah meriah di Bandung dan nggak masalah dengan tipe kapsul, Buton Backpacker Lodge gue rekomendasikan. Daripada ke bobobok yang mihil itu, wkwkwk. Deket sama stasiun pulak. Berasa di rumah banget nginep di sini, siapa tau kamu dapet kenalan baru juga. Keep learning by traveling~

5 komentar

  1. Pengin masuk list sih saat main ke Bandung, … showernya ada fasilitas air panas nggak Gie?

  2. Hotel pod begini aku blm pernah cobain mas. Sbnrnya pengen, udah kepikiran mau stay, ngrasain aja tinggal di dalam ruangan tertutup gitu gimana 😄. Beberapa kali pas di bandara KL, udh kepikiran stay semalam di situ ga yaaa, tapi ujung2nya selalu balik ke tune hotel KLIA 2 hahahahaha. Mungkin aku mikirnya, kalo pod begini hrs single, jadi agak susah buatku yg LBH sering traveling Ama anak dan suami. Aku jarang ,malah bisa dibilang ga pernah traveling solo 😅. Itu alasan kenapa sampe skr blm pernah cobain nginep di tempat model pod

    1. It’s okay, mbak Fanny. Hotel kapsul/pod memang nggak untuk semua orang. Kalau pas ada kesempatan solo traveling dan masih exited, cobain ya sekali 🙂

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

LIZA FATHIA

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

PAPANPELANGI.ID

Berjalan, Bercerita; semoga kita terbiasa belajar dari perjalanan

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Eviindrawanto.Com

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Winny Marlina

Winny Marlina - Whatever you or dream can do, do it! lets travel

Olive's Journey

What I See, Eat, & Read

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

dananwahyu.com

Menyatukan Jarak dan Waktu

%d blogger menyukai ini: