Jatuh Cinta dengan Morning Glory Rooftop Cafe, Bandung

Pernah nggak kalian pergi ke suatu tempat, lalu — saking senangnya sama tempat itu — kalian lantas nggak sabar buat menuliskan ceritanya di blog? Mengabaikan tempat-tempat lainnya yang dikunjungi sebelumnya dan mangkrak di benak-benak. Gue pernah, bahkan beberapa kali. Salah satunya adalah saat gue mampir ke Morning Glory Rooftop Cafe yang berada di Mitra Hotel, Jalan W.R. Supratman 98 Bandung pada Sabtu (14/10) lalu.

Gue sudah mengetahui keberadaan Morning Glory ini sejak lama. Kebetulan, di dekat kost gue di bilangan Babakan Jeruk juga ada cafe Morning Glory yang menempati sepetak lahan di dalam Ruko Setrasari Mall. Gue udah beberapa kali menghabiskan waktu di cafe itu. Tempatnya nyaman, ada colokan listrik, ada wifi, makanannya enak, porsinya banyak, dan tentu menyediakan kopi.

Lalu, suatu hari, gue baca ulasan di blog Mixed Up Already-nya koh Timothy W. Pawiro tentang Morning Glory Rooftop Cafe di Mitra Hotel ini. Dari situ, gue akhirnya tahu bahwa cafe Morning Glory yang ada di Setrasari Mall itu bukan satu-satunya, karena ada Morning Glory – Morning Glory yang lain (di Antapani juga ada). Begitu baca ulasannya, lihat foto-fotonya, gue langsung tertarik sama tempatnya! Beberapa usaha buat menyambanginya pun pupus ditelan masa, sampai pada akhir pekan itu, mas blogger Arie Goiq Ardiansyah berkunjung ke Bandung dan kami sepakat untuk bersua di Morning Glory Rooftop Cafe. Apa sih menariknya cafe ini? Kenapa gue ngebet banget?

Baca Juga: Review 3 Tempat Makan Kekinian di Kota Bandung

 

Lokasi Strategis

Morning Glory yang satu ini menempati rooftop Mitra Hotel yang berada di ketinggian lantai 6. Bisa dipastikan, panorama kota Bandung dengan pemukiman padat yang dikungkung punggung-punggung gunung itu akan dapat dinikmati dari cafe ini. Siapa bilang cafe dengan city view harus jauh-jauh ke Lembang, Dago, Ciumbuleuit, atau Caringin Tilu? Di tengah kota pun juga ada.

Mitra Hotel ini berada di tepi salah satu jalan raya utama di kota Bandung, dilalui angkot Cicaheum-Ciwastra (warna coklat), Cicaheum-Ledeng, atau Kalapa-Ledeng. Dari lapangan Gasibu atau Gedung Sate, berjalanlah lurus ke arah Terminal Cicaheum, Mitra Hotel akan menyapa di sisi kiri jalan setelah melalui PUSDAI.

bareng mas arie “goiq” ardiansyah

kiri: jendela kaca berbingkai kayu dengan konsep floor-to-ceiling sebagai pembatas ruangan
tengah: milkshake red velvet
kanan: abaikan sajalah

Behind a great blogger, vlogger, or photographer, there's a great effort. Gue sih percaya, setiap blogger yang sekarang sukses itu udah bayar "pengorbanan"-nya masing-masing. Kalo ada yang jadi langganan buzzer atau endorser, ya itu adalah hasil kerja keras. Udah memberikan waktu, tenaga, dan pundi-pundi uangnya. Piawai menulis, mahir mengabadikan momen, terampil desain grafis, cerdas membangun jaringan, sampai menguasai SEO. Jadi, daripada sibuk melihat kanan kiri dan malah nabrak, mari terus berjalan dengan memandang lurus ke depan dan mengamati langkah kaki sendiri. Have a good day! Candidly 📷 by @ariepitax . . #thetravelearn #traveler #blogger #bloggerstyle #travelblogger #travelphotographer #photographer #backpacker #adventurer #wanderer #travelstories #traveldiaries #travelphoto #travelphotography #travelpics #photography #photographyislife #photographysouls #photographyart #photographylife #bandung #explorebandung #indonesia #wonderfullindonesia #pesonaindonesia @morningglorycoffee @mgrooftop.mitrahotel @mitra_hotel_bdg

A post shared by Matius Teguh Nugroho (@nugisuke) on

Setelah melalui area penerimaan tamu, berjalanlah lurus (boleh sambil melempar senyum ke mas-mas atau mbak-mbak front desk yang lagi bertugas) sampai tiba di lift kedua. Pilih lantai 6 sebagai tujuan, dan kamu akan segera tiba di Morning Glory Rooftop Cafe.

 

Desain Interior

Begitu melangkahkan kaki keluar dari lift, gue dan mas Arie langsung disambut oleh sejurus jalan ikoniknya yang menjadi rebutan obyek foto para pengunjung. Jalan itu berlantai kayu yang dipotong memanjang, dinding dan langit-langit kacanya tampak menyatu, bentuk kotaknya dipertegas dengan rangka baja (?) berwarna gelap yang menyiku dari dinding hingga langit-langit. Sori kalau deskripsi gue agak membingungkan dan kurang pas, biar lebih jelas, I’ll let the pictures speak louder.

Ada banyak pilihan tempat duduk di sini. Dari sofa panjang, kursi kayu, kursi rangka kayu dengan alas dan sandaran yang empuk, sampai kursi-kursi tinggi di bar. Mau datang sendiri, berdua, berempat, atau rame-rame, ada pilihannya sendiri-sendiri. Tersedia outdoor dan semi-indoor seating area, dua-duanya nggak terlalu signifikan kok (kecuali kalau kamu duduk di sudut yang terdalam). Itu karena ruang semi-indoor cafe ini hanya dibatasi dengan jendela kaca berbingkai kayu dengan gaya floor-to-ceiling yang dibiarkan terbuka. Praktis, udara dan cahaya alami memiliki sirkulasi yang baik di berbagai penjuru.

ada banyak seating area di morning glory rooftop cafe, bandung

area bar di morning glory rooftop cafe, bandung

kolam sebagai dekorasi pemanis

hayo, pilih seating area yang sesuai dengan kebutuhan kamu 🙂

suasana jelang petang saat lampu-lampu dinyalakan

Dengan penataan ruang seperti itu, pengunjung nggak perlu rebutan untuk berfoto dengan latar panorama kota Bandung dari ketinggian. Setidaknya cafe ini memiliki 3 sisi yang terbuka menghadap cakrawala. Masing-masing seating area memiliki pemandangannya sendiri.

 

Makanan dan Minuman

Gue sempat khawatir kami akan kesusahan memesan makanan dan minuman karena luasnya cafe ini. Syukurlah, rasa cemas itu sirna ketika seorang pramusaji dengan sigap datang menghampiri menyodorkan sebuah buku menu. Saat kami memesan lagi dan meminta tagihan pun, selalu ada waiter yang siap siaga.

Gue memesan Fish Taco dan milkshake Red Velvet, sementara mas Arie memilih Ayam Asian Going West dan milkshake Taro yang penampilannya nyaris sama dengan Red Velvet.

Fish Taco-nya enak dan cukup mengenyangkan untuk ukuran makanan ringan, disajikan dalam wadah memanjang berdinding rendah. Potongan-potongan daging ikan yang digoreng dengan tepung itu disisipkan dalam lapisan taco yang renyah, ditambah beberapa sayuran (seperti potongan-potongan tomat) dan pendukung dekorasi. Saat digigit, remah-remah taco-nya berjatuhan ke bawah dan daging ikannya pun perlahan-perlahan tertekan keluar. Mau dinikmati dengan garpu dan pisau yang disediakan juga… nggak cocok. Alhasil, pangeran harus melupakan kehormatannya sejenak untuk makan dengan tangan, hahaha. Cairan salad-nya berlumuran di mulut dan tangan deh. Menurut gue, dengan penampilan semeriah itu, Fish Taco sebaiknya disajikan dalam wadah berdinding tinggi seperti Ayam Asian Going West.

Nah, dengan wadah yang lebih proporsional, Ayam Asian Going West justru tampil bersahaja. Gue nggak tahu ada bumbu apa aja yang melumuri ayam goreng itu, juga nggak tahu sambalnya terbuat dari apa, tapi yang jelas enak! Hahaha, tinggal bawa nasi aja dari kost #eh. Jadi, menurut gue, mungkin wadah buat Ayam Asian Going West ini sebaiknya ditukar dengan wadah Fish Taco.

Red Velvet-nya seger dengan whipped cream dan taburan meses warna-warni, manisnya pas. Milkshake Taro-nya nyaris serupa, hanya warnanya yang sedikit — sekali lagi, sedikiiittt — keunguan. Kami harus mengamati beberapa kali untuk memastikan yang mana Red Velvet dan yang mana Taro.

fish taco of morning glory cafe

ayam asian going west of morning glory cafe

What did you have for lunch? Saat mampir ke @morningglorycoffee weekend lalu, saya memesan Fish Taco (kiri bawah) dan Red Velvet, sementara mas @ariepitax memilih Ayam Asian Going West dan Milkshake Taro (yang penampilannya mirip dengan Red Velvet saya). Overall makanannya enak-enak. Ayamnya digoreng dengan bumbu khusus lalu dicocol ke dalam sambal. Yang Fish Taco agak ribet makannya, karena lembaran taco renyah yang diisi dengan daging ikan dan sayuran itu akan menyisakan remah-remah yang jatuh ke bawah saat digigit. Menurut saya, alas penyajian Fish Taco dan Ayam Asian Going West lebih baik ditukar. Fish Taco yang lebih "meriah" membutuhkan alas yang lebih lebar dan berdinding. Total harganya ternyata masih di kisaran harga standar cafe Bandung loh. Nggak sampai Rp 100.000,00 kamu udah bisa makan dan minum dengan layak di sini. . . #thetravelearn #traveler #blogger #travelblogger #bloggerstyle #food #foodpics #foodgasm #foodporn #foodie #foodphoto #foodphotography #foodblog #foodblogger #instafood #bandung #bandungfoodies #bandungfoodspot #bandungfood #bandungfoodsociety #explorebandung #photography #photographyislife #photographysouls #photographyart #travelphotography #travelstories #traveldiaries @mgrooftop.mitrahotel @mitra_hotel_bdg

A post shared by Matius Teguh Nugroho (@nugisuke) on

Makanan dan minuman disajikan dalam waktu yang cukup cepat. Soal rasa dan porsi, gue puas. Harganya juga nggak mahal-mahal amat, dengan selembar uang Rp 100.000,00 udah bisa makan dan minum dengan layak di sini.

 

Kesimpulan

Gue lupa ngecek apakah di sana ada colokan listrik atau enggak, tapi yang jelas ada wifi dan berjalan dengan kecepatan memuaskan. Mempertimbangkan lokasi, kenyamanan tempat, citarasa makanan, harga, dan pemandangan yang ditawarkannya, obviously gue akan sangat antusias untuk mampir ke Morning Glory Rooftop Cafe lagi, syukur-syukur bisa sekalian ngamar di Mitra Hotel-nya. Suasananya juga nggak berisik kok.

waiting for the sun sets

panoramic sunset view from morning glory rooftop cafe, bandung

Waktu terbaik adalah dari sore sampai gelap seperti yang kami lakukan. Bisa dapet pemandangan saat terang, saat sunset, dan saat gelap. Kabari kalau mau ke Morning Glory Rooftop Cafe di Mitra Hotel ini ya. Kalau waktunya pas, gue akan temenin, bayar sendiri kok 😉

Iklan

28 thoughts on “Jatuh Cinta dengan Morning Glory Rooftop Cafe, Bandung

  1. Cafe dengan pemandangan terbuka seperti ini, apalagi bisa menyelesaikan saat sore memasuki malam, tak heran jadi banyak pengunjungnya ya Mas Nugie. Apalagi kalau diimbangi dengan servis dan makanan yang enak dan cantik pula untuk difoto 🙂

  2. Terbuka banget ya… Kacanya gede2. Instagramablr pulak. Anak kekinian pasti seneng…. Aku juga seneng kalo diajak ke sana mas. Wkwkwkkw…

    Skr banyak kafe yang nawarin konsep unik. Kalo g ada view kek begini, ya konsepnya stylish.. 😂

  3. Pemandangan Bandung kalau langit lagi bersih memang keren.
    Sayang sekarang langit Bandung lebih sering butek daripada beningnya. Nunggu musim angin atau habis hujan baru langit bandung jernih maksimal

    Salam kenal Mas

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s