Akomodasi, Bandung, Indonesia, Jawa Barat, Review, Travel

Pengalaman Menginap 100ribuan Per Malam di INAP at Capsule Hostel Bandung

Berawal dari sebuah perbincangan dengan rekan sesama backpacker di Bandung, gue baru tau kalo ternyata hostel atau hotel kapsul sudah hadir di Bandung. Jenis akomodasi yang satu ini memang udah populer di beberapa negara Asia, misalnya Jepang dan Singapura. Di Indonesia sendiri, setau gue hostel kapsul baru hadir di Jakarta (yang ternyata salah besar, karena di Surabaya pun juga udah ada).

 

Karena penasaran dengan keberadaan hostel kapsul di Bandung ini, gue lantas browsing di Booking.com. Ternyata benar, udah ada beberapa hostel kapsul yang hadir di Bandung. Ke mana aja gue selama ini? Berlandaskan rasa penasaran dan juga belum adanya trip jarak jauh dalam waktu dekat, gue akhirnya iseng memesan 1 standard capsule untuk 1 malam di INAP at Capsule Hostel, Bandung.

 

Lokasi INAP at Capsule Hostel Bandung

Salah satu hal yang membuat gue memilih INAP at Capsule Hostel ini karena lokasinya yang berada persis di tengah kota. Hostel kapsul ini berada persis di sudut pertigaan antara Jalan Lengkong Kecil dan Jalan Sunda, menempati Apartemen Grand Asia Afrika Tower D lantai 19 unit 17. Ini berarti, INAP at Capsule Hostel deket sama kawasan wisata Jalan Asia Afrika, Alun-Alun dan Masjid Raya Bandung, dan kawasan kuliner Jalan Burangrang.

Baca juga: Jatuh Cinta dengan Morning Glory Rooftop Cafe, Bandung

Usai kebaktian hari Minggu di Bandung Trade Center (BTC), gue bergegas dengan sepeda motor menuju INAP at Capsule Hostel untuk check-in. Tiba di pintu masuk komplek apartemen, gue nanya sama satpam yang dengan ramah memberi pengarahan. Gue mengikuti papan petunjuk menuju parkir sepeda motor di lantai bawah tanah. Setelah memarkirkan sepeda motor, gue agak bingung nih yang mana Tower D. Maka gue hampiri salah satu satpam, ternyata lift Tower D udah deket dari lokasi parkir sepeda motor.

Ngomong-ngomong, Apartemen Grand Asia Afrika ini belum jadi 100 persen, jadi maklumi kalau ada bagian-bagian yang masih tampak kasar atau masih kurang tertata. Saat naik lift menuju lantai 19, rasanya agak deg-degan juga karena elevator-nya sedikit bergoyang-goyang, hahaha. Puji Tuhan sampai di lantai 19 dengan selamat.

DSC_2061

 

Keluar dari lift, gue bingung lagi nih, maka gue bertanya kepada sepasang mas-mas cleaning service yang lagi bertugas. Oh, INAP at Capsule Hostel rupanya ada di unit terujung di lorong itu. Setelah tiba di unit 17 yang dimaksud, gue ragu-ragu lagi karena nggak ada papan nama atau apapun itu yang menunjukkan kalau unit itu dipakai untuk hostel. Takutnya salah inget nomor terus malah masuk apartemen orang, berabe yekan. Gue sih denger orang lagi ngobrol di balik pintu. Pada akhirnya gue beranikan diri buat buka pintu, syukurlah gue nggak salah.

 

 

Kamar Kapsul di INAP at Capsule Hostel Bandung

Begitu membuka pintu, gue segera diminta petugas buat melepas alas kaki dan menyimpannya di rak yang udah disediakan. Beberapa hostel memang memberlakukan aturan ini, jadi gue wis biyasa. Apalagi INAP at Capsule Hostel ini menempati satu unit di apartemen. Setelah check-in, gue diberikan kunci loker dan diantarkan masuk ke dalam kapsul B3. Kapsul gue ini ada di bagian atas, sementara bagian bawah dipakai buat loker. Jadi harus menggunakan tangga untuk naik turun kamar, lumayan buat workout kecil-kecilan.

 

Lalu apa aja fasilitas kapsulnya?

Rupanya begini toh rasanya tidur di dalam kapsul. Di dalam kapsul udah tersedia bantal, selimut, colokan listrik, lampu, meja lipat, kotak laci kecil yang bisa dikunci, dan hanging corner. Minimalis, tapi nyaman dan fungsional. Nggak cuma bisa bobok nyaman, tapi juga bisa ngechas, bisa laptopan, dan bisa gantung baju. Sama sekali nggak terkesan sumpek kok. Tiap kapsul juga dilengkapi dengan tirai untuk menjaga privasi. Suhu di dalam kapsul juga masih cukup sejuk berkat kehadiran AC di beberapa titik hostel.

naik turun tangga menuju kapsul
cermin dan colokan listrik di dalam kapsul
tirai, selimut, dan kotak penyimpanan di dalam loker

Total ada 14 standard capsule dan 2 view capsule di INAP at Capsule Hostel Bandung ini. Buat yang standard capsule, harganya cuma Rp105,000 / malam aja dong. Terus apa bedanya sama capsule with view? Nah, gue browsing di website resminya INAP, ternyata kapsul ini spesial karena dilengkapi jendela floor-to-ceiling sehingga tamu bisa puas menikmati pemandangan kota dari dalam kabin di lantai 19. Seru banget nggak tuh?! Nggak heran kalau harganya sedikit lebih mahal, kalau nggak salah sekitar Rp125,000. Masih muraaahhh!

Butuh hotel kapsul di Jakarta? Baca ulasan gue di: Nomad Hostel Kemang Jakarta, Instagrammable Cuma Rp 100ribuan!

 

 

Fasilitas di INAP at Capsule Hostel Bandung

Meskipun hostel minimalis yang cuma menempati satu unit apartemen, tapi fasilitasnya lengkap dan bener-bener mencukupi kebutuhan traveler, bahkan lebih dari cukup! Ada 2 kamar mandi (tentu saja) di pojok ruangan, bilik pancuran dan area WC dipisahkan oleh sekat. Air panasnya berfungsi baik dengan kekuatan semburan air yang cukup. Di lorong yang menghubungkan communal room dengan kamar mandi, ada beberapa personal computer, tapi gue nggak tau apakah itu bisa difungsikan atau enggak.

Area resepsionis bersatu dengan communal room sekaligus dapur dan dining room. Fasilitasnya ada kompor, alat-alat makan, gallon air minum, refrigerator, microwave, mesin pemanggang roti, kopi sachet, dan teh celup. Beberapa kursi bar disiapkan mengelilingi meja untuk makan atau sekedar berkumpul. Nah, karena ada dapur, jadi silakan aja kalau ada travelearners yang mau masak, tapi bahan-bahanny bawa sendiri ya. Gue sendiri cuma pake kompor buat masak air, hahaha. Sarapannya adalah roti tawar yang disiapkan sendiri, sudah ada mentega, selai, dan meses.

bersantai di mini library sambil menonton tv
koleksi inflight magazine “Colours” di inap at capsule hostel
lobi, dapur, ruang makan (communal room) yang jadi satu
enaknya masak apa ya?
shower, toilet, dan wastafel di inap at capsule hostel
lorong inap at capsule hostel

Area komunal juga terhubung tanpa sekat dengan perpustakaan mini yang dilengkapi dengan sofa, TV, dan koleksi majalah-majalah wisata (sebagian besar adalah in-flight magazine Garuda Indonesia, Colours). Dari sini, kita bisa membuka pintu untuk mengakses — BALKON. Ya, ada balkon kecil di lantai 19 ini yang — walaupun juga sekaligus dipake buat jemur baju — tapi ini jadi spot favorit buat duduk ngopi-ngopi sambil menikmati pemandangan kota Bandung dari ketinggian. Gue sampe bela-belain bangun pagi supaya bisa dapet foto sunrise! Mau? (lihat fotonya di bagian bawah tulisan ini)

Baca juga: Mengunjungi 3 Tempat Wisata Kekinian yang Instagrammable di Bandung

 

Kisah Perjalanan: Berkenalan dengan Tamu Lain di INAP at Capsule Hostel

Salah satu hal yang gue suka banget saat menginap di hostel — selain harganya yang murah — adalah bisa kenalan sama sesama traveler atau backpacker. Ini karena masing-masing tamu berbagi fasilitas dengan tamu lainnya, dari kamar asrama (dorm) sampai living room / communal room. Apalagi, traveler Kaukasia itu (menurut gue) cenderung lebih terbuka saat harus berkomunikasi dengan orang asing.

Tak terkecuali saat gue nginep di INAP at Capsule Hostel Bandung ini. Emang sih, saat itu lagi nggak ada backpacker bule yang lagi nginep, semuanya adalah orang Indonesia. Meski begitu, gue tetep dapet kenalan baru.

Saat itu, ada 2 pemuda lainnya yang juga demen nongkrong di ruang bersama. Saat gue lagi beres-beres di dalam kapsul, gue denger salah satu dari mereka menanyakan akses GoFood ke petugas resepsionis. Kebetulan, gue juga sama-sama mager, tapi gue nggak langsung nyamperin dia. Gue mandi dulu, ganti baju, barulah gue nongkrong lagi di living room.

“Mas, tadi udah jadi pesen GoFood?”

“Belum, mas. Mau pesen juga?” jawabnya.

Wah, ternyata dia juga belum jadi pesen makan. Akhirnya kami berdua pun pesen makan malem bareng-bareng, lumayan bisa share delivery cost-nya hihihi. Kami juga mengajak pemuda lain yang saat itu ada di living room, tapi dia nggak mau. Ngomong-ngomong, karena sama-sama bukan tipe orang yang ribet, kami sempet bingung mau makan apa. Kami berdua simpel banget, bebas mau makan apa, yang penting nasi. Pada akhirnya gue memilih sebuah gerai makan cepat saji asal Korea Selatan yang ayam crispy-nya punya sensasi rasa manis.

Setelah transaksi terlaksana, kami pun berkenalan. Jujur, sekarang gue sendiri juga udah lupa siapa namanya, hahaha. Pokoknya dia dari Cirebon, berangkat dan (akan pulang keesokan harinya) dengan travel. Dia datang ke Bandung untuk memenuhi undangan wawancara dari bank yang merakyat di Indonesia. Sementara pemuda lainnya yang juga duduk bersama kami adalah seorang mahasiswa dari Malang, Jawa Timur, yang datang ke Bandung buat liburan.

ruang makan di inap at capsule hostel
panorama kota bandung dari inap at capsule hostel bandung

Ahhh… walaupun masih di Bandung dan walaupun cuma semalem, gue rasanya bahagia banget bisa kembali merasakan momen yang biasa gue alami saat backpacker-an ke luar negeri. Di Kuala Lumpur, Bangkok, Siem Reap, Ho Chi Minh City, sampai Yangon, gue selalu punya momen berkenalan (atau minimal ngobrol) dengan sesama traveler. Gue bahkan pernah beberapa kali kenalan dan ngobrol panjang lebar dengan penumpang lain saat naik bus atau kereta api antar kota di Indonesia. Semoga nggak lama lagi gue bisa backpacker-an ke satu negara baru ya.

 

Kesimpulan: INAP at Capsule Hostel Bandung is Worth to Stay

Dengan harga cuma Rp105,000 / orang / malem, bisa tidur nyenyak, ada sarapan, dan punya balkon kecil yang jadi fasilitas plus-plus, INAP at Capsule Hostel Bandung worth to stay banget! Lokasinya juga strategis di tengah kota, nggak jauh-jauh banget dari Stasiun Bandung. Mau cari makan atau barang kebutuhan sehari-hari lainnya juga lengkap tersedia di sekitarnya. Kuy cobain nginep di INAP at Capsule Hostel Bandung!

Iklan

46 tanggapan untuk “Pengalaman Menginap 100ribuan Per Malam di INAP at Capsule Hostel Bandung”

  1. Serunya bermalam di hostel atau tempat yang asyik ruang bersamanya ya gtu, pasti dapat kenalan sampai cerita-cerita baru hehehe.

    Penasaran banget sama yang capsule dengan pemandangan. Aku pertama kali lihat di IG yang itu sih, dan kepikiran “Wah, ini mah kece!” Semoga lain kesempatan bisa cobain deh 😀

  2. Seriusan tuh gak sumpek Mas?
    Saya masih agak gimana kalau bangun tidur gak bisa jejingkrakan, ahahaha

    Btw, fotomu yang biasanya gak pake kaos kok gak nongol? Hihhihi

  3. Nah, asyik nih. Apalagi kalo dapet kamar yang view….bisa lihat pemandangan kota Bandung sambil tiduran dimalam hari.

  4. Pengen deh sekali2 nyobain nginap di capsule gitu.
    Asik ya kayaknya punya pengalaman baru dan juga dapat kenalan baru.
    Kalo dilihat sih capsule hostelnya bersih banget ya mas

  5. Sejauh ini baru nyoba hostel dorm, belum pernah yang kapsul begini euy.. soalnya di jakarta, surabaya dan bandung punya saudara dan teman tempat nebeng sih.. hahaha.

    mungkin lain waktu harus lebih diniatkan untuk staycation di hotel kapsul begini ya..
    hehehe

      1. Mungkin banget lah. Etapi tergantung karakter suami istri tersebut si. Kalo aku memungkinkan banget hehehe. Tapi emang untuk saat ini aku memilih buat membawa bocah kemana-mana, mumpung dia belum skeolah formal. Besok kalo udah SD mah mamak ngelayap sendirian dong, bocah sekolah dan di rumah sama bapaknya ahahahaha.

  6. Pernah nyoba nginep di hotel kapsul pas transit di KLIA. Mayan juga nyaman 🙂
    Eh tapi ini semacam mix dorm gitu ya? Kalo di KLIA cewek cowok dibedain ruangannya.

    Cheers,
    Dee Rahma – heydeerahma.com

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.