Akomodasi, DKI Jakarta, Indonesia, Review, Travel

Favehotel Melawai (Dekat Stasiun MRT Blok M), Hotel Murah Tapi Kamar dan Sarapannya Juara!

Nyaman menginap di Favehotel Melawai

Gue udah pengen banget cobain MRT Jakarta sejak ia resmi beroperasi secara komersil pada April 2019. Karena bertahun-tahun hanya bisa merasakan MRT di negara-negara tetangga, gue jadi nggak sabar ketika akhirnya ibukota gue tercinta memiliki Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transportation ini. Apalagi, foto-foto dan video dari temen-temen sesama traveler dan blogger berseliweran di kanal media sosial. Setelah berminggu-minggu hanya bisa ikut merasakan keseruannya melalui gawai, akhirnya tanggal 4 Mei 2019 gue bisa menunggangi Ratangga dengan menginap di Favehotel Melawai.

Gue sengaja mencari hotel yang berada dekat dengan stasiun MRT Jakarta, maksimal berada dalam radius 1 kilometer. Misi gue bukan hanya sekadar naik MRT sekali lalu selesai. Gue berambisi untuk menjelajah stasiun-stasiun MRT dan tempat-tempat menarik di sekitarnya. Dengan bantuan Google Maps, gue merunut rute MRT Jakarta dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia untuk mencari hotel mana aja yang berada dekat dengan stasiun. Ada beberapa nama yang menjadi pertimbangan. Namun setelah mempertimbangkan harga dan fasilitas, pilihan jatuh ke Favehotel Melawai. Favehotel Melawai ini harganya ekonomis, tapi tampilannya mempesona dengan fasilitas yang menggoda.


Lokasi Favehotel Melawai

Lokasi Favehotel Melawai ini bagus banget! Alamatnya ada di Jalan Melawai IV no. 3-11, persis di belakang Blok M Square! Begitu sampai Stasiun MRT Blok M, turun melalui Exit A. Setibanya di bawah, berbelok ke kiri, lalu seberangi jalan. Sampai di seberang jalan, ambillah arah kiri, lalu ambil arah kanan menuju Blok M Square. Masuklah ke dalam Blok M Square sampai keluar di pintu belakang. Nah, dari situ hotelnya udah kelihatan di seberang jalan kecil. Untuk lebih jelasnya, tonton video gue di bawah ini.

Sebetulnya, exit yang betul itu exit D, jadi nggak perlu menyeberang jalan. Tapi saat itu Exit D belum selesai dibangun. Jadi kalau nanti sudah beres, pilih Exit D (Jalan Melawai) aja ya.

Selain dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan, macam-macam tempat makan dan hiburan menjamur di sekelilingnya. Di sebelahnya ada minimarket, di sebelahnya lagi ada Kopitiam Oey Melawai yang ternyata adalah bagian dari hotel. Saat malam, area di belakang Blok M Square meriah dengan deretan street food yang murah tapi isinya meriah! Ada banyak penjual nasi dan lauk pauk prasmanan dengan menu yang beraneka ragam. Gue beli nasi ayam suwir dan krecek, total cuma Rp 30ribuan buat berdua. CafΓ© dan coffee shop ada banyak! Fast food restaurants atau warung-warung sederhana juga melimpaaahhh. Lalu yang jelas, kawasan Little Tokyo (jalanan yang kita lewati di antara stasiun MRT dan Blok M Square) yang berjajar bar dan kedai-kedai ala Jepang juga hanya sepelemparan tulang. Ulasan lebih lanjut soal makanan tadi akan gue tulis terpisah.

Stasiun MRT Blok M

Pokoknya, lokasi Favehotel Melawai ini aduhay! Kalau mau keliling kota dengan busway TransJakarta atau angkot/mikrolet juga ada.


Kamar Favehotel Melawai

Walaupun hotel budget, tapi kamar Favehotel Melawai nggak terkesan sempit lho. Gue mendapat kamar di lantai 2, tepatnya di kamar 221. Begitu pintu terbuka, kita akan dihadapkan dengan cermin memanjang di sisi kiri dan kamar mandi di sisi kanan. Di depan kamar mandi ada hanging corner, safety box, dan slippers.

Safety box dan slippers Favehotel Melawai
Kamar mandi Favehotel Melawai, lega!

Gue diberikan kamar queen bed yang diapit coffee table di kedua sisinya. Masing-masing sisi dilengkapi dengan colokan listrik, jadi nggak rebutan sama partner-nya kalo pas nginep berdua. Di sisi kiri tempat tidur juga ada space kecil dengan jendela. Walaupun jendelanya nggak besar, tapi lumayan banget buat menikmati pemandangan dan sirkulasi cahaya alami. TV layar datar dengan layanan televisi kabel diletakkan di seberang ranjang.

Di bawah TV ada kursi dan meja kerja dengan ukuran proporsional yang dirancang memanjang. Nah, sukanya gue sama Favehotel ini, teko listrik dan complimentary drink (kopi, teh, krimmer, gula, air mineral) tetap disediakan! Jadi bisa tetep ngopi-ngopi di kamar sambil leyeh-leyeh. Menu room service juga diletakkan di atas meja. Ulasan soal makanan bisa dibaca di bagian bawah ya.

Air mineral, teko listrik, kopi, dan teh Favehotel Melawai
Kamar Favehotel Melawai yang minimalis, tapi nggak terkesan sempit

Surprisingly, kamar mandinya lebih luas dari yang gue duga. Area kering dan area basah dipisahkan oleh sekat kaca. Amenities yang tersedia adalah handuk utama, handuk keset, sabun cair, odol, sikat gigi, dan gelas berkumur.

Warna magenta sebagai ciri khas Favehotel disematkan pada bagian headboard dan ornamen-ornamen lainnya. Warna netral tetap menjadi warna dominan, jadi ruangan tetap terkesan nyaman dan nggak melelahkan. Simak videonya ini untuk melihat proses check-in dan masuk kamar untuk pertama kalinya!


Desain Interior Kopi Oey Melawai

Favehotel Melawai adalah hotel kedua yang pernah gue inapi yang menyediakan sarapan dan room service di sebuah restoran yang berdiri di luar bangunan hotel (yang pertama adalah Vio Hotel Surapati Bandung). Bedanya, Kopi Oey Melawai ini berada dalam satu kepemilikan dengan Favehotel Melawai, jadi bisa dibilang bahwa Kopi Oey adalah bagian Favehotel Melawai.

Memasuki Favehotel Melawai
Indoor (kiri) dan outdoor seating area Kopi Oey Melawai
Nuansa peranakan yang kental di Kopi Oey Melawai

Sama seperti franchise Kopi Oey lainnya, Kopi Oey Melawai juga dirancang dengan interior bergaya peranakan (Tionghoa-Melayu). Dindingnya diisi dengan lukisan-lukisan dan poster-poster iklan bernuansa tempo doeloe. Lampu-lampu berwarna keemasan berpendar di dalam sangkar-sangkar burung yang tergantung di bawah langit-langit ruangan utama dan fasad bangunan.

Secara garis besar, restoran dibagi dalam 2 area: smoking room (bagian depan) dan non-smoking room yang berada di bawah, menjorok ke dalam. Keduanya sama-sama tidak ber-AC, jadi cocok buat kamu yang nggak suka dengan udara AC. Tapi Kopi Oey menyediakan 1 ruangan ber-AC yang ada di sudut non-smoking area. Kursi-kursi kayu dan kursi sofa dengan kaki-kaki dari besi ditata mengelilingi meja-meja bundar dan persegi. Di area smoking juga ada kursi-kursi dari anyaman bambu, berdiri atas lantai kayu.

Non-smoking area Kopi Oey Melawai
Smoking area Kopi Oey Melawai
Lama-lama adem juga di Kopi Oey Melawai ini

Colokan listrik dan wifi tersedia. Buat yang udah connect dengan wifi hotel, nggak perlu connect lagi di sini. Sinyalnya setrong!


Sarapan dan Makan Siang di Kopi Oey Melawai

Sesaat setelah check-in dan meletakkan barang bawaan di dalam kamar, gue segera melipir ke Kopi Oey Melawai karena sudah menahan lapar dan haus dari pagi yang hanya sarapan setangkup roti dan mi gelas tanpa kopi. Di menit-menit pertama, ruangan Kopi Oey memang terasa panas. Gue baru saja melakukan perjalanan dari Stasiun Gambir ke hotel dengan busway dan MRT, memanggul backpack 32 L dan memakai jaket. Tapi lama-lama adem juga, gue merasa nyaman di Kopi Oey, kipas-kipas angin yang berputar pelan di atas kepala gue menjalankan tugasnya dengan baik. Saat itu suasananya cukup ramai dan ruangan AC pun udah penuh.

Sego Ireng dan Es Teh Tarik Kopi Oey Melawai
Nasi Goreng Teri Medan Kopi Oey Melawai

Gue memesan es teh tarik (yang porsinya banyak banget) dan Sego Ireng yang menjadi salah satu signature dish Kopi Oey. Sego Ireng disajikan dengan ayam serundeng, telur orak arik, sambal, dan acar. Ada sedikit rasa gurih pada nasi, jadi disantap dengan sambel pun udah enak. Nah, warna hitam pada Sego Ireng didapat dari klewek. Sementara itu, Oky Maulana (rekan meet up siang itu) memesan Nasi Goreng Teri Medan.

Rasanya nggak mengecewakan, dan harganya standar cafΓ© Jakarta. Dengan harga Rp 80ribuan, kita udah bisa leluasa memesan menu main dish dan minuman. Sama seperti Kopi Oey lainnya, Kopi Oey menawarkan menu makanan nusantara dan peranakan. Kopi Oey Melawai menerapkan SOP dari Kopi Oey pusat, jadi nggak perlu ragu dengan kualitas dan orisinalitasnya.

Menu utama sarapan Favehotel di Kopi Oey Melawai
Roti dan sereal, Favehotel Melawai
Konter mie ayam saat sarapan di Favehotel Melawai (Kopi Oey)
Puding, ubi, dan kacang ada saat sarapan di Favehotel Melawai (Kopi Oey)

Sarapan berlangsung dari jam 6:00-10:00, cukup lama untuk sebuah hotel budget yang biasanya hanya selama 3 hingga 3,5 jam. Di dalam smart card yang diberikan resepsionis sudah diwanti-wanti untuk menikmati sarapan antara jam 6:00-9:00 demi menghindari penumpukan penumpang tamu hotel. Makanya, jam 6:00 pagi gue udah bangun (meski rasanya masih ngantuk banget), lalu kurang sejam kemudian sudah tiba di Kopi Oey.

Surprisingly, sarapan di Favehotel Melawai lebih lengkap dari yang gue duga! Selain main dish (nasi, kwetiaw goreng, pok choi, bakwan, dan sambal goreng daging sapi), juga ada: mie ayam, soto ayam, bubur ayam, puding, ubi, kacang rebus, salad, buah, omelet, roti tawar, dan sereal. Susu, kopi, dan teh tersedia. Padahal di hotel budget lain yang harganya sama-sama di kisaran Rp 300ribuan, sarapannya paling-paling hanya beberapa set makanan a la carte dengan pilihan yang sangat terbatas. Kalau pun sama-sama prasmanan, nggak akan sebanyak itu menunya. Jadi memang Favehotel Melawai ini worth the price banget!

Mie ayamnya Favehotel Melawai ini enak banget lho
Menu sarapan gue di Favehotel Melawai (Kopi Oey)

Fasilitas Hotel dan Kesimpulan Favehotel Melawai

Favehotel Melawai memang hanya menyediakan fasilitas dasar bagi tamunya. Hanya ada kamar-kamar tamu, restoran, meeting room, dan lobi. Namun, lobi dan sudut-sudut hotel yang lain dipoles dengan cantik. Di lobi, putih tetap menjadi warna dominan, dengan aksen warna magenta (atau fuchsia?) yang dipercikkan di beberapa titik. Ada kursi-kursi empuk, seni mural pada dinding, dan lampu gantung yang diletakkan dalam sangkar burung.

Dengan harga di kisaran Rp 300ribuan, Favehotel Melawai ini recommended banget. Serius! Beberapa alasannya adalah:

  • Mudah dijangkau dengan MRT dan TransJakarta
  • Mudah mencari tempat makan, belanja, dan nongkrong
  • Kamar luas untuk ukuran hotel budget
  • Ada slippers dan teko listrik
  • Kamar mandinya luas dengan material yang proper (bukan kamar mandi kapsul)
  • Sarapannya berlimpah!
  • Ada room service (layanan antar makanan) dengan harga yang sangat masuk akal

Lobi Favehotel Melawai yang minimalis tapi manis

Jadi recommended-nya bukan cuma buat kamu yang mau mencari penginapan di dekat stasiun MRT, tapi juga recommended buat di seluruh Jakarta Selatan dan Pusat untuk keperluan apa pun. Gimana menurut kamu?

Iklan

50 tanggapan untuk “Favehotel Melawai (Dekat Stasiun MRT Blok M), Hotel Murah Tapi Kamar dan Sarapannya Juara!”

  1. Ciri khas Favehotel yak,, manis2 minimalis gitu.. Sebagai anak milenial, colokan listrik krusial tuh, kalau di 2 sisi masing2 ada, itu ngebantu banget…

    -Traveler Paruh Waktu

    1. Sentuhan warna magenta di kamar sukses jadi pemanis biar desain modern minimalis nggak terkesan kaku πŸ™‚

      Sebagai pecinta kuliner dan budaya peranakan dan melayu, aku juga suka banget sama konsep Kopi Oey.

  2. Teguh, sebetulnya hotelnya menarik dengan lokasinya yang deket banget sama stasiun MRT. Tipe hotel yang gw sukain lah, bisa tinggal di suatu tempat dan bisa pergi ke mana-mana.

    Tapi sayangnya kok kamarnya cuman jendela sempit gitu doang ya? Padahal di Hotels.com, jendela kamarnya luas deh.

  3. wah rekomendasi nih klo pas ke jaakarta, deket pula sama stasiun MRT, walaupun blm pernah coba MRT nya sih hehe..
    untuk sekelas fave emang dimana2 sepertinya sama ya, dan pasti ada tema tersendiri. DItambah ada kopitiamOEY malah jadi nilai plus untuk para pecinta kopi…
    thx sharingnya mas:D

  4. Wuaah .., ini ter~Nyat banget namanya .., gegara pengin numpang MRT dibela-belain nginep di hotel ketje pulaak ..

    Mantul perjuanganmu, maaas … πŸ˜‰

    Tjakep ya interior kafenya …, , kayak di Hong Kong betulan.

  5. Akhirnya aku pun merasakan keseruan MRT, telat bangat yach.

    Aku pernahnya Fave Hotel Kelapa Gading, makanan dan kamarnya oke sich menurut aku. Enaknya Fave Hotel Melawai itu dekat kemana-mana yach.

    1. Naaahhh rencananya kalo nanti LRT udah beroperasi, aku mau staycation di sana karena lokasinya dekat stasiun LRT. Favehotel ini lokasinya selalu juara! Di Bandung, Favehotel ada di Cihampelas sama Paskal, dua lokasi strategis.

  6. Iya nih, MRT di Jakarta udah ada tapi aku belum nyobain juga.
    Padahal pengalaman naik MRT di negeri tetangga berkesan banget, sampe dulu pernah ditanyain petugas imigrasi, “Mau ngapain di sini?” Jawabannya, naik MRT. Wkwkwkwk.

    Sebagai traveller yang main ke Jakarta, hotel fave Melawai ini cucok. Hotelnya worth the money kalo lihat review-mu. Next visit ke Jakarta cobain ah.

  7. Fave Hotel yang di Blok M memang tempatnya strategis. Selain dekat stasiun MRT, dekat halte Busway, dekat mall (Blok M Plaza) dan juga dekat tempat makan murah (sekitaran ayam gantari dan penjual gultik). Juga dekat areal Little Tokyo, sih … (Eh, ini nggak usah disebut ya?)

  8. astaga, udah lama banget gue engga blog walking ke sini, Gie haha
    artikel lo selalu detail dan menarik. apa lg sekarang lengkap sama videonya. keren, terbaiklah!
    btw gue iri banget, belom sempet nyobain mrt jakarta dong 😦

  9. Aku salfok dengan namanya. Keinget optik πŸ˜€
    Tapi kesan liburannya juga dapet. Melawai lebih cocok untuk nama hotel ketimbang optik hahaha. Apik hotelnya.

  10. Fasilitasnya lengkap dengan harga segitu, menu-menunya amboi … terus dekat sama stasiun transportasi umum. Bakal jadi lebih ramai hotel ini πŸ˜€

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.