Tips, Budget, dan Itinerary Jalan-Jalan di Hong Kong (+ Macao)

The boat and the skyscrapers, Hong Kong

Tiket pesawat yang murah, obyek wisata yang beragam, kemudahan berbahasa, dan tentunya kebijakan bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia, menjadi daya tarik wisatawan Indonesia menjadikan Hong Kong (dan Macau) sebagai destinasi liburan. Lalu, berapa kira-kira budget yang dibutuhkan buat traveling di Hong Kong? Adakah tips dan trik supaya perjalanan di Hong Kong menjadi lebih efektif dan efisien? Seperti apa itinerary yang ideal? Nah, tulisan ini akan mengupasnya.

Buat pembaca yang baru pertama kali mampir ke blog thetravelearn.com, kamu harus tau bahwa ini bukan satu-satunya tulisan tentang Hong Kong di dalam blog ini. Tulisan ini merupakan sari atau kompilasi dari seluruh cerita perjalanan di Hong Kong dan Macau yang sudah gue tulis sebelumnya secara rinci. Jadi, kalau ada tulisan tentang satu tempat yang mau kamu baca secara spesifik, silakan klik tautan (link) yang udah gue sematkan di dalam tulisan ini. Nanti akan diarahkan ke artikel terkait.

So, shall we? Let’s start with the itinerary.


Itinerary Traveling di Hong Kong

Biasanya, hal yang kemudian dilakukan traveler setelah memesan tiket penerbangan adalah memesan penginapan. Selain harga, kenyamanan, dan fasilitas, lokasi juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan supaya agenda perjalanan kamu nggak bikin tua di jalan. Sebaiknya, hotel atau hostel kamu berada di kawasan: Cental, Mong Kok, Jordan, Tsim Sha Tsui, Admiralty, atau Causeway Bay, dan pastikan dekat stasiun MTR (mass transit railway, sistem transportasi umum di Hong Kong)

Baca artikelnya: Memahami Transportasi Umum di Hong Kong―MTR (Subway/MRT), Bus, Tram, dan Kapal Ferry

View of central Hong Kong skyscrapers from Tsim Sha Tsui promenade

Watching the pedestrian from the bridge, Tsim Sha Tsui Hong Kong

Seperti inilah pembagian kawasan wisata di Hong Kong:

  • Ladies Market (dekat Stasiun Mong Kok), Temple Street Night Market (dekat Stasiun Jordan), dan Tsim Sha Tsui berada dalam satu kawasan yang sama bernama Kowloon, dalam 1 jalur MTR yang sama bernama Tsuen Wan Line (jalur merah). Tapi, ketiga tempat itu sih asyiknya dikunjungi malem-malem, hehe.
  • Jalur tram Hong Kong, tram ke Victoria Peak, Mid-Levels Escalator, Victoria Park, Tamar Park, dan Causeway Bay ada di Hong Kong Island dalam jangkauan Island Line (jalur MTR berwarna biru). Baca ceritanya di: Serunya Naik Kapal Ferry, Bus, Tram, dan Mid-Levels Escalator di Hong Kong Dalam Sehari
  • Disneyland Resort dan Ngong Ping 360 Cable Car (termasuk patung Big Buddha) sama-sama ada di Lantau Island (MTR jalur cokelat, Tung Chung Line)
  • Hong Kong International Airport ada di Chek Lap Kok Island, deket sama Disneyland dan Ngong Ping, tapi ‘kan nggak asyik juga kalau langsung ke sana setelah mendarat atau sebaliknya, karena kamu akan berada dalam kondisi ribet membawa-bawa backpack atau koper.

Hong Kong MTR route map

Jadi, seperti inilah itinerary yang berhasil gue realisasikan:

  1. Hari 1 : Tiba di Hong Kong sore hari setelah menyeberang dari Macau, check-in di penginapan, mandi & istirahat, makan malam, lalu eksplor Tsim Sha Tsui
  2. Hari 2 : Tsim Sha Tsui (lagi), menyeberang ke Hong Kong Island, Victoria Peak, Mid-Levels Escalator, naik Hong Kong Tramway, dan belanja di Ladies Market
  3. Hari 3 : Ngong Ping Cable Car, The Big Buddha, Disneyland, malamnya penerbangan kembali ke Indonesia

Sementara untuk Macau, kawasan wisatanya terbagi 2: Taipa dan Macau City Center (Macau Historic Area). Kawasan Taipa dekat dengan Macao International Airport dan kasino-kasino bergengsi seperti City of Dreams dan The Parisian. Hotel-hotel murah biasanya ada di Macau City Center yang dekat dengan Senado Square, Ruins of St. Paul’s, A Ma Temple, dan kasino Grand Lisboa.

Hasil foto di Senado Square, Macau

Hasil foto di Ruins of St. Paul’s Macau

Baca ceritanya di: Senado Square, Ruins of St. Paul’s, dan Makan Egg Tart di Margaret’s Cafe e Nata Macau

Gue mendarat di Macau malem-malem, langsung check-in ke hotel, jalan-jalan bentar, lalu istirahat. Besoknya, gue ke Senado Square, Ruins of St. Paul’s, terus siangnya udah menyeberang ke Hong Kong.

Baca ceritanya di: Larut Malam Menyusuri Gang-Gang Macau


Budget Traveling di Hong Kong dan Macau

Biaya Penginapan di Hong Kong

Gue nggak menampik fakta kalau Hong Kong dan Macau itu muahaaaaaalll. Lebih mahal dari Singapore! Bahkan kata temen gue, lebih mahal dari Jepang. Jadi, amannya anggarkan Rp1.000.000,00 per hari (penginapan, transportasi, makan, tiket wisata).

Di Singapore, hostel-hostel yang tarif per malamnya di bawah Rp200.000,00 itu masih banyak, fasilitasnya pun manusiawi. Kasur empuk, properti bersih, air putih gratis, sarapan sederhana, dan kalau beruntung malah bisa dapet penginapan yang instagrammable. Di Hong Kong, udah mahal, sempiiiiiittt pit pit pit, kagak ada sarapan, penampilannya lusuh pun. Harganya rata-rata di atas Rp300.000 per malam per orang. Gue masih dapet yang harganya Rp200.000, tapi yang harganya segitu di hasil pencarian Booking.com nggak sampai 5 bijik. Nilai review hostel-hostel di sana juga jarang banget yang di atas 8.

Itu baru hostel. Kamar privat di hotel lebih mahal lagi, tapi bisa jadi lebih murah kalau kamu pergi berdua atau lebih. Tapi tetep sih, sempiiittt! Ada penginapan yang murah dan nyaman, tapi jauh banget dari pusat kota. Masing-masing ada konsekuensinya. Jadi kalau kamu mau mengunjungi banyak tempat selama di Hong Kong, mau nggak mau harus kompromi dengan penginapan yang apa adanya.


Biaya Makan di Hong Kong

Biaya makan dengan layak di Hong Kong berkisar di angka 40-50 HKD, kita ambil 50 HKD aja deh, kita bulatkan jadi Rp100.000,00. Jadi Rp300.000,00 per hari. Bisa tambah bengkak kalau kamu selalu membeli makan dengan harga di atas 50 HKD atau nggak bisa kontrol napsu buat jajan.

Beberapa tempat makan dengan harga terjangkau yang sempat gue coba selama di Hong Kong adalah:

  • Toast Box di JD Mall (deket Stasiun Jordan, gue sampai 2 kali ke sini)
  • Ocean Empire (deket Stasiun Wan Chai)
  • Tim Ho Wan (ini ada banyak banget outlet-nya, gue cobain yang di Stasiun Central), dan tentu saja…
  • 7 Eleven hehe.


Biaya Transportasi Umum di Hong Kong

Untuk masalah transportasi, kisaran budget per hari adalah 50 HKD atau dibulatkan jadi Rp100.000,00. Hanya ada 2 anomali budget (((anomali))), yaitu transportasi dari/ke bandara dan Victoria Peak Tram. Harga tiket kereta Airport Express sekali jalan dari Hong Kong Airport ke Hong Kong Station (stasiun terakhir) dan sebaliknya adalah 115 HKD (nyaris Rp230.000,00), udah setara tiket kereta api Jakarta – Jogja kelas bisnis hahaha. Tapi tenang, ada bus yang harganya berkisar dari 18-40 HKD, jomplang bangeeettt! Sementara harga tiket Victoria Peak Tram PP adalah 99 HKD (Rp100.000,00), bisa disiasati dengan bus yang harganya cuma 20.6 HKD pulang-pergi (sekitar Rp40.000,00)

Baca juga: Perjalanan Naik Kereta Airport Express dari Bandara Hong Kong ke Pusat Kota

Ada 2 kartu sakti yang gue pake selama di Hong Kong: Airport Express & MTR Travel Pass dan Octopus Card. Kartu pertama bisa dipakai untuk naik kereta bandara pulang-pergi + akses kereta MTR sepuasnya selama 3 hari, harganya Rp600.000-an. Sementara Octopus Card gue beli dengan harga kurang dari Rp100.000 isi saldo 10 HKD, lalu gue top-up 50 HKD. Jadi total pengeluaran transportasi gue adalah sekitar Rp800.000.

Hong Kong Airport & MTR Travel Pass

My Octopus Card, bought from KKday

Tenang, kamu nggak perlu ikut-ikut keluar duit Rp800.000 juga buat transportasi selama 3 hari di Hong Kong. Itu gue bisa punya Airport Express & MTR Travel Pass karena endorse, hehe. Cukup sediakan dana buat beli Octopus Card Rp100.000 + top up 150 HKD + bus bandara PP 80 HKD, totalnya cuma sekitar Rp560.000. Mau kamu bulatkan jadi Rp500.000,00 juga masih aman banget karena kisaran yang gue terapkan itu adalah kisaran harga tertinggi.


Biaya Tempat Wisata di Hong Kong

Karena hampir semua tempat yang gue kunjungi di Hong Kong adalah kawasan publik, satu-satunya tempat wisata berbayar di Hong Kong adalah kereta gantung Ngong Ping (dan Disneyland Resort, kalau kamu masuk ke sana). Harga tiket Ngong Ping Crystal Cable Car (pulang-pergi) adalah Rp420.000-an, sementara kalau buat standard cable car-nya lebih murah, Rp300.000-an aja.

Biaya Makan, Transportasi, dan Hotel di Macau

Di Macau, standar harga makanannya kurang lebih sama kayak di Hong Kong. Gue cuma sekali aja sih makan di Macau, itu pun cuma beli sarapan 2 biji egg tart seharga 20 MOP haha.

Egg tart from Margaret’s Cafe e Nata Macau

Buat transportasi, bus umum di Macau menerapkan flat rate jauh-dekat seharga 6 MOP untuk tiap perjalanan. Ada bus-bus gratis yang disediakan oleh resor dan kasino-kasino besar, tapi gue juga nggak sempet cobain. Lagipula obyek-obyek wisata di area Macau Historic Center memang berdekatan, jadi bisa dicapai dengan berjalan kaki. Gue juga cuma 2 kali naik bus di Macau, yaitu bus MT4 dari Macao Airport ke hotel dan bus 101X dari hotel menuju HZMB Macau Port.

Baca ceritanya di: Naik Bus Menyeberang Laut dari Macau ke Hong Kong

Di Macau, gue menginap di Hou Kong Hotel yang gue pesan di Traveloka seharga sekitar Rp700.000-an per malam, nggak ada sarapan. Ini udah harga termurah yang gue cari-cari di Traveloka, Booking.com, Hostelworld, dan Hostelbookers. Tapi kamarnya oke sih, luas dan bisa ditempati buat bertiga haha. Kamar mandinya juga juara, shower-nya tipe rainforest yang biasanya ada di hotel-hotel bintang 4 di Indonesia. Lokasinya juga deket banget sama Senado Square. Tempat-tempat wisata di Macau biasanya nggak berbayar. Bahkan masuk kasino atau resor juga nggak bayar. Baru keluar duit saat mau beli-beli sesuatu.

Nah, di bawah ini adalah rincian pengeluaran makan dan transportasi umum gue selama 4 hari traveling di Macau dan Hong Kong.


Tips Jalan-Jalan di Hong Kong dan Macau

Mata Uang: Hong Kong’s Dollar (HKD) atau Macao’s Pataca (MOP)?

Hong Kong dan Macau memang punya mata uang yang berbeda, tapi haruskah kita mempersiapkannya keduanya dari Indonesia? Nggak perlu, Lih. HKD bisa digunakan di Hong Kong dan Macau. Sebaliknya, MOP cuma bisa digunakan di Macau. Jadi, sebelum ke Hong Kong dari Macau, sisakan sesedikit mungkin koin-koin MOP di dalam saku. Untuk denominasi Pataca yang lebih besar, kamu bisa tukarkan dulu ke HKD sebelum tiba di Hong Kong.


Bandara Macau: Fasilitasnya Miniiimmm

Jangan pikir Macau punya bandara yang besar dan megah seperti halnya Hong Kong. Kontras dengan fakta bahwa Macau adalah surga kasinonya Asia, bandara Macau ternyata keciiilll dan minim fasilitas! Seminim apa sih?

Well, setelah gue mendarat dan tiba di Arrival Hall, gue kecewa banget karena nggak ada satu pun tempat makan! Bahkan sebatas 7 Eleven pun nggak ada, cuma ada vending machine minuman. Padahal selain buat melenyapkan rasa lapar, kehadiran tempat makan di bandara juga berguna untuk “memecah” uang yang kita punya menjadi denominasi yang lebih kecil alias receh. Apalagi, buat naik bus dari bandara, kita harus sedia uang receh sebesar 6 MOP/HKD (yang mendekati itu).

Lalu solusinya gimana? Ya kayak gue di atas, terpaksa beli minum doang dari vending machine. Atau kalau kamu ada temen yang masih punya recehan HKD/MOP, kamu bisa sedikit meminta recehannya hehe.


Apakah Hong Kong dan Macau Dingin?

Walaupun secara administratif Macau dan Hong Kong masuk dalam wilayah Republik Rakyat Tiongkok (yang notabene adalah sebuah negara 4 musim), tapi iklim di Macau dan Hong Kong sendiri sebenernya nggak 4 musim amat. Suhu saat musim dingin (Desember-Februari) memang dingiiinnn, bisa sampai di bawah 10 derajat Celcius. Tapi di luar itu, apalagi saat musim panas (April-September), ya nggak beda sama cuaca di Indonesia sih, haha. Jadi sesuaikan pakaian yang kamu bawa dengan bulan perjalanan kamu, ya.

Gue nggak merekomendasikan traveling ke Hong Kong dan Macau saat puncak musim panas, yaitu bulan Juni-Agustus. Musim panas di Hong Kong berarti badai (thunderstorm) dan hujan! Kalau nekad ke sana di bulan-bulan itu, pastikan kamu membawa payung, jas hujan, dan alas kaki yang mendukung. Sebaiknya kamu juga atur-atur lagi ekspektasi kamu, supaya nggak uring-uringan kalau itinerary kacau atau gagal naik Ngong Ping Cable Car karena cuaca buruk.

Hong Kong International Airport seen from the Ngong Ping Cable Car

Flying above the clouds, sea, and islands, in the midst of fog

Saat gue ke sana akhir Mei 2019, cuaca 2 malam pertama agak dingin dengan angin yang sembribiiittt. Tapi cuaca saat pagi-sore dan malam ketiga sih gerah dan lembab. Hujan turun saat subuh hari kedua, siang hari ketiga, dan siang hari keempat meski nggak lama. Gara-gara hujan yang cukup deras di hari terakhir, kereta gantung Ngong Ping sempat ditutup sekitar 3 jam, padahal gue udah ngantri dan siap naik. Gara-gara itu, gue harus muter-muter nggak jelas di dalam mall.


Koneksi Internet: SIM Card Lokal, Modem Wifi, atau Roaming?

Gue pilih opsi yang kedua: modem wifi (mifi) atau pocket wifi. Alasannya adalah:

  • Nggak ribet gonta-ganti SIM card
  • Nggak perlu aktivasi-aktivasi segala, tinggal hidupin modem
  • Harganya murah
  • Bisa dipake bareng-bareng, jadi bisa makin ngirit hehe.

Gue book pocket wifi dari KKday yang harganya cuma sekitar Rp130.000,00 buat 3 hari. Kuotanya unlimited buat sampai 7 hari, sinyalnya kenceeenggg! Pocket wifi ini bisa dipake di Hong Kong, Macau, dan Cina daratan sekaligus. Di website, katanya baterai modem bisa bertahan selama 12 jam. Kenyataannya, 2 hari juga masih belum habis dong. Gue memang baru nyalain modem di hari kedua, lalu sampai saat gue balikin lagi ke konter penyedia jasanya, modemnya masih hidup.

Kekurangan sewa pocket wifi ini adalah harus diambil dan dikembalikan lagi di tempat yang sama, dalam kasus ini adalah di Arrival Hall Terminal 1 Hong Kong Airport. Gue sempet agak bingung karena gue mendarat di Macau, memangnya bisa masuk Arrival Hall bandara padahal kita nggak mendarat di situ? Ternyata bisa, karena konter-konter komersil itu ada di Unrestricted Area. Jadi setibanya gue di HZMB Hong Kong Port, gue lalu naik bus B4 buat ke bandara, lalu masuk dengan lancar ke Arrival Hall Terminal 1.


Belanja di Pasar Malam Hong Kong

Ada 2 pasar malam terkenal di Hong Kong: Ladies Market dan Temple Street Night Market. Gue cuma sempet ke Ladies Market, meski sebenernya Temple Street Night Market lebih deket dari hostel. Hukum tawar menawar berlaku di sini. Gue bisa dapet jam digital berbentuk kubus berlapis kayu dengan harga 55 HKD dari yang sebelumnya 99 HKD. Sebagian besar penjual ternyata punya barang dagangan yang sama, jadi kamu nggak perlu muter-muter seisi pasar buat cari tau ada apa aja di situ.

Nggak usah sok-sok “survey harga” kalau memang nggak ada niat buat beli. Kamu harus punya alasan kuat kalau nggak jadi beli barang yang kamu kepoin. Jangan bilang “harganya terlalu mahal” sebagai alasan kalau nggak mau diajak tawar menawar sama yang jual.


Jangan Mepet Datang ke Bandara Hong Kong!

Cuma di Hong Kong Airport inilah, gue harus 2 kali naik Skytrain dari departure hall (konter check-in) sampai ke boarding room penerbangan gue! Termasuk banyak jalan kaki dan naik turun eskalator. Jadi, jangan mepet-mepet datang ke bandara Hong Kong, siapa tau kamu juga harus 2x naik Skytrain kayak gue.  Di Terminal 1 KLIA juga harus naik Aerotren sih dari departure hall ke boarding room, tapi nggak 2 kali, hehe.

Lalu, dari pengalaman gue saat itu, gue nggak menemukan banyak tempat makan di area boarding room. Ada, tapi nggak banyak, dan saat itu udah pada penuh, atau harganya mahal, atau gabungan keduanya. Jadi kalo kamu juga on tight budget, lebih baik kamu udah makan sebelum masuk ke boarding room.

Overlooking my boarding gate from an indoor bridge, Hong Kong Airport

The blue sky at dusk seen from Hong Kong Airport


Setiap traveler pasti memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Tips, budget, dan itinerary Hong Kong yang gue bagikan di atas adalah berdasarkan pengalaman gue di sana dan informasi yang gue ketahui. Silakan sesuaikan sendiri dengan jadwal penerbangan dan anggaran pribadimu. Kalau ada kekurangan atau kesalahan informasi dari tulisan di atas, jangan sungkan untuk disampaikan di kolom komentar. Makasih banget buat semua travelearners yang anteng ngikutin seri #SUPERTRIP 3 ke Hong Kong dan Macau ini. Sampai jumpa pada perjalanan berikutnya, keep learning by traveling~

Iklan

66 komentar

  1. astaga, serem banget ini artikel. lengkap kap kap!
    keren banget si Gie! 👏👏👏
    bener2 traveler abis deh, seruuuuu. gue tahun lalu ke HSM (Hongkong Shenzhen Macau) karena kerjaan dan semua udah diurusin kantor jadi tinggal jalan nyaman sambil kerja ngurus orang haha
    kapan2 mau coba jalan sendiri pake panduan dari lo ah, sensasinya beda, seru banget!
    keep sharing!

    1. Hey, Liii. Long time no see 😀

      Yup, traveling sendiri memang seru! Kalau mau lebih menantang, sekalian ke Mainland China deh. Thank you sudah mampir ya.

  2. Hongkong memang menarik, meski sekarang beberapa negara sedang ada travel warning ke negara tersebut.

    1. Semoga kondisi Hong Kong segera kondusif ya, mas

  3. Kenapa ya foto-foto makanan selalu menarik perhatianku. Hahaha. Eggtart-nya ya ampuunn, auto-ngiler 😀

    1. Haha, kayaknya kalau traveling kamu bakal fokus ke kuliner nih

      1. Hahaha sembariiii 😀

      2. Kalau suka makanan, coba intip review Neo Dipatiukur atau Novotel Mangga Dua di blog-ku kak 😀

      3. wihh siaapp 😀 siap dibikin ngiler! haha

  4. Jadi kalau kita belanja di Macau pake HKD kembaliannya jg dikasi HKD ya mas?

    1. Ada yang MOP ada yang HKD juga mas

  5. Hong Kong emang keren banget.
    Sekali ke sana, malah bikin nagih dan jadi pengen ke sana lagi.

    Tapi sayang sekarang lagi serem buat ke Hong Kong.

    1. Kalo aku sebetulnya lebih suka Macau, mas. Semoga Hong Kong segera kondusif ya 🙂

  6. Dari fakta kalo Hong Kong itu mahaaal, Macau ternyata lebih mahaaaaal. Wkwkwkwk. Dulu 2015 pas nginap di Macau sampai cari hotel yang paling murah yang muncul di Agoda. Dan hotelnya ternyata serem banget, kotor, gelap. Itu pengalaman nginap di hotel pas traveling paling nggak enak. Ternyata banyak orang Hong Kong yang dateng ke Macau cuma buat gambling, terus McD malem rame banget banyak orang numpang tidur.

    Waah, seru juga bisa internetan di Hong Kong ya. Dulu koneksi internetan aku cuma ngandelin WiFi penginepan sama tempat makan, urusan cari jalan ngandelin maps.me!

    1. Bener Macau itu mahal, mas. Eh tapi hotelku di Macau oke sih, kamarnya luas dan bersih. Ada rain shower di kamar mandi. Cuma minim fasilitas aja terus kasurnya keras hehe.

      1. Yan 700 ribu ya? Beda 250 sama hotelku dulu. Wkwkwkwkwk. Panteslah dapet bersih. 🤣🤣

      2. Ehehe iya mas, ada harga ada rupa ya

  7. […] Baca Juga: Tips, Budget, dan Itinerary Jalan-Jalan di Hong Kong dan Macao […]

  8. […] Baca Juga: Tips, Budget, dan Itinerary Jalan-Jalan di Hong Kong (+Macao) […]

  9. Lengkap banaaaa.. noted! kesana pas musim dingin aja, tuker ke HKD, jangan makan banyak2 (wkwk), pasrah sama hotel mahal minim fasilitas, jaga2 cemilan buat di bandara..

    Ah tapi karena mahal, ntar2an aja lah jelajah Hongkongnya, negara2 lain dulu nih mau dibabat area ASEAN dulu yang muremuree haha..

    -Traveler Paruh Waktu

    1. Ayo ayo buruan eksplor Hong Kong sama ASEAN keburu tua wkwkwk

      1. Iyaa,, januari 2020 mau mulai explore asian nih. Dimulai ke malay sama singapur tp gue bingung kemana aja ya di sana, 😁

      2. Hahahaha.. iyee ntar.. lo kan raja asean, paham gue gi 😂😂

  10. Wah komplit keliatannya..
    Saya baru tau kalau HK lebih mahal dr Jepang..
    Selama ini tak pikir malah jepang.

    Karna budget terbatas berarti kalau ke HK destinasi dan kulinernya harus pilih2 ini

    1. Sebelas dua belas lah haha. Kalo bisa survive di Hong Kong, pasti bisa survive di Jepang 😀

  11. Biaya penginapan tergolong maha, belum lagi itu urusan untuk makan, sehari 300ribu, nyerah deh.
    Budget belum ada, saya di jakarta saja terasa ngos-ngosan sekali.

    1. Iya memang kota yang mahal buat traveling, mas

  12. Wah ini lengkap banget, sampe sedetails itu! Biaya hidup di Hongkong dan Macau mahal ya ternyata terutama untuk makan dan penginapan.

    1. Betul, mbak. Terima kasih sudah mampir ya.

  13. Kalau nulis selengkap ini ada rasa kepuasan tersendiri ya Nug haha. Pas baca, aku banyak baru tahu tempat-tempatnya. Pas dulu ke sana belum puas eksplor. Mudah-mudahan nanti ada kesempatan ke sana lagi. Plus ke Makau juga karena gak pernah.

    1. Itu aja aku juga ada beberapa tempat di itinerary yang aku skip, mas. Tapi nggak terlalu pengen balik ke HK. Malah lebih suka Makau.

  14. ariefpokto · · Balas

    Faktor lokasi menginap Penting banget ya. Jadi bisa memaksimilkan kunjungan selama di Hongkong. Btw mau nanya, selain 7Eleven, lo ga nyobain ke supermarket Mana gitu? Siapa tau bisa belanja lebih murah kaan?

    1. Aku sempet belanja di Wellcome dan jajan di Mannings hehe

  15. Charis Fuadi · · Balas

    hongkong memang jadi tujuan wisata yang keren ini, terimakasih ini bisa jadi rekomendasi banget kalau kesana

  16. eggtartnya mau dong dibungkusin satu kak. :p

    1. Duh, beli sekarung dong kak. Biar aku bawanya nggak malu-malu 😌

      1. Beliin dong kak, btw buat saya yang blm pernah kesana sama sekali, artikel ini membuka wawasan saya tentang hongkong plus macao. kapan ya saya bisa makan eggtart disana…

      2. Ayo wujudkan, mas! Tiket ke Macao murah kok nggak sampai sejuta sekali jalan naik AirAsia.

  17. Nurul Sufitri · · Balas

    lah iya ya beneran rate hostel di Hongkong aja mahal, gimana hotel beneran. Lenih mahal dari Jepang pula wkwkwkwk. Berarti kalo yg di bawah standar alias sederhana itu rata2 sempit ya kamarnya, mas? Btw mau tanya di Hongkong misal kepengen makan kenyang ala nasi Padang ada ga ya? Soalnya roti2, sup gitu sepertinya ga nendang hahaha.

    1. Bisa banget, mbak. Di sana ada banyak restoran.

  18. Lengkap banget artikelnya. Layak dibintangi, nih. Kalau suasana kondusif, bisa jadi referensi buat ke Hong Kong. Bener sih, hotel dan transport nggak bisa murah … tapi kalau memang minat wisata, ya harus siap-siap menabung dari awal biar nggak rugi. Kadang kalau terlalu berhemat, ntar nyesel pas udah pulangnya.

    1. Ah betul sekali, mbak. Nanti pengalamannya jadi miskin! Aku udah beberapa kali ngomelin pembaca karena terlalu ngirit 😀

  19. Wahhh jadi kangen Hong Kong nih… Tapi inget HK sekarang lagi chaos, jadi takut aja gitu mau merencanakan perjalanan kesana.

    1. Tahan dulu. Doakan kondisi kembali aman 🙂

  20. Sadis, dari banyaknya tulisan selama di Hongkong, masih bisa jadi 1 tulisan lagi yaitu summary.
    Nggak murah ternyata ya biaya jalan-jalan di sana. Mungkin harga tiket pesawatnya murah, tapi biaya selama di sana bisa gue katakan nggak murah.

    Oh iya. Itu ada pengeluaran untuk ‘handuk’. Kamu nggak bawa handuk?
    Kalau toilet umum selama di Hongkong dan Macau itu gimana? Berbayar juga kah?

    1. Iya bang, memang nggak murah. Makanya aku sebisa mungkin cari tempat wisata gratisan, bodo amat sama Disneyland haha. Bakal membengkak lagi buat yang suka kulineran, karena Hong Kong memang kulinernya kaya.

      Iya nggak bawa handuk hahaha, muter2 akhirnya beli di warung kelontong 😀

  21. Aku pernah ke HK-Macau bbrp tahun yl bareng temen kuliah, cewek semua. Ada pengalaman apes waktu itu. Kami berangkat dari Jkt, transit Sing, ke Macau naik Viva Macau, aircraft nasional Macau. Maen ke HK 2 hari, trus balik lagi ke Macau wisata 2 hari. Rencana pulang ke Ind, naik Viva lagi, kan udah pesan tiket pp. Tau-tau, Viva Macau dinyatakan pailit dong. Itu maaah panik asli, kita kan atur sendiri perjalanan. Mana orang Macau engga bisa bhs Inggris. Di hotel yang bisa manajer. Front Office mah dudul Teteh-tetehnya. Ada temen mewakili kami, ke bandara. Itu mah di bandara chaos dah.

    Akhirnya kita nyebrang lagi ke HK, beli tiket dadakan pulang pakai China Airlines. Belakangan baru kita tahu dari sesama penumpang yang stranded, benernya kita diganti tuh oleh pemerintah Macau, boleh milih maskapai apa aja, untuk pulang ke negara masing-masing. Dasar kita Emak-emak kurang info, udah panik duluan…
    Tapi seru sih, pengalaman tak terlupakan. Guyonnya temen-temen. Gara kami dateng, Viva Macau jadi bangkrut…hehe…

    1. Oalah begitu toh ceritanya. Iya dulu memang ada maskapai Viva Macau yang jadi LCC ke dan dari Macau. Sekarang sih ada AirAsia hehe.

  22. Asik-asik euyy simpen ah, mana tau nanti ke Hongkongkan hehe. Bang gue penasaran loh siapa yang fotoin lu. Temen apa warga sekitar? dan aslik gue ngiler banget liat macaroni soupnyaa uhh~

    1. Semoga bisa segera ke sana ya. Itu minta tolong sesama turis secara random hehe.

  23. Macau sama Hong Kong itu kontras ya…
    antara yang tua sama modern.., lebih suka Macau sih karena ketuaan itu kesukaanku he.. he..
    btw Macau dan HK masih pake mata uang sendiri ya… HK nggak serta merta pakai yuan walau udah gabung Cina ya, baru nyadar deh….

    kenapa gitu nggak boleh tawar menawar kalau nggak niat beli? galak ya yang dagang? btw ada kiat khusus kalau mau belanja sama para pkl ini? mana tau sama dgn di beijing yang kasih uang kembalian pake uang dari negara antah berantah alias sering nipu

    Octopus Card sama MTR pass itu keren2 banget desainnya, dikoleksi apa dibuang?

    1. Macau ada sisi modern juga sih: kasino-kasino mewah haha. Tapi pas ke sana aku nggak eksplor kasino dan resor-resornya.

      Mungkin karena Hong Kong dan Macao adalah Special Administrative Region. Jadi mereka punya mata uang, bendera, dan kebijakan imigrasi sendiri.

      Iya, kalo kita udah nanya harga, yang jual bakal maksa dengan beringas.

  24. Wah ternyata mahal ya biaya di sana, lebih mahal dari Singapur! mamaku pernah tuh bareng rombongan, pengen coba yang bekpekeran kayak dirimu, kudu cari barengan nih aku Cemen hihihi..disave ah itinnya..

    1. Hong Kong sangat ramah traveler karena transportasi umumnya sudah nyaman dan petunjuk bahasa Inggris ada di mana-mana.

  25. Kalau saya kayaknya harus dikali 4 itu biayanya. Jarang banget pergi sendirian. Selalu sama keluarga hehehe. Meskipun saya suka hujan. Tetapi, kalau lagi jalan-jalan memang berharapnya hujan gak turun. Kalaupun harus traveling di musim hujan, itinerarynya dibikin lebih longgar

    1. Atau masukkan itinerary ke banyak tempat tertutup seperti museum, mall, dan teater kak

  26. Suka banget kalau ada yg share Itinerary perjalanan, bisa sangat membantu orang lain. Dan semoga aku bisa ke HK & Macau.

    1. Terima kasih sudah berkunjung, kak

  27. Save dulu ah,,, siapa tau nanti ke hongkong juga,, bisa nyontek itinerarynya

  28. Biayanya lumayan juga ya..sehari untuk 1 orang makannya bisa 300.000 an.Tapi karena HK bebas visa jadi tetep salah satu destinasi favorit ya di Asia..

    1. Tipikal kota-kota maju: biaya hidupnya mahal 😀
      Terus ragam wisata di HK juga banyak kak. Dari wisata sejarah, kuliner, belanja, theme park, arsitektur, jadi cocok buat semua.

  29. Ulasanmu komplit banget Gie. Aku simpen yah linknya. Jadiin ini itinerary dan map klo ke sana udah cukup dah. nggak usah ribet cari-cari yang lain lagi. hahaha

    Kecuali, ada kecualinya, sewa pocket wifi. Rasanya aku perlu bawa yang dari Indonesia deh.

    1. My pleasure, kak. Iya sewa wifi yang di-deliver di Indonesia juga banyak kok.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jilbab Backpacker

Travel-Architecture-Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Andromeda Noholo

Yang terjadi di Andromeda

fainun.com

Family Blogger Indonesia

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Casa Fasa

Travel & Life

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. KUY, DER!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

tempat berjalan dan bercerita

Peregrination

Jalan-Jalan | Kuliner | Review

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Travel Blog Evi Indrawanto

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

Winny Marlina

Winny Marlina– whatever you or dream can do, do it! travel

%d blogger menyukai ini: