Pengalaman Menginap di 3 Hotel Palembang, Dekat LRT Sumsel!

Bolak-balik ke Palembang sepanjang 2021, ada setidaknya 3 hotel yang gue inapi. Ada yang buat pelarian tercepat setelah perjalanan panjang, ada juga yang untuk menghilangkan jenuh di akhir pekan. Ketiganya adalah Batiqa Hotel Palembang, Aston Hotel & Convention Center Palembang, dan Amaris Hotel Palembang.

Tapi karena selama di sana gue murni menginap untuk liburan, bukan buat pekerjaan review, jadinya foto-foto gue pun sekadarnya. Apalagi, masing-masing hanya gue inapi selama 1 malam, jadi tak ada banyak waktu untuk eksplor.

Walhasil, pengalaman menginap di 3 hotel di atas gue rangkum dalam satu tulisan ini. 


Batiqa Hotel Palembang

Gue menginap di Batiqa Hotel Palembang segera setelah tiba di Palembang setelah melakukan perjalanan darat + laut dari Yogyakarta via Bandung, yang ceritanya bisa dibaca di sini.

Batiqa Hotel Palembang

Ini adalah kali kedua gue menginap di Hotel Batiqa setelah sebelumnya di tahun 2018 mencicipi Batiqa Hotel Cirebon untuk menghadiri acara pernikahan kolega bersama kantor (hotelnya juga ditanggung perusahaan). Saat di Cirebon, kesan pertamanya nggak bagus. Kamarnya sempit dengan interior yang juga biasa saja. Tapi di Batiqa Hotel Palembang ini, seluruh kesan pertama yang buruk tadi ambyar. Gue sukak banget Batiqa Palembang ini!

Yang Gue Suka dari Batiqa Hotel Palembang

Desain interior kamarnya! Pertama, cukup lega. Kedua, kaya elemen kayu. Ketiga, toiletnya menggunakan bidet (bukan watergun biasa) dan bilik pancurannya menggunakan rainforest shower.

Suka banget sama area kerja Batiqa Hotel Palembang
Suka juga sama bilik pancuran Batiqa Palembang
Menikmati malam dari Batiqa Hotel Palembang

Keempat, dan ini yang paling gue sukai, adalah working station yang sangat sangat proporsional. Meja kayunya lapang dan kokoh, mendampingi working chair model putar, yang empuk dan nyaman. Ah, Hotel Batiqa Palembang ini cocok banget buat workcation deh. Gue mau banget nginep di sini lagi 😍😍😍

Oh iya, gue juga suka dengan fasilitas sofa yang menghadap jendela lebar berpemandangan kota Palembang. 

Sebaliknya, Ara justru kurang suka dengan Batiqa Hotel Palembang karena bidetnya nggak pengertian buat perempuan yang lagi mens.

Lokasi Batiqa Hotel Palembang

Nah, gue juga demen nih lokasinya. Nggak cuma di pusat kota, tapi juga dekat dengan taman Kambang Iwak Besak dan kawasan perkafean (ada Starbucks). Lokasi persisnya ada di Jalan Kapten Rivai no. 219, 26 Ilir D.1, Ilir Barat 1, Palembang. Tempat makan dan tempat nongkrong nggak susah dicari. Stasiun LRT terdekat adalah Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, yang mudah diakses dari Palembang Icon Mall.

Gue suka suasana di sekitar Kambang Iwak karena asri seperti di Bandung. Jalanannya yang tanggung diapit oleh pepohonan rindang, lalu ada cafe di sini dan di sana. 

Saat check-in di Batiqa Hotel Palembang
Pemandangan kota Palembang dari Batiqa Hotel
Santai di lobi Batiqa Hotel Palembang (difoto Ara)

Oh iya, gue juga suka sama lobi atau reception area Batiqa Hotel Palembang. Kaya elemen kayu dan tradisional, seperti motif batik dan kursi-kursi rendah.

Sayangnya gue nggak menyertakan sarapan dalam pengalaman menginap kali ini. Tapi dengan rate harga di kisaran Rp300 ribuan hingga Rp400 ribuan, Batiqa Hotel Palembang is one of my most recommended hotel in town.


Aston Hotel & Convention Center Palembang

Kebalikan dari Batiqa, di Aston gue malah banyak ambil foto saat breakfast di restoran daripada foto kamarnya sendiri. Secara, gue sama Ara foto-foto dengan baju pernikahan di sini 😍

Foto-foto dibantu oleh Bimo, temen deket Ara di Palembang

Kamarnya standar Aston sih, tipe-tipe kamar elegan yang seiring berjalannya waktu akan terlihat biasa saja. Ngerti nggak sih? Iya luas, rapi, bersih, nyaman, tapi nggak ada satu kesan atau perasaan kuat yang timbul. Di situs-situs pemesanan hotel, foto-foto kamarnya memang terlihat shining and splendid. 

Yang Gue Suka dari Aston Palembang

Meja dan kursi kerjanya cukup proporsional. Meski tetep belum seoke di Batiqa, tapi nggak bikin cengo kayak Aston Hotel Bandung. Kursi kerjanya empuk seperti sofa dengan tinggi yang pas. Selain itu, juga ada sofa merah untuk bersantai. Ara suka duduk dan foto-foto di sofa ini.

How beautiful is she! Ara and the red chair.
Puas dengan sarapan di Aston Hotel Palembang

Menu sarapannya enak-enak! Salah satu sarapan hotel terlezat yang pernah gue nikmati. Menunya juga lengkap banget. Pokoknya nasi goreng, sayur, daging, buah, kue, roti, sampai kuliner khas Palembang ada semua. 

Oh iya, gue suka banget desain interior restoran, lobi/reception area, dan in-house cafe-nya. Kesannya sophisticated, tapi nggak berlebihan. Apik, elegan, mengilap. Sayangnya gue udah nggak mood foto-foto di area ini karena udah capek foto-foto pernikahan, dan kondisi check-in/check-out selalu ramai orang. Jadi, monggo diintip aja dari foto-foto restoran ini hehe.

Lokasi Aston Hotel Palembang

Hotel yang berada di bawah naungan Archipelago International ini beralamat di Jl. Jend. Basuki Rachmat no. 189, kec. Kemuning, Palembang. Gedungnya menjulang di seberang Favehotel Palembang yang gue sambangi tahun 2020 lalu.

Sama, di sini juga nggak susah cari tempat makan, tongkrongan, bahkan pusat perbelanjaan. Nggak terlalu jauh pun dari stasiun LRT Palembang


Amaris Hotel Palembang

Hotel terakhir yang gue ceritakan ini lokasinya deket kost gue di Palembang. Lokasinya juga asik banget, tinggal beberapa meter jalan kaki dari Stasiun LRT Demang Lebar Daun dan RS Bhayangkara Palembang tempat kami melakukan swab test PCR.

Amaris Hotel Palembang

Kamarnya sih standar budget hotel. Ranjang diapit nakas minimalis, working station sederhana di sudut ruangan, air mineral tanpa coffee/tea maker facilities, dan bathroom area secukupnya. Syukurlah ada dispenser air minum di lorong (juga lobi). Jadi bisa seduh kopi panas sendiri.

Ada sedikit cerita lucu di sini. Saat check-in, gue kaget kenapa di hotel sekelas Amaris ada welcome drink berupa teh dan kopi panas di reception area. Tapi gue pikir, mungkin udah upgrade fasilitas kali ya. Jadi gue dan Ara ambil satu buat dibawa ke kamar. 

Fasilitas kamar Amaris Hotel Palembang
Pemuda penggemar kereta api menatap LRT Palembang (difoto Ara)

Malam harinya, ada rombongan ibu-ibu yang check-in berjamaah. Seorang wanita yang sepertinya pemimpin rombongan atau acara, mempersilakan mereka mengambil teh/kopi. Eh, okay, jadi itu fasilitas mereka ya? Apalagi, besoknya free welcome drink itu udah nggak ada lagi di situ 😂

Yang Gue Suka dari Amaris Hotel Palembang

Pemandangannya! Biar kamarnya minimalis, tapi menghadap ke lintasan rel LRT Palembang. What a treat for a rail enthusiast like me! Gue sama Ara memang sengaja memilih kamar yang pemandangannya bagus. Mulai sekarang, gue mau biasain diri memilih arah kamar saat check-in deh.

Selain itu, gue juga suka sarapannya. Enak, ragamnya lumayan untuk sekelas budget hotel. 

Ruang makan Amaris Hotel Palembang
Menu sarapan di Amaris Hotel Palembang

Yah, pokoknya kalo butuh budget hotel di Palembang lagi, bolehlah di Amaris. Ara juga suka. Menurutnya, biar sederhana, tapi bagus. Terlihat perbedaan antara hotel murah murahan dengan Amaris yang murah tapi dikelola jaringan hotel besar ternama.

Baca Juga: Pengalaman Menginap di Amaris Hotel Bandung


Next kalo staycation di Palembang lagi, mau nginep di hotel bintang 4 ke atas (wishlist kami adalah Hotel Santika Bandara itu) atau hotel instagrammable yang gue temukan di situs OTA beberapa waktu lalu. Kamu ada request hotel Palembang mana yang mau gue review?

Nah, dari 3 hotel di atas, ada yang mau nambahin testimoni atau cerita pengalamannya nggak? Buat gue, dibandingkan dengan ASTON Hotel & Conference Palembang dan Amaris Hotel Palembang, Batiqa Hotel Palembang adalah favorit. 

5 komentar

  1. Batiqa aku sukaaaaaaa. Terakhir ke Palembang aku stayed di sana juga mas. Tapi ya ituuu, dasarnya penakut , aku yg sok sok an traveling solo, malah takut di hotel 🤣🤣🤣🤣. Malamnya LGS telp suami minta nyusul pagi2 hahahahah.

    Trus sarapan Batiqa enaaaaak. Ada celimpungan, ada laksan, yg khas Palembang bangettt. Trus di samping hotel ada pempek candy. Aku makan di situ soalnya, paling Deket, pas masih sendiri belum datang suami.

    Aku pengen nginep di Arista hotel Palembang kalo ntr kesana lagi mas. Penasaran soalnya. Kemarin itu sempet mau di Arista. Tapi aku pikir kemahalan kalo utk solo traveling, kec Ama suami. Eh malah tau ya ketakutan wkwkwkwk. Hiiih nyesel. Soalnya memang cocok buat berduaan 😁

    1. Iya, mbak. Di sekitar Batiqa banyak tempat makan enak.
      Wah, next di Batiqa lagi bakal include sarapan.

      Aku juga mauuuu ke Arista karena lokasinya deket jalur LRT kan 😍

  2. pertengahan 2018 pernah nginap juga di Batiqa Cirebon, asik tempatnya juga makanannya. waktu itu kalo ndak salah menempati kamar suite. satu lagi yg saya suka, sandal kamar & keramahannya

    1. Waaa kamar suite 😍 Next ke Batiqa nginep di kamar suite juga ah

      1. perlu itu, apalagi dah berdua #eeeh

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Khairunnisa Siregar's

Learn from yesterday, live for today, and hope for tomorrow

Jilbab Backpacker

Travel - Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. Kuy, der!

LIZA FATHIA

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

witing lungo jalaran soko kulino

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Eviindrawanto.Com

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

%d blogger menyukai ini: