Rumah Impian di Kintamani Villas, Hunian ala Resort Bali di Palembang

Kintamani Villas, Palembang

Memilih rumah memang bukan hal yang mudah. Ada banyak hal yang perlu cermati. Dari kecocokan hati, sampai kecukupan money, hehe (maaf maksa, biar berima). Khusus untuk seorang pengulas hotel dan blogger perjalanan seperti gue, “instagrammable” menjadi salah satu faktor pendukung, seperti Kintamani Villas ini—hunian di Palembang bergaya resort ala Bali.

Tidak terasa tanggal pernikahan gue dan Ara, si cewek Palembang itu, sudah tinggal menghitung hari. Rasanya macam-macam. Deg-degan iya, tapi excited juga. Nggak sabar rasanya memulai lembaran hidup baru sebagai satu keluarga. 

Sebagai calon pasangan suami istri yang nantinya tinggal di satu atap, salah satu topik yang lagi gencar kami bahas itu soal hunian, calon tempat tinggal kami nanti. Maklum, sebagai pasangan yang belum punya rumah sendiri, kami memimpikan punya hunian nyaman. Bukan hanya sekadar tempat berteduh, namun juga sekaligus tempat pulang. 


Rumah Sebagai Instrumen Investasi

Gue memang niat banget punya rumah karena bisa sekalian buat investasi. Sektor properti sampai saat ini kayaknya masih jadi instrumen investasi yang diminati. Nggak heran sih, nilai produknya juga terus meningkat. Selain bisa dihuni sendiri, juga bisa disewakan, cara apa pun untuk memutar uangnya selama nggak menyalahi peraturan.

Selain itu, rumah termasuk instrumen investasi yang paling stabil. Sebab mau bagaimana pun kondisi perekonomian, seterpuruk apa pun, orang-orang selalu butuh tempat tinggal. Biar hobi staycation juga, masak iya mau tinggal di hotel terus hehe. Atau yang suka road trip tuh, kan nggak tinggal di camper van terus, selalu butuh tempat untuk pulang.

Emang nggak ada ruginya ya punya rumah itu. Kalau pendapat kamu soal rumah gimana?


Kintamani Villas, Hunian Impian Keluarga Baru

Gue dan Ara sama-sama memimpikan punya rumah yang, nggak cuma nyaman, tapi juga menawarkan keindahan. Bayangin udah capek-capek setelah seharian di kantor, belum macet di jalan, langsung seger lagi begitu pulang karena view-nya adem, berpadu dengan desain interior yang terasa hangat menenangkan.

Pas lagi sibuk nyari-nyari info perumahan di Palembang, dikasih tahu temen soal Kintamani Villas. Pas dicek lokasinya, ternyata lumayan strategis. Tepatnya di Jalan Ponorogo No 5017, Ilir Barat, Palembang.

Jujurly saat pertama ngintip, gue langsung amazed sama penampakannya. Berbeda dengan komplek perumahan pada umumnya yang bangunannya seragam dan monoton dengan material beton, tipe-tipe rumah di Kintamani Villas unik satu dengan yang lain, dibalut dalam sentuhan desain eksterior dan interior bergaya resor yang cukup kuat. Kalau gue nggak tahu soal Kintamani Villas dan cuma lihat fotonya, gue akan mengira ini villa beneran dan bukan rumah.

Dari fasad, sudah nampak jelas elemen kayunya yang nggak pelit dan sangat khas, menyatu dengan titel Kintamani Villas yang ia bawa. Gue pun melangkah masuk ke dalam, antusias melihat sendiri seperti apa desain interiornya. Makin diperhatikan, detail ala Bali-nya kian terlihat. Mulai dari tangga-tangga khas resor yang memadukan kayu dengan batu alam, taman kecilnya yang asri, hingga-hingga batang-batang frangipani yang melambungkan imajinasi ke Pulau Bali.

Kintamani Villas, rumah tapak rasa resort ala Bali di Palembang

FYI, Kintamani Villas ini punya tiga tipe rumah, yakni Batur (60/68), Kaldera (65/85), dan Ontana (78/102). Ketiganya serupa dari segi fasilitas dan material yang digunakan, yang membedakan cuma luas tanah dan bangunannya saja. 

Nah, kebetulan gue berkesempatan mengintip isi dalam tipe Kaldera. Gue langsung suka rumahnya karena adem meski belum dipasang AC, padahal Palembang cuacanya panas banget. Ini karena sirkulasi udara di tiap unit Kintamani Villas yang sangat baik karena didukung langit-langit tinggi dan jendela yang luas. Selain itu, tanaman hias pun ditempatkan di beberapa sudut rumah.

Menyatu dengan elemen kayunya, interior dibalut dengan warna-warna bumi seperti cokelat, krem, beige, dan sebagainya. Cokelat adalah salah satu favorit gue. Kalau buat baju, kesannya gagah dan seksi. Kalau untuk bangunan, kesannya hangat, tenang, dan ramah. Warna yang membuatku selalu merasa pulang ke rumah.

Ara suka pemandangan dari lantai dua karena bisa melihat taman hijau dari ketinggian berkat adanya jendela besar. Coba bayangin nikmatnya bangun pagi dengan udara dan pemandangan yang menyegarkan, atau duduk menikmati malam sambil menyesap secangkir kopi hitam semendo yang asapnya menguar dan menikmati panorama dari jendela. Work-From-Home nggak akan masalah karena setiap hari dapat asupan pemandangan indah.

Bayangkan bangun tidur, ngopi-ngopi, dan nulis dengan view seperti ini di Kintamani Villas

Oh ya, baik kamar utama maupun kamar tambahan, dua-duanya sama-sama punya sirkulasi udara dan cahaya yang bagus. Ventilasinya nggak pelit, dan jendelanya nyaris menyentuh langit-langit.

Gue suka Kintamani Villas ini secara keseluruhan. Selain kebutuhan dasar hunian yang terakomodasi dan bagusnya lokasi, desain dan pemandangannya juga gue puji. Oh iya, kamar mandi tersedia baik di lantai atas dan bawah. Tenang, dengan shower kok. Bahkan halaman belakangnya pun cukup luas dan cocok untuk tempat santai sambil bikin sate. Atau buat kandang anak bulu. Atau buat rak tanaman untuk Ara. 

Ada lagi? Ada dong! 

Di depan rumah terdapat bak penampungan air untuk setiap rumah di Kintamani Villas. Bak ini memungkinkan para penghuninya nggak kekurangan air bahkan di musim kemarau sekalipun. Masih inget pengalaman gue tinggal di dusunnya Ara di kabupaten Banyuasin yang pernah gue singgung di sini? Kata Ara, saat musim kemarau, mereka harus mengambil air dari sungai di dalam hutan. PDAM belum masuk, mereka biasa menggunakan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi, gue ingin membahagiakan Ara dengan akses air bersih 24 jam setiap hari seperti di Kintamani Villas ini.

Common room di unit Kaldera Kintamani Villas Palembang

Saluran air panas sudah tersedia di setiap unit Kintamani Villas, di dalam masing-masing 2 kamar mandinya. Jadi nggak perlu repot pasang sendiri. Udah auto dapet, Guys! Lalu sebagai sebuah hunian modern, Kintamani Villas menggunakan lampu LED. Pas banget dengan konsep minimalis yang gue sama Ara impikan. Langsung kebayang dong serunya membangun kehidupan rumah tangga dan membesarkan anak-anak di sini, ahiiirrr prikitiw!


Lokasi Strategis Adalah Koentji

Seperti yang udah gue singgung di atas, lokasi Kintamani Villas itu benar-benar strategis. Nggak perlu khawatir soal transportasi karena sangat mudah dijangkau, deket dari fasilitas umum di Kota Palembang. Mulai dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, pusat perbelanjaan PTC Mall, akses pendidikan, kesehatan, semuanya bisa dijangkau hanya dalam hitungan menit. Betul-betul hunian yang memanjakan keluarga baru. 

Selain itu, Kintamani Villas juga menawarkan fasilitas berkelas untuk para penghuninya. Jalan lebar mencapai 9 meter, rasa aman yang dijamin lewat one gate system yang membuat orang-orang nggak bisa sembarangan keluar-masuk, hingga akses taman yang menyajikan ruang terbuka hijau yang sehat dan asri untuk penghuninya. 

Awalnya gue khawatir sama banjir karena Palembang kan daerah rawa ya. Tapi ternyata tidak perlu cemas karena Kintamani Villas terletak di dataran yang cukup tinggi sehingga membuat aliran air turun ke tempat seharusnya. Ini yang membuat kawasan Kintamani Villas terbukti bebas banjir. 

Alasan Gue Rekomendasikan Kintamani Villas

“Semua perjalanan selalu ditutup dengan pulang. Entah perjalanan itu jauh dan panjang, ataukah hanya trip singkat akhir minggu, atau sekedar ke kantor setiap hari. Kita selalu butuh pulang.”

Negeri Para Roh

Dengan segala uraian panjang yang udah gue jelaskan di atas, gue sama sekali tidak ragu merekomendasikan Kintamani Villas untuk kalian yang lagi cari-cari hunian di Palembang. 

Dengan lokasi strategis, fasilitas mewah bukan kaleng-kaleng, desain unik khas ala resor Bali, masih ditambah dengan harga affordable untuk sebuah hunian sekelasnya. Worth the value, menurut gue. Kalau tertarik, nggak usah kelamaan mikir deh, mumpung harga rumah di Palembang masih pada murah.

Nih gue bocorin, unit-unit di Kintamani Villas dibanderol dengan harga: 

Type Batur (60/58)  : mulai dari Rp600 juta

Type Kaldera (65/85) : mulai dari Rp700 juta

Type Montana (70/102) : mulai dari Rp900 juta

KAPAN LAGI RUMAH KEREN DI BAWAH SATU EM?

Kintamani Villas, perumahan mewah di Palembang di bawah Rp1 M

Pembayaran bisa melakukan tunai maupun kredit. Saat ini Kintamani Villas  juga lagi banyak promo, mulai dari potongan harga sampai Rp50 jutaan, terus ada juga gratis LED dan AC. Untuk info lebih lengkapnya, kontak aja:

Kintamani Villas

0811-717-127

Jalan Ponorogo No. 5017 Sukajaya Palembang

http://www.kintamanivillasplg.com

#KINTAMANIVILLAS

#BALIDIPALEMBANG

#REALESTATE

#MILLENIALGENERATION

4 komentar

  1. Ngeliat petanya, asli ini di tengah kota. Mau ke bandara dari sana banyak jalan tembusan untuk menghindari macet. Ngeliat properti dari fotonya pun kece. Jadi penasaran untuk survey langsung. Eh survey doang tanpa beli boleh dong ya hahaha. Kan siapa tahu tetiba ada rezekinya gitu.

    1. Hahaha amin amin. Nanti rejeki mengikuti mas 😀

  2. Aku sukaaaaa banget rumah dengan jendela tinggi, karena bikin ventilasi udara lancar, dan bagian dalam rumah ga panas. Penting banget! Dan skr ini jaminan bebas banjir memang udh mutlak ya mas. Akupun kalo beli rumah pasti nanya dulu bebas banjir ga.. udah trauma Ama banjir2 gini dulu pas di Banda Aceh rutin ngerasain.

    Tapi, masalah rumah itu, sering jadi bahan debat buat suamiku dan aku. Kami beda pandangan soalnya. Dia dari dulu selalu diminta Ama almarhum ortunya utk beli rumah sendiri. Tapi aku selalu nolak sampe skr. Alasanku, kami tuh udh dikasih rumah dari ortunya pas nikah. So skr, rumah bulan lagi alasan buat nambah. Bersyukurnya lagi, pas mertuaku meninggal, beberapa yang diwariskan itu ada unit rumah dan apartment. Makinlah aku berpikir, buat apa lagi beli rumah.

    Sementara suami mikirnya, masa dia ga punya rumah yg hasil uangnya sendiri, bukan warisan. Ini yg bikin kita bentrok. Krn buatku ga penting asalnya dr mana, yg penting itu rumah udh jadi milik. Ngapain memperbanyak hutang ATO buang2 duit buat beli rumah baru. Kalo utk investasi aku LBH suka di instrumen lain drpd property. Apalagi sekarang ini jualnya susah kalo BU :p. Ga bisa cepet.

    Jadi sampe skr kami msih stuck blm Nemu titik tengah :p. Akupun bertahan ga mau tanda tangan kalo sampe dia ngajuin housing loan. Tandatangan istri wajib soalnya. Tapi sepertinya pak suami udah mulai nyerah sih, Krn ga prnh maksa lagi buat bicara soal rumah :D.

    Tapi kalo utk pasangan baru yg memang belum punya, ya aku setuju untuk beli, ntah KPR ATO cash. Yg penting ada. Drpd ngontrak kan :).

    1. Aku setuju sama kamu, mbak. Kalau memang sudah ada warisan hunian yang juga kita tempati sendiri, beli rumah lagi nggak jadi prioritas.

      Berhubung aku sama Ara belom ada rumah khusus buat kami berdua, jadi harus beli baru atau bangun memang hehe. Makasih udah mampir ya.

Tinggalkan Balasan ke Fanny Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Khairunnisa Siregar's

Learn from yesterday, live for today, and hope for tomorrow

Jilbab Backpacker

Travel - Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. Kuy, der!

Seuramoe Liza

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

witing lungo jalaran soko kulino

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Jalan-Jalan Terus!

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

%d blogger menyukai ini: