Jepang, Osaka, Travel, Wisata

Mempersiapkan Liburan ke Universal Studios Japan: Transportasi Umum, Pembelian Tiket, dan Memilih Wahana Recommended

Biasanya, gue nggak pernah tertarik dengan themed park, wahana bermain, museum 3D, dan tempat-tempat wisata semacamnya saat gue traveling di luar negeri. Gue lebih tertarik menyelami kehidupan lokal dan mencari pengalaman dengan mengunjungi landmark populer, bangunan bersejarah, kawasan kuliner/nongkrong, kawasan prostitusi, dan transportasi umumnya. Tapi, rupanya Universal Studios Japan (USJ) di Osaka, Jepang, punya seabrek godaan yang menggoyahkan idealisme dan keimanan gue. Sebagai seorang Potterhead, Wizarding World of Harry Potter di USJ adalah sebuah pencobaan berat. Kuatkan aku, My Lord.

:wait::wait:

Nah, karena tahun 2019 gue berencana ke Jepang meski belum membeli tiketnya (please, jangan meleset lagi, Ya Lord), maka gue pun mempersiapkan diri dari sekarang. Minimal, gue udah mencari informasi tentang transportasi umum menuju Universal Studios Japan, cara-cara pembelian tiketnya, dan wahana-wahana yang mau gue naikin sampai lemas #eh. Nah, supaya lebih berfaedah, gue mau share buat travelearners semua tentang informasi apa aja yang udah berhasil gue peroleh. Informasi ini gue kepul dari website-website resmi sahaja, biar infonya tepercaya.

 

Cara Menuju Universal Studios Japan (USJ) Osaka

Nggak kayak Universal Studios Singapore (USS) yang letaknya terpisah dari daratan utama, USJ masih terletak di daratan yang sama di mana kota Osaka berdiri. Karena gue pecinta kereta, maka gue pun pengen naik kereta aja, hehe. Andaikata gue naik dari Stasiun Osaka Namba. Gue akan mengambil kereta Hanshin-Namba Line arah Nishikujo. Di Stasiun Nishikujo, gue harus mengambil kereta JR Sakurajima Line (disebut juga Yumesaki Line) arah Sakurajima, lalu turun di Universal City Station (stasiun kedua terakhir di jalur ini). Universal Studios Japan dapat dicapai dengan 5 menit berjalan kaki dari stasiun, bisa lebih lama kalau gue jalan sambil ngemil atau foto-foto.

Kalau mau naik bus, gue dapet info kalau bus bisa dinaiki dari Kansai International Airport (50-70 menit, 1.550 yen, berangkat setiap jam) dan Itami Airport (45 menit, 930 yen, berangkat setiap jam).

Hasil gambar untuk sakurajima line osaka
kereta jr sakurajima line, osaka
peta kereta api osaka versi sederhana

Nah, daripada ribet bolak-balik beli tiket di vending machines yang membingungkan, gue pikir lebih baik pake kartu pass atau stored value card aja. Beberapa di antaranya yang jadi inceran gue adalah:

  • One Day Pass, 700/800 yen atau 1.300 yen buat 2 hari; bisa digunakan di seluruh jalur subway dan bus kota; bisa dibeli di Kansai International Airport, mesin tiket di stasiun, dan convenience store (kombini); amannya beli di bandara aja;
  • Multiple Ride Card, 3.000 yen dengan isi saldo 3.300 yen; bisa digunakan di seluruh jalur subway, bus kota, dan New Tram Line; bisa dibeli di stasiun subway;
  • Osaka Amazing Pass, 2.500/3.300 yen untuk 1 atau 2 hari; bisa digunakan di seluruh jalur subway, jalur private railways, bus kota, dan 50 obyek wisata (termasuk Osaka Castle, Shitennoji Temple, Umeda Sky Building, Tempozan Ferris Wheel, Tsutenkaku Tower); bisa dapet diskon di banyak tempat wisata, tempat makan, dan tempat belanja; dapat dibeli di stasiun subway, stasiun private railways, Tourist Information Center, dan hotel-hotel tertentu;
  • Kansai Thru Pass, 4.000/5.200 yen untuk 2 atau 3 hari; bisa digunakan di seluruh jalur subway, jalur private railways, bus kota, dan diskon/privileges di tempat-tempat wisata/makan/belanja di seluruh Kansai (Osaka, Kyoto, Kobe, Nara, dsb); dapat dibeli di Kansai International Airport dan Tourist Information Center.
benefit osaka 1-day and 2-day pass
kansai thru pass, your card for the whole kansai

Sedikit catatan buat yang belum paham. Subway adalah jaringan kereta bawah tanah Osaka Metro, alias MRT. Kereta JR nggak termasuk sebagai subway, ya. Private railways maksudnya adalah jalur kereta komuter yang dikelola oleh perusahaan swasta. Kita sebaiknya memelajari jalur kereta di Osaka dan benefit dari masing-masing kartu bhaique-bhaique. Jangan sampai kita nggondhuk karena salah beli kartu.

:keren::keren:

 

Oke, sekarang gue akan bahas atraksi apa aja yang pengen gue coba di Universal Studios Japan. Biar lebih semangat baca sekaligus mendapat bau-bau jejepangan, setel dulu lagu Rising Hope ini.

Ralat. Gue mau bahas dulu gimana beli tiketnya, deh.

(lalu disleding pembaca)

 

Cara Membeli Tiket Universal Studios Japan (USJ) Osaka dan Macam-Macam Tiketnya

Gue udah mantep mau beli tiketnya secara online aja. Selain alasan praktis dan efisiensi waktu, rasanya jadi lebih tenang aja sih kalo udah pegang tiketnya dari jauh-jauh hari. Harganya 7.900 yen (udah termasuk pajak) buat 1-Day Studio Pass, gue bahkan udah teguh mau beli di Voyagin. Voyagin ini adalah international online travel marketplace yang merupakan mitra resminya Universal Studios Japan, jadi gue nggak ragu sama kredibilitasnya. Malahan, Voyagin ini emang perusahaan yang berdiri di Jepang, kantor pusatnya ada di Shibuya, Tokyo. Selain Jepang, Voyagin juga melayani pembelian macam-macam tiket di Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Thailand, Vietnam, Hong Kong, dan pastinya Indonesia.

laman pembelian tiket universal studios japan di voyagin
macam-macam tiket universal studios japan yang bisa dibeli

Tiket 1-Day Pass yang kita beli di Voyagin dapat kita pakai sampai 6 bulan ke depan. Jadi belinya nggak perlu kejauhan kayak nyiapin kawinan, gue juga biasa nyiapin keperluan traveling gue dalam 1-3 bulan sebelum keberangkatan. Tiket ini berfungsi sebagai tiket masuk ke dalam USJ dan atraksi-atraksi di dalamnya. Dari hasil browsing, ternyata Universal Studios Japan beroperasi setiap hari dengan jadwal yang beda-beda. Nah lo. Jam bukanya berkisar antara jam 8:30/9:00, sementara jam tutup rata-rata antara jam 20:00-22:00, malah ada hari yang cuma sampai jam 18:30. Nah, kita semuwa harus cek-cek jadwalnya dulu di website resmi sebelum nyusun itinerari.

Selain 1-Day Studio Pass, Voyagin juga menjual 1.5-Day Studio Pass seharga 10.900 yen yang bisa dipakai dalam 2 hari (tapi cuma setengah hari di hari pertama dari jam 15:00), macam-macam Universal Express Pass, Royal Studio Pass, dan USJ VIP Wristband. Universal Express Pass ini adalah kartu sakti buat memotong antrian di salah satu atraksi yang dipilih saat pembelian. Macemnya ada banyak, tapi biasanya terdiri dari express pass Wizarding World of Harry Potter pada jam tertentu yang dipilih + express pass ke satu atraksi pilihan. Detilnya kamu cek dan pelajari langsung di Voyagin aja, deh. Nggak seribet memahami perasaan wanita, kok. Oh ya, Express Pass ini belum termasuk tiket masuk, jadi kita jangan berasumsi kalo udah beli Express Pass terus bisa masuk USJ sekenanya.

Universal Studios Globe - Osaka USJ Guide-3
universal studios japan, osaka (source: thetravelintern)

Royal Studio Pass (harganya 43.780 yen) adalah semacam tiket kombo yang berfungsi sebagai tiket masuk, tiket parkir, tiket masuk Wizarding World of Harry Potter pada jam tertentu, Express Pass sekali masuk dan Unlimited Express Pass buat beberapa atraksi. Sementara VIP Wristband (harganya 3.850 yen) adalah tiket khusus buat memasuki USJ via West Entrance yang sepi antrean daripada Main Entrance. Tiket juga ditambah akses ke Harukas 300 di Abeno Harukas Building dan passcode rahasia buat cek jadwal beroperasi USJ dan atraksi-atraksi buat keesokan harinya. Seperti yang gue bilang di atas, jadwal USJ dan wahana-wahananya itu emang berubah tiap harinya. Wristband belum termasuk 1-Day Studio Pass buat mengakses seluruh area taman. Jadi kita nggak bisa ucluk-ucluk masuk via West Entrance dengan Wristband doang, kamu perlu Wristband + Studio Pass.

Kayaknya gue mau beli 1 Day Studio Pass-nya aja supaya hemat. Sebagai timbal baliknya, gue harus menyediakan waktu 1 hari penuh buat memuaskan diri di Universal Studios Japan! Kalau kamu buru-buru, sekalian beli Express Pass sama VIP Wristband aja, mylov.

 

Sampai di sini, gue udah capek ngetik. Seduh kopi dulu, deh.

Hasil gambar untuk drinking coffee

 

Atraksi Recommended yang Mau Gue Coba di Universal Studios Japan (USJ) Osaka

Wizarding World of Harry Potter

Of course mylov, sebagai seorang Potterhead, Wizarding World of Harry Potter adalah atraksi pertama yang gue mau coba! Ngomong-ngomong, berdasarkan tes di Pottermore, gue masuk asrama Slytherin dan patronus gue adalah Orca (semacam paus).

Ndak ada yang nanya, Gie.

:beg::beg:

Beberapa tempat menarik di dalam Wizarding World of Harry Potter adalah Harry Potter and The Forbidden Journey, Flight of The Hippogriff (roller coaster berbentuk Hippogriff), Wand Magic, dan Hogwarts Express Photo. Harry Potter and The Forbidden Journey adalah sebuah wahana 3D (tanpa kacamata 3D) yang akan membawa kita ngerasain mejiknya dunia sihir Harry Potter dalam durasi sekitar 5 menit. Cuma 5 menit? Iya, tapi buat gue, 5 menit di sini kayaknya terasa cukup lama. Gue udah pernah merasakan wahana serupa di Taman Impian Jaya Ancol soalnya. Kita bakal dibawa terbang melesat dan meliuk-liuk di atas sapu terbang, ketemu makhluk-makhluk sihir, sampai dicium dementor! Yang unik adalah… ano, namanya juga di Jepang… jadi Harry dkk ngomong pake bahasa Jepang. Rasanya jadi kayak nonton anime atau tokusatsu!

Lain lagi dengan atraksi Wand Magic. Kita bakal dikasih tongkat sihir sama jubah sekolah Hogwarts kayak yang biasa kita liat di film Harry Potter. Di spot-spot tertentu, kita bisa ngucapin mantra tertentu lalu something magic will happen! Kok bisa? Prediksi gue, sih, dia pakai teknologi sensor suara gitu. Mungkin nggak akan langsung berhasil, tapi jangan cemas, ada kokoh-kokoh Jepang yang bakal bantu kita kasih instruksi. Walau kita tau itu bukan sihir beneran, tapi rasanya bahagia banget bisa “mewujudkan” salah satu fantasi liar kita. Gue harus foto OOTD di sini terus upload di Instagrammm!

Terus buat kita yang sama-sama Potterhead juga bakal bisa melihat langsung toko-toko Three Broomsticks, Hog’s Head, Zonko’s, Honeydukes, Ollivanders, Owl Post & Owlery, dsb𑁋tempat-tempat yang selama ini cuma bisa kita baca dari novel atau tonton dari film-filmnya yang juga udah tamat. Nggak cuma bisa difoto-foto atau diliat-liat, kita juga bisa beneran belanja dan makan minum di situ.

 

Despicable Me Minion Mayhem

Atraksi 3D yang satu ini bakal “membawa” kita berpetualang bareng Minions dan kawan-kawannya. Meluncur cepat di seluncuran (ya iya masak meluncur di papan talenan), jatuh dari ketinggian terus mental-mental, nampaknya sih cukup seru, kayak naik roller coaster di kursi bioskop. Sebelum menikmati atraksi utamanya, kita bakal disuguhi cuplikan film Minions dulu. Mungkin biar lebih menjiwai kali, ya.

Kalau ada anak atau adik kamu yang tertarik naik wahana ini, pastikan tinggi badannya nggak kurang dari 122 cm, ya. Anak-anak dengan tinggi minimal 102 cm boleh masuk dengan pengawasan dari orang dewasa. Jadi orangtua atau saudaranya harus ikut masuk dan mungkin kayak duduk di samping dia. Syukurlah, tinggi gue udah di atas 122 cm, kak.

Selain Despicable Me, wahana 3D kayak gini juga hadir dalam versi The Amazing Spiderman.

 

Hollywood Dream dan Roller Coaster Lainnya

Kalo roller coaster hanya terdiri dari 2 buah kursi per baris, tiap baris Hollywood Dream ada 4 kursi, dong! Gue nonton videonya, terus rasanya kayak terjun dari langit, tinggi bangeeettt. Gue baru lihat videonya aja udah ngilu, njir. Jalurnya juga nggak seluruhnya terbuka, ada sedikit bagian yang tertutup macam terowongan.

Hollywood Dream ini ada 2 versi, The Ride yang normal dan Backdrop Ride yang berjalan mundur. Duh, yang versi normal aja gue udah teriak-teriak nggak karuan sama tutup mata, apa kabar gue kalau jalannya mundur?

:noooo::noooo:

hollywood dream ride | universal studios japan

Gue juga pengen cobain roller coaster yang namanya Space Fantasy, deh. Gue memang takut ketinggian, tapi entah kenapa gue merasa sangat aman naik wahana kayak gini. Roller coaster ini ada di dalam ruangan (indoor). Seluruh jalurnya tertutup, sepanjang perjalanan kita nggak akan bisa lihat apa-apa selain animasi 3D luar angkasa. Space Fantasy bakal membawa kita kayak berseluncur di antara bintang-bintang dan planet-planet gitu. Nah, karena indoor dan karena ada tampilan visual yang harus kita nikmati, jalannya nggak cepet-cepet amat, jalurnya juga nggak seekstrim roller coaster biasanya.

Tau, kan, Jepang punya kereta monorel terbalik? Nah, di Universal Studios Japan ini ada roller coaster terbalik! Namanya Flying Dinosaur. Seperti namanya, bentuk roller coaster ini menyerupai pteranodon, salah satu jenis dinosaurus bersayap. Kita akan dibawa pteranodon terbang meliuk-liuk dengan cepat di angkasa. Yang satu ini kelihatannya serem banget roller coaster-nya!

Terakhir, gue mau naik Jurassic Park The Ride. Wahana ini adalah gabungan antara seluncuran dan naik perahu. Selama beberapa menit, kita akan duduk di dalam “perahu” menyusuri sungai masa lampau yang tenang. Di kanan dan kiri sungai akan ada robot-robot dinosaurus yang bergerak-gerak dengan penampilan cukup meyakinkan. Ada brontosaurus, stegosaurus, dan dinosaurus lain yang gue nggak hafal namanya. Bahkan sampai ada dinosaurus yang lagi mandi-mandi, lho. Kita nggak perlu menjalankan perahu dengan dayung atau harapan, karena perahu berjalan otomatis di atas jalur rel khusus. Sebelum “diterjunkan” dari ketinggian 25 meter, kita akan memasuki bangunan tertutup bernama “warehouse”, berjalan naik di dalam terowongan dengan makhluk-makhluk purba di kanan kiri kita, dan… cuuuuuusss, kita meluncur cepat ke bawah. Pasti bakal basah di titik klimaks ini, makanya setiap pengunjung diwajibkan memakai mantel yang disediakan.

 

Kesimpulan: Universal Studios Japan

Mudah-mudahan rencana perjalanan gue di atas bisa membantumu berkunjung ke Universal Studios Japan, ya. Minimal kita sama-sama udah ada gambaran soal transportasi umum, itinerari, perhitungan budget, dan wahana apa aja yang mau dinaiki. Masih banyak banget atraksi lainnya yang bisa kita pelajari bhaique-bhaique di situs resmi USJ Japan, tapi gue mau fokus di beberapa atraksi yang bener-bener gue minati aja. Selebihnya, biar waktu yang menentukan, ehehe. Enjoy Universal Studios and let me hear your stories.

Iklan

27 tanggapan untuk “Mempersiapkan Liburan ke Universal Studios Japan: Transportasi Umum, Pembelian Tiket, dan Memilih Wahana Recommended”

      1. Beberapa hari lalu aku sempat punya pemikiran seperti itu, bang. Gara-garanya karena aku banyak menemukan blogger yang sebagian besar atau bahkan seluruh artikelnya bukan merupakan pengalaman pribadinya, tapi hanya mengepul info dari internet.

        Lalu aku browsing dulu, mencari definisi blog dan website. Nggak oke banget kalo aku udah koar-koar tapi ternyata aku cuma sok tau, hehe. Ternyata, semua sumber yang kubaca mengatakan bahwa perbedaan blog dan website terletak pada frekwensi terbit tulisannya. Blog terbit secara berkala, sementara website tidak serutin itu.

        Sebagai traveler, kita tentu terbiasa mencari informasi dari berbagai sumber. Karena pengalaman dari satu traveler dengan traveler lainnya mungkin berbeda. Selain itu juga mempertimbangkan perubahan info seiring berjalannya waktu.

        Panduan ini memang tidak bisa berdiri sendiri, cuma bukan berarti tidak percaya sama sekali karena aku hanya mengumpulkan informasi dari sumber tepercaya (situs resmi USJ, situs resmi stored value card, situs Voyagin, dsb)

        Ada beberapa situasi dan kondisi yang menyebabkan seorang blogger menerbitkan tulisan perjalanan yang belum pernah ia alami sendiri. Bisa karena lomba, tawaran bekerjasama, atau kewajiban menghadiri event. Tak terkecuali koh Deddy yang menulis komentar di sebelumnya hehe. Beberapa waktu lalu aku, kak Lenny, kak Tracy, koh Sinyo, dan kak Titi juga membuat tulisan tentang penerbangan Scoot ke Berlin padahal kami sendiri belum merasakannya, baru diundang launching. Posisi tulisan ini kurang lebih seperti itu, untuk membagikan info tentang suatu produk (dalam kasus ini, situs Voyagin)

        Setiap blogger memiliki rezekinya masing-masing, bang. Aku pribadi punya alasan tersendiri kenapa berani menerbitkan tulisan ini.
        Kalau masih mau ngobrol, aku terbuka via PM Whatsapp bang. Terima kasih 🙂

      2. Bukan masalah persoalan frekuensei terbit. Blog bisa saja tiap hari atau bahkan sehari 2x menerbitkan artikel, cerita/pengalaman perjalanan klo travel blogger. Kalo memang banyak, atau dibikin berseri misalnya. Bisa saja.

        Lain hal klo thetravelearn kau sebut sebagai portal, buat informasi saja, ya aku ga bakal komentar. Menulis tentang suatu wisata based on research, tanpa pernah mengunjunginya. Banyak betebaran.

        Misal aku mau kasih informasi tentang pantai paling cakep di Indonesia, ga mungkin nyebut pink beach meski research mengatakan demikian, sementara belum kesana.

        Ini bukan soal rejeki2an juga sih. Balik lagi, ini blog apa portal 🙂 Thanks

      3. Aku juga berpikir begitu, bang. Aku cuma share aja dari apa yang kudapat tentang perbedaan blog dan website.

        Bang, ini janjiku buat diriku sendiri dan buat kamu (eh, jadi kayak romantis gini): aku berkomitmen untuk terus membagikan cerita perjalananku sendiri di sini. Mungkin sekali dalam berapa bulan akan membuat tulisan advertorial seperti ini, tapi yang jelas nggak akan mengaburkan identitas thetravelearn sebagai personal travel blog. Kalaupun harus membuat tulisan seperti ini lagi, aku tetap stick dengan gaya bahasa personalku, supaya feeling sebagai personal travel blog-nya tetap ada.

        Anyway, makasih sudah mampir dan sudah mengingatkan bang.

  1. oot sedikit…. DESPICABLE MEEEEEEEEEEE~~~~~

    omg info soal 1 day pass nya membantu banget! sebagai orang yang hobi nyasar kayanya bagus beli pass yang emang lengkap kali ya secara jalur kereta disana tidak sesederhana KRL bekasi-bogor (yakale dibandingin)

    btw baru tau juga soal voyagin. selama ini beli lewat lapak sebelah. mau cobain voyagin juga ah, thanks infonya kak dan salam kenal!

  2. sama dong, kak…aku juga ga begitu tertarik jalan-jalan ke themed park. lebih suka blusukan kemana-mana dan tahu lebih banyak tentang kota yang dikunjungi.
    tapi kalo travelingnya bareng si boy pastinya anak kecil lebih senang diajak ke themed park.
    dan Jepang adalah salah satu kota impiannya, katanya mau ketemu Ultraman. um..tapi ke Jepang lumayan mahal ya dibanding negara asia lainnya.
    semoga kita dapat rejeki ya bisa liburan ke Jepang 🙂

  3. wah, kita sama nugi, saya pun kalau berkunjung kesuatu negara jarang ke wahana atau themed parknya (mungkin kalau bawa anak akan lain ceritanya) lebih suka melihat kehidupan masyarakatnya. Tapi setelah membaca postingan ini jadi tertarik nih untuk mengeksplore universal studio japan. tentunya kalau ke jepang suatu hari nanti

  4. Duh mau ke Jepang itu harus punya persiapan khusus Mat, apalagi masalah duit… pokoknya harus prepare sedini mungkin ya. 😀
    Anyway gw kaget harga tiketnya aja 1 juta, tapi karena memang dream destination tetep bakalan bela-belain yah hehe.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.