Review, Singapura, Travel, Wisata

18 Hal yang Bisa Dilihat/Dilakukan Saat Transit di Bandara Changi Airport, Singapura

Ada yang akan melakukan perjalanan jauh via Singapura dan harus transit cukup lama di Bandara Internasional Changi? Atau mungkin saat ini kamu sedang membaca artikel ini, duduk dengan cemberut dalam dinginnya departure hall Changi Airport karena penerbangan yang tertunda? Kalau begitu, selamat! Kamu datang di tempat yang tepat―semoga begitu. Di dalam tulisan kali ini, gue mau share hal-hal yang bisa kita lihat dan lakukan di Changi International Airport, Singapore.

Bhaique, tanpa berlama-lama menunggu rilisnya Game of Thrones Season 8, kita mulai saja cerita ini. Siapkan kopimu, duduklah, dan jauhkan diri dari syaiton nirojim. Subhanallah.


Social Tree – Terminal 1

Mari kita mulai cerita ini dari Terminal 1 yang menjadi tempat beroperasinya Jetstar, maskapai yang gue dan peserta open trip gue gunakan untuk penerbangan kembali ke Jakarta.

Social Tree, Terminal 1 Changi International Airport Singapore

Persis setelah keluar dari imigrasi, ada Social Tree. Pas di sana sih gue nggak paham ini apaan, mikirnya cuma instalasi seni biasa buat dekorasi atau putu-putu lucu. Setelah baca informasi di website resmi Changi Airport, ternyata Social Tree ini adalah instalasi interaktif di mana kita bisa foto selfie menggunakan kamera yang tersedia, lalu nanti hasilnya akan di-email dan tersimpan dalam sistemnya Bandara Changi.


Enchanted Garden (Taman Pesona) – Terminal 2

Setelah peserta open trip gue boarding, gue lantas menghampiri petugas Information Center buat nanya ada taman apa di Terminal 1 itu. Kata mbak-mbak itu, nggak ada taman yang gimana-gimana di Terminal 1. Ya udah, setelah mampir di Waterlily Garden dan merasa udah cukup eksplor Terminal 1, gue lalu naik Skytrain menuju Terminal 2 Changi International Airport.

Enchanted Garden (Taman Pesona) Terminal 2, Changi International Airport Singapore
Enchanted Garden (Taman Pesona) Terminal 2, Changi International Airport Singapore

Nah, yang banyak fasilitasnya itu T2 sama T3, tsay! Di T2 ini ada taman dalam ruangan yang dinamakan Enchanted Garden, tepatnya di Departure Hall Level 2. Ada pepohonan, tanaman-tanaman bunga, kolam, jembatan kayu, dikelilingi oleh bangku-bangku.

Rasanya sejuk banget menemukan suasana hijau dan air di dalam bangunan bandara yang masif. Di sini kita bisa foto-foto, duduk-duduk, dan berjalan santai berkeliling taman. Nggak usah mancing, capek sendiri nanti. Sabar ya kalau mau foto-foto, soalnya bukan ngana aja sih yang suka foto-foto.

Baca Juga: Menjelajah Chinese Garden Singapura Hingga ke Puncak Tertinggi


Xperience Zone – Terminal 2

Gue nggak terlalu paham ini apaan, lokasinya deket Enchanted Garden. Kalau merujuk laman resmi Changi Airport, di Xperience Zone ini kita bisa nonton program olahraga di layar yang disediakan sama bisa bikin kartu pos elektronik buat nanti dikirim via email.

Xperience Zone, Terminal 2 Changi International Airport Singapore

Movie Theater (Bioskop) – Terminal 2 dan Terminal 3

Bioskop di Bandara Changi ini bener-bener kayak bioskop di mana kita nonton di dalam sebuah ruangan gelap dengan susunan kursi berundak. Buka 24 jam setiap hari (kecuali saat maintenance). Sayangnya saat itu bioskopnya udah penuh, huhuhu. Ya bisa dimaklumi sih, bioskop sekecil itu untuk ratusan bahkan ribuan orang di Terminal 2 Changi. Tapi tenang kalau kamu nggak kebagian kursi kayak gue, kita bisa foto-foto di depan bioskop karena ada instalasi seni berbentuk popcorn raksasa!

Movie Theater Terminal 2, Changi International Airport Singapore
Movie Theater, Terminal 3 Changi International Airport
Movie Theater, Terminal 3 Changi International Airport

Di depan bioskop juga ada bilik-bilik dan beberapa personal computer buat digunakan secara gratis. Bilik-biliknya, sekali lagi, juga penuh. Huvt. Lokasi bioskop ini ada di Departure Hall Level 3.


Sunflower Garden (Taman Bunga Matahari) – Terminal 2

Taman Bunga Matahari Bandara Changi ini berada di lantai yang sama dengan bioskop. Selain bisa foto-foto dan menikmati taman bunga mataharinya sendiri, karena dia terbuka dan ada di level 3, jadi kita bisa menikmati langit dan pesawat terbang yang sedang tertambat di apron, mendarat, atau lepas landas. Orang kota seperti ngana jarang liat langit, ‘kan?

Sunflower Garden, Terminal 2 Changi International Airport Singapore
Sunflower Garden, Terminal 2 Changi International Airport Singapore
Sunflower Garden, Terminal 2 Changi International Airport Singapore

Kalau ke sini, kira-kira kamu mau ngapain?


Entertainment Deck – Terminal 2

Kamu gamer? Pas banget nih, Changi International Airport mungkin bisa menjadi bandara paling ramah gamer sedunia! Masih satu level dengan Movie Theater dan Sunflower Garden, ada Entertainment Deck di mana kamu bisa seru menghabiskan waktu dengan game. Ada computer games, Play Station, sampai Xbox Kinect.

Entertainment Deck, Terminal 2 Changi International Airport Singapore
Entertainment Deck, Terminal 2 Changi International Airport Singapore

Jangan banyak nanya soal ini, karena gue sama sekali bukan gamer haha. Mainan gue tiap hari cuma Bubble Witch, dulu sukanya Feeding Frenzy, Holiday Express, Zuma, Diner Dash, atau Wedding Dash. Game-game receh lah.


Merlion Statue – Terminal 3

Puas dengan Terminal 2, gue naik Skytrain lagi menuju Terminal 3. Berjalan beberapa meter dari peron Skytrain, gue disambut oleh patung Merlion kecil yang ada di sudut ruangan, dikelilingi dengan beberapa tanaman. Kayaknya patung Merlion ini cuma dekorasi biasa, karena nggak ada di daftar atraksi website Changi Airport.

Merlion at Terminal 3, Changi International Airport Singapore
Melihat pepohonan di Immigration Hall, Terminal 3 Changi International Airport Singapore

Dari Level 2 Departure Hall Terminal 3 Changi Airport itu, gue bisa melihat kesibukan bagian imigrasi yang ada di bawahnya. Area imigrasi Terminal 3 Changi yang luas dan tinggi itu diisi dengan pepohonan tinggi yang menjulang di tepi ruangan. Can you believe this is an airport?


Crystal Garden – Terminal 3

Satu hal yang gue kagumi dari Terminal 3 Bandara Changi ini adalah―desain langit-langitnya! Desainnya sangat modern dan futuristik, serasi dengan karpet di bawahnya yang juga berwarna lebih bright dari karpet di Terminal 1 dan 2.

Crystal Garden, Terminal 3 Changi International Airport Singapore
Crystal Garden, Terminal 3 Changi International Airport Singapore

Crystal Garden seolah menjadi pusat kehidupan Terminal 3 Changi. Ia menjadi poros di mana gerai-gerai komersil elit mengitarinya. Nuansa elegan yang kaku diredam dengan penerapan bunga-bunga marigold di sekeliling bola-bola kristal yang menjadi obyek foto beberapa pengunjung bandara.


Butterfly Garden (Taman Kupu-Kupu) – Terminal 3

Ini dia salah satu fasilitas menarik di Bandara Changi! Changi boleh berbangga, karena dia menjadi bandara pertama di dunia yang punya taman kupu-kupu. Butterfly Garden di Terminal 3 Changi ini bahkan menempati dua level, yaitu level 2 dan level 3, jadi bukan taman seuplik sekadarnya di lahan sisa gitu.

Butterfly Garden, Terminal 3 Changi International Airport Singapore
Butterfly Garden, Terminal 3 Changi International Airport Singapore

Nggak cuma kupu-kupu, di dalam rumah kaca Butterfly Garden ini juga diisi dengan tanaman-tanaman, bunga-bunga, dan air terjun setinggi 6 meter.


Cactus Garden (Taman Kaktus) – Terminal 1

Karena udah mendekati jam makan malam, dari Terminal 3 gue balik ke Terminal 1 dengan Skytrain. Dalam perjalanan mencari tempat makan itu, gue malah menemukan Cactus Garden. Apakah ini pesan dari Ilahi agar gue makan kaktus? Agak sebel juga sih sama mbak-mbak yang gue tanya tadi, katanya Terminal 1 nggak ada taman, lha ini ada taman kaktus!

Cactus Garden, Terminal 1 Changi International Airport Singapore

Cactus Garden ini ada di Level 3 Departure Hall Terminal 1 Changi Airport. Selain tanaman kaktus, di dalamnya juga ada cycad dan tanaman arid lainnya. Ada bar juga, lho. Lalu, karena dia terbuka dan ada di level 3, kita bisa menikmati pemandangan aviasi di sini.


Viewing Mall – All Terminals

Buat kamu yang suka foto-foto khususnya foto-foto aviasi, atau blogger/vlogger yang mau membuat ulasan detil holistik komprehensif kayak gue (halah), Viewing Mall ini oke banget. Di setiap terminal, selalu ada sisi bangunan yang terbuka dengan jendela floor-to-ceiling, memungkinkan kita untuk memandang pesawat, langit, sunrise, sunset, dan harapan.

Aircrafts of Singapore Airlines from Terminal 2, Changi International Airport
My most favorite shoot! Taken from Terminal 3 Changi International Airport Singapore
Air France, taken from Terminal 1 Changi International Airport Singapore
Panoramic view from Changi International Airport Singapore

Kalau beruntung, kamu bisa menikmati pemandangan itu dengan duduk bersantai di kursi atau sofa yang masih kosong. Kalau udah penuh semua, ya antara kamu berdiri aja atau cari viewing mall yang lain. Jangan lesehan, please. Apalagi sampai gelar tiker terus buka rantang.


Internet Corner – All Terminals

Buat kamu yang nggak bawa laptop atau tablet dan udah engap sekral-sekrol pencat-pencet di handphone, kamu bisa memanfaatkan internet corner yang ada di seluruh terminal Bandara Changi. Internet corner-nya juga nggak cuma satu aja di tiap terminal, tapi ada di banyak sudut.

Internet Corner, Changi International Airport Singapore

Tapi yah, monmaap, nggak ada kursi apalagi bilik, bray (jadi warnet nanti). Mungkin biar nggak berlama-lama internetan, haha. Terus, jangan buka yang aneh-aneh ya, malu kalau dilihat orang.


Duduk-Duduk Sambil Terserah

Terpujilah, wahai engkau pengelola Bandara Changi, karena sudah menyediakan kursi-kursi, sofa-sofa, bangku-bangku yang berlimpah ruah. Nggak cuma di boarding lounge atau waiting room doang, tapi ada di mana-mana. Sebagian di antaranya bahkan sangat menarik buat dijadikan obyek foto linimasa Instagram. Sebagian lagi dilengkapi dengan colokan listrik. Di Terminal 3 malah ada TV Lounge yang dilengkapi TV (ya kalo dilengkapi radio namanya Radio Lounge)

TV Lounge, Changi International Airport Singapore
Birds in Flight and Seating Area, Changi International Airport Singapore
Enjoying the view while take a seat, Changi International Airport Singapore

Mau duduk sambil ngemil, ngobrol, bengong, liatin orang-orang, main game, chatting, internetan, baca, nulis, nggambar, tidur, ngupil, terserah! Gue menghabiskan waktu beberapa menit di salah satu bangkunya dengan buka laptop ditemani cemilan dan minuman, udah kayak kantor dadakan belom?

Udah kayak kantor dadakan belom?

Selain itu, Changi Airport memanjakan penggunanya dengan free rest area, semacam flatbed yang gratis dipake. This is everyone’s favorite, jadi langsung lari aja kalo ketemu satu yang kosong! Ada juga pay-per-use lounge yang bernama Premium Lounge (Terminal 1) dan Ambassador Transit Lounge (Terminal 2 dan 3). Kamu bisa duduk-duduk dengan lebih tenang dan privat, internetan dengan kursi, dan mandi. Biaya 58 SGD buat pemakaian 5 jam dan 16 SGD buat shower. Nggak usah nanya komentar gue soal harganya, you know me.

Ambassador Transit Lounge, a paid rest area at Terminal 2 and 3 Changi International Airport
My boarding lounge for Jetstar at Terminal 1 Changi Airport
My boarding lounge for Jetstar at Terminal 1 Changi Airport
My boarding lounge for Jetstar at Terminal 1 Changi Airport
My boarding lounge for Jetstar at Terminal 1 Changi Airport

Kalau beruntung, kamu bisa dapet boarding lounge yang cakeeeppp kayak gue kemarin. Paling pojok sih, tapi bagus! Ada sofa warna-warni, kursi-kursi kelinci, kursi-kursi kayu, beberapa tanaman, dan bahkan dekorasi pemanis.


Naik Turun Skytrain – All Terminals

Kalau kamu suka bergerak atau suka kereta kayak gue, naik Skytrain aja! Rutenya adalah T1-T2, T2-T3, dan T1-T3. Jangan cuma naik doang, tapi juga dokumentasikan perjalananmu! Bisa video atau foto aja. Dari peron, interior kereta, sampai pemandangan yang terlihat. Serunya, karena driverless (tanpa awak), kamu bisa berdiri di posisi terdepan dan menikmati pemandangan tanpa terhalang apa pun, kecuali jendelanya of course.

Platform for Skytrain, Changi International Airport Singapore
Changi Airport’s Skytrain, front view
Inside the Changi Airport’s Skytrain, Singapore
Skytrain, connecting the 3 terminals of Changi International Airport Singapore
Go to this gate to take a shuttle bus from Terminal 2 to Terminal 4 Changi International Airport Singapore

Gimana kalau mau ke Terminal 4?

Dari gate F51/F52 di Terminal 2, naiklah shuttle bus yang akan mengantarkanmu menuju Terminal 4 Bandara Changi. Percayalah, gue udah mau cobain shuttle bus itu biar bisa kasih petunjuk dan review jelas buat kalian. Tapi rupanya di gate itu udah ada petugas dan pemeriksaan keamanan, jadi kayaknya hanya yang benar-benar calon penumpang Terminal 4 dengan boarding pass yang sahih sajalah yang bisa naik shuttle bus. Tapi minimal sekarang kamu udah tau, yekan.

Baca Juga: Memahami Transportasi Publik di Singapura: MRT, LRT, Sentosa Express Monorail, dan Bus


Free Singapore Tour – Terminal 2 dan Terminal 3

Buat kamu yang punya waktu 5,5 – 24 jam sebelum penerbangan lanjutanmu (connecting flight), maka kamu eligible (halah, bahasanya) buat ikutan Free Singapore Tour! Total ada 7 jadwal dalam sehari yang terbagi menjadi 5 Heritage Tour dan 2 City Sights Tour. Masing-masing berdurasi selama 2,5 jam dengan 2 photo-stop. Syaratnya cuma nunjukkin paspor sama boarding pass aja kok.

Free Singapore Tour, Terminal 3 Changi International Airport Singapore

Loket Free Singapore Tour ini bisa kamu temukan di Level 2 Transit/Departure Hall Terminal 2 dan 3 Changi Airport.


Inspeksi Toilet – All Terminals

Apa cuma gue yang foto-foto di bandara sampai ke dalem toiletnya? Semoga tidak. Gue baru ngeh, di 2 bandara terakhir yang gue kunjungi (Phuket International Airport dan Yangon International Airport, Myanmar) gue selalu foto rest room-nya. Kebetulan kondisinya lagi sepi, jadi gue semakin merasa leluasa buat foto-foto.

Rest room (lavatory) Changi International Airport Singapore
Di depan toilet Bandara Changi biasanya ada dispenser air minum gratis

Rest room di Bandara Changi ini bersiiihhh. Ingat, nggak semua toilet ada water gun. Jadi kalau kamu mau buang air besar, siapkan dirimu dengan tisu yang tersedia atau sediakan air bersih di dalam botol. Gue sih pake tisu juga bisa, ya.


Menikmati Seasonal Decoration

Changi Airport ini benar-benar ingin menyambut setiap pengunjung dengan tampilan terbaik! Di bulan November 2018 kemarin, setiap sudut Bandara Changi dibalut dengan dekorasi bernuansa Natal. Ada pohon-pohon Natal yang bagus bangeeettt, rumah kayu, dan pernak-pernik lainnya. Gue sama ketiga peserta gue puas foto-foto sebelum mereka boarding.

An interesting Christmas Tree at Terminal 3 Changi Airport Singapore
There is no corner left unadorned, Changi International Airport Singapore
Harry Potter themed redemption booth, Changi Airport

Terus pas di Terminal 3 ada loket Harry Potter dengan petugas yang memakai jubah seragam ala Hogwarts, tapi gue nggak terlalu paham itu apa, cuma berani wara-wiri sambil plirak-plirik di depannya.


Makan dan Minum – All Terminals

Salah satu hal yang gue suka dari Singapura adalah harga makanan di bandara yang nggak beda jauh dengan harga makanan di luar sana. Nggak kayak Indonesia atau Malaysia yang harga makanan di bandara bisa berkali-kali lipat! Di setiap terminal ada foodcourt dengan harga makanan bersahabat dan pilihan menu beragam. Di luar foodcourt juga ada gerai-gerai independen.

A hawker center at Departure Hall Terminal 2, Changi International Airport Singapore
Dine and Wine, Departure Hall Terminal 3 Changi International Airport Singapore

Malam itu gue memutuskan buat makan di Killiney Kopitiam Terminal 1 karena lagi ngidam roti kaya. Setangkup roti kaya, mee rebus, dan kopi-c panas cuma sekitar 8 SGD aja dong! Gue kenyang (karena ada makanan berat) dan puas (berhasil nemuin roti kaya dan kopi-c).

Mee Rebus, Kaya Toast, and Hot Kopi-C for only 8.4 SGD at Killiney Kopitiam Changi Airport
killiney, terminal 1 changi international airport singapore

Travelearners, jangan putuskan mahal murahnya makanan di Singapura dengan standar harga di Indonesia, tapi dengan standar negara itu. Kalau harga makanan di hawker center pusat kota adalah sekitar 5-6 SGD, maka harga 7-8 SGD di Changi Airport tentu masih terbilang murah. Harga makanan di bandara-bandara Indonesia malah lebih nggilani. Gue pernah makan nasi padang di Bandara Soekarno-Hatta dengan harga nyaris Rp100.000,00.

Baca Juga: Pengalaman Makan Murah di 7 Tempat Singapura


Taman-Taman Lainnya

Selain taman-taman di atas, masih banyak taman-taman lainnya di Bandara Changi Singapura, baik yang memang dinamakan maupun yang “sekadar” sekumpulan tanaman di sudut-sudut bandara. Di antaranya adalah Water Lily Garden dan Central Piazza Garden yang keduanya ada di Departure Hall Terminal 1. Bandara Changi seolah menyelaraskan dirinya dengan branding Singapura sebagai City In A Garden, dan bukannya Garden In A City.

Central Piazza Garden, Terminal 1 Changi International Airport Singapore
Water Lily Garden, Terminal 1 Changi International Airport Singapore
Sudut hijau di Bandara Changi Singapura

Mudah-mudahan bandara-bandara di Indonesia juga punya semakin banyak area hijau, ya. Baca baik-baik, gue bilang “semakin banyak”, itu artinya sekarang sudah ada. Selain Bandara Soekarno-Hatta, contoh signifikan lainnya adalah Bandara Internasional Banyuwangi dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali. Ada contoh lagi?


Nggak Pernah Males Transit di Bandara Internasional Changi

Selain Kuala Lumpur, Singapura adalah transit-hub-nya Asia Tenggara yang menghubungkan sudut benua Asia ini dengan seisi dunia. To be honest, Kuala Lumpur International Airport (KLIA) memang agak membosankan. Gede sih, nyaman, modern, tapi isinya kebanyakan adalah tempat makan dan tempat belanja yang mana adalah which is kurang sesuai dengan kode etik backpackerisme. Tapi tidak dengan Changi International Airport. Sebagai World’s Best Airport alias bandara terbaik sejagad, Changi punya banyak “senjata” untuk membunuh waktu!

Welcome to Terminal 1 Changi International Airport, Singapore
Changi International Airport, Singapore

Nah, berkali-kali bolak-balik Singapura (monmaap, ini mo pamer apa gimana nih?), baru di bulan November 2018 kemarin gue berkesempatan buat benar-benar menjelajah Changi. Saat itu gue baru saja mengantar peserta open trip yang jadwal penerbangan baliknya menuju Jakarta adalah jam 14:55, sementara penerbangan balik gue baru jam 20:30. Itu artinya gue masih punya waktu sekitar 3-4 jam buat ngubek-ngubek Changi. Sebelum-sebelumnya sih, gue cuma eksplor sekenanya aja dari apa yang bisa dilihat saat berjalan kaki setelah mendarat menuju stasiun MRT dan sebaliknya.

Sebetulnya gue pernah transit cukup lama di Changi pada tahun 2015 untuk connecting flight Ho Chi Minh City – Jakarta dengan Tiger Airways. Tapi saat itu gue lebih memilih buat kabur ke Bedok, makan siang di hawker center-nya, terus balik lagi haha.

Terminal 3, Changi International Airport Singapore
A junction of Terminal 1, Changi International Airport Singapore

Jika nanti di masa mendatang gue harus mengambil penerbangan dari Changi menuju destinasi utama gue, gue nggak akan sungkan-sungkan buat mengambil penerbangan lanjutan dengan jeda yang lama. Itu karena Bandara Changi punya banyak taman (indoor dan outdoor), komputer gratis, internet, air minum gratis, tempat main game, sudut-sudut instagrammable, bahkan bioskop gratis! Selain itu, mengambil jeda yang lama untuk connecting flight juga menjadi antisipasi penerbangan pertama yang delayed atau penerbangan kedua yang terbang lebih cepat tanpa woro-woro. Hah!


Eh, kamu masih bertahan baca sampai sini? Selamat, kamu baru saja membaca sebuah tulisan sepanjang lebih dari 2.200 kata! Makasih banget lho buat kesabaran dan kesetiaannya. Semoga kesabaranmu nggak sia-sia, mendapatkan banyak informasi berfaedah dari thetravelearn.com. Selamat menikmati Bandara Changi! Keep learning by traveling…

Iklan

48 tanggapan untuk “18 Hal yang Bisa Dilihat/Dilakukan Saat Transit di Bandara Changi Airport, Singapura”

  1. Terlalu banyak yang belum dikunjungi di Changi huhu. Mau ke sunflower garden aja nggak sempet karena nyampe kemaleman banget waktu itu. Baca ini kangenku sedikit terobati kak Nugi. Semoga cita-cita Lilis kesampaian untuk balik lagi dan bertemu mbak Mer. 🙏😂

  2. udah ga bisa bilang apa2 lagi kalo ttg changi… Berhak jd nomor 1 airport terkeren sedunia sih ;p Akupun kalo nanti traveling lg, dan memungkinkan utk transit di changi, aku bakal cari yg lama transitnya mas :D… baru kali ini yaa pgn lama2 transit dan berharap delay kalo changi ;p.

    skr lg ada pameran harpot kan? temenku kesana hanya utk melihat harpot nya itu :D. aku trakhir ke changi pas january thn lalu.. tp transit ga lama… cuma sempetlah liat2 toko Nike dan adidas fav… daaaaaan nyaris kalap ama temen.. secara mereka jual sepatu adidas yg terbaru dgn hrg kalo di Rp hanya 1.5 jt!!… di jkt model itu blm keluar dan kalopun nanti masuk biasanya selalu nyaris 3 jt.. surga banget utk semua kalangan changi ini , terlelbih buatku yg hobi shopping 😀

  3. Mas, itu 3-4 jam aja bisa keliling tempat sebanyak ini? Luar biasa, udah sangat direncanakan kayaknya. Beberapa kali transit di Singapore, kalau udah bisa ke ruang tunggu biasanya langsung ke sana, tiduran karena teler kecapekan. 😅

    By the way, bioskopnya gratis apa bayar Mas? Filmnya baru apa lawas?

  4. Inilah kejelian dan kepintaran memaksimalkan kepuasan wisatawan dari pemerintah Singapore yang negaranya cuma luasnya ‘secuil’ itu, ya ..
    Bandara difasilitasi sekeren itu untuk menyiasati minimnya lokasi wisata alam.

    Semoga menginspirasi bandara-bandara di negara kita 🙂

  5. pernah sekalinya nyoba explore setiap sudut antar Terminal di Singapore,
    efeknya kaki berasa gempoorrr…. but worthed banget sih 🙂

    Yups betul, thema di bulan Januari kmrn about Harry Potter, ada Honey Dukes dan HOGWARTS Express yg terkenal itu

  6. wow 2.200 kata gie, di tengah tengah tadi juga kebayang “panjang bener ni ga selesai2” 😀
    sekarang makin cakep aja nih bandara, kalo kayak gini fasilitasnya pastinya betah asal ga capek jalan buat wara wiri di bandara segede ini

  7. Ahaha, saya malah suka tulisan yang panjang. Dan tulisanmu ini jelas banget. Suka bingung sama yang ngeblog tapi tulisannya irit banget.

    Btw, sebagai bandara tersibuk, Changi ini memang harus terus berinovasi. Gue pun ngakuin klo interior Changi itu bagus banget. Pemberian fasilitas gratis juga membuat senang sobat misqueen seperti saya. Ahahahah

    Kayaknya, walking tour Changi ini ide bagus deh buat saya jika ke Singapura lagi 🙂

    1. Ada juga yang isinya nggak seperti judulnya, bang. Judulnya “panduan”, tapi aku ngebacanya sama sekali nggak merasa terpandu -____-

      Makasih sudah mampir dan makasih apresiasinya, bang. Explore Changi in a day would be a great idea!

  8. bang saya ada transit 6 jam di changi mau coba ikut free tour dan yang saya khawatirkan takut gak keburu check in connecting flight selanjutnya. kira2 paling lambat check in itu berapa jam sebelum flight ya?

  9. Kayaknya Changi Airport itu luas banget ya bang, karena antar terminal mesti naik kereta. Poin2 yang dijelaskan bisa terbayang dengan baik bang, semoga bisa mampir sana. 🙏🏻😊

  10. Mau nanya misal bandara tujuan kita itu engga internasional airport tapi sebelum nyampe ke bandara tsb kita transfer di Bandara Internasional. Apakah kita harus Stempel cap imigrasi di bandara transfer setelahnya baru balik ke gate di bandara transfer itu ?

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.