Akomodasi, Bandung, Indonesia, Jawa Barat, Travel

Triple Seven Bed & Breakfast: Hotel Instagrammable Dekat Bandara Bandung

Siapa pernah terbang atau mendarat di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung? Nah, kamu pasti setuju bahwa bandara Bandung ini letaknya dekeeet banget sama pusat kota. Tinggal ambil kiri dari depan bandara lalu berjalan terus, eh udah nyampe aja di Jalan Pajajaran. Jalan Pajajaran ini lokasinya udah cukup strategis karena juga deket sama Stasiun Bandung, kawasan wisata, dan kawasan kuliner. Jadi, menginap di Jalan Pajajaran itu memang win-win solution.

Di antara sederet hotel yang berdiri di kawasan Jalan Pajajaran, Triple Seven Hotel (Triple Seven Bed & Breakfast) adalah hotel yang gue rekomendasikan banget buat yang nyari penginapan dengan harga terjangkau, tapi tetap nyaman bahkan instagrammable! Keep reading to find out why.

 

Lokasi Triple Seven Bed & Breakfast

Triple Seven Hotel beralamat lengkap di Jalan Pesantren Wetan no. 20, Pamoyanan, Cicendo, kota Bandung. Memang nggak persis berada di pinggir Jalan Pajajaran, tapi kita nggak perlu jalan kaki jauh-jauh buat mencapai hotel, lagipula penumpang dari bandara Bandung biasanya juga harus naik taksi atau GrabCar sih.

Jalan Pesantren Wetan ini deket banget sama Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Tujuh Kedukaan (beuh, panjang amat namanya) yang biasa disebut dengan Gereja Pandu aja sesuai nama jalannya, hahaha. Lalu kalau kamu non-muslim, setidaknya ada 2 tempat makan nasi goreng babi di depan Gereja Pandu ini. Gue pernah coba salah satunya dan enaaakkk, kenyaaanggg, harganya setaralah.

Baca Juga: Ini 8 Kuliner Bogor yang Bisa Kamu Cicipi Dalam Sehari

 

Fasilitas Hotel Triple Seven Bed & Breakfast

Datang pada malam hari membuat gue disambut dengan penataan cahaya yang apik pada fasad atau tampilan eksterior Triple Seven Hotel. Kesannya youthful, kreatif, tapi tetap elegan. Sekilas, Triple Seven Hotel ini bahkan lebih menyerupai sebuah café daripada sebuah hotel. Sebelum memasuki area lobi di dalam hotel, ada outdoor seating area yang diisi dengan meja panjang dan kursi-kursi bar. Nah ‘kan, café banget!

kiri: tangga masuk triple seven hotel, kanan: lorong menuju kamar di lantai dasar
basement parking triple seven hotel
duduk sok cool di outdoor seating area triple seven hotel
tangga akses cafe dari depan outdoor seating area
lobi triple seven hotel
suka banget sama pencahayaan di lobi ini
outdoor seating area triple seven hotel

Lobi Triple Seven Hotel pun nggak kalah ngafe. Paduan dinding bata ekspos, jendela floor-to-ceiling berbingkai warna hitam, table lamp, lampu sorot, dan sofa-sofa empuk membuat kita nyaman duduk menunggu antrian check-in atau sekedar nongkrong bareng rekan perjalanan. Selain itu, ada ruang makan kecil di samping reception area. At first, gue kira itu digunakan buat tempat sarapan, tapi ternyata itu adalah ruang yang bisa dipakai secara privat (berbayar) oleh tamu buat rapat, small party, dan semacamnya.

Dari area lobi ini, kita dapat mengakses tangga untuk menuju kamar-kamar di lantai atas, in-site café, dan tempat parkir di basement. Jadi walaupun hotel kecil, tapi Triple Seven tetep menyediakan lahan parkir yang cukup buat para tamunya. Bahkan tempat parkirnya aja cakep lho, mungkin karena tangga kayunya itu.

Di setiap lantai itu ada mural atau lukisan dinding yang lucu-lucu! Oke nih buat sesi foto ala ala outfit of the day.

 

Fasilitas Kamar Triple Seven Bed & Breakfast

Karena hanya datang seorang diri tanpa ada yang menemani, maka gue pun meminta Single Room buat diinapi. Kamarnya berada satu level dengan lobi atau reception area. Begitu membuka pintu kamar, antusiasme gue sontak melonjak tajam!

mural yang berbeda-beda di setiap lantai triple seven hotel

Nggak seperti kamar hotel lain yang biasanya gue inapi, kamar Singe Retro Room dari Triple Seven Hotel ini menawarkan penataan kamar yang unik! Ranjang berada melayang di lantai mezzanine yang dihubungkan dengan tangga kayu dari lantai bawah. Area di bawah ranjang digunakan untuk sofabed, almari baju, dan TV dengan saluran internasional. Salah satu sisi dinding kamarnya juga dibalut oleh keramik putih. Meski minimalis, tapi kamar ini tetap tampil apik. Nggak perlu cemas bakal jatuh tergelinding dari ranjang, karena ada pembatas yang kuat dengan ketinggian yang cukup. Sofabed dapat diratakan menjadi kasur, sehingga kamar dapat diinapi buat 2 orang.

Karena kamarnya minimalis, gue berpikir kamar mandi atau bilik pancurannya juga bakal minimalis. Ternyata nggak sama sekali, karena luas kamar mandinya cukup! Kamar mandi juga tetap dibuat dengan dinding beton, bukan dinding plastik seperti yang ada di beberapa hotel budget. Balutan keramik putihnya bahkan bikin kamar mandi jadi makin cantik, setuju nggak?

Selain WC tentunya, kamar mandi sudah dilengkapi dengan — surprisinglytoiletries lengkap dengan kemasan eksklusif dan tampil elegan, gelas berkumur, handuk, dan towel rack. Pancurannya memiliki shower handler dengan posisi yang pas, jadi bisa mandi dengan santai tanpa harus terus memegangi gagang pancuran. Ukuran yang terbatas disiasati pihak Triple Seven Hotel dengan fasilitas pintu geser.

menu sarapan di triple seven hotel
ranjang kamar single retro yang berada di atas
sofabed di bagian bawah kamar single retro
kamar mandi triple seven hotel

Mungkin salah satu hal yang perlu ditingkatkan di Triple Seven Hotel ini adalah menu sarapan. Pihak penginapan hanya menyediakan 2 lapis roti tawar yang dihidangkan ke setiap kamar dengan selai, kopi, teh, gula, piring, dan cangkir berisi air panas. Kata salah satu Front Officer-nya, mas Supriadi, pihak hotel berencana buat menyediakan prasmanan. Semoga saat kamu nanti nginep di sini, Triple Seven Bed & Breakfast sudah menyediakan sarapan prasmanan atau sajian a la carte yang lebih mengenyangkan.

 

Ragam Kamar di Triple Seven Hotel

Gue excited banget saat diajak pihak Triple Seven Hotel berkeliling, karena masing-masing kamar di Triple Seven Bed & Breakfast punya desain interior yang beda-beda! Secara umum, ada 3 tipe kamar di Triple Seven, yaitu Retro, Pop Art, dan Vintage yang jika di hotel lain mungkin akan dinamakan Standard, Deluxe, dan Superior. Masing-masing tipe lalu dibagi lagi menjadi King, Queen, dan Twin. Kamar yang gue inapi adalah Single Retro King.

retro queen room, triple seven hotel
vintage king room, triple seven hotel
pop-art queen room, triple seven hotel
pop-art king, triple seven hotel
teko pemanas dan complimentary drink triple seven hotel
vintage twin, triple seven hotel

Seluruh kamar Vintage dan beberapa kamar Pop Art dilengkapi dengan teko pemanas dan complimentary coffee & tea. Dengan rentang harga di kisaran Rp200.000,00 sampai Rp500.000-an, gue yakin Travelearners di sini pasti bakal makin tertarik buat nginep di Triple Seven Bed & Breakfast.

 

District 20 Kitchen (Sekarang Seven Grams Coffee & Eatery)

Untuk melengkapi fasilitas sarapannya yang bersahaja, Triple Seven Hotel memiliki in-site café / coffee shop yang ada di lantai 3 bernama Seven Grams — yang saat itu masih bernama District 20. Seven Grams dapat diakses dari outdoor seating area, lobi, dan parking basement.

Seven Grams Coffee & Eatery memiliki outdoor seating area yang diisi bangku meja panjang dengan barisan kursi bar warna-warni. Saat masuk ke dalam, ternyata ruangannya luaaasss! Gue merasa sangat leluasa buat berjalan hilir mudik. Walaupun nggak ada AC, tapi café memiliki jendela-jendela yang terbuka lebar sehingga sirkulasi udara dan cahaya alami pun terjaga. Ada kursi dengan sandaran, kursi bar, ada juga sofa-sofa panjang. Ada meja berukuran sedang, meja memanjang untuk rapat, sampai meja gantung pun ada lho.

buku menu dan sajian kuliner di district 20 kitchen
segelas kopi hangat district 20 kitchen
interior district 20 kitchen (sekarang seven grams)
interior district 20 kitchen (sekarang seven grams)
macam-macam tempat duduk di district 20 kitchen (seven grams)
jendela yang lebar memungkinkan sirkulasi udara & cahaya alami
outdoor seating area district 20 kitchen / seven grams
bangku panjang yang cocok untuk meeting atau kerja kelompok

Gue suka ambience dan atmosfer di Seven Grams Coffee & Eatery ini. Desain interiornya memadukan rustic dan industrial, di mana unsur kayu, logam, batu bata ekspos bertemu. Makanan dan menunya beragam, nggak cuma kopi dan sajian western, tapi juga macam-macam kuliner Asia. Rentang harganya murah banget, menu makanan utama aja ada yang masih Rp20.000-an! Saat itu café-nya masih sepi, cocok banget buat kamu yang pengen nongkrong, nulis, atau bekerja dengan suasana yang nyaman. Wifi dan colokan listrik? Tenang, tersedia di banyak titik.

 

Kesimpulan: Yuk Menginap di Triple Seven Bed & Breakfast

Lokasi, harga, dan desain merupakan 3 hal utama yang ditawarkan Triple Seven Hotel. Menurut gue, itu merupakan 3 hal yang paling dicari budget traveler dalam 1 paket: penginapan yang murah, nyaman, berada di kawasan pusat kota (supaya hemat biaya transportasi), tapi tetep bisa buat foto-foto alias pamer di medsos. Ayo langsung pesen kamar sekarang di Booking.com atau di situs pemesanan hotel lainnya.

Iklan

20 tanggapan untuk “Triple Seven Bed & Breakfast: Hotel Instagrammable Dekat Bandara Bandung”

  1. Cakep ya kamarnya. Unik! Cafenya juga asyik buat foto-foto. Dari dulu dah kepengen cobain menginap di sini, cuma belum kesampaian hahaha

  2. Keren.. klo ada kesempatan main ke Bandung,, mau ni mnginap di Triple Seven Bed & Breakfast..
    Tmksh bg info ny..

    Sukses trus buat tulisanny… 😊😊😊

  3. Aku belum pernah mendarat di Bandara Husein Sastranegara, sih Kak. Tapi udah pernah dengar tentang hotel ini. Dulu pernah mau menginap di sini, cuma ya ragu-ragu. Takutnya nggak sesuai ekspektasi. So far, setelah aku lihat postinganmu ini, bolehlah ya kapan-kapan aku ke Bandung trus nginap di sana. Itu single room-nya lucu banget, kasur di atas gitu kaya hotel kapsul ya. :))

  4. suka sekali sama mural-mural yg berbeda di setiap lantai.
    yang menarik, itu murah mobil vintage di kamar. duh haha
    gemash! rasanya saya mau foto2 aja kak wkwk

  5. Makin banyak aja nih rekomendasi hotel kece di Bandung yang terjangkau harganya.
    Aku sendiri kayanya belum pernah menginap di hotel sekitaran Bandara Husein Sastranegara, tapi siapa tau kapan-kapan dapat tiket yang harganya jauh lebih ekonomis kalau terbangnya via Bandung.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.