Minggu Pagi di Ecopark, Ancol

Hari Minggu pagi, Ecopark di dalam komplek Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, mendadak riuh. Bukan, bukan karena ada Awkarin yang lagi bikin vlog buat jutaan pengikut Instagram-nya. Bukan juga karena kehadiran sekelompok blogger femes ibukota yang sedang didera lapar, duh. Di pagi akhir pekan seperti ini, Ecopark adalah tempat untuk bersenang-senang menikmati pasar kuliner Ecomarket!

Tanpa mandi dan hanya menggosok gigi, aku bergabung dalam keramaian pasar kuliner Ecopark pagi itu. Aku sengaja hanya mengenakan kaos hitam tanpa lengan dengan logo Superman untuk padanan celana cinno warna krem yang kupakai. Dengan cuaca Ancol yang lembab, pakaian terbuka seperti itu sungguh memberikan sebuah kenyamanan yang hakiki.

 

Sarapan di Pasar Kuliner

Oleh tim dari Taman Impian Jaya Ancol, kami dibekali dengan 300 uang-uangan agar bisa bertransaksi di pasar kuliner Ecomarket ini. Yup, pengunjung harus menukarkan lembar-lembar Rupiah-nya dulu di sini menjadi keping-keping kartu persegi panjang dengan beberapa denominasi. Ada sebuah loket penukaran di ujung depan pasar.

loket ecopark

pemandangan danau ecopark

Kecuali ada anggota tak kasat mata, saat itu kami datang bersembilan. Selain aku sendiri, ada kak Vika, mas Fajar, bang Dede, mas Aip, kak Tracy, kak Nidy, kak Dian Juarsa, dan Dzikry. Dengan sepasang mata yang sibuk menelisik setiap gerobak dan kedai, kami melangkah perlahan menyusuri jalan utama Ecopark. Menentukan sarapan mana yang akan kami santap memenuhi tuntutan naga Rhaegar dan Viserys di dalam perut kami. #terGOT

Meski nggak terlalu banyak, tapi variasi kulinernya macem-macem loh. Aku sendiri menjatuhkan pilihan pada sebungkus Nasi Bakar dan secangkir kopi hitam. Harganya sekitar 40 dengan uang-uangan Ecopark. Selain itu, ada juga bubur, soto, kupat tahu, dan menu-menu sarapan lainnya.

keriuhan ecomarket / pasar kuliner di ecopark ancol

having breakfast together

Aku senang mengamati kesibukan warga Jakarta di pasar kuliner Ecopark pagi itu. Sebagian menikmati sarapan sambil berbincang ringan dengan setelan santai. Sebagian jogging dalam kelompok kecil. Sebagian lagi bersepeda berpasang-pasangan.

Perut udah kenyang, hati udah senang, terus mau ngapain lagi di Ecopark?

 

Sesi Foto Buat Instagram

Dari area pasar kuliner Ecomarket, kami merapatkan barisan menuju tepi dermaga untuk menikmati perahu dayung dan perahu bebek. Dengan secangkir kopi hangat yang masih tertahan di genggaman, aku mengikuti yang lain. Tiba di dermaga, bukannya segera turun ke dalam perahu, aku justru meminta bantuan mas Aip buat — ambil foto.

Habis dermaga ini instagrammable banget, kak. Bisa pose senderan pagar kayu dermaga dengan latar danau, rawa-rawa, dan pepohonan. Kopi yang belum seluruhnya kusesap itu pun menjadi properti untuk melengkapi pose dan cerita di dalam foto. Agar tidak membelakangi cahaya, sang fotografer harus mengambil gambar dari ujung dermaga.

Tapi mbak Dian pengen ikut eksis sama aku nih di foto. Gengges ya.

 

Naik Perahu

Ada 2 macam perahu yang ada di danau (?) Ecopark ini: perahu dayung atau kano dan perahu bebek atau disebut juga sepeda air. Bedanya, perahu bebek dijalankan dengan dikayuh. Tarifnya Rp 75.000,00 untuk kano dan Rp 35.000,00 untuk perahu bebek (selama 15 menit). Nggak usah dibawa pulang, chapeque bawanya.

siap-siap bermain perahu! (sumber: dianjuarsa)

Bersama Dian, Nidy, dan mas Aip, aku mendayung perahu mengelilingi danau. Ternyata capek juga lho meski cuma satu putaran kayak gitu. Lumayan buat mengembangkan otot lengan. #eh

 

Memanah Sampai Lelah

Selain aktivitas berperahu, Ecopark juga menyediakan arena memanah buat kamu yang mau seru-seruan mencoba olahraga yang satu ini. Arena panahnya kecil, jarak dari titik kita berdiri dengan target tidak sampai 10 meter. Jelas, arena memanah ini lebih ditujukan buat keluarga dan anak-anak, bukan untuk para pemanah profesional.

Kamu yang mau coba memanah bisa belajar nih di sini cukup dengan membayar Rp 35.000,00 untuk maksimal 10 kali memanah. Ya kalau mau memanah sepuasnya sampai mahir seperti prajurit Kings Landing, ada program Archery Class dengan tarif Rp 125.000,00 / jam. Para instrukturnya siap untuk membimbingmu melecutkan anak panah ke hati pujaan. #eh

Baca Juga: Kembali ke Ancol, Ada 3 Atraksi Baru Ini!

Tau nggak? Ternyata memanah itu susaaahhh. Beraaattt. Lebih susah memanah daripada dayung perahu, Ya Tuhan Lord! Mending ngulek aja deh.

 

Jalan-Jalan di Faunaland

As the name suggests, Faunaland adalah sebuah area di mana kita bisa bertemu dengan bermacam-macam satwa. Dari macam-macam burung, singa, keledai, kura-kura, dan masih banyak lagi. Total areanya memiliki luas 5 hektar. Sebenarnya Faunaland ini udah bukan wilayah Ecopark, tapi dapat diakses dengan berjalan kaki atau menunggang sapu terbang kalau punya.

Jagoan dari Faunaland ini adalah Singa Putih dari Afrika dan Asian Golden Cat. Keren! Selain itu, di dalam komplek Faunaland yang mengambil tema Papua ini memiliki area perairan lengkap dengan jembatan kayu. Dapet lagi deh spot foto buat Instagram dan Relay LINE #eh.

Harga tiketnya cuma Rp 50.000,00 aja kok, Bapak Ibu. Cusss ajak anak-anak dan adek-adek ke Faunaland, pasti suka! Biar nggak cuma seneng-seneng aja di Ancol, tapi juga bisa belajar. Faunaland bisa jadi alternatif buat wisata edukasi di Jakarta yang mudah diakses dan harga terjangkau 😀

 

Bersepeda

Selain dengan berjalan kaki, salah satu cara yang nggak kalah seru untuk menikmati Ecopark adalah dengan bersepeda. Kayuhlah dengan santai, rasakan belaian sang bayu yang menjamah kulitmu, nikmati kehangatan matahari pagi yang perlahan meresap ke dalam tubuhmu. Cukup dengan Rp 35.000,00 kamu bisa bersepeda sepuasnya! Asal nggak dibawa sampai rumah di Ciledug aja sik.

 

Selain 6 aktivitas di atas, ada Ecofarm dan Paintball juga di Allianz Ecopark ini. Namun karena tidak mencobanya, maka aku tak dapat menceritakannya padamu.

Memadukan antara hutan, air, dan satwa, Allianz Ecopark di Taman Impian Jaya Ancol ini menjadi edukasi konservasi di Jakarta. Buah hati akan mengalami sendiri nyamannya berada di tengah lingkungan yang bersih dan hijau, sehingga kelak akan lebih menghargai air, pohon, dan sumber daya alam lainnya di bumi ini. Ayo kembali ke Ancol, ajak adik, anak, keponakan, atau sepupumu turut serta!

Iklan

20 thoughts on “Minggu Pagi di Ecopark, Ancol

  1. sampe pada subbab “sesi foto buat igek” langsung gagal fokes. wkwk.. Ada mbak2 sadar kamera masuk dalam frame…. wkwkw.. tak pikir pengunjung lain eternyata masih satu rombongan. hem…

    btw aku pengen manah deh Mas…. berat gak sih? aku tuh khawatir kalo belajar manah ntar meleset, ke hati mantan. eh

  2. Sepertinya ecopark Ancol ini tempat rekreasi keluarga yang lengkap ya. Selain tersedia area untuk kuliner dan jelajah rasa, terdapat pula area untuk foto-foto yang instagramable. Dan aku pasti paling suka dengan fauna land. Asik membawa anak-anak ke sini Jadi bisa juga sebagai area belajar bagi mereka

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s