Ini 8 Kuliner Bogor yang Bisa Kamu Icip Dalam Sehari, di Satu Kawasan!

Yuk kulineran sama adek :D

Yuk kulineran sama adek 😀

Hampir sama seperti Bandung, Bogor juga menjadi weekend getaway anak-anak muda ibukota. Nggak salah, kalau selain liburan di Bandung, warga ibukota juga suka liburan di Bogor. Ada yang ke curug, ada yang naik gunung, ada juga yang sekadar muter-muter di kota sambil kulineran. Nah, poin ketiga ini yang weekend lalu gue lakukan. Ya, kaya kuliner lokal, Bogor merupakan alternatif tempat berwisata kuliner di Jawa Barat dan bahkan Pulau Jawa.

 

Perjalanan Menuju Bogor

Kami naik Commuter Line dari stasiun Jakarta Kota sampai perhentian terakhir di kota Bogor. Ongkosnya hanya Rp 5.000,00 belum termasuk biaya kartu baru. Perjalanan berlangsung sekitar dua jam! Alhasil, kami bertiga yang memang sudah berangkat kesiangan karena insiden motor mogok, ditambah laju kereta yang lambat dan sering terhambat, kami baru tiba di Istana Bogor pukul 13.00. Museum Kepresidenan baru saja tutup, dan kami gagal melawat ke dalam.

Lepas Stasiun Manggarai, perjalanan baru berlangsung lancar tanpa terhenti di tengah jalan.

Lawang Suryakencana, pecinan-nya Bogor

Lawang Suryakencana, pecinan-nya Bogor

Dari Stasiun Bogor, kami berjalan kaki menuju Istana Presiden dan Kebun Raya Bogor. Bisa juga dengan naik angkot 02 langsung dari depan stasiun. Nah, pas banget, destinasi kuliner kami, Jalan Suryakencana, persis berada di seberang pintu masuk Kebun Raya Bogor. Yowis, karena udah gagal ke Museum Kepresidenan, dan udah capek kelilng Kebun, akhirnya kami langsung melipir ke Suryakencana.

 

Es Doger

Melewati Lawang Suryakencana berupa gapura besar berwarna merah khas Tionghoa yang baru dibangun, kami terus berjalan melalui pasar sampai bertemu dengan Jalan Ranggagading. Nah, di jalan ini ada beberapa penjaja makanan dan minuman gerobak. Kebetulan, ada pedagang Es Doger di persimpangan. Karena kami udah capek jalan, udah kepanasan, dan udah nggak tahan sama suara perut sendiri, segelas es doger seharga Rp 6.000,00 pun terlumat tanpa hambatan ke dalam lambung.

Es Doger di Jalan Ranggagading, Bogor

Es Doger di Jalan Ranggagading, Bogor

Esnya segar dengan kadar manis yang nggak berlebihan. Isinya ada ketan hitam, alpukat, peuyeum, pacar cina, sirup, dan komposisi lain yang mungkin luput dari perhatian.

Pas banget, di samping tukang es doger ini ada tukang bakso yang unik karena baksonya diisi dengan kwetiaw. Wah, menggoda! Jadi teman makan siang yang pas deh.

 

Ngo Hiang

Saat pertama berjumpa dengannya mendatanginya pada hari Sabtu, Ngo Hiang ini tutup. Puji Tuhan, Ngo Hiang buka esok hari pada hari Minggu. Kami memesan Ngo Hiang Babi (Rp 30.000,00), Pangsit Penganten (Rp 30.000,00) dan Es Cincau Hitam (Rp 10.000,00).

Ngo Hiang, Jalan Suryakencana, Bogor

Ngo Hiang, Jalan Suryakencana, Bogor

Sekilas, Ngo Hiang ini mirip siomay. Potongan-potongan daging babi disajikan bersama kentang dan tahu, lalu diguyur dengan saus khas berwarna coklat.

nterior Ngo Hiang Suryakencana, Bogor

Interior Ngo Hiang Suryakencana, Bogor

Ngo Hiang Babi dan Pangsit Pengantin, Bogor

Ngo Hiang Babi dan Pangsit Pengantin, Bogor

Oh iya, Ngo Hiang ini kami nikmati bersama 10 tusuk sate babi yang dijual oleh abang gerobak di sampingnya. Seporsi sate babi tersebut dihargai dengan Rp 25.000,00. Tapi rasanya sih agak terlalu manis ya.

 

Toge Goreng

Tepat di seberang Ngo Hiang, ada bapak tua penjual toge goreng yang menjajakan makanannya dengan gerobak sederhana. Dulu dikenal dengan geco, tauge combro, begitu cerita si bapak. Sekarang makanan ini lebih populer dengan nama Toge Goreng. Dia dengan bangga menunjukkan cara membungkus Toge Goreng yang sering menarik perhatian turis Korea dan Tiongkok karena keunikannya.

Bapak tua penjual toge

Bapak tua penjual toge goreng

Toge Goreng, Jalan Suryakencana, Bogor

Toge Goreng, Jalan Suryakencana, Bogor

Sekilas mirip Kupat Tahu ala Bandung. Bedanya, di sini digunakan bumbu tauco yang menyiram potongan-potongan tahu, lontong, dan bakmie.

Baca Juga: 15 Tempat Wisata Kuliner di Bandung yang Wajib Dikunjungi

 

Soto Kuning Pak Yusuf

Soto ini adalah salah satu soto kuning paling beken di kota Bogor. Dari lokasi Ngo Hiang, berjalan lurus lagi ke arah persimpangan Jalan Roda. Rasanya enak banget dengan citarasa kuah santan yang kuat! Meski potongan dagingnya nggak sebanyak Soto Kuning Pak Dayat yang kami nikmati semalam, tapi rasanya lebih nendang.

Soto Kuning Pak Yusuf, Bogor

Soto Kuning Pak Yusuf, Bogor

Sotonya menggugah selera!

Sotonya menggugah selera!

Soto Kuning Bogor nikmat disantap dengan perkedel. Kamu bisa pilih mau isi daging, kikil, daging dan kikil, atau campur (ditambah jerohan). Seporsi soto dan nasi putih ditebus dengan harga Rp 35.000,00.

 

Bir Kocok khas Bogor

Eits, jangan buru-buru berasumsi bir kocok Bogor ini adalah minuman haram yang memabukkan! Bir kocok diramu dari campuran jahe, kayu manis, dan gula aren yang dikocok-kocok di dalam botol sampai berbuih. Sama sekali nggak ada kandungan alkohol, apalagi memabukkan. Rasanya juga manis, bebas dari sensasi pahit atau asam seperti yang ada pada rasa cintamu bir-bir sungguhan.

Bir Kocok Bogor

Bir Kocok Bogor

Nah, bir kocok legendaris yang mengklaim bisnisnya sejak tahun 1965 ini dapat kamu temukan di sudut persimpangan Jl. Suryakencana dan Jl. Roda. Harganya? Jauh di bawah harga bir sungguhan, hanya Rp 5.000,00 / gelas!

 

Soto Mie “Agih”

Ci Sandra, salah satu rekan petualangan kuliner hari itu, udah penasaran banget sama soto mie, makanan wajib khas Bogor. Apalagi dengan nama Soto Mie Agih yang kayaknya udah populer banget di Bogor dan harus dikunjungi turis hore-hore seperti kami. Dugaan kami tepat. Soto Mie “Agih” tampak sangat ramai di hari Minggu siang itu, tapi ada yang sedikit meleset.

Soto Mie Agih khas Sukabumi, Bogor

Soto Mie Agih khas Sukabumi, Bogor

Di dalam Soto Mie Agih yang riuh

Di dalam Soto Mie Agih yang riuh

Soto Mie “Agih” ini bukan soto mie asli dari Bogor, tapi dari Sukabumi. Isinya pun rupanya… non-halal.

Bakso goreng babi dan babi panggang sebagai teman bersantap

Bakso goreng babi dan babi panggang sebagai teman bersantap

Soto Mie isi Bakut dan Babat

Soto Mie isi Bakut dan Babat

Ya udah, karena udah masuk ke dalam, udah duduk di kursi, kami memesan seporsi soto isi bakut dan babat dengan nasi. Ternyata hanya Rp 34.000, saudara-saudara! Terbilang murah buat ukuran makanan non-halal yang menempati bangunan permanen seperti ini. Kami menyantapnya dengan bakso goreng babi seharga Rp 22.000,00 / set dan jus kedondong seharga Rp 10.000,00. Segar!

 

Soto Mie Bogor

Dalam perjalanan kembali menuju spot pertama, kami pasrah saja masuk ke sebuah pujasera karena ada sebuah kedai soto mie di depannya. Kedai soto mie tak bernama, tak bergengsi, tapi yang penting rasa penasaran kami sudah terobati.

Ini baru Soto Mie-nya Bogor!

Ini baru Soto Mie-nya Bogor!

Soto Mie ini benar-benar diisi dengan helai-helai mie berwarna putih, daging, irisan kol, potongan waluh, risol,  ditenggelamkan dalam semangkuk kuah bening. Buat gue rasanya lumayan, meski nggak mampu melahap banyak karena udah banyak diisi makanan-makanan sebelumnya. Tapi menurut Ci Sandra yang emang jago masak, rasanya kurang cocok.

 

Soto Kuning Pak Dayat

Nah, pada hari Sabtu malam sebelumnya, saat kami nyaris putus asa menemukan pusat kuliner malam di Suryakencana, kami berakhir di warung makan ini. Soto Kuning Pak Dayat adalah salah satu tempat makan yang cukup bercahaya dan meyakinkan di antara tempat-tempat lainnya yang tutup dan tak jelas. Lokasinya di sudut persimpangan dengan Jalan Roda. Saat itu warung sedang diisi oleh beberapa pengunjung, berarti sotonya mungkin enak.

Soto Kuning Pak Dayat, Jalan Suryakencana, Bogor

Soto Kuning Pak Dayat, Jalan Suryakencana, Bogor

Kami masuk, dan memesan tiga porsi soto berbeda. Pesanan datang setelah beberapa menit dalam antrian. Rasanya.. iya bener enak. Potongan-potongan daging dan kikilnya juga banyak dengan harga tak sampai Rp 30.000,00.

 

Wah, ternyata nggak perlu pusing-pusing kalau mau kulineran di Bogor. Cukup pesan hotel semalam di pusat kota, lalu bertualang seharian di Jalan Suryakencana! Petualangan kuliner bisa digabungkan dengan wisata Kebun Raya Bogor dan Museum Kepresidenan yang lokasinya berdekatan. Buat kaum urban Jakarta, cukup lah dua hari atau bahkan one day trip melarikan diri ke Bogor saat akhir pekan tiba.

Bersama kokoh dan cici

Bersama kokoh dan cici

Gimana, kuliner Bogor ternyata nggak kalah sama kuliner di Bandung, ‘kan? Meski belum sekaya di kota kembang, tapi Bogor bisa menjadi pilihan. Untuk akomodasi, Papa Ho Hotel bisa menjadi rekomendasi bermalam di kota angkot ini. Ulasan lengkapnya, silakan dibaca di: Pengalaman Menginap di Papa Ho Hotel, Bogor

Well, then. Happy learning by traveling

 

Bingung cari hotel di Bogor? Pesen di Pegipegi aja. Banyak hotel murah mulai dari Rp 119.000-an!

Hotel Bogor 300x2502

Iklan

35 thoughts on “Ini 8 Kuliner Bogor yang Bisa Kamu Icip Dalam Sehari, di Satu Kawasan!

  1. Kebetulan besok mau jalan ke Bogor, ketimbang jauh-jauh ke Puncak dan bermacet-macet boleh nih coba kuliner dalam kota (psst, terutama yang banyak babinya :hihi). Terima kasih buat rekomendasinya ya Mas! Penasaran nih ingin mencoba sendiri bagaimana sensasi makan dan minuman asli Surken :)). Setelah baca tulisan ini jadi nggak bingung lagi mau mencoba warung yang mana :hoho.

  2. Ini masih banyak lagi lho yg perlu dicoba seputar Surken/Gg Aut:
    – dodongkal
    – laksa gang aut
    – asinan jagung bakar
    – bakmi tasik
    – hmm apa lagi ya.. *lupa*

    Intinya sengaja biar pada balik lagi, hahaha! Oya kalo bawa kendaraan, kapoklah parkir di sini, mahal pisan 😥

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s