Review 5 Maskapai Berbiaya Rendah: AirAsia, Scoot, Jetstar, Citilink, Lion Air

Berburu foto selagi menunggu boarding di Bandara Bandung

Setelah 2 tahun kita terkurung dan dibatasi oleh pandemi COVID-19, senang sekali rasanya ketika belakangan ini kondisi sudah menunjukkan penurunan kasus yang stabil. Satu per satu negara membuka akses masuk untuk perjalanan internasional dan melonggarkan peraturan. Mungkin, kali ini gue benar-benar bisa menumpaskan rasa rindu pada AirAsia, Scoot, atau Jetstar, maskapai-maskapai berbiaya rendah yang banyak berkontribusi dalam kiprah perjalanan gue. 

Dari akun resmi Instagram-nya, baru-baru ini AirAsia sudah membuka kembali penerbangan rute Jakarta-Singapura dan Bali-Singapura setelah sebelumnya hanya melayani penerbangan domestik. Scoot dan Jetstar malah sudah melayani penerbangan ke Negeri Singa itu sejak beberapa bulan sebelumnya. 

Gue pribadi pernah menggunakan layanan ketiga maskapai itu, ditambah Lion Air dan Citilink yang sama-sama low cost carrier seperti mereka. Seru juga kali ya kalo gue review mereka berlima di sini. Ya udah yuk, gaskeun!


AirAsia

Favorit gue, dan yakin deh banyak orang juga begitu. Nggak heran kalo AirAsia didapuk sebagai World’s Best Low Cost Carrier. Kabinnya bersih dan terawat, flight attendant-nya good looking dengan desain seragam menarik, pelayanan online dan offline yang memuaskan, dan loyalty program yang meyakinkan. Gue bener-bener bisa redeem poinnya untuk satu tiket penerbangan!

Baca juga: Cara-Cara Mendapatkan BIG Points AirAsia Selain Dari Tiket Penerbangan

Pesawat Air Asia

Yang paling gue suka tentu makanan dan minumannya. Kalo LCC lainnya memberlakukan harga pembelian on board meals yang agak mahal, AirAsia ini murah banget! Cuma Rp30 ribuan udah dapet makan plus kopi panas. Makanan dan minuman di LCC lainnya harganya bisa 2x lipat dari AirAsia. Udah gitu menunya cukup beragam. 

Gue baru cobain ini saat penerbangan Bandung-KL-Macao di pertengahan 2019 dan gue nyesel bangeeettt. Selama ini wara-wiri sama AirAsia ke mana aja hey!

Di dalam penerbangan AirAsia Kuala Lumpur – Macau, mas-mas FA sedang mengonfirmasi nama gue untuk mengantarkan pesanan

Terakhir, aku dan kau suka harganya yang terjangkau dan rutenya yang banyak. Negara-negara Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, Cina, India, bisa semuaaa!


Citilink

Favorit kedua gue, yang kabinnya sama-sama bersih dan terawat seperti AirAsia. Sayangnya rute internasionalnya belum banyak, tapi gue pengen banget cobain rute direct flight Jakarta-Phnom Penh. Entah apakah sekarang masih ada di fase pemulihan pandemi ini.  Gue lumayan sering naik Citilink untuk perjalanan-perjalanan domestik ke/dari Palembang di medio 2020-2022. 

A new experience with Citilink today!

Belum pernah sama sekali naik Citilink ke luar negeri, tapi layanan on board meals-nya menarik juga dengan harga yang masih terjangkau. Kalo nggak salah, Citilink juga menyediakan fasilitas bagasi gratis. Bermanfaat banget nih buat kita-kita backpacker yang bobot ranselnya melebihi kapasitas 7 kg dan males beli bagasi cuma buat 3 kg, hahaha. 

Sayangnya gue punya beberapa pengalaman buruk terkait keterlambatan dengan Citilink. Telatnya juga lumayan sik, kalo nggak salah 2 jam dari jadwal seharusnya. Mereka juga nggak menyediakan kepastian jadwal yang baru, jadi gue dan para penumpang menunggu dengan berdiri di depan boarding gate T3 Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Cerita Penerbangan Jakarta-Palembang PP dengan Citilink 


Scoot (Dulu TigerAir)

Setelah Si Merah dan Si Hijau, sekarang giliran Si Kuning yang gue review. TigerAir sendiri adalah maskapai kedua yang gue naiki seumur hidup, tepatnya di tahun 2013. 

Sebagai bagian dari Singapore Airlines Group saat ini, sebenarnya pelayanan Scoot ini bagus. Tapi entah kenapa kabinnya terkesan nggak serapi dan seterawat kabin AirAsia, padahal materialnya juga kayaknya sama-sama aja. Ketepatan waktu juga oke, nggak pernah punya pengalaman delay dengan Scoot. 

Mendarat di Haikou Meilan Airport dengan Scoot
Di dalam kabin Scoot dari Singapura menuju Haikou, Hainan

Untuk on board meals memang lebih mahal dari AirAsia, tapi saat butuh banget masih bisa lah gue beli, seperti yang gue lakukan dalam penerbangan Singapore-Haikou di November 2019. Kalau nggak salah, Scoot jadi pelopor LCC di Asia Tenggara yang menyediakan layanan hiburan (in–flight entertainment) berbasis wi-fi dan personal gadget masing-masing penumpang. 

Soal rute, Scoot melayani lebih jauh, termasuk Berlin, Athena, dan Hawaii, tapi nggak tahu apakah setelah pandemi ini masih beroperasi. Scoot juga menyasar banyak kota di Tiongkok, sampai ke kota-kota yang gue nggak pernah denger sebelumnya hahaha. Gue pernah diundang launching event penerbangan Jakarta-Berlin via Singapura.

Nasi Lemak dengan Ayam Rendang | Maskapai SCOOT

Yang gue kurang suka, tampilan harga di website Scoot ini rawan mengecoh kita. Setelah diklik sampai ke tahap pembayaran, baru deh ketauan harga total yang harus dibayar setelah ditambah pajak dan biaya-biaya lainnya 😅


Jetstar

Dari ulasan Scoot sebelumnya, pasti jadi bertanya-tanya, “Terus apa maskapai pertama yang kamu naiki, Gie?” Yep, jawabannya adalah Jetstar. Maskapai oranye yang berkantor pusat di Australia ini gue naiki untuk penerbangan Jakarta-Singapura di tahun 2013.

 

Maskapai Jetstar yang mengantarkan gue dari Haikou ke Singapore

Review gue buat Jetstar kurang lebih sama dengan Scoot. Mereka ini 11-12 banget. Sebelum pandemi, Jetstar banyak menebar promo untuk rute CGK-SIN serendah Rp150 ribuan. Sama juga dengan Scoot, biaya yang ditampilkan di awal belum termasuk pajak dan biaya-biaya printilan lainnya. On board meals Jetstar pernah gue icip dalam penerbangan Haikou-Singapura. Pokoknya sejak perjalanan ke Macao dan Hongkong, gue jadi antusias menjajal macam-macam makanan dan minuman setiap maskapai.

Jetstar punya banyak rute dari dan menuju kota-kota di Australia. Selain di Jakarta, Jetstar juga banyak beroperasi di Bandara Ngurah Rai, Bali.


Lion Air

Biar ini maskapai domestik, tapi gue pernah naik Lion Air beberapa kali untuk penerbangan ke Kuala Lumpur karena harganya yang saat itu paling murah. Jadi nggak selamanya AirAsia yang paling murah ya. 

Maskapai Lion Air di Palembang, Sumatera Selatan

Kabin Lion Air ini kadang bersih dan terawat seperti kabin AirAsia, kadang biasa aja. Tapi armada-armada yang digunakan untuk penerbangan internasional biasanya kabinnya masih bagus. Sayangnya gue malah nggak pernah cobain on board meals Lion Air. Meski terkenal dengan maskapai ngaret, sejauh ini pengalaman gue dengan Lion Air malah cukup baik. Nggak banyak delay, dan itu pun nggak lama.

Gue lebih suka lagi dengan Thai Lion Air, pernah coba rutenya untuk ke Bandara Don Mueang, Bangkok. Apalagi saat itu Thai Lion Air menyediakan fasilitas bagasi gratis yang nggak ditawarkan LCC lainnya. Sayang sekali, sekarang fasilitas bagasi gratis ini sudah ditiadakan. Flight attendant Thai Lion Air juga menurut gue lebih ramah daripada Lion Air Indonesia, “Sawaddee khaaaa! Sawaddee kraaappp!”

lion air mendarat di bandara depati amir pangkalpinang, bangka
Di dalam Thai Lion Air menuju Bangkok, penerbangan langsung

Paling puas lagi sama Malindo Air, yang sekarang katanya berubah nama jadi Batik Air. Tapi Malindo Air ini bukan LCC sih menurut gue, meski harganya terjangkau banget. Soalnya harga penerbangannya udah termasuk makanan, in-flight entertainment, dan bagasi. Jadi gue nggak usah teruskan lebih lanjut bahasan soal Malindo Air ya. 


Nah, itu dia ulasan gue buat 5 maskapai rendah biaya atau low cost carrier. Mungkin ada satu nama yang cukup familiar buat kalian tapi belom gue bahas di atas: Cebu Pacific. Yep, LCC Filipina ini juga cukup sering menebar tiket promo di era sebelum pandemi, dan gue pun sudah sempat membelinya untuk rute Jakarta-Manila PP. Sialnya perjalanan harus dibatalkan, tiket rela dihanguskan, karena serangan pandemi COVID-19 di Februari 2020.

Gue pengen cobain VietJet dan Nok Air yang populer di kawasan Thailand-Vietnam. Siapa tau beneran terwujud tahun ini, amiiinnn. Yang udah punya pengalaman dengan LCC regional ini, atau LCC global lainnya, do please share your thought below

A night in KLIA2

Semoga review gue di atas buat AirAsia, Scoot, Jetstar, Citilink, dan Lion Air membantu kamu-kamu yang sedang merencanakan perjalanan ke luar negeri. Tetap sehat dan banyak berkat, biar bisa keep learning by traveling~

7 komentar

  1. Kapan ke Kuala Lumpur lagi naik AirAsia? 😉

  2. Ya ampuuuuun mas, aku kangen bangettttt traveling lagiiiii 💃💃💃. Ini sedang ngurus pasport baru dulu, udah exp soalnya.

    Semua maskapai di atas, kecuali Jetstar doang yg aku belum coba. Cebu malah udah. Dari semuanya, favorit nomor 1 tetep AIRASIA 😍😍😍🎉🎉🎉.

    LION AIR dan grub aku blacklist seumur hidup, gara ada pengalaman ga enak mulai dari dekat kelewatan, seat ku diambil orang, yg ternyata issuednya dobel, dan bagasiku ada yg buka. Masalah trust sih. Delay aku bisa maafin, tapi kalo maling bagasi udah beraksi, aku udh ga bisa percaya Ama maskapainya.

    Citilink aku sering pake buat domestik aja. Blm pernah juga utk LN. Toh ga banyak rutenya, msh enakan airasia 😄.

    Kalo Scoot, sebenernya sempet trauma Ama nih maskapai, aku dibiarin terlunta2 pas pulang dari HK ke singapur 🤣🤣🤣🤣. Ga ada ngabarin sedikiiiitpun by email kek, SMS kek kalo jamnya diubah. Kan aku panik di HKIA . Mana counternya sepi, ga ada orang. Tapi aku msh mau pake utk rute singapur doang. Kalo lebih jauh, ga deh 😅.

    Cebu aku sukaaaa. Pas ke Manila sih naik ini. Dalamnya sih biasa, tapi setidaknya bersih kok. Dan kalo udh promo suka gila2an. Jadi msh mau banget pake maskapai ini. 👍

    Jetstar aku pernah ubek2 rutenya dan tertarik ke Aussie. Kalo ga salah ada rute new zealand juga deh. Soalnya NZ itu bucket listku sebelum pandemi. Makanya sempet nyari2 maskapai murah kesana. Semoga bisa ntr… Apalagi reputasinya juga bagus.

    1. Ahaha iya, AirAsia memang juara ya mbak.
      Lion Air Group aku masih mau pake, entah itu Batik, Malindo, Thai Lion. Kayaknya nunggu punya pengalaman kayak mbak Fanny dulu baru kapok, atau urusan safety. But karena so far quite good, jadi yowislah.

      Hoo Cebu Pacific recommended ya, noted mbak, makasiiihhh

  3. tuntunwisnu · · Balas

    Sudah lama ga baca blog ini, hurupnya terlalu kecil dan tipis buat yg sudah minus matanya, ditebelin hurupnya

    1. Halo mas. Makasih banyak buat masukannyaaa. Kalo boleh tau, aksesnya via PC atau hape mas?

  4. tuntunwisnu · · Balas

    Tetap suka dan tetep jadi referensi

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Khairunnisa Siregar's

Learn from yesterday, live for today, and hope for tomorrow

Jilbab Backpacker

Travel - Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. Kuy, der!

LIZA FATHIA

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

witing lungo jalaran soko kulino

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Eviindrawanto.Com

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

Winny Marlina

Winny Marlina– whatever you or dream can do, do it! travel

%d blogger menyukai ini: