Gunung, Indonesia, Yogyakarta

Melalui Celah-Celah Sempit Gunung Purba Nglanggeran, Yogyakarta

Selamat datang di Gunung Purba Nglanggeran!
Selamat datang di Gunung Purba Nglanggeran!

Masih soal perbukitan dan pergunungan untuk pemula. Kalau minggu lalu gue udah share tentang Bukit Alesano di Bogor, maka kali ini gue akan share tentang Gunung Purba Nglanggeran, Yogyakarta. Lokasinya berada di wilayah kabupaten Gunung Kidul yang jauh dari kota.

Sebagai seorang pemuda kharismatik yang lahir dan besar di Jogja, gue udah lama penasaran sama obyek wisata yang satu ini. Tapi, karena lokasinya yang jauh dari pusat peradaban, niat terpuji berkunjung ke Nglanggeran selalu pupus karena kurang waktu dan kurang teman. Puji Tuhan alhamdulilah, saat mudik lebaran bulan Juli lalu, gue berhasil menyeret salah satu temen gue di sana buat ikutan mampir ke Gunung Purba Nglanggeran.

 

Menuju ke Gunung Purba Nglanggeran

Kami berangkat siang. You know me lah, when it comes to holiday or traveling, I’m not a morning person, lol. Dengan sepeda motor dan lalu lintas yang lancar, perjalanan hanya berkisar satu jam. Cukup ikuti arah menuju pantai-pantai Gunung Kidul, lalu belok kiri saat melihat papan petunjuk Gunung Purba Nglanggeran.

Baca Juga: Kemegahan Senja di Atas Candi Ijo, Yogyakarta

 

Mendaki Gunung Purba Nglanggeran

Gunung Purba Nglanggeran ini cocok buat pendaki pemula kayak gue atau yang mau latihan naik gunung. Medan pendakian mudah, sudah tersedia tangga-tangga batu untuk mempermudah pengunjung menapak medan pendakian. Bahkan saat kami mendaki, kami berpapasan dengan satu keluarga muda dengan anaknya yang masih kecil. Lama pendakian sampai puncak kurang lebih 1 jam, tergantung kecepatan berjalan dan frekwensi foto-foto.

Tiket masuknya hanya Rp 15.000,00 saja per orang.

Mendekati Gunung Purba Nglanggeran, Jogja
Mendekati Gunung Purba Nglanggeran, Jogja
Jalur pendakian Gunung Purba Nglanggeran
Jalur pendakian Gunung Purba Nglanggeran
Papan peringatan di sepanjang jalur
Papan peringatan di sepanjang jalur

Perjalanan menuju puncak gemilang cahaya Gunung Purba Nglanggeran pun terasa semakin seru saat berpapasan dengan papan-papan kayu yang berisi nasehat untuk para pengunjung.

Tapiii, ada yang patut diwaspadai oleh para pengunjung Gunung Purba Nglanggeran. Khususnya buat kamu yang postur badannya mengalami pemekaran berkelanjutan.

Celah sempit Gunung Purba Nglanggeran
Celah sempit Gunung Purba Nglanggeran
Celah sempit lagi
Celah sempit lagi
Lorong Sumpitan, Gunung Purba Nglanggeran
Lorong Sumpitan, Gunung Purba Nglanggeran

Jalur pendakian Gunung Purba Nglanggeran memiliki beberapa medan berupa celah sempit. Like, bener-bener sempiiiiiittt sampai kami harus jalan miring atau membungkuk. Nggak tahu apakah ada medan alternatif selain celah-celah sempit itu.

 

Puncak Gunung Purba Ngalanggeran

Hery sempat bingung mencari rute menuju puncak gunung. Singkat cerita, setelah mondar-mandir beberapa kali, kami pun menemukannya. Menuju puncak Gunung Purba Nglanggeran, kami harus berjalan meniti tangga kayu.

Salah satu titik beristirahat
Salah satu titik beristirahat
Pos peristirahatan Gunung Purba Nglanggeran
Pos peristirahatan Gunung Purba Nglanggeran
Kayaknya asoy ya duduk-duduk sore di sini
Kayaknya asoy ya duduk-duduk sore di sini
Tangga kayu menuju puncak Nglanggeran
Tangga kayu menuju puncak Nglanggeran
Pemandangan dari puncak Gunung Purba Nglanggeran
Pemandangan dari puncak Gunung Purba Nglanggeran
Embung Nglanggeran terlihat di kejauhan
Embung Nglanggeran terlihat di kejauhan

Sayang cuaca saat itu sedang mendung dan berawan, gue gagal mengejar panorama sunset menawan dari puncak Gunung Purba Nglanggeran. Namun pemandangan dari atas tetap memikat, dengan bentangan pegunungan nan hijau dan Embung Nglanggeran yang menjadi oase di tengah lahan luas.

Baca Juga: Jalan-Jalan Kekinian di Kebun Buah Mangunan, Yogyakarta

 

Kami nggak terlalu lama berada di puncak. Sekadar duduk melepas lelah sampai keringat menguap, lalu kembali turun. Hari sudah beranjak petang, kami harus segera tiba kembali di bawah sebelum gelap membungkus hutan. Sialnya, buat menemukan jalur turun dari puncak pun kami kebingungan lagi, hahaha. Ketika berhasil menemukannya, beberapa ekor kera menampakkan diri dari balik dahan-dahan pohon dan membuat suasana agak… mencekam.

Singkat cerita, kami berhasil tiba di jalan raya meski dengan rute yang sedikit berbeda. Malam pun kami isi dengan ngopi-ngopi bersahaja di salah satu warung pinggir jalan raya di kawasan Bukit Bintang.

Beberapa minggu lalu dalam obrolan di salah satu grup whatsapp kami, Hery bercerita bahwa ada sosok gadis berkebaya yang mengikuti kami turun dari salah satu pos. Waduh…

 

Jadi, kalau ke Jogja, jangan lupa mampir ke Gunung Purba Nglanggeran ya. Tapi buat ke sana, harus pakai kendaraan pribadi atau sewaan. Datanglah saat fajar menyingsing atau menjelang matahari terbenam untuk mendapatkan pemandangan terbaik! Selamat menikmati jalur pendakian sang gunung purba melalui celah-celah sempitnya yang berbatu 😀

Iklan

20 tanggapan untuk “Melalui Celah-Celah Sempit Gunung Purba Nglanggeran, Yogyakarta”

  1. Aku pernaaahh hiking ke sini! Seru yaaa, bener banget ini cocok utk pemula. Gak gitu susah tapi ya itu banyak celah2 kecil hehehe. Aku dikasih tau banyak yg sering camping jg ya di sini, katanya bagus bintang2 klo pas malam aaak! Tapi kenapa ada cerita horrornya sih hahaha 😱😱

  2. Mungkin sosok berkebaya itu orang lokal, Mas? Hehe. Yah, memang namanya gunung mah, barang-barang halus itu pasti banyak ya. Jadi kita mesti permisi banget-banget kalau mau naik gunung, soalnya bagaimanapun kan itu rumah orang, kita cuma tamu. Tapi saya jadi semangat olahraga untuk menurunkan berat badan lagi nih, supaya muat di lorong-lorong sumpitan itu. Noted, kayaknya bakal ke sini kalau main ke Yogya lagi!

    1. Kayaknya setiap gunung pasti ada penghuni tak kasat mata, mas. Mengingat tempatnya yang selalu diselimuti hutan dan jauh dari peradaban.

      Ayooo semangat menurunkan berat badan!!! Gemuk itu baik, tapi ideal tentu lebih baik hahaha

Like atau komentar dulu, kak. Baca tanpa komentar itu kayak ngasih harapan semu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.