Jumat siang, 13 Desember 2024, saya tiba di Stasiun Jatinegara setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Stasiun Kiaracondong, Bandung, dengan KA Serayu. Untuk kunjungan singkat sehari ini, saya memilih opsi transportasi umum termurah, makanya nggak naik Kereta Api Cepat WHOOSH atau travel Jakarta-Bandung. Tapi, saya tetap senang. It’s been forever since the last time I came to Jakarta. Apalagi, saya tiba di sebuah stasiun yang juga menjadi salah satu major transit hub dalam sistem KRL Commuter Line Jabodetabek.
Stasiun Jatinegara adalah stasiun titik percabangan Cikarang Loop Line. Dulunya, jalur ini dibagi menjadi Cikarang Line (warna biru) dan Loop Line (warna kuning). Sekarang disatukan dalam warna biru muda. Jadi, KRL di Stasiun Jatinegara ada yang ke arah Cikarang maupun Kampung Bandan. Selain itu, Stasiun Jatinegara juga melayani Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan bahkan terintegrasi BRT TransJakarta.
Karena merupakan bangunan penting peninggalan kolonial yang sudah didirikan sejak 1887, Stasiun Jatinegara ditetapkan sebagai cagar budaya tahun 2005. Bangunan lamanya masih dipertahankan dan difungsikan, tapi sekarang sudah ditambah bangunan baru yang lebih luas untuk mengakomodasi sibuknya traffic Stasiun Jatinegara. Entah sejak kapan renovasi dilakukan, tapi sekarang Stasiun Jatinegara sudah tampak selayaknya stasiun kereta perkotaan seperti di Thailand, Cina, atau Jepang.
Fasilitas Stasiun Jatinegara
Begitu turun dari kereta api, saya tak buru-buru naik ke concourse area. Saya mengambil waktu dulu di peron untuk mengambil foto dan video KA Serayu yang baru saja saya naiki. Senang rasanya bisa mampir ke ibukota lagi, meski hanya sebentar. Jakarta saat ini sudah bisa menjadi alternatif pelepas rindu akan ibukota-ibukota tetangganya yang belum bisa saya singgahi lagi.
Sepenglihatan saya, ada 8 peron di Stasiun Jatinegara yang melayani KRL Commuter Line dan KA Jarak Jauh. Peron diakses melalui eskalator atau tangga dari concourse area, nggak lagi bolak-balik menyeberangi rel. Aman, nyaman, dan lebih teratur. Peronnya pun rapi, bersih, dan cukup luas.
Sebagai sebuah stasiun besar dan salah satu yang tersibuk di DAOP I, Stasiun Jatinegara memiliki fasilitas lengkap. Dari toilet (termasuk toilet untuk disabilitas), musala, ruang tunggu yang nyaman, area bermain anak, dan inovasi terbaru PT KAI — air minum gratis. Untuk vendor komersil, Stasiun Jatinegara juga memiliki minimarket, restoran, dan ATM berbagai bank. Pokoknya, ada banyak hal yang bisa dilakukan selama menunggu kereta api di Stasiun Jatinegara.
Seperti kebanyakan bangunan modern minimalis di negara berkembang, bangunan baru Stasiun Jatinegara didirikan dengan rangka-rangka baja yang menopang atap lengkungnya. Langit-langit dan tiang-tiang di area bawah minim finishing, menghadirkan kesan industrial, yang mengingatkan saya dengan stasiun-stasiun Airport Rail Link dan SRT Red Line di Bangkok. Area atasnya memiliki jendela-jendela lebar yang menghadap gedung-gedung pencakar langit Jakarta, menjadikannya spot idaman bagi para pecinta foto cityline seperti saya.
Staycation di Kawasan Jatinegara
Hanya beberapa ratus meter berjalan kaki setelah keluar dari Stasiun Manggarai—mungkin sekitar 200 meter—ada Juno Hotel yang terhubung dengan sebuah pusat perbelanjaan bernama City Plaza. Wah, menarik banget! batin saya. Pikiran saya langsung membayangkan itinerary staycation 2 malam di Jakarta. Berangkat Jumat malam dengan turun di Stasiun Jatinegara, check-in di Juno Hotel, besoknya eksplor mal dan kulineran di kawasan sekitar. Selalu suka dengan hotel yang terletak dekat dengan transit hub seperti Juno Hotel Jatinegara, mana nyambung sama mall pula.
Makanya, saya juga pengen staycation di Favehotel Kelapa Gading (karena dekat dengan Stasiun LRT). Dulu pernah 2x menginap di All Sedayu Kelapa Gading jadi udah cukup hafal daerah situ. Kalau hotel yang deket stasiun MRT, LRT Jabodebek, dan KRL Commuter Line apa lagi ya?
Saya sempat masuk ke City Plaza Jatinegara untuk mencari SD card (yang ternyata nggak ada). Mall-nya sudah modern dan kayaknya masih lumayan baru, tapi isi di dalamnya di dominasi restoran dan supermarket. Buat sekadar kulineran sih sudah ada banyak pilihan. Terus ada ACE Hardware juga.
Stasiun Jatinegara ternyata lokasinya memang strategis. Ia hanya berjarak satu stasiun dengan Manggarai (untuk akses KA Bandara Soekarno-Hatta), dan hanya sekitar 5 km ke Stasiun LRT Velodrome. Kelak, ketika Fase 1B LRT Jakarta selesai, ia akan semakin dekat dengan lintasan LRT Jakarta. Stasiun Manggarai malah akan terintegrasi dengan LRT Jakarta.
Senang melihat stasiun-stasiun KRL Commuter Line Jabodetabek sudah dan sedang berbenah. Lebih rapi, bersih, luas, dan aman selayaknya sebuah stasiun kereta api perkotaan di negara-negara maju. Integrasinya juga semakin lebih baik dengan transportasi umum lainnya, seperti TransJakarta, MRT, dan LRT Jabodebek. Juga sudah ada wayfinding atau signage yang terstandar untuk memudahkan navigasi pengunjung.
Saya hanya berharap agar tinggi peron disesuaikan dengan tinggi lantai kereta api yang lungsuran Jepang itu. Tolong diatur kebijakannya agar memungkinkan ada peron yang tingginya berbeda dari kebijakan PT KAI demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. Kalau lihat review-review vlogger asing, testimoni mereka positif soal stasiun KRL Commuter Line sampai momen mereka naik kereta dan menyadari adanya platform gap yang besar di antara peron dan kereta api. Nila setitik, rusak susu sebelanga. Stasiunnya oke, keretanya oke, eh proses naik dan turun keretanya masih savage.
Semoga ada kesempatan ke Jakarta lagi untuk mengulas transportasi umum lainnya, seperti LRT Jabodebek dan beberapa stasiun KRL Commuter Line yang bagus. Terima kasih sudah membaca, keep learning by traveling~














berkat mas nugie aku akhirnya bisa lihat bagian dalam stasiun jatinegara ini hahahahaha…
selama ini sering liat kereta melintas di sana kalo kebetulan lewat jatinegara, tp blm ngerasain masuk ke stasiun situ..
memang baguuuus dan terlihat nyaman ya mas… stasiun yg aku pernah rasain cuma yg besar2 utk keberangkatan luar kota doang, kayak stasiun gambir ke jogja dan solo. itu aja hahahahaha.. blm banyak nih referensi stasiun ku 😀
Iya sekarang stasiun-stasiun kereta api sudah semakin nyaman dan aman, mbak. Ke peron naik skybridge, papan petunjuk jelas dan seragam, toilet yang proper, dan banyak vendor komersil.
Foto-fotonya cakep banget Nug dan “hidup”!
Kalau liat petanya, aku baru ngeh belum pernah nyobain jalur itu. Paling mentok ke Manggarai saat transit dari Citayam mau ke Jakarta Kota. Tapi, walau gak se-sakau kamu haha, aku juga suka perjalanan naik kereta ini. Tentram rasanya asal gak di jam sibuk aja sih ya.
Mas Nugie kalo urusan jeprat jepret emang estetik banget hasilnya haha… keren…
Aku lom pernah ke stasiun jatinegara baru tauanya manggarai sama pasar senen
Tapi stasiun kalo nyaman bikin perjalanan jadi gak terlalu berat soalnya istirahat beneran bisa dikerjakn pas jalan
Gak hanya sering lewat, tapi suka mampir khususnya di toilet dan musholanya, karena efek rumah di Jakarta Timur, jalur lintasan dku kalo naik KRL pasti lewat stasiu Jatinegara ini hehe. Memang terasa perubahannya yang makin keren.
Dulu tiap libur semester dari Bandung, pulang ke Jakarta naik KA, turunnya Stasiun Jatinegara. Rumah ortu, di belakang stasiun, jadi naik bajaj aja pulang ke rumah. Terakhir turun di sini, emang udah keren banget sih, jauh lebih bersih. Tapi aku belum nyobain pindah moda transportasi lain sih, buat pengalaman. Mungkin karena mindsetnya, pulang…wkwkwk…
Aku belum pernah naik KA Serayu (Woosh juga belum pernah. Hehe…). Biasanya kalo naik KA ke Jakarta, pakai Parahyangan. Padahal mah, dari rumahku lebih deket ke Kiaracondong daripada ke Stasiun Bandung. Mungkin karena kebiasaan aja dari dulu.
Serayu memang lebih murah ya, Mas? Hehe…hari gini, berhemat adalah topik menarik.
KAI sedang rajin membenahi stasiun-stasiunnya ya?
Kemarin sempat bingung waktu masuk stasiun Bandung (mau ke Surakarta) karena udah ditata, untung ada porter yang bawain koper, kalo gak bakal plonga plongo deh hehehe
Jadi pingin “jalan” ke Jakarta naik KA nih, karena selama ini selalu menggunakan travel, jadi ngerasain indahnya stasiun2 kita
Bagus sekali stasiun Jatinegara ini. Emang berasa kayak stasiun di negara-negara maju. Sayang, kalau aku ke Jakarta belum pernah ada kesempatan untuk melihat-lihat ke stasiun ini.
Kayaknya, emang perlu dijadwalkan buat nengok sebagian stasiun juga deh, khususnya yang keren kayak stasiun Jatinegara ini.
Wow …detil sekali pengamatannya, jadi tahu stasiun Jatinegara dah makin keren dan ada minusnya soal ketinggian peron.
Btw, sama..saya juga selalu suka dengan hotel yang terletak dekat dengan transit hub sebab memudahkan kita kemana-mana
Emang paling suka kalau fasilitas umum itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas lainnya yg banyak dibutuhkan kita.
Kaya Stasiun Jatinegara ini ya fasilitas nya lengkap banget. Toilet disabilitas, musala, ruang tunggu, area bermain anak, air minum. Bahkan banyak juga minimarket, restoran, dan ATM berbagai bank. Semuanya kan memudahkan ya
Kalau gak hapal rutenya, jadi lumayan juga yaa..
Eh, ga kudu dihapal si..minim tau kudu liat dimana…agar tetap bisa menikmati kemudahan menggunakan transportasi massal yang keren keren di Jakarta.
Gak hanya mengandalkan TransJakarta, Jaklingo, tapi juga ada LRT dan MRT.
Cakeep bangetzz, ka Nugiii…bisa mengambil foto Stasiun yang ga boncos.
Skill travel blogger profesional.
Sampai sekarang KA masih jadi moda transporasi umum favoritku sih. Apapun jenis layanannya. Entah itu KRL, LRT, MRT maupun kereta antarkota.
Memang sedikit ada pergeseran sih. Kalo dulu pas bujang, aku seneng cobain kereta yang murah-murah macem Progo, Cikuray dan Serayu. Tapi semenjak punya anak, aku milih naik kelas dikit ehehehe.
Senengnya sekarang untuk pemberangkatan pun gak mesti dari PS Senen. Karena bisa juga naik dari berbagai stasiun lain seperti Jatinegara dan Bekasi. Seperti pas naik KA Tegal Bahari, itu aku naik dari Bekasi dan praktissss banget, bener-bener deket dari rumah mertua.
Duh, jadi pengen naik kereta lagi euy. Kemana yak kitaaa
hi mas Nugi salam kenal…sering baca blognya karena suka travelling juga.
komen dikit boleh yaa, karena saya kebetulan tinggal di dekat stasiun jatinegara – dari hotel Juno (City Plaza Jatinegara) ke stasiun jatinegara itu jaraknya kalo jalan kaki sekitar 900an meter, jadi kalo jalan kaki yaaa lumayan deh hihihi…
by the way foto2nya keren mas nugi, ditunggu lagi yaa cerita2nya yang lain 🙂
Stasiun Jatinegara sebagus itu ya, terlebih dicapture sama mas Nugi. Mamin terlihat menarik. Next time aku juga mau jelajah ke stasiun ini.
rumah saya di Buaran, Mas. Jadi dulu itu naik kereta ke Jawa bisa dari Jatinegara saja. Eh… Ada aturan baru harus naik ke stasiun Senen. Tapi sekarang stasiun Jatinegara sudah keren. Saya dus bulan lalu ke sana nostalgia. Stasiun ini memang letaknya strategis termasuk sudah enak kalau mau naik Transjakarta juga.