Menuangkan Asa Untuk HUT Jakarta

Bareng Ridho, bunda Ety, dan Tasya di Kota Tua Jakarta

Hari Ulang Tahun DKI Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2022 selalu membuat gue ikut merasa gembira. Bukan karena gue anak PRJ-goers atau apa, tapi karena.. tanggal HUT Jakarta tepat satu hari sebelum ulang tahun gue sendiri di tanggal 23 Juni hehe. Rasanya kayak seisi ibukota ikut bersukacita merayakan hari lahir gue. 

Buat gue, Jakarta adalah rumah setelah Yogyakarta dan Bandung. Ia tak hanya menjadi titik di mana perjalanan-perjalanan lintas negara itu bermula. Ia juga tak hanya menjadi tempat bertamu menerima undangan untuk mengulas penginapan ternama. Namun ia juga pernah menjadi rumah tempat gue berkarya dan membangun asa. 

Malahan, Jakarta adalah tempat pertama gue bekerja (juga tempat magang sebagai mahasiswa). Gue magang sekitar 1 bulan di tahun 2012 di sebuah brand activation agency. Kantornya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Desember 2013 hingga Februari 2014 gue menjalani masa pelatihan dalam program Management Trainee sebuah perusahaan retail terkemuka, yang lalu dilanjutkan di bulan Mei sebelum akhirnya memutuskan kontrak. Saat itu kantornya ada di daerah Kemayoran dan Ancol. 

Tahun 2015-2020, meski sudah bekerja dan tinggal di Bandung, gue tetap bolak-balik Jakarta untuk sekadar melakukan perjalanan atau menerima undangan freelance job sebagai blogger. Malah di 2019-2020, gue terkadang ke Jakarta untuk urusan pekerjaan kantor, rapat dengan klien dan semacamnya. Rekor tertinggi adalah 4x ke Jakarta dalam 1 bulan 😂


Andai Menetap di Jakarta

Seandainya gue tinggal (lagi) di Jakarta, rasanya akan ada banyak hal yang bisa gue lakukan tiap hari. 

Mungkin berbeda dengan sebagian travelearners di sini, I love living in a big city like Jakarta. Seringkali gue membayangkan pulang-pergi kerja naik MRT Jakarta atau KRL Commuter Line dari pagi-pagi hingga malam hari. Sebelum pulang ke kost atau apartemen, nongkrong-nongkrong dulu di convenience store sambil minum es kopi. Sampai di kost istirahat, mandi, nonton atau browsing bentar, terus tidur. Repeat.

Membayangkan jadi anak MRT Jakarta

Gue tentu nggak akan mengandalkan paket kuota telepon seluler semata, tapi sekalian pasang penyedia layanan wifi cepat untuk internet rumah seperti IndiHome. Doyan nonton soalnya, euy! Dari binge-watching series di Netflix, fanboying sama grup-grup K-pop favorit, sampai virtual traveling dengan Youtube.

Nama IndiHome sebagai penyedia layanan internet rumah dari Telkom Group ini memang sudah banyak dikenal. Dengan layanan internet rumah yang baik, tiap weekend dan sepulang kerja gue bisa dengan mudah dan cepat memanjakan diri. Sebagai travel blogger/vlogger dan Instagram influencer, setidaknya 1 minggu sekali gue akan menggunakan internet rumah untuk upload tulisan baru, vlog Youtube, atau IG Reels yang mana membutuhkan kuota berlimpah.

Andai gue tinggal di Jakarta dan bekerja dari rumah (Work From Home) seperti yang sudah gue jalani sejak Maret 2020, internet rumah juga bakal jadi kebutuhan yang tak terelakkan. Ketika internet menjadi hiburan dan pelarian utama, maka akses cepat harus jadi prioritas. 


Apa yang Disuka dari Jakarta

Gue adalah pecinta gedung pencakar langit, atau gedung dengan arsitektur apa pun pada umumnya. Itulah mengapa perjalanan gue lebih banyak diisi dengan penjelajahan kota alih-alih bersantai di pantai atau menyelami laut biru seperti banyak pelancong lainnya. Gue juga penyuka kereta api, khususnya sistem angkutan massal seperti MRT dan LRT. Itulah mengapa Jakarta akan menjadi tempat yang menyenangkan untuk gue tinggali, setidaknya sepanjang masa muda gue. 

Panorama malam hari gedung-gedung perkantoran dari rooftop Pomelotel Jakarta Selatan

Berharap di HUT Jakarta yang ke-495 ini, nyaris setengah abad, Jakarta semakin hebat! Hebat infrastrukturnya, hebat transportasi umumnya, hebat area hijaunya, hebat juga konektivitasnya. Sebagai bagian dari BUMN, gue harap Telkom Group bisa menyediakan akses internet publik dan internet rumah melalui IndiHome yang bisa diandalkan warganya. 

Saat kelak sudah genap berusia setengah abad, gue berharap Jakarta sudah “dipenuhi” dengan jalur-jalur MRT, LRT, dan kereta api cepat (high speed train). Stasiun-stasiun terintegrasi, pemberhentian antar moda terkoneksi, dan pejalan kaki difasilitasi semakin lagi. Dengan atau tanpa status sebagai ibukota, Jakarta tetap akan menjadi connectivity hub bagi Indonesia. Internet pun berperan besar dalam proyek-proyek mega tersebut, menjadi “bahan bakar” bagi pengguna untuk mengakses informasi, membeli tiket, dan fungsi-fungsi lainnya via aplikasi atau website.


Gue yakin, Jakarta sangat kompetitif dengan ibukota-ibukota tetangga seperti Kuala Lumpur dan Bangkok. Berharap semakin bertambahnya usia, Jakarta semakin mawas diri agar semakin nyaman ditinggali. Siapa pun pemimpinnya kelak, biar transformasi tak berhenti. 

Segenap rombongan walking tour di MRT Jakarta

Nggak sabar ingin kembali menjelajah Jakarta. Kabarnya beberapa stasiun KRL Commuter Line dan halte TransJakarta sudah direnovasi agar semakin terintegrasi dengan berbagai moda transportasi. Nah, kalo kamu, apa yang disuka dari Jakarta, dan apa harapanmu untuk HUT Jakarta?

7 komentar

  1. :”) aku jd pgen ke Jakarta Fair, Guh.

    Tapi malas rasanya untel-untelan di lautan manusia.

    1. Iyo bener, Ry. Aku pun males ke acara yang terlalu crowded gitu. Kalo dateng, habis itu aku butuh waktu sendiri recharge energi 😂

  2. bebeb, kita belum ada foto di Jakarta… next agendakan ya… masa belum ada potret syantiek di ibukota

    1. Siap! Foto di stasiun MRT dan monas minimal.

  3. Aku ga pernah nyangka bakal tinggal di Jakarta. Krn jujurnya dulu males bgtttt ke sini 🤣. Ga tahan macetnya. Tapi memang jodoh ga kemana, malah dpt kerjaan dan suami di sini 🤣.

    Lamq2 jadi cinta. Dan menganggab JKT skr rumah, sementara Medan, hanya utk liburan 😄.

    Akupun berharap JKT makin maju koneksi transportasinya mas. Biar jadi kayak Bangkok, singapur dan KL yg transportasinya udah oke dan mudah kemana2.

    Kalo soal sinyal WiFi, dari dulu aku juga pake indihome. Dr awal nikah malah. Keluarga papa di Medan dan adek2 juga pake itu. Udh percaya sih. Stabil soalnya. Dibandingin Ama provider lain yg suka mati idup, atau baru terbatas di kota2 besar doang. Jadi belum tertarik utk ganti provider lain. Indihome udah memuaskan 😄

    1. Tos kita punya harapan yang sama, mbak. Iyes, Bangkok meski jalur MRT dan BTS belum banyak tapi integrasinya udah bagus.

      Yay Indihome langganan kita semua wkwk

  4. selamat ulang tahun, panjang umur, sukses terus sama kerjaan
    aku belum menginjakkan kaki di kota lama, seru juga ya foto-foto disana
    tapi kadang rame banget ya apalagi kalau pas weekend

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

LIZA FATHIA

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

PAPANPELANGI.ID

Berjalan, Bercerita; semoga kita terbiasa belajar dari perjalanan

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Eviindrawanto.Com

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Winny Marlina

Winny Marlina - Whatever you or dream can do, do it! lets travel

Olive's Journey

What I See, Eat, & Read

tindak tanduk arsitek

Indri Juwono's thinking words. Architecture is not just building, it's about rural, urban, and herself. Universe.

dananwahyu.com

Menyatukan Jarak dan Waktu

%d blogger menyukai ini: