Macau: Tak Hanya Kasino dan Hotel Mewah

Hasil foto di Ruins of St. Paul’s Macau

Saat memutuskan untuk memasukkan Macau ke dalam perjalanan ke Hong Kong pada Mei 2019 lalu, gue sama sekali nggak kepikiran bahwa gue akan jatuh cinta dengan kota ini dan ingin mengunjunginya lagi. Sebelum gue menyambanginya sendiri, Macau buat gue adalah destinasi wisata yang mahal. Namun ternyata, Macau juga punya sisi menarik di balik glamor dan gemerlap industri kasinonya.

Macau, juga sering disebut Macao atau Makau, adalah sebuah daerah administratif khusus atau Special Administrative Region (SAR) dari negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT/RRC). Letaknya ada di bagian selatan Cina Daratan, tapi nggak seujung Hainan. Sebagai SAR, Macau punya beberapa kebijakan otonomi sendiri, termasuk kebijakan imigrasi dan mata uang. Pemegang paspor Indonesia diperbolehkan masuk ke Macau tanpa visa hingga 30 hari.

Waktu itu, gue mampir ke Macau hanya karena harga tiket pesawatnya (via Kuala Lumpur) lebih murah daripada langsung ke Hong Kong. Karena jaraknya yang dekat dengan Hong Kong, lalu menurut gue perjalanan dari Macau ke Hong Kong akan menjadi sebuah konten yang menarik, maka gue mengambil penerbangan KUL – MFM alih-alih KUL – HKG. Keesokan harinya, barulah gue bergerak ke Hong Kong.

Salah satu sisi modern Macau
Ruins of St. Paul, wisata andalan Macau

Sebelum gue membeli buku Cheating Hong Kong & Macau yang ditulis mas Vicky Amin, gue nggak tau kalau Macau juga punya transportasi umum bus kota. Gue taunya di sana cuma ada bus-bus gratisan dari kasino dan resor-resor mewah. Sebelum gue menginjakkan kaki sendiri di sana, gue kira Macau isinya juga cuma kasino dan hotel mewah. Gue kira juga jalanan di Macau isinya cuma mobil dan sedikit bus. Ini karena selama ini memang jarang banget travel blogger (yang gue baca) yang membahas sisi jelatanya Macau, padahal ternyata Macau juga punya banyak sisi yang membumi.


Transportasi Umum di Macau

Kita bahas mulai dari hal yang jadi ketertarikan utama gue di setiap kota dan negara, hehe. Kejutan! Selama gue di Macau, gue malah sama sekali nggak pernah naik bus-bus gratisan yang selalu dibahas dalam tips-tips wisata di Macau. Gue selalu naik bus kota regulernya. Simply sih, karena nggak ada bus gratisan yang menjangkau hotel gue hahaha.

Armada bus Macau di malam hari
Bus kota di Macau sudah nyaman dan modern
Sebuah bus melintas di seberang Senado Square, Macau

Macao atau Macau punya jaringan bus kota yang ekstensif dengan standar kenyamanan dan keamanan yang baik. Yang naik banyak juga lho sampai sering desek-desekkan, baik warga lokal atau turis. Haltenya memang sederhana banget, cuma berwujud tiang besi tanpa shelter apalagi bangku tunggu. Ongkosnya flat rate sebesar MOP 6 atau sekitar Rp12 ribuan, kecuali rute-rute jauh seperti dari bandara Macau ke pusat kota. Tulisan selengkapnya soal transportasi umum di Macau bisa dibaca di sini.

Selain bus kota, warga lokal Macau juga banyak yang naik sepeda motor atau sepeda listrik. Di beberapa kesempatan, gue kayak lagi ada di Jogja saking banyaknya sepeda motor di situ. Tapi tenang, pengendara motor di Macau ini nggak semrawut kayak di Hainan. Mereka sangaaattt menghormati pejalan kaki. Saat gue baru pertama kali mau menyeberang jalan di sana, gue berdiri dengan siaga di ujung zebra cross untuk menunggu sebuah sepeda motor melintas. Ternyata, malah sepeda motornya yang memelankan lajunya dan berhenti mempersilakan gue menyeberang. Sejak saat itu, gue merasa sangat aman jalan kaki dan menyeberang jalan di Macau.

Inside bus 101X to HZMB Macau Port | Di dalam bus inilah gue kehilangan foto-foto gue
Kesibukan Macau di pagi hari saat jam berangkat kerja
Satu sisi macet, satu sisi lengang

Sementara untuk transportasi umum dari Macau ke Hong Kong dan sebaliknya, saat ini kita ada 2 opsi: HZMB Bus dan kapal. Gue sendiri cuma cobain HZMB Bus saat itu. Bus HZMB (Hong Kong – Macau – Zhuhai Bridge) ini juga masih tergolong anyar, baru ada saat jembatan HZMB rampung menghubungkan Macau dengan Hong Kong dan Zhuhai. Cerita perjalanan dan panduan lengkapnya bisa dibaca di: Menyeberang dari Macau ke Hong Kong dengan HZMB Bus.

Sekarang, Macau akhirnya punya Light Rail Transit (LRT).

Macau LRT mulai beroperasi pada 10 Desember 2019. Saat ini baru ada 1 jalur sepanjang 9.3 kilometer dengan 11 stasiun, menghubungkan Taipa Ferry Terminal (Terminal Maritimo de Taipa) hingga Ocean, melalui Aeroporto (bandara Macau). Keretanya driverless alias tanpa pengemudi, 1 rangkaian terdiri dari 2 gerbong kereta. Gue harus cobain ini nih kalo ke Macau lagi hehe.

Macau LRT current map (2020)
LRT Macau, sistem kereta api pertama di wilayahnya

Rencananya, Macau LRT akan punya 6 jalur, termasuk jalur yang menghubungkan Macau dengan Hong Kong.


Wilayah Administratif dan Geografi Macau

Macau adalah sebuah wilayah kepulauan, jadi bukan satu kota begitu, sama kayak Hong Kong. Secara garis besar, wilayahnya terdiri dari Macau Peninsula dan Coloane Island. Coloane Island terdiri dari 3 daerah, yaitu Coloane, Taipa, dan Cotai. Cotai adalah lahan reklamasi yang dibangun menghubungkan Coloane dan Taipa, hence the name “Cotai”. Cotai selesai dibangun pada 2005, belum lama-lama amat, jadi dulunya Coloane dan Taipa itu adalah 2 pulau terpisah.

Kamu perlu memahami pembagian daerah di Macau ini untuk menyusun itinerary perjalanan yang efektif dan efisien.

Bandara Macau ada di Taipa. Kasino-kasino besar seperti The Venetian, Parisian, dan City of Dreams ada di Cotai. Sementara kota tua Macau seperti Ruins of St. Paul Church dan Senado Square ada di Macau Peninsula. Kasino Grand Lisboa dan Macau Tower ada di Macau Peninsula.

Seisi kota tua Macau ini bisa kamu jelajah dengan jalan kaki seharian, dan memang asyiknya begitu, karena kamu akan melalui gang-gang cantik ala Portugis yang nggak akan bisa kamu temui di mana pun di Asia Tenggara/Timur! Banyak juga bangunan-bangunan cantik peninggalan kolonial Portugis yang akan kamu temukan secara nggak sengaja.

Perjalanan gue menjelajah kota tua Macau bisa dibaca di sini.

Hasil foto di Senado Square, Macau
Patung sejoli di Ruins of St. Paul’s Macau

Seluruh wilayah Macau adalah dataran rendah, titik tertingginya bahkan nggak mencapai 200 mdpl. Selain Hong Kong, Macau juga berbatasan dengan Laut China Selatan dan Zhuhai yang masuk Wilayah Provinsi Guangdong, RRT.

Lalu bagaimana iklimnya? Saat gue datang di bulan Mei, Macau dan Hong Kong sudah masuk musim panas. Banyak hujan, berkabut, dan taifun. Kalau siang memang panas, tapi saat cerah di malam hari hingga pagi, brrrr anginnya kenceng dan dingin coooyyy! Waktu itu gue mendarat malam hari, keluar gedung bandara langsung disambut angin semriwing. Jadi tetep bawa baju hangat ya. Kalau bulan Desember sampai Februari, konon suhunya bisa di bawah 15 derajat Celcius!


Menikmati Suasana Macau: Perpaduan Tionghoa dan Portugis

Di atas udah gue singgung sedikit bahwa Macau dianugerahi dengan seabrek bangunan kolonial Portugis. Yup, ini karena Macau adalah bekas jajahan Portugis. Inilah yang gue suka saat menyusuri jalanan Macau.

Pastelaria Koi Kei di Senado Square, Macau
Macau Post Office, Senado Square
Berasa banget suasana Eropa, karena kotanya bersih dan rapi
Approaching Ruins of St. Paul’s Macau

Saat menyusuri area kota tua Macau, kamu akan banyak menemukan gang-gang dan jalan-jalan kecil yang rapi, bersih, diapit oleh lampu-lampu jalan dan bangunan-bangunan tua yang membawa imajimu ke kota Lisbon di benua seberang sana. Konturnya naik-turun, berkelok-kelok, dengan banyak persimpangan, namun justru itu yang membuat gue semakin menyukainya!

Berbeda dengan gaya arsitektur Inggris atau Belanda yang biasa kita temukan di tanah air dan negara-negara tetangga, bangunan Portugis biasa memilih warna-warna semarak, namun tetap dalam tonality pastel yang lembut. Mungkin mirip rumah-rumah toko Peranakan di Bugis Street atau Chinatown Singapura, tapi bentuk dekorasi dan ornamennya berbeda. Kalau di Indonesia, bangunan-bangunan Portugis banyak tersebar di Nusa Tenggara Timur, seperti Larantuka.

Memasuki jalan-jalan kecil menuju Ruins of St. Paul’s, Macau
Melalui jalan-jalan kecil Macau yang naik turun
Plaza kecil, air mancur, dan salib
What a pretty neighborhood next to the cathedral, Macau

Nggak hanya bangunannya yang berwarna-warni, jalanan di dalam area pejalan kakinya pun tampil menarik seperti mozaik. Sementara jalanan yang beraspal pun tetap nyaman dipakai berjalan kaki. Walaupun jalanannya kecil, namun tetap difasilitasi dengan trotoar yang nyaman. Sesekali kamu akan menemukan air mancur umum, atau katedral-katedral dan gereja-gereja kecil residensial.

Kalau kamu suka jalan-jalan random kayak gue, gue sarankan kamu jalan-jalan dari senja hingga larut malam. Kalau perlu sampe pagi buta. Suasananya… romantis Portugis abis. Jalan-jalan kecil di area kota tua Macau terasa teduh, tenang, dalam siraman cahaya lampu-lampu jalan yang temaram.

Cerita perjalanannya bisa dibaca di sini.

Taman di Macau yang nggak sengaja ditemukan, romantis ya?
Hotel & kasino Grand Lisboa yang megah sebagai latar taman
Suasana Macau larut malam yang menyenangkan untuk ditelusuri

Nggak perlu takut, Macau adalah wilayah yang sangat aman, lalu di beberapa titik ada polisi-polisi muda ganteng yang bersiaga. Gue sebenernya pengen minta foto tapi ragu, takut dikira aneh cowok minta foto cowok, hahaha. Cukup waspada secukupnya seperti biasa, dan selalu berdoa kepada Yang Kuasa.

Berkebalikan dengan bangunan-bangunan kolonial itu, kawasan pemukimannya tampil lusuh dan bersahaja, walaupun tetap bersih. Bayangkan rumah-rumah padat atau rumah-rumah susun kaum proletar di Malaysia atau Thailand, tapi nggak selusuh rusun di Yangon. Sebagian rumah-rumah susun itu berdiri di tepi jalan raya yang lebar dan mulus. Sementara saat menyusuri gang-gang pemukiman, gue beberapa kali menemukan area parkir sepeda motor yang padat kayak parkiran motor di Jogja saat Pasar Malam Sekaten. Di beberapa titiknya memang agak gelap, tapi tetep aman. Mungkin nggak gue sarankan buat kamu yang takut sendirian atau takut gelap.

Rua das Lorchas, Macau, yang sedang lengang
Macau is where old meets new
Area pemukiman Macau yang sepi dan temaram di malam hari
Orang Macau ternyata banyak yang pake sepeda motor matic

Bahasa Portugis disematkan pada penunjuk jalan, mendampingi aksara TIonghoa dan bahasa Inggris, tapi jangan dikira terus orang-orang Macau bisa bahasa Portugis ya. Bahkan nama-nama tempat aja mereka cuma tau dalam bahasa setempat. Makanya, selain Google Maps, simpan atau cetak foto dan nama tempat-tempat yang mau kamu kunjungi dalam aksara Tionghoa di sana sebagai modal bertanya sama  wakamsi.


Hotel dan Makanan di Macau

Nggak bisa dipungkiri, bahwa harga akomodasi di Macau itu mahaaalll. Gue nginep di Hotel Hou Kong via Traveloka yang harganya Rp700 ribuan semalem. Itu udah tergolong yang paling murah! Gue udah nyari di Traveloka, booking.com, hostelworld, dan hostelbookers. Harga rata-rata di sana biasanya di kisaran Rp1 jutaan per kamar per malam. Jadi better kamu bisa cari travelmate buat ke Macau. Oh iya, Rp700 ribu itu juga belum termasuk sarapan, karena nggak ada sarapan.

Hotel Hou Kong Macau
Suka banget kamar mandi Hotel Hou Kong di Macau ini

Kamarnya layak huni sih. Luas, 1 queen bed dan 1 single bed, rapi, bersih, ada teko listrik meski nggak ada kopi atau teh, shower-nya elegan dengan rainfall shower dan dinding tile. Nggak ada air mineral, jadi gue kudu beli dari toserba lokal di deket situ. Oh, kasurnya agak keras hehe, tapi gue masih bisa tidur.

Hotel yang harganya lebih murah atau hostel memang ada, tapi kemungkinan nggak terdata di website OTA, atau hanya terdata di OTA lokal Tiongkok.

Soal lokasi hotel, kembali lagi dengan agenda jalan-jalan kamu di Macau: fokus dengan kasino/resor/theme park, atau fokus dengan wisata kota? Kalau jawabannya dua-duanya, menurut gue kalau gitu pilih hotel di area kota tua aja biar gampang dieksplor dengan jalan kaki. Beberapa hotel jaringan yang lokasinya di area ini adalah Best Western, Sofitel, dan 5footway inn. Kawasan ini bisa dicapai dengan bus MT4 dari bandara Macau.

Ngantri beli egg tart di Margaret’s Cafe e Nata, Macau
Selain egg tart, Margaret’s Cafe e Nata juga menjual beberapa kue
Customers enjoying egg tart at Margaret’s Cafe e Nata, Macau

Jujur, pengalaman makan gue memang minim banget di Macau, tapi harga standar ada di kisaran MOP 40-50. Malam pertama gue makan cup noodle dan roti yang gue bawa dari Indonesia (di pesawat udah makan), besok paginya sarapan 2 biji egg tart di Margaret’s Cafe e Nata seharga MOP 20, terus siang udah pindah ke Hong Kong tanpa makan siang dulu. Gue lupa kenapa nggak makan siang dulu. Eggtart-nya recommended, btw. Datanglah dari pagi-pagi jam 8 biar nggak lama antre.


Gue pengen ke Macau lagi dan menginap di hotel yang lebih layak, Best Western misalnya, dan lebih banyak menjelajah kekayaan sejarah dan kulinernya. Memang bakal boros di hotel dan makan, tapi karena penerbangannya murah dan nggak menyematkan obyek wisata berbayar, menurut gue jatuhnya nggak akan beda jauh dengan perjalanan-perjalanan gue lainnya.Kamu udah ke Maca juga? Atau berencana ke Macau? Apa yang paling menarik buat kamu? Share di kolom komentar yuk.

23 komentar

  1. gambaran macau di banyak tulisan atau ulasan video memang kebanyakan banyak menonjolkan sisi glamornya yaa.. bagus lah ternyata budget backpacker pun tetap bisa menjelajah Macau dengan beragam bangunan tua ala Portugisnya.. Btw gue jadi inget, iya, di Larantuka (Flores Timur), ada beberapa bangunan peninggalan masa Portugis yang warnanya cerah tapi pastel-pastel gitu.. Too bad dulu gue nggak jelajahin banyak karena waktu itu sama sekali belum tertarik hal-hal berbau sejarah..

    1. Iya, Bara. Bangunan-bangunan Portugis memang kayak gitu warnanya. Nggak apa-apa, nanti ke sana lagi hehe.

  2. Saya belum pernah ke Macau, tetapi membaca dan melihat tulisan dan gambar-gambar ini, membawa saya berada disana.. 🙂 ternyata selain kasino ada tempat2 yang menarik untuk dikunjungi.. apalagi aman.. soalny selama ini dengar yang ke Macau itu,, ya hnya ke Kasino nya saja.. hehehe. Kalo diberi kesempatan ke sana jelajahi kota tua nya dulu lah bg.. Terima kasih sudah berbagi..

    1. Yes, kota tua Macau menurutku lebih menarik dari casino-nya.

  3. Aku melihat Makau yang berbeda dari postingan ini Nug. Biasanya kalau bahas Makau itu banyak tampilin kasinonya hehe, juga kawasan Venesia ala-ala itu hehehe. Perpaduan bangunan tua dan modernnya apik.

    1. Sisi Makau yang ini lebih menarik buatku mas

  4. Aku penasaran sama gereja-gerejanya deh. Kayaknya seru ikut ibadah sama warga lokal walau mungkin nggak bakal paham dengan bahasanya.

    1. Jadi pengalaman berkesan tuh mbak hehe

  5. Ternyata Makau jauh lebih menarik dari yang selama ini kubayangin. Soalnya selama ini cuma tau kalo tempat ini cuma pusat perjudian dan wisata kota tua doang. Ternyata banyak hal-hal menarik lainnya.

    Tapi harga hotelnya mahal juga. 😑

    1. Yes aku pengen ke Macau lagi!

  6. Macau menyediakan semua kemewahan yang bisa dibeli uang. Entah akomodasi entah barang-barang mewah lainnya. Maklum sebagai pusat judi banyak orang kaya yang lalu lalang di sini.Karena belum coba naik transportasi umum di sini, yang menarik bagi saya adalah heritage Macau. Sekalipun mereka tumbuh sebagai kota moderen namun peninggalan sejarah mereka tetap terawat dengan baik.

  7. Sebetulnya gw penasaran, mengapa Macau menarik bagi Portugis untuk mengkolonialisasinya? Setau gw, Portugis itu menjajah Semenanjung Malaya, Maluku, sampai Timor. Agak kejauhan kalau kapalnya Portugis itu sampai melanglang ke kawasan Cina kepulauan macam Macau.. karena mereka bahkan tidak menyentuh Filipina yang jelas-jelas masih lebih dekat dengan teritori mereka di Maluku.

    1. Kemungkinan karena posisi strategis Macau sebagai pintu gerbang bagi Tiongkok.

      Kedatangan Portugis di Macau dan Malaka/Indonesia berdekatan. Dari yang kubaca sih masing-masing dipimpin oleh penjelajah yang berbeda-beda, jadi memang nggak dalam satu rangkaian gitu. Kedatangan Portugis di Indonesia diawali dengan kedatangan mereka di Malaka, Malaysia.

  8. Kotanya nyaman banget ya ala Eropa dan Tionghoa, jadi unik untuk dikunjungi wisatawan yang nggak ingin berjudi..bisa menikmati keindahan kota.

  9. Iya bener yaah kalau ngomongin Macau nggak jauh dari Kasinonya bang tapi ini jadi bisa liat sisi lain dari Macau. Iyaa busnya udah bagus yah ternyata dan hotelnya pun lumayan lah budget backpackermah yaah hehe

  10. Wah, seru itu kalau ada LRT dari Macau langsung ke Hongkong.

    Jadi memang di Macau itu yang ada hanya wisata bangunan ya? Adakah area untuk adventurnya di Macau (seperti hutan misalnya)?

    Kalau jalanannya tertata rapi dan hak-hak pejalan kaki itu dihormati, memang enak banget jalan kaki itu.

    Aku kayaknya kalau ke Macau pengen lari keliling Coloane Island deh. Udah ada yang nulis belum ya keliling Macau dengan berlari? ahahaha

    1. Mari kita tunggu LRT Macau – Hong Kong jadi hehe. Praktis, cepat, dan terintegrasi.

      Di Macau ada pantai, bang. Kalau gunung nggak ada, hutan nggak tau deh. Hong Kong sih ada hutan dan pulau-pulau kecil gitu.

  11. Macau, belum kesampean ke sini. Membaca judulnya saja udah bikin tertarik, ternyata benar sisi lainnya dari image kasino dan kemewahan cukup menarik untuk dibahas. Eggtartnya pun bikin ngiler untuk dicoba.

    Mungkin bisa jadi alternatif ketika pesawat ke Macau lebih murah dari ke Hong Kong.

    1. Biasanya memang lebih murah atau sama aja mas. Selamat mengatur itinerary hehe.

  12. Terimakasih Nugie telah menuliskan Macau dari sisi rakjel a.k.a rakyat jelata. Tulisan seperti ini neh yang saya butuhkan untuk informasi saat saya ke sana nanti. hahahahah Bakal saya buka lagi ini, ketika memutuskan ke Macau di waktu mendatang>

    By the way, di tulisan Nugi bilang, seluruh kawasan di Macau bisa diakses dengan jalan kaki. Maksudnya seharian bisa ke semua tempat? Misalnya ke The Venetiandi Cotai lalu ke bangunan reruntuhan St Paul Church di Macau Peninsula, bisa jalan kaki? Jaraknya berapaan Gie?

    1. Oh bukan seluruh tempatnya, tapi seluruh tempat di kawasan kota tua. Soalnya antara satu spot dengan spot lainnya dihubungkan sama jalan-jalan kecil instagrammable gitu, jadi jalan seharian pun nggak bosen hehe.

  13. Kalo aku kesana lagi, semoga jalur LRT nya udh makin puanjaaaaaang :D. Dan ada MRT yg bisa sampe HK, supaya ga udh naik ferry. Jujurnya aku ga terlalu suka naik ferry. Pusing.

    Mungkin Krn trakhir aku ksana cm PP doang, jd nya sewa mobil dan driver mas. Jd ga ngerasain naik transport umum , ga nginep juga. Udh bikin janji kok Ama anakku, begitu berat badan dia udh sesuai utk syarat bungy jumping di macao tower, aku bakal kesana lagi, biar bisa bungy bertiga Ama suami dan anak :D. Tapi kali ini mau nginep di Macau

    Aku jauh LBH suka negara ini drpd HK. Beneran kayak sdg di Eropa yaa ngeliat bangunan dan lorong2 nya :D. Sukaaa banget

  14. Disana sempat berjudi gak?

    Egg tart Macau memang bikin kangen. Anget-anget ena.

    Ternyata suka dolan larut malam. Masuk gang-gang sempit, kalo di Jakarta kayaknya siap-siap dipalakin.

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Khairunnisa Siregar's

Learn from yesterday, live for today, and hope for tomorrow

Jilbab Backpacker

Travel - Halal Lifestyle Blog

Guru Kelana

Perjalanan sang guru di berbagai belahan dunia

Ferdi Cullen-The Microtraveller

A microtraveller is a journey local or overseas that is short, flexible, simple, cheap – yet still fun, exciting, challenging, refreshing and rewarding

Pink Traveler

Kemasi ranselmu dan pergilah melihat dunia

#FDCG

SEBUAH CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK

dyahpamelablog

Writing Traveling Addict

Andromeda Noholo

Catatan Perjalanan, Ulasan Tempat, dan Daily Blog

Daily Bible Devotion

Ps.Cahya adi Candra Blog

Lonely Traveler

Jalan-jalan, Makan dan Foto Sendirian

bardiq

Travel to see the world through my own eyes.

CERITA LIANA

Travel More, Share More

Casa Fasa

Travel & Life

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Mollyta Mochtar

Travel and Lifestyle Blogger Medan

Jalancerita

Tiap Perjalanan Punya Cerita

Tukang Ngider

Ngider terus, terus ngider. Kuy, der!

Liza-Fathia.Com

a Lifestyle and Travel Blog

liandamarta.com

A Personal Blog of Lianda Marta

Eka Hei

Selalu ada cerita dalam setiap langkah

D Sukmana Adi

Ordinary people who want to share experiences

Papan Pelangi

tempat berjalan dan bercerita

Guratan Kaki

Travel Blog

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

The Spiffy Traveler

Exploring Endless Paradise

Efenerr

mari berjalan, kawan

BARTZAP.COM

Travel Journals and Soliloquies

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Travel Blog Indonesia

Cerita Perjalanan Wisata dan Budaya

Travel Vlogger Indonesia

Travel Vlogger Indonesia, menginspirasi lewat travel vlog Indonesia, berbagi informasi liburan dan vlog jalan jalan!

Plus Ultra

Stories and photographs from places “further beyond”.

backpackology.me

An Indonesian family backpacker, been to 25+ countries as a family. Yogyakarta native, now living in Crawley, UK. Author of several traveling books and travelogue. Owner of OmahSelo Family Guest House Jogja. Strongly support family traveling with kids.

Musafir Kehidupan

Live in this world as a wayfarer

Fahmi Anhar

Travelogue

Cerita Riyanti

... semua kejadian itu bukanlah suatu kebetulan...

Ceritaeka

Travel Blogger Indonesia

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Usemayjourney

Melihat, Mendengar, Memaknai

Winny Marlina

Winny Marlina– whatever you or dream can do, do it! travel

%d blogger menyukai ini: