Pengalaman Staycation di Hotel Tengah Kota Bandung, Neo Dipatiukur

Kamu nggak usah takut kalo mau nanya, “Gie, ada rekomendasi hotel budget di Bandung yang enak ke mana-mana nggak? Deket sama tempat wisata, tempat makan, tempat nongkrong, lokasi di tengah kota, tapi servis dan fasilitasnya tetep bagus.” Banyak maunya sih ya. Tapi tenang, gue nggak akan menyemburkan api ke muka kamu, karena syukurnya ada hotel yang siap mengakomodasi permintaanmu yang ribet itu: Hotel Neo Dipatiukur.

Pada suatu hari di bulan Juli, gue merasa jenuh banget di kantor, ngidam staycation gitulah. Kayaknya belum siap gitu berpisah dengan weekend. Setelah buka Google Maps dan cek-cek harga di online travel agent, jam 5 teng gue buru-buru gaaasss dari kantor untuk segera melipir ke hotel yang bernaung di bawah manajemen hotel Archipelago International ini.


Lokasi Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Kamu yang kuliah di Universitas Padjadjaran (UNPAD) kayak gue, ITHB, UNIKOM, dan bahkan ITB (Institut Teknologi Bandung) pasti udah nggak asing sama Hotel Neo Dipatiukur Bandung ini. Hotel ini beralamat di Jalan Dipatiukur no. 72-74, Lebakgede, Coblong, Bandung, jaraknya dari kantor gue cuma sekitar 1 km aja kok, 5 menit naik motor juga nyampe!

Karena daerah kost mahasiswa, jadi ada banyak tempat makan dan tempat nongkrong di sekitar Hotel Neo Dipatiukur Bandung. Dari warteg, warung tenda, rumah makan, café, coffee shop, semuanya ada! Beberapa di antaranya adalah Richeese Factory, McDonalds, Warung Upnormal (sampai ada 2 outlet), Delapan Padi, Mimiti Coffee, Verde Resto, dsb.

Neo Dipatiukur welcomes you

Cititrans, Daytrans, dan Jackal Holidays juga punya pick-up point di Jalan Dipati Ukur ini. Beberapa tempat wisata kayak Gedung Sate, Lapangan Gasibu, dan Monumen Perjuangan juga bisa dicapai dengan 5-10 menit berkendara. Strategis banget ‘kan lokasinya?!


Lobi Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Walaupun nggak terlalu besar, tapi lobi Neo Dipati Ukur dibalut dengan desain interior yang modern elegan. Nggak kayak lobi hotel pada umumnya, hitam menjadi unsur dominan di lobi Neo Dipatukur, berpadu manis dengan warna coklat dan putih. Kesannya jadi simply luxurious! Beberapa fasilitas pendukungnya adalah seating area, koran, majalah, dan welcome drink.

Bisa sambil baca koran di lobi hotel Neo Dipatiukur Bandung

Baca majalah juga bisa | Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Lobi (reception area) Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Free welcome drink from Hotel Neo Dipatiukur Bandung

I really love this modern, elegant, luxurious elevators of Hotel Neo DIpatiukur Bandung

Area ini terhubung langsung dengan restoran Noodles Now. Basement bisa dicapai dengan lift atau tangga manual. Di sisi undak-undakan, ada akses kursi roda dari lobi menuju meeting room dan restoran. Ramah penyandang disabilitas! Ada konter penjualan air minum dan es krim Aice juga loh.


Kamar Superior Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Dari lobi, kita bergerak menuju kamar yang gue inapi di Hotel Neo Dipatiukur Bandung, yok. Greeting card dari manajemen hotel sudah terlipat rapi di atas ranjang, mendampingi handuk putih yang secara unik dibentuk menyerupai kepiting. Swiiittt! Biasanya ‘kan bentuk angsa atau gajah aja gitu,

Bedding Neo Dipatiukur ini dilengkapi dengan 2 pasang bantal besar dan 1 pasang bantal kecil berwarna abu-abu. Nggak usah khawatir kalau kamu tidur berdua, karena colokan listrik ada di setiap sisi, di bawah nakas.

Superior Room Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Cute welcoming towel of Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Working area, Superior Room Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Superior Room-nya Hotel Neo Dipatiukur ini adalah salah satu kamar di hotel budget dengan fasilitas terlengkap! Di dalamnya tersedia:

  • Coffee & tea maker
  • Safety box
  • Minibar
  • Setrika
  • Meja setrika
  • Slippers
  • Hanging corner
  • Working area.

Perhatikan tuh, ada meja setrika! Hotel budget mana lagi yang menyediakan fasilitas kayak gitu.
Gue cukup amazed sama kehadiran setrika dan meja setrika, karena baru kali ini lihat 😁
Kamarnya cukup luas, area kerjanya proporsional, persis di samping jendela besar yang menghadap ke Jalan Dipati Ukur yang rimbun. Desain kemasan dan label yang ada di cangkir dan air mineralnya juga bagus. Selain air mineral gratis, air mineral besar kemasan juga disiapkan, tapi penggunaannya akan dikenakan biaya tambahan. Room service dan layanan laundry juga tersedia.

Safety box, slippers, dan kotak laundry di kamar Superior Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Coffee & tea maker set, Superior Room Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Air mineral ukuran besar juga tersedia di Neo Dipatiukur, berbayar

Hanging corner, Superior Room Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Sama seperti lobi, Neo Dipatiukur (dan hotel-hotel Neo lainnya) konsisten dengan nuansa warna hitam. Di dalam kamar, sentuhan warna hitam ini diberikan pada minibar, teko listrik, safety box, slippers, kursi, dan dinding pembatas kamar mandi. Jangan salah, nuansa warna hitam ini sama sekali nggak mencerminkan kesan seram, tapi justru keren, elegan, modern, ekelktik, manly, dan bahkan seksi!


Kamar Mandi Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Thumbs up buat kamar mandinya Neo Dipatiukur! Selain toiletries yang lengkap (odol, sikat gigi, soap bar, shampoo, sabun cair), hair dryer dan peralatan bercukur juga ada! Gue baru kali ini menemukan kamar hotel budget yang menyediakan alat cukur dan krim cukurnya lho.
Kebetulan gue pas lupa bawa sabun dan sikat gigi. Ternyata sikat giginya Hotel Neo Dipatiukur ini enak dipake! Lembut gitu bulu-bulu sikatnya. Sabun batangnya juga oke. Gue selalu suka hotel yang menyediakan sabun batang, karena biasanya aroma dan busanya lebih menjanjikan 😀

Area basah dan area keringnya dipisahkan oleh sekat kaca tanpa pintu. Sentuhan warna hitam dihadirkan melalui countertop wastafel, kotak tissue, tatakan sabun batang, wadah sabun cair, dan dinding kaca yang membatasi area shower dengan bedroom.

Toiletries lengkap di Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Ada peralatan cukur juga lho di kamar hotel Neo Dipatiukur Bandung!

Area shower, hotel Neo Dipatiukur Bandung

Area basah dan area kering kamar mandi hotel Neo Dipatiukur Bandung

Selain kamar Superior yang berjumlah 84 kamar, Neo Dipatiukur juga melayani tamu dengan kamar Deluxe yang jumlahnya hanya ada 4 kamar. Jika Superior Room luasnya 21 m², maka Deluxe Room lebih luas lagi hingga 25 m². Selain itu, Deluxe Room juga dilengkapi dengan 2 buah kursi santai dan welcoming snack, rate-nya Rp600ribuan, sementara Superior Room cuma Rp400ribuan. Harga ini udah layak banget. Memang banyak hotel yang rate-nya Rp300ribuan, tapi fasilitasnya nggak selengkap Neo Dipatiukur. Malahan kalo lagi low season (atau disiasati dengan promo atau kode kupon dari online travel agent), kamar Superior juga bisa dibanderol dengan harga di bawah Rp400.000,00 lho.


Makan Malam di Restoran Hotel Neo Dipatiukur

Setelah check-in, naroh tas, foto-foto kamar, dan istirahat sebentar, gue bergegas turun ke Noodles Now, restorannya Hotel Neo Dipatiukur yang ada di lantai dasar. Gue nggak sendiri, karena koh James dari JKLdiary.life / @jamesandlenny mau meet up! Koh James ini adalah rekan hotel reviewer sekaligus traveler yang ada di Bandung. Coba deh kepoin blog dan akun Instagram-nya, feed-nya bagus kok.

Iga Bakar Blackpepper, Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Tom Yum Seafood, Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Our dinner at Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Menu yang kami pesan adalah Iga Bakar Blackpepper, Tom Yum Seafood, Body Refresher, dan Coco Crunch Frappe. Iga bakarnya disajikan dengan semangkuk sup sebagai penetral dan nasi putih berbentuk tumpeng, lucuk! Rasa manisnya pas, dagingnya juga empuuukkk sampe gue nggak butuh pisau buat motong-motong dagingnya. Sementara buat tom yum, kata koh James, kuahnya cukup kental dengan isian tahu, jamur champion, crab stick, dan udang. Menjelang beberapa suap terakhir, rasa pedas menyebar di lidah.

Untung masih ada makanan penutup berupa pisang goreng keju dengan topping ice cream dan saus susu kental manis rasa vanilla dan cokelat. Jadi bisa membantu melenyapkan rasa pedas dari tom yum. Body Refresher-nya seger banget! Perpaduan orange dan curcuma-nya menciptakan rasa manis dan asam yang pas. Sementara Coco Crunch Frappe diramu dari espresso, susu segar, sirup cokelat, chocolate stick, dan whipped cream. Bikin melek!

Pisang Goreng Keju, Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Body Refresher & Coco Crunch Frappe, Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Kamu harus tau, kalau harga makanan dan minuman di restoran Noodles Now-nya Neo Dipatiukur ini affordable banget. Di bawah Rp100rb udah bisa makan dan minum dengan puas! Restoran dan room service di Neo Dipati Ukur ini buka sampai jam 23:00 ya.

Terus gue sukak sama desain interiornya yang kaya elemen kayu ini. Suasana jadi hangat, tenang, dan bersahabat, apalagi pencahayaannya yang keemasan juga pas banget. Meja dan kursi sudah ditata untuk 2, 3, 4, dan 6 orang yang terbagi ke dalam 4 area: bagian depan (yang sekaligus menjembatani area makan dengan lobi), bagian kanan (tempat meja buffet berada), bagian kiri yang merupakan area terluas, dan smoking area yang dipisahkan dengan area lainnya dengan dinding dan pintu kaca.

Restoran Noodles Now (ruang makan), Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Area makan meja buffet, Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Smoking area, Hotel Neo Dipatiukur Bandung


Menu Sarapan di Hotel Neo Dipatiukur

Karena besok paginya harus ngantor lagi, gue bersyukur banget sarapan di Hotel Neo Dipatiukur udah siap dari jam 6 pagi! Sarapan berlangsung di Noodles Now Restaurant. Nah, kalo semalam meja buffet-nya masih kosong dan hampa, pagi ini sudah penuh dengan berbagai makanan!

Area kue, buah, dan puding | Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Seblak ceker dan pisang aroma, Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Ada banyak kue-kue basah buat sarapan di Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Area nasi dan lauk pauk utama, Neo Hotel Dipatiukur Bandung

Ada bubur kacang ijo juga di Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Pilihan sarapan gue di Hotel Neo Dipatiukur Bandung

Kenyang dengan kue-kue basah di Hotel Neo Dipatiukur Bandung


Buat ukuran hotel bintang 3, varian menu di Neo Dipatiukur udah beragam banget lho. Selain nasi dan lauk pauk, ada bubur kacang ijo, sup ikan, seblak ceker, pisang aroma, omelet, dan macam-macam kue. Kalo sereal dan roti tawar mah udah pasti ada dong. Pilihan minumannya ada jus, kopi, dan teh. Kopinya ada 2 macam, free coffee atau kopi premium dengan brand KENAL yang dapat dinikmati dengan harga Rp18.000 aja dari jam 6:00-14:00. Gue sih cobain kopi yang biasa aja, hehe.


Kesimpulan: Puas dengan Hotel Neo Dipatiukur

Setelah selesai sarapan, gue segera mandi dan berkemas untuk ke kantor lagi. Sekitar jam 10:00 gue check-out, akhirnya bisa bertemu dengan mbak-mbak dengan wig rambut perak yang menjadi maskotnya jaringan hotel Neo (kemarin sore, proses check-in dilayani oleh mbak berhijab). Gue puas dengan staycation gue di Hotel Neo Dipatiukur, berangkat ke kantor dengan perasaan refreshed! Lobinya cakep, kamarnya nyaman dengan fasilitas lengkap, makanannya juga enak-enak. Yuk, try something neo at Neo Dipatiukur~

Iklan

46 komentar

  1. Suka nih dengan tone warna fotonya. Hotelnya juga enak ya. Tapi berhubung aku rumah di Bandung, jadi gak pernah nginep hotel di Bandung wkwkwk.

    1. Aku selalu merasa refreshed dengan staycation, Ry. Entah di situ ada kost atau rumah sekali pun 😀

      Matur nuwun ya apresiasinya

      1. Aku pengen coba staycation di Jkt, tp blom nemu tggal yang cucok.

        Kepikiran pgen coba staycation di apartemen pake app travelio gitu sih guh.

  2. Wah ada nama kami disebut, ahahah.. thanks sudah mentioned Mas..

    asyik juga baca tulisan lengkapnya.. salut juga untuk Neo dgn menu sarapannya untuk level bintang 3 sudah sangat lengkap…

    1. Betul mas, lengkap! Kamar mandinya juga salut.

  3. yang menarik ada alat cukur juga, keren ni jarang-jarang loh hotel lain nyediain,

    mantab ya hotelnya bintangnya banyak kalau ini pasti

    1. Bener, jarang hotel yang kasih alat cukur. Padahal bintang 3 lho.

  4. Wahhh emang lobbynya cakep bener bang. Jadi kayak hotel berbintang 3 ke atas karna warna hitamnya yang luxury.. Keren..
    btw makanannya bikin laper semua.
    hehehe

    1. Setuju. Warna hitamnya memancarkan kesan lux!

  5. Mbak resepsionisnya memng paling wig platinum ya, pas lihat liftnya ohh berarti emang konsepnya gitu ya. Lumayan sering ke bandung, kdng butuh tempat menginap baru. Boleh juga neh kapan2 mampir di sini.

    1. Semoga bisa jadi rekomendasi ya, mbak 😉

  6. Aih hotelnya kok keren yaa bang. Asik nih kalo main ke Bandung hehe. Selalu suka sama foto-foto makanannya bang, seketika jadi laperkan wkwk

    1. Bisa jadi alternatif kalo ke Bandung ya, bro.
      Thank you, gih sana makan dulu

  7. catat ah ada Neo di Bandung, pernah nginap di Neo Jogja..
    itu emang front officer kudu pakai wig semua ya, termasuk yg cowoknya..
    karena baru pertama ke Neo kaget aja sih, sambil ngeliatin mbak dan masnya he.. he..
    pertama tau nama hotel Neo ya pas di Joga itu, nggak nyangka dengan harga nggak terlalu mahal hotelnya ok banget …

    1. Aku pertama kali tau Neo di Semarang. Ternyata memang konsisten dengan konsep, servis, dan fasilitas.

  8. Gie, yang fotoin kamu waktu mandi siapa? Hwahahaha

    Nggak terlalu besar, tapi ini Neo Dipatiukur kesannya besar, megah dan elegan banget yak.. Suka ih ama lobinya, elegan kaya perempuan karismatik gituh desain interiornya.. *eaaak

    Ntar ke Bandung lagi, nginap di sini ah. Nggak bakal bilangin saudara juga di sana biar ga diculik nginep di rumahnya. Staycation di sini banyak untungnya yak Gie, strategis kemana-mana.

    1. Thanks to tripod kak, ehehe.

      Iya, hotelnya memang nggak besar tapi desain interior lobi dan kamarnya elegan. Kabari kalo jadi nginep di sini ya 🙂

  9. Aku pernah workshop di sini 3 hari. Eh…tapi engga nginep, wong aku tinggal d Bandung. Menunya enak-enak sih sepanjang workshop, coffee break, lunch, snack, enak semua…
    Nah, itu aku bertanya-tanya, kenapa ya Teteh front office pakai wig putih…

    1. Iya itu memang jadi ciri khas hotel-hotel Neo, mbak 🙂

  10. sovialida · · Balas

    kayaknya udah sering banget dapet pertanyaam begitu ya, hahaha. untung ada jawaban di Neo Hotel ini.
    di Semarang juga ada nih Neo Hotel, udah pernah mampir tapi belum pernah nginep. desain interiornya emang elegan 🙂

    1. Haha biasa, netizen pada kepo.

  11. ariefpokto · · Balas

    Salfok sama Mbak Receptionist yg pake wig blonde. Biar sama kayak image yang di lift Kali yak. Hotel ini untuk range harga segitu komplit ya fasilitasnya. Selain cream cukur yg jarang ada disediakan hotel lain satu Hal yg bikin aku tertarik adalah Seblak cekeer. Duh pengen

    1. Iyes, mas. Baik pas di Semarang maupun Bandung, kesanku tentang Neo tetap sama: hotel budget yang elegan dengan fasilitas lengkap.

      Hihi, kang Aip meuni Sunda nyak, fokus ke seblak ceker 😂

  12. Mellenium sekali hotelnya, modern dan sophisticated! Harga makanan mure ya dan fasilitasnya nyaris setara bintang 4 (karena ada meja setrika) tapi harganya tetep budget gitu ya. Kirain mihil banget hotelnya karena mevvah 😀

    1. Dengan interior dan fasilitas kayak gitu, nggak nyangka kan dia hotel budget 😀

  13. Nurul Sufitri · · Balas

    Lihat gambar perempuan muda di lift hotelnya tuh keren banget ya. Modern dan dinamis kekinian hehehe. Makanannya ya ampuuun sebanyak itukah yang ditawarkan? Beneran ngeluarin duit 100K per org udah habis2an kembung perut? Wkwkwkwkwk. Lucu juga itu handuk yang digantung ya? Bentuknya antara bayi atau kodok hahaha. Ada seterikaan juga, buat mandinya lengkap bener. Asik nih segala ada di bugdet hotel Neo Dipatiukur 🙂 Aku juga mau ah kpn2 pas ke Bandung. Anak Unpad ya, Mas Matius? Mantafff 😀

    1. Nah itu aku bingung juga bentuk handuk di gantungan itu. Kayak bebek tapi nggak yakin juga.

      Iya aku anak UNPAD, mbak. Semoga Neo Dipatiukur bisa jadi pilihan menginap di Bandung ya.

  14. Gw juga terkejut lihat meja setrika. Untuk ukuran hotel bintang 3, itu luar biasa. Memang gw merasa hotel ini ditujukan untuk pebisnis, jadi mereka berusaha supaya tamunya tetap rapi.

    Tapi gw juga kayaknya nggak bakalan nginep di sini, sebab rumah orang tua gw juga di Bandung :))

    1. Pebisnis dan keluarga mahasiswa UNPAD, huahahaha

  15. Ulasannya berhasil bikin saya pengen staycation di sana. Ada yang unik sama hotel ini, ada meja setrika. Saya biasanya bawa setrika sendiri..wkwkwk, niat banget, ya. Elevatornya unik juga, ya. Hehe …

    Duh, tomyam dan iga bakar adalah favorit saya. Jadi pengen coba. Saya kaget juga nemu ada seblak di sana. Hehe … Per malam berapa, Kak, di sini?

    1. Yuk cobain nginep di sini, kak. Rate per malam start from Rp400ribuan aja kak.

  16. Saya baru sekali menginap di hotel Neo. Tetapi, yang di Sentul. Saya juga suka dengan kualitas sikat giginya. Sampai saya bawa pulang. Jarang-jarang tuh sikat gigi hotel saya bawa pulang haahaha. Menu sarapan di hotel Neo Sentul juga beragam dan enak-enak semua

    1. Ah, aku pengen cobain yang di Sentul! Neo Plus kalo nggak salah.

  17. Baca-baca postingan ka Matius, Saya malah jadi kangen staycation lagi (hehehe)
    Menarik nih hotelnya keliatan nyaman, dari lobinya ajantuh udah keliatan design uniknya. Mungkin bisa di note dulu siapa tau saat bertandang ke Bandung bisa staycation di sini juga.

    1. Ayo ayo staycation lagi, kak 😀

  18. Alamaaakkk aku jadi pengen langsung cuzzz ke Bandung dan nginep disini…Liatnya aja puas apalagi yang beneran nginep disana yak…harganya juga tergolong asik dengan fasilitas selengkap ini…

    1. Cuuusss ke Bandung, mbak.

  19. seumur-umur nginep di hotel gak pernah nemu yang nyediain alat cukur.. buat cowo berbulu di wajah kaya ane ini merupakan suatu nilai yang plus plus nih haha..

    btw gie, itu foto mandatory punggung di kamar mandi coba dijadikan satu artikel sendiri kumpulan berbagai foto punggung. Eh tapi ntar dikira konten porno gak? wkwk..

    -Traveler Paruh Waktu

    1. Hahaha, tujuannya buat apa coba? Kubikin buku digital aja terus dikirim by request #eh

      1. yaa, pre order dibuka.. silakan bapak2 ibu2 mampir dulu pesen buku digital foto mandatory dan ciri khas thetravelearn haha..

  20. Alyukenitnya di bawah seratur ribu ya. mantap nih. murmer. biasanya kalo di hotel2 gitu kan cukup mahal. btw itu yang gantung2 kyk monyet itu handuk ya.

    1. Bukan All You Can Eat, mas. Saya nggak bilang gitu. Tapi makan dan minum. Beda artinya soalnya 😀

      Iya bener, di hotel lain biasanya mahal-mahal.

  21. Ini kok bagus semua sih review-nya, dari mulai lobi, kamar, resto, sampe ke makanan.

    Yakin ini hotel budget yang lokasinya di tengah kota? Menarique.

    1. Buktikan sendiri kalau nggak percaya! 😀

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jilbab Backpacker

Travel-Architecture-Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Andromeda Noholo

Yang terjadi di Andromeda

fainun.com

Family Blogger Indonesia

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Casa Fasa

Travel & Life

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. KUY, DER!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

tempat berjalan dan bercerita

Peregrination

Jalan-Jalan | Kuliner | Review

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Travel Blog Evi Indrawanto

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

Winny Marlina

Winny Marlina– whatever you or dream can do, do it! travel

%d blogger menyukai ini: